
kassy dan mika sedang belanja bersama untuk keperluan selamatan rumah baru mika dan adrian "gimana kassy, ini bagus" tanya Mika saat menunjukkan mangkok dan gelas pasangan
kassy mengangguk " bagus" kassy hanya mengikuti mika yang sibuk memilih peralatan dapur untuk rumah barunya
"bukannya tante dhira sudah beliin peralatan dapur ya " tanya kassy
"pengen beli sendiri juga, nanti yang dari tante buat kalau pas ada acara saja" mika terus memilih barang yang ia mau
kassy terus mendrong trolinya "kamu masih mau kerja atau di rumah saja" tanya kassy penasaran
"kerja lah, sekalian nemenin mas adrian nanti kalau aku sudah isi baru berhenti kerja tapi aku sudah nambah sekertaris tambahan sih buat jaga-jaga kalau aku isinya cepet" balas Mika
"sudah ah belinya, kita pulang yuk" ajak mika yang merasa sudah cukup membeli
"gimana sama katering untuk acara di rumah kamu" tanya kassy
"sudah di urus sama kak lensi dan kak tara, aku terima beresnya aja" kekeh mika begitu senang mempunyai kakak yang menyayanginya
"senang ya kamu mika, kakak dan kakak iparmu satu paket" kekeh kassy
"iya" balas Mika
mika dan kassy berjalan untuk membayar ke kasir "duh" mika menyentuh kepalanya yang sakit karena terkantuk punggung kassy yang tiba-tiba saja berhenti
"ngapain sih kassy, berhenti kok gak ngomong-ngomong" tanya mika
mika melihat kassy yang diam mematung di depannya "kamu kenapa sih kas" mika melihat arah mata kassy
mata mika membelalak lebar "kurang ajar" mika melihat mala yang sedang menggandeng tangan jonathan dan terlihat mereka sedang berbelanja
"biar aku samperin mereka" mika berniat menghampiri jonathan dan mala
"jangan" kassy menahan tangan mika "jangan bertindak apapun" pinta kassy
sepanjang di mall itu kassy mengikuti jonathan dengan di temani mika. sebenarnya sangat terlihat kalau jonathan hanya diam saja walaupun mala terus mengajaknya mengobrol tapi yang membuat kassy sakit hati jonathan tidak menolak tangan mala
"kita samperin aja kassy" kesal mika dari tadi karena kassy hanya diam saja
"tidak" balas kassy dengan santainya padahal tangannya sekuat tenaga menahan gemetar yang terus menderanya
kassy mencengkeramkan tangannya ke pegangan troli "jangan pernah ceritakan pada siapapun tentang hal ini" ucap kassy dengan tegas
"gak bisa gitu dong kassy" balas mika
__ADS_1
"aku mohon mika" pinta kassy dengan mata yang sudah mengembun
"baiklah" akhirnya mika mengalah karena melihat tatapan mata kassy yang penuh luka
kassy mengambil ponselnya untuk menghubungi jonathan dan tetap memandangi jonathan yang sedang membayar di kasir "halo sayang" sapa kassy mencoba bersikap biasa saja
"hai sayang" kassy dapat lihat jonathan yang menjauh dari mala saat mengangkat panggilannya
"kamu di mana, aku kangen kamu ayo ketemu" ajak kassy
"ah.." jonathan nampak lama diam "mau ketemu dimana" tanya jonathan
"di apartemen kamu saja, kebetulan aku sedang ada di dekat apartemen kamu" balas kassy
"tapi aku sedang di luar sayang" balas jonathan
kassy memejamkan matanya "pergi dengan siapa dan kemana" tanya kassy yang ingin tahu apa jonathan akan jujur padanya
"sedang bersama teman lamaku, kami sedang makan di restoran" balas jonathan
"laki-laki atau perempuan" tanya kassy
"laki-laki dong" als jonathan
"ya sudah, lanjutkan saja kegiatanmu" kassy langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak
***
adrian dan mika sedang menyambut para tamu undangan yang datang untuk penyambutan rumah barunya yang kini sudah mulai di tempati oleh mika dan adrian
