
pramudia menggandeng lengan tara menatap tara dari sisi samping “boleh gak cerita ke aku tentang mereka
berdua” pinta pramudia mempererat gengaman tangannya di lengan tara ingin mendengar lebih perihal cerita
tentang qiran dan jay
Tara menoleh ke arah pramudia dan tersenyum manis “tapi ini butuh waktu lama” balas tara
Qiran dan jay memang memiliki kisah yang panjang saat bersama dan kisah akhir yang memilukan dan terlalu rumit sehingga akan cukup lama jika menceritakannya pikir tara
kay mendekat ke arah tara dan pramudia “ayo cerita, aku juga ingin tahu” balas kay yang ikut kepo dengan kisah qiran dan jay yang begitu menyita atensinya karena tatapan penuh cinta dari jay untuk qiran tapi tetap ada dinding tak kasap mata pada mereka
“mulai dari kapan ya?” tara Nampak berpikir “mungkin 15 tahun lalu awal mereka bertemu” ucap tara mulai mengingat kejadian 15 tahun lalu dimana di mulai perkenalan jay dan qiran
Flash back
15 tahun lalu, seoul korea
“qiran!” teriak tara mengejar qiran dengan suara terengah-terengah karena berlari
(anggap pakai bahasa korea ya, karena mereka lahir di sana dan tinggal di sana sampai usia mereka remaja
Qiran menoleh ke arah tara sahabatnya “kamu tuh laki-laki jadi jangan payah”seru qiran yang sedang berdiri di atas pagar beton sekolahan mereka
“apa kata orang tuamu, kalau sampai mereka tahu kau kabur dari sekolah” Tanya tara mendongak menatap sengit qiran yang selalu membuat masalah dan tentu dirinya akan terbawa ke dalamnya
“masa bodoh” qiran melompat dari pagar dengan santai karena dirinya yang seorang atlet jadi bukan perkara sulit jika hanya sekedar memanjat pagar stinggi 2,5 meter itu
Tara mengejarnya dengan susah payah, tara mengambil tangga darurat untuk menaiki tembok, dirinya bukan qiran yang punya kekuatan cukup kuat untuk menaiki tembok sehingga dirinya memiliki menaiki tangga untuk menyusul qiran
“qiran tunggu” tara berlari mengejar qiran
dengan susah payah tara mengejar qiran dan menyamai langkah kakinya yang begitu cepat “kamu ini gila ya, main kabur dari sekolah?” Tanya tara dengan suara terengah-engah karena berlari
“ya kamu juga gila, ngapain ikutin aku coba” balas qiran datar
“ya kalau aku gak ikutin kamu, pasti kena amuk ayahku” balas tara, orang tua tara adalah salah satu bawahan kepercayaan orang tua qiran dan sekaligus sahabat baik mommy qiran
“aku lagi malas sekolah, materi itu kan aku sudah pelajari semua” qiran merasa pelajaran di sekolahnya begitu monotan karena semua yang di pelajari di sekolah sudah ia pelajari dari guru les privat yang di sediakan orang tuanya untuk mendukung pembelajaran qiran
“iya sih yang anak cerdas” balas tara yang sadar betul sahabatnya itu begitu cerdas walaupun ia tak begitu memperhatikan pelajaran ia tetap menjadi peringkat 1 sedari masuk sekolah dasar
Qiran dan tara duduk di bangku sekolah tingkat pertama di kelas 2 SMP, mereka berusia 13 tahun. Tara dan qiran bersekolah di sekolah elit karena memang mereka berasal dari kalangan atas
__ADS_1
Qiran berjalan ke arah taman kota dan duduk di taman kota “kita kesini?” Tanya tara
“sana pergi, kalau berisik” ucap qiran kesal
“iya sih, oh ya qiran aku beli makanan dulu ya” ucap tara
“ya” balas qiran masih memejamkan matanya
Qiran mengeluarkan buku skatebook miliknya dan menggambar pemandangan di sana “kau sedang apa?” Tanya seorang pria pemuda
