You Are My Regret

You Are My Regret
Hari Bahagia


__ADS_3

Lucas berdiri di depan altar dengan perasaan cemas, rasa berkali-kali akan gagal menikah selama dua minggu ini sungguh membuatnya begitu berdebar jika sampai harus benar gagal menikah dengan kekasih hatinya, wanita yang sudah ia kunci sebagai calon istrinya semasa ia kecil dan akan jadi kenyataan hari ini juga


"tenang Lucas, semuanya pasti akan baik-baik saja" ucap Lucas merapalkan mantra agar bisa sedikt tenang karena acara pemberkatan pernikahan di adakan sebentar lagi


Lucas menoleh ke arah kursi khusus keluarga yang sudah ada Mommy dan adiknya. Sempat ia berpikir adik dan Mommy akan tidak hadir sebab ngambeknya Edeline biasanya bertahan cukup lama dan sulit untuk di nasehati tapi beruntung sikap tegas Daddy Jay membuat dua wanita yang berharga di hidupnya selain Nidya itu hadir di acara bahagianya walaupun harus menjalani sesi perdebatan sengit di pagi hari


"Mempelai wanita di persilahkan memasuki altar" pembawa acara mempersilahkan mempelai wanita untuk memasuki altar pernikahan


suara musik latar pernikahan mulai di mainkan dan fokus Lucas kini ke arah jalan masuk yang akan di lalui Nidya, dan saat melihat Nidya yang memasuki ruangan dengan di gandeng ayah Lucas membuat senyum Lucas begitu lebar "memang dia yang paling cantik" gumam Lucas begitu takjub akan kecantikan Lucas di balik kerudung putih yang menutupi wajah Nidya tapi tak membuat Lucas tak menyadari wajah cantik calon istrinya itu


perasaan kesalnya selama beberapa minggu ini seolah lenyap begitu saja tatkala bisa melihat langkah kaki Nidya yang makin mendekat ke arahnya


Ayah Tara berhenti tepat di depan Lucas dan memberikan tangan Nidya, putri sulungnya pada Lucas untuk di jaga dan di sayangi sepanjang hidup Lucas melebihi cinta ayah Tara pada Nidya


"pasti aku akan menjaga dan mecintainya seumur hidupku ayah" jelas Lucas pada ayah mertuanya


setelah itu acara di lanjutkan ke pemberkatan yang di pandu oleh pendeta. Lucas dan Nidya mengikuti acara tersebut dengan khidmat dan isak tangis karena ucapan demi ucapan Nidya dan Lucas saat mengucap sumpah pernikahan mereka


seorang wanita tersenyum kecut ke arah Lucas dan Nidya "kenapa aku kalah dengan sepupuku" batin ara berteriak karena harus kehilangan cinta pertamanya tanpa bisa berjuang sedikitpun karena Lucas dan Nidya sudah begitu dekat sejak mereka kecil bahkan ara saja tak bisa masuk kecelah hubungan mereka padahal Ara selalu menyempatkan untuk datang ke Indonsia saat libur sekolah agar bisa dekat dengan Lucas


tapi lagi-lagi usahanya berakhir sia-sia karena Lucas seolah langsung menutup akses ke siapapun yang ingin mendekatinya karena seorang Nidya

__ADS_1


seorang pria dengan tangan besarnya merangkul bahu ara dengan lembut "kamu cantik sayang jadi jangan berkecil hati hanya karena kehilangan cinta pertamamu" pria tersebut menoleh ke arah ara "yakin saja kalau kamu pasti akan mendapat yang jauh lebih baik dari Lucas itu" tukas Ayah Jonathan mencoba menyemangati putri satu-satunya yang ia miliki


ara memaksakan senyumnya sebab tak ingin membuat ayahnya bersedih "iya ayah" balas ara


tak jauh dari tempat duduk ara, Cinta juga sedang patah hati sebab cinta pertamanya kini resmi jadi suami wanita lain . Sebenarnya ada rasa tak rela tapi ia juga bisa apa jika untuk meliriknya saja Lucas tak berminat. Di mata Lucas hanya ada Nidya dan Nidya saja