"terima kasih sudah datang kemari" adrian memeluk qiran
"tentu saja, aku harus datang kan ini rumah baru kakakku" balas qiran
mika menepuk lengan suaminya "mas, aku samperin kassy ya" ucap mika
"iya sayang" balas adrian
mika berjalan ke arah kassy yang duduk sendirian karena jonathan sedang mengobrol dengan kakaknya "kassy" panggil mika
"iya" kassy memaksakan senyumnya
"kamu sudah tanya sama jo tentang kamu yang lihat dia kemaren sama mala" tanya mika penasaran
__ADS_1
"enggak" kassy menundukkan wajahnya "aku belum sanggup mendengar kenyataan" balas kassy
mika menggenggam tangan kassy "jangan seperti ini kassy, kalian akan menikah bukan, jangan sampai pernikahanmu gagal, lebih baik batal menikah dari pada bercerai" ucap Mika
kassy mendongak dan tersenyum tipis ke arah mika "iya mika, nanti pasti aku akan bicara dengan jo, tapi tidak dengan sekarang" bals kassy
"iya" mika mengeratkan genggamannya "ingat kassy kamu ada aku, jadi jangan pernah ragu mengungkapkan semuanya padaku" mika meyakinkan kassy bahwa dirinya akan selalu ada untuk kassy
adrian berjalan ke arah mika "hai sayang" adrian melingkarkan tangannya ke pinggang mika
"ayo aku kenalin sama keluarga angkatku" ajak adrian
mika mengerutkan keningnya "keluarga angkat" mika nampak berpikir "keluarga daddy el" tanya mika
"iya sayang, entah kenapa mereka semua berkumpul" adrian melirik tiga orang beda generasi yang sedang berbincang dengan daddy el
"ya sudah ayok" mika menghampiri keluarga dari daddy el
"wah, ini menantu keluarga barnet rupanya" cicit nyonya caitlin dengan senyum palsunya
"hai nyonya caitlin, uncle jhonson dan adam" sapa mika dengan sopan
"senang menjadi bagian keluarga Barneet" tanya nyonya caitlin
mika tersenyum simpul "saya bahagia jadi istri mas adrian" balas mika dengan ramah
"setidaknya kau masih tahu diri untuk bersikap sopan padaku, tapi tidak dengan seseorang" nyonya caitlin melirik ke arah qiran
qiran terkekeh "kau meledekku nyonya" qiran menunjuk dirinya "aku bukan bagian keluarga barneet karena suamiku tidak mau mengambil nama itu jadi jangan merasa anda sebagai tetua di keluarga besarku" qiran melirik ke arah daddy el "aku tak peduli jika mertuaku itu masih menganggap orang yang sudah membunuh ibu suamiku sebagai bagian keluarga tapi satu yang harus anda ingat, saya seorang qiran tidak akan merasa terintimidasi dengan wanita tua seperti anda" ucap qiran dengan suara lantang
"beraninya kamu" nyonya caitlin menunjuk qiran dengan tatapan nyalang
"tolong jaga sikap anda nyonya, ini rumahku jadi sopanlah saat di sini, dan yang anda ajak berdebat adikku jadi dia jauh lebih berharga ketimbang anda yang tamu tak di undang" ucap adrian dengan lantang
"maaf adrian, harusnya uncle tidak mengizinkannya datang" uncle jhonson menarik tangan nyonya caitlin menjauh dari rumah adrian
adam masih diam dengan memandangi qiran penuh damba dan itu luput dari pandangan Jay "jaga mata kamu ada, atau aku cungkil matamu itu" sentak Jay tak terima jika ada orang yang menatap istrinya penuh damba
adam menyunggingkan senyumnya "kenapa aku tak boleh memandangi istrimu, aku hanya memandang kagum saja bukan ingin memperkosanya melalui tatapan mataku" balas adam
"adam!" bentak daddy el
"oke oke" adam mengangkat tangannya "aku hanya menyapa saudara angkatku saja, dan setelah itu sudah" adam berlalu pergi dari rumah adrian
__ADS_1
"maaf adrian" daddy el memandang adrian dengan penuh rasa sesal
"ini bukan salah daddy, jadi jangan terus meminta maaf karena ulah keluarga yang tak tahu diri itu" balas adrian