
***
setelah mendengar kondisi kesehatan nenek alaya, Daddy attaf dan mommy asmira menyempatkan menginap beberapa hari di rumah uncle akhtar sekedar bercengkerama dengan nenek alaya agar nenek alaya lebih rileks dan bisa kembali ceria saat kedua anaknya berkumpul
“ibu harus sehat terus ya bu” ucap mommy asmira mengusap lengan nenek alaya dengan lembut
“kalau tuhan menghendaki ibu sehat pasti ibu akan tetap sehat nak” balas nenek alaya tersenyum hangat ke arah mommy asmira
“dan maaf ya bu, kalau kita akan pergi sore nanti” ucap mommy asmira dengan nada penuh penyesalan
“tak masalah nak, ibu tahu kalau suamimu sangat sibuk dan kamu harus selalu menemani suamimu” nenek alaya menatap sang anak sulung yang sedang meminum kopinya “mana bisa suamimu itu jauh darimu” ungkap nenek alaya yang memang tepat sasaran
mommy asmira ikut melirik suaminya yang masih meminum kopinya “iya bu, suamiku itu memang tidak bisa jika di tinggal" mommy asmira terkekeh " bisa-bisa apapun tak ada yang beres, mungkin dia hanya akan pakai kaos saja saat meeting ” kekeh mommy asmira mengingat kelakuan daddy attaf yang begitu bergantung pada mommy asmira dalam setiap hal
daddy attaf yang mendengar pembahasan tentang dirinya, ia meletakkan cangkirnya dan melirik dua wanita yang di sayanginya itu “itu karena aku sangat mencintai istriku bu, tentu aku gak bisa jauh dari istri tercintaku” balas daddy attaf menatap lembut mommy asmira yang sedang berada di samping nenek alaya
“iya sih, daddy memang hanya mencintai mommy seorang” qiran menatap jengan sikap daddy nya yang selalu manis pada sang istri tapi selalu dingin pada orang lain termasuk dirinya yang jelas-jelas adalah anak kandungnya
“sirik” umpat daddy attaf menatap anaknya yang sedang bermanja di samping nenek alaya
Melihat akan terjadi perdebatan lagi di antara kedua orang yang paling di sayanginya mommy asmirah mencoba mengalihkan perdebatan keduanya
“persiapan kuliahmu sudah siap sayang?” Tanya mommy asmira
“sudah mom, semua sudah beres tinggal berangkat saja besok” balas qiran yang memang sudah mempersiapkan acara pertama masuk kuliahnya sejak kemarin
Attaf melirik adiknya yang tepat di sebelahnya “kau sudah menyiapkan pengawal untuk qiran kan?” Tanya daddy attaf
__ADS_1
“sudah kak, akhtar sudah siapkan pengawal yang mengawal qiran dari jauh” balas uncle akhtar
qiran menyipitkan matanya ke arah daddy attaf dan uncle akhtar “kok di awasin sih dad, di korea saja qiran tidak pernah di kawal” protes qiran
“di sana berbeda dengan di sini qiran, di korea tanpa daddy kawal ada tara dengan pengawalnya yang ad di sekitarmu tapi kalau di sini kan tak ada” tara memang selalu di kawal pengawal dari jauh yang di siapkan oleh ayah tara dan kebetulan qiran selalu di dekat tara
“qiran gak suka” qiran membuang muka dan melipat tangannya sebatas dada
“itu untuk perlindunganmu qiran, kalau sampai orang tahu kamu bagian keluarga ghazanfer itu tidak akan aman untukmu” sahut uncle akhtar
“nama qiran kan gak pakai nama besar ghazanfer harusnya gak ada yang tahu dong” balas qiran yang memang tak begitu di kenal secara umum sebagai cucu satu-satunya keluarga ghazanfer, hanya seputar sekolah qiran saja yang tahu kalau qiran adalah keturunan ghazanfer dan tentu sekolah qoran adalah sekolah yang terdiri dari orang-orang yang takut dengan kekuasaan daddy attaf
