
ibu dhira tersenyum pada kedua adik tuan adnan "mba yang undang Mika ke sini kok" ucap ibu dhira pada sinta dan mira
"mbak gak salah undang dia" tanya sinta tak percaya akan ibu dhira yang malah mengundang anak dari seseorang yang jelas-jelas melukainya selama bertahun-tahun
"iya mba, rima saja gak suka akan kehadirannya ini malah mba undang dia" rima benar-benar tak suka dengan kehadiran mika di sana
"mba juga undang kedua orang tua mika tapi gak tahu juga mereka datang atau enggak" ibu dhira melambaikan tangannya pada mika
buru-buru mika menghampiri ibu dari kakaknya itu "iya bu" mika mendekat ke arah ibu dhira
ibu dhira memeluk mika dari samping "bar gimana juga mika kan adik lensi, jadi mba pengen berbagi kebahagiaan buat adik anak mba" ucap ibu dhira dengan seutas senyuman yang begitu tulus
mika begitu terharu akan ucapan ibu kandung kakaknya itu "makasih banget ibu gak benci sama mika dan malah undang mika ke pernikahan ibu" ucap mika begitu tulus
ibu dhira melirik ke arah sinta dan mira "kalian berdua adalah tantenya mika dan jelas kalian ada hubungan darah dengan mika karena mika anak kakak kalian jangan membencinya ya, mba sudah bahagia kok sekarang" ucap ibu dhira yang ingin kedua adik tuan adnan itu bisa menerima mika sebagai bagian keluarga besar dharmendra sama seperti lensi
jovan begitu tersentuh dengan kebaikan hati istrinya itu, dan inilah yang makin membuatnya jatuh hati "iya, sekarang dhira sudah bahagia bersama saya jadi jangan terlalu terikat dengan masalalu, dhira saja yang mungkin paling terluka sudah mengikhlaskannya" ucap jovan mendukung ucapan istrinya
"hati mba terbuat dari apa sih" sinta begitu haru akan kebaikan hati ibu dhira itu
dulu saja walaupun pernikahan ibu dhira dan tuan adnan di batalkan ibu dhira masih setiap membantu keluarga tuan adnan tampa pamrih, dan tak pernah bereaksi saat istri tuan adnan itu terus menghinanya dengan ucapan yang begitu menusuk
"iya mba, hati mba terbuat dari apa sampai sebaik itu" sahut rima begitu haru akan sikap dhira
"mba sudah gak mau memusingkan masalalu, toh sekarang hidup mba jauh lebih baik dan sangat bahagia karena memiliki suami bahkan sebentar lagi mba mau punya cucu jadi mba bersyukur untuk hidup yang tuhan berikan untuk mba" ucap ibu dhira
sinta dan rima memeluk ibu dhira dengan uraian air mata "terima kasih mba, terima kasih banyak" ucap sinta dari lubuk hati terdalam
__ADS_1
"semoga kebahagiaan selalu ada di hidup mba" doa rima untuk ibu dari keponakannya itu
sekarang mika benar-benar mengerti kenapa keluarga ayahnya masih belum menerima listia sebagai bagian keluarga, jelas sekali terlihat perbedaan mereka dalam mensikapi permasalahannya
"mba harap kalian sudah menerima mika dan toong kasih pengertian untuk mama dan papa untuk menerima mika" ucap ibu dhira
"iya mba" balas rima dan dan sinta serempak
setelah obrolan itu, sinta dan mira mengajak mika mengobrol bersama tara dan juga lensi dan mereka juga sempat bercanda gurau. sungguh hati ibu dhira bahagia melihat itu
"mas bangga dengan kamu" ucap jovan menggenggam tangan istrinya
"bangga kenapa" tanya ibu dhira
"mas bangga dengan kebesaran hati kamu" balas jovan
"dhira hanya gak mau terikat dengan masa lalu yang menyakitkan" ibu dhira menyatikan tangan kanannya ke arah tangantangan kiri yang di genggam jovan "toh sekarang kebahagiaanku ada sama mas" balas ibu dhira