Terkadang Cinta tak habis pikir bagaimana bisa serang pria mencintai satu wanita dalam hidupnya. Sempat dulu ia juga mendekati Lucas dengan berbagai alasan, misalanya saat meminta bantuan pada Lucas untuk mengurus perusahaan kakekknya yang terus di gerogoti oleh keluarga ibu tirinya dan juga kakak tirinya yang menyebalkan tapi lagi-lagi lucas tak begitu menanggapi Cinta dan lebih terkesan meminta sekertaris pribadinya yang mengurus dan menghindari pertemuan langsung dengan Cinta


entah itu di sengaja karena Lucas tahu perasaan Cinta padanya atau karena tidak sengaja, Cinta tidak tahu itu


reagen mengusap kepala adiknya dengan lembut "jangan bersedih Cinta, kamu masih muda dan pasti akan menemukan cinta yang jauh lebih indah dan juga yang mencintaimu dengan lebih besar dari pada cintamu yang tak berbalas ini" ucap Reagen menguatkan adiknya agar tidak sakit hati saat melihat pernikahan Nidya dan juga Lucas terpampang jelas di depan kedua matanya


"iya kak" Cinta memaksakan senyumnya


"mempela pria di persilahkan mencium mempelai wanita" ucap pembawa acara setelah Nidya dan Lucas di nyatakan resmi sebagai sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agam itu


tanpa menunggu lama Lucas langsung membuka kerudung Nidya dan menarik pinggang Nidya mendkat ke arahnya "Welcome to the new life, my Wife" ucap Lucas langsung menyambar bibir ranum Nidya yang di iringi riuh tepuk tangan dari para tamu undangan tak terkecuali Cinta dan Ara yang ikut memberikan tepuk tangan walaupun hati mereka begitu sesak akan pernikahan Nidya dan juga Lucas


***


setelah acara pemberkatan pernikahan langsung di lanjutkan acara Resepsi pernikahan yang di adakan di hotel milik Lucas yang tentunya di persiapkan Mommy Qiran untuk menyambut kehadiran anggota baru di keluarganya

__ADS_1


"mas bahagia" tanya Nidya di sela kegiatan menjabat tangan para tamu undangan


Lucas menghentikan kegiatannya dan menatap lekat wanita yang kini sudah jadi istrinya "tentu mas bahagia, sangat bahagia menjadi suami seorang Nidya Obelia Dirgantara " balas Lucas


Nidya tersenyum haru pada Lucas "Nidya juga bahagia jadi istri mas" timpal Lucas


"ekhem ekhem!" Ayah Tara berdehem keras tatkala sudah banyak tamu undangan tertahan karena Nidya dan Lucas yang malah sibuk melempar senyuman


"nanti saja di lanjutkan kemesraan kalian itu, hadapi para tamu undangan yang sudah antri panjang itu" tukas ayah tara melirik ke arah para tamu undangan yang terhenti karena Lucas dan Nidya yang masih sibuk bermesraan di tengah acara


Lucas menggaruk tengkuknya yang tak gatal "maaf yah" Lucas tentu malu akan kelakuannya saat melihat antrian tamu undangan yang begitu panjang karena kelakuannya dan Nidya yang menunda acara jabat tangannya


Edeline yang melihat keberadaan reagen segera berjalan ke arah pria yang di kaguminya "kak Reagen" panggil Edeline dengan senyum manisnya


Reagen memutar bola matanya jengah akan wanita yang terus mengusik hidupnya "ada apa Edeline" tanya Mommy Kassy dengan suara datarnya


ia masih begitu sakit hati mengingat ultimatum Edeline yang meminta Ara menjauhi Reagen hanya karena tidak memiliki hubungan darah dengan putera sambungnya dan itu sungguh membuatnya tersinggung, dengan alasan takut ara dan Reagen menjalin kasih di belakang kedua orang tuanya


"aku cuma mau ngobrol sama kak reagen saja tante" balas Edeline dengan tidak tahu dirinya tak merasa bersalah sama sekali atas ucapannya yang sempat membuat keluarga besar Reagen tersinggung dan sangat kesal akan obsesi seorang wanita muda pada seorang Reagen javerson


Reagen menatap lurus "gak ada yang perlu kita bicarakan sama sekali Edeline" tukas Reagen benar-benar tak suka dengan Edeline yang sungguh tak tahu malu untuk terus mendekatinya padahal sudah jelas ia tak suka dengan Edeline di tambah ia sudah menyinggung keluarga besarnya

__ADS_1


andai Reagen tak memandang siapa orang tua Edeline dan juga Lucas, sudah ia hempaskan jauh-jauh wanita yang tak tahu malu itu


__ADS_2