“gak ada jaminan orang gak tahu sayang, kalau kamu adalah anak kamu, walaupun kami sellau melindungi identitasmu dan hanya anak di sekolahmu dulu saja yang tahu” sahut mommy asmira
Qiran mencebikkan bibirnya “ ya sudah deh” qiran menunjuk uncle akhtar “tapi pengawal itu harus jaga jarak jauh dari qiran” pinta qiran
uncle qiran menghampiri qiran “iya qiran” balas uncle akhtar mengusap kepala qiran
Uncle akhtar duduk bersimpuh di kaki nenek alaya di ikuti daddy attaf “kami akan selalu bahagia dan sehat bu, jadi ibu juga harus sehat” daddy attaf dan uncle attar menyandarkan kepla mereka di pangkuan nenek alaya
“iya bu, ibu harus selalu sehat biar bisa lihat akhtar nikah nanti” sahut uncle akhtar
Tangan kiri nenek alaya mengusap kepala daddy attaf dan tangan kananya mengusap kepala uncle akhtar “ ibu juga berharap masih di kasih kesempatan melihat kamu menikah dan punya anak tapi usia renta ibu tak tahu
sampai kapan bertahan nak” ucap nenek alaya
uncle akhtar mendongak menatap manik mata nenek alaya “apa aku nikah sekarang saja” balas akhtar
__ADS_1
“emang uncle ada pacar?” sahut qiran
Uncle akhtar menggelengkan kepalanya “ gak ada sih” balas uncle akhtar
“kaya gitu mau nikah” daddy attaf mengeplak kesal kepala uncle akhtar
Uncle akhtar mengusap kepalanya “sakit tahu kak” rengek uncle akhtar
Nenek alaya tersenyum dengan tingkah kekenakan anak-anaknya “jangan terburu-buru menikah nak, menikahlah saat kamu sudah bertemu dengan orang yang tepat” nenek alaya melirik ke arah mommy asmira “attaf dan asmira memang di jodohkan oleh kami selaku orang tua, tapi kami juga tak memaksakannya saat itu. Attaf langsung tertarik dengan asmira saat itu” pikirannya kembali ke masa di mana saat mommy asmira di perkenalkan pada daddy attaf saat ada kerjasama bisnis antara keluarga ghazanfer dan keluarga prabaswara
nenek alaya beralih menatap daddy attaf “walaupun asmira dulu tak menolak perjodohan itu, tapi tentu perjuangan
mendapatkan hati asmira bukanlah hal gampang buat attaf, iya kan nak” ucap nenek alaya meminta persetujuan daddy attaf
Daddy attaf tersenyum kaku “iya bu, naklukin hati asmira butuh perjuangan besar” balas daddy attaf mengingat kembali bagaimana perjuangannya meluluhkan hati mommy asmira walaupun status mereka sudah menikah
“itu mah karena mommy terlalu baik saja, jadi dia mau sabar jadi istri daddy” sahut qiran tak percaya bahwa daddy nya berusaha keras menaklukan hati mommy asmira membuat tatapan tajam yang menghundus ke arah qiran yang berasal dari daddy attaf
“qiran” mommy asmirah menggelengkan kepalanya mengingatkan sang anak agar tak mengusik daddy attaf
Qiran terkekeh “maaf mom” qiran memeluk mommy asmira erat
“qiran tahu kok kalau mommy cinta banget sama daddy” qiran melirik daddy nya yang masih menatap tajam dirinya
“kalau gak cinta mana bisa kuat jadi istri tuan attaf ghazanfer yang angkuh dan dingin kaya kutub utara” qiran menjulurkan lidahnya meledek daddy attaf kembali
“dasar anak kurang ajar ya!” kesal daddy attaf ingin menjitak kepala anaknya yang selalu membuat dirinya naik darah
__ADS_1
“wih takut” qiran mengurai pelukannya dan bergegas berlari menghindari daddy attaf yang berusaha memukulnya
Terjadilah kejar-kejaran antara ayah dan anak membuat gelak tawa di tengah keluarga ghazanfer