“astaga” qiran mengusap dadanya saking terkejutnya karena pemuda tersebut bertanya saat qiran sedang seriu menggambar
“biasa aja kali ” ucap pria tersebut langsung duduk di bangku dekat qiran
Qiran langsung menyimpan skatebook miliknya dalam tas “kamu siapa? Kita kenal?” Tanya qiran memindai tubuh pria itu dari atas sampai bawah
“tidak kenal, kebetulan lewat saja” balas pria tersebut dengan santai
Qiran melirik logo pada pakaian pria muda tersebut “ jam segini bukannya masih sekolah ya? Ngapain kamu disini?” Tanya qiran dengan ketus
Pria tersebut terkekeh “kamu juga ngapain disini di jam segini?” Tanya pria tersebut melirik qiran yang juga memakai seragam sekolah sama seperti dirinya, bedanya hanya desain seragam mereka karena mereka berbeda sekolah
“bukan urusanmu!” ketus qiran
Qiran memundurkan tubuhnya menautkan alisnya menatap jay “emangnya harus ya kita kenalan?” Tanya
qiran dengan nada malas
Jay terkekeh “ah.. namamu Qiran Ravania Naditya “ ucap jay membaca papan nama qiran yang tertera jelas nama lengkapnya, yang kebetulan memakai abjad internasional bukan tulisan korea karena nama qiran bukan nama asli korea
qiran mengernyitkan dahinya “bagaimana kamu tahu namaku?” Tanya qiran
Jay terkekeh “itu ada” tunjuk jay pada papan nama qiran yang berada di atas saku bajunya
Qiran refleks menutupi papan namanya “melihat seragam kita, berarti kita tetangga sekolah” ucap jay tahu di mana sekolah qiran dari seragam yang qiran pakai
Qiran memindai pakaian jay “ah ternyata memang kita tetangga sekolah” qiran menurunkan tangannya yang sempat menutupi tanda pengenalnya
“kenapa kamu bolos sekolah?” Tanya qiran
“kamu sendiri kenapa? Kenapa bolos sekolah?” Tanya jay
“malas sekolah saja” balas qiran datar
__ADS_1
Jay terkekeh “saya habis kerja paruh waktu, jadi bolos sekolah” balas jay menengadahkan kepalanya menatap langit
“ngapain kamu kerja paruh waktu, emangnya orang tuamu gak kasih uang?” Tanya qiran
“aku anak panti, dan aku membantu pengurus panti menambah asupan dana panti tempatku tinggal “ balas jay
“kau anak panti?” Tanya qiran
Jay mengangguk dan tersenyum pada qiran “iya aku anak panti” balas jay
Ada rasa tak nyaman di hati qiran saat bicara pada jay “maaf ya” pinta qiran
“maaf untuk?” Tanya jay mengernyitkan dahinya
“maaf atas ucapanku yang menyinggungmu” balas qiran
Jay terkekeh”untuk apa kau minta maaf. Kau tak salah apapun padaku jadi tak perlu minta maaf” balas jay
“itu aku membuka kenangan tak mengenakkan untukmu” balas qiran
“it’s ok, aku yang tak memiliki orang tua tak ada sangkut pautnya denganmu” balas jay
“qiran” teriak tara dengan membawa banyak camilan di tangannya
Qiran dan jay menoleh ke arah tara “sepertinya temanmu datang, aku permisi” ucap jay pamit pergi meninggalkan qiran
Tara yang melihat keberadaan jay menyipitkan matanya memindai tubuh jay yang Nampak asing buatnya
“kau siapa?” Tanya tara saat bersisipan dengan jay yang akan pergi
“aku hanya orang lewat” jay berjalan menjauh meninggalkan qiran dan tara
Tara menghampiri qiran “dia siapa?” Tanya tara melirik jay
“namanya jay, tetangga sekolah kita” balas qiran
Tara mengangguk paham saat melihat seragam sekolah jay “terus buat apa dia nyamperin
kamu?” Tanya tara
“hanya menyapa tetangga” balas qiran datar
“ha?” tara bingung dengan jawaban qiran
__ADS_1
Qiran hanya terkekeh dengan raut wajah tara “biasa saja mukanya” qiran mengambil camilan yang di bawa tara dan menikmati jajanan tersebut dengan melihat langit