"apaan sih mas" ibu dhira tersenyum malu karena tingkah jovan
lensi tersenyum melihat ibunya sedang bercanda dengan suaminya "kamu pasti bahagia melihat kebahagiaan ibu" ucap tara memeluk lensi dari samping dan mengusap lengan istrinya
"tentu bahagia, mas gak tahu saja saat ibu harus menangis setiap hari setiap teringat sama pria itu" ucap lensi sedih memikirkan bagaimana dulu ibunya menangis setiap malam
"maafin mama ya kak" sahut mika tak enak hati
"sudah lah mika, toh ibu bilang gak mau bahas yang dulu lagi, ibu pengennya hanya bahas kebahagiaan sama om jovan saja" balas lensi mengusap kepala mika
__ADS_1
"ayah sama mama kamu gak datang, kamu sampaikan undangan ibu kan" tanya tara tak mendapati kehadiran kedua orang tua mika
"gak tahu kak, tadi mika kan di jemput sama kassy" balas mika
"ya sudah, yang penting ibu sudah undang kalau gak datang juga gak masalah" sahut lensi
"tapi mas pengen lihat gimana raut wajah mama sama pria itu saat tahu kalau ibu juga bisa bahagia tanpa adanya mereka" tara menoleh ke arah kedua orang tuanya serta kedua adiknya yang sedang berbincang "mas juga mau lihat kalau mereka yang di tinggalkan bisa bahagia karena mereka orang baik" ucap tara menyimpan perasaan kecewa pada mamanya
"mas" lensi melirik ke arah mika takut ucapan tara menyinggung mika
tara menoleh ke arah mika "maaf mika, kakak emang gak amrah denganmu tapi tetap saja rasa kecewa untuk mama masih ada" jelas tara
"iya kak aku ngerti, aku ke kassy dan damian dulu ya kak" mika berjalan ke arah kedua adik tara untuk berbincang
begitu beruntung untuk mika bahwa keluarga yang di sakiti orang tuanya adalah orang baik jadi mereka tidak mempermasalahkan mika yang adalah anak adnan dan listia yang dulu membuang anak-anak mereka untuk bersama
"kassy, damian" panggil mika
sang pemilik nama pun menoleh "makan yuk, laper nih" ajak kassy menggandeng lengan mika dan damian setia mengikuti kedua wanita di hadapannya
clarissa menatap suaminya yang sedang menatap kedua anaknya yang sedang mengobrol bersama anak mantan istrinya "ayah gak papa" clasrissa mengusap lengan revandra suaminya
revandra menoleh ke arah istrinya "emang ayah kenapa" tanya revandra
"kedua anak kita dekat dengan anak mantan ayah" tunjuk clarisa dengan dagunya pada meja yang terdiri atas kassy, damian dan juga mika
"ayah kira bahwa ayah akan membencinya tapi entahlah sepertinya kebencian itu sudah menguap" revandra menoleh ke arah clarisa dan menatap istrinya itu dengan penuh cinta "ini mungkin karena ada mama di hidup ayah, mama memberikan cinta yang begitu besar pada ayah yang sedang patah hati saat itu, mama juga memberikan cinta mama untuk anak ayah yang jelas tak ada hubungan dengan mama dulu" ucap revandra dengan penuh syukur karena mendapat istri seperti clasrissa yang mau menerima tara kecil dan menyayangi tara seperti anaknya sendiri saat mereka belum menikah dan bahkan masih menyayangi tara sampai sekarang
__ADS_1
"jangan bilang gitu yah, tara anak mama anak sulung mama" sahut clarissa tak terima jika revandra masih menganggap tara bukan anaknya padahal clarissa mengurus tara dari tara berusia 1 setengah tahun
revandra memeluk istrinya erat "untuk itu ayah makin mencintai wanita yang begitu baik dan mempunya hati mulia seperti mama" ungkap revandra dengan penuh syukur memiliki istri seperti clarissa