You Are My Regret

You Are My Regret
Hamil..


__ADS_3

mendengar penuturan Christian ketika Kellin hamil dan ngidamnya yang membuat kepalanya cenat-cenut di tambah Christian yang mengaitkan pada Nidya yang menurut Christian mirip dengan Kellin saat awal hamil, Aiden langsung mengajak Nidya ke rumah sakit walau Nidya sendiri ragu apakah benar ia hamil


"aku takut kecewa mas" ucap Nidya pada saat Aiden menggandeng tangan Nidya turun dari mobil tepat di depan halaman parkir rumah sakit


"kita coba saja sayang, kan gak ada salahnya kita mencoba" balas Aiden


"tapi ini rasanya berbeda sekali dengan kehamilanku dulu kak, dulu aku begitu kesulitan makan ini sama sekali tidak malah aku makin merasa doyan makan" elak Nidya akan perbedaan kondisinya saat hamil dulu


"ya sudah sih sayang, kalau pun belum nanti kita coba saja terus" Aiden tetap memaksa Nidya untuk periksa walaupun Nidya meyakinkan dirinya kalau ia tidak hamil


Aiden langsung masuk ke dalam ruang periksa dokter obgyn dengan begitu santai walau ini sudah sangat larut tapi sebagai pemilik rumah sakit tentu ia punya keistimewaan tersendiri untuk itu


"saya mau kamu memeriksakan istri saya apakah hamil atau tidak" titah Aiden dengan pembawaan tegasnya


para dokter mulai melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pertanyaan sederhana mengenai kapan terakhir datang bulan dan apa saja yang Nidya keluhkan dalam kurun waktu dekat ini sampai pada saat Nidya di minta untuk tes urin


dokter melihat hasil tes urin Nidya yang sudah di pastikan apa hasilnya tapi untuk menghindari kesalahan sang dokter ingin memastikannya kembali dengan jalan melakukan tes USG "untuk memastikan kembali apakah benar Nyonya Nidya hamil sebaiknya kita lakukan USG ya tuan" dokter obgyn bernama dokter Verlyta mengarahkan Nidya untuk tidur di atas brangkar dan mengoleskan gel yang terasa dingin ke perut Nidya


Dokter menyunggingkan senyumnya saat melihat tangkapan layar yang kali ini sudah di pastikan hasilnya apa "ah benar tuan kalau istri anda sedang hamil bahkan ini sudah jalan di 10 minggu jika di hitung dari tanggal nyonya datang bulan yang  terkahir" dokter menoleh ke arah Nidya dengan senyum ramahnya  "bagaimana bisa Anda tidak sadar kalau sedang hamil" tanya dokter Verlyta menyadarkan lamunan Nidya dan Aiden


"saya beneran hamil dok" tanya Nidya lagi masih tidak percaya bahwa dirinya sedang hamil saat ini


"iya nyonya" balas dokter verlyta


Nidya menoleh ke arah Aiden "Nidya hamil kak" ucap Nidya dengan suara serak dan dengan mata yang sudah mengembun


"iya sayang" Aiden langsung menghujani wajah Nidya dengan ciuman dan terakhir ia memeluk sang istri dengan begitu erat


"maaf sayang kalau kakak terlambat sadar kalau kamu sedang hamil" ucap Aiden


"tidak kak, harusnya aku yang minta maaf karena gak sadar kalau sedang hamil dan malah selalu ikut kakak kemanapun pergi " balas Nidya

__ADS_1


"kita jaga anak kita sama-sama ya sayang" ucap Aiden


"iya kak" balas Nidya


"kita lanjutkan kembali boleh tuan" tanya sang dokter karena apa yang ia sampaikan belum selesai


Aiden terkekeh pelan "maaf dokter, saking bahagianya saya sampai lupa kalau kita belum selesai mendengarkan apa yang dokter bicarakan" Aiden tak segan meminta maaf seba dirinya memang bersalah karena sibuk dengan kebahagiaannya sendiri padahal dokter verlyta belum selesai bicara


dokter verlyta tersenyum tipis ke arah Aiden "saya paham kok tuan kalau anda begitu exited mendengar kabar akan datangnya anggota baru di keluarga anda" balas dokter evelyn kembali meminta atensi Aiden dan Nidya agar melihat layar besar yang ada di hadapannya


"tuan lihat dua bulatan seperti biji kacang itu" tunjuk dokter verlyta pada dua gambar seperti biji kacang yang ada di layar


"iya" balas Aiden


"calon bayi anda kembar tuan" dokter verlyta terus memberitahukan hal seputar kehamilan bayi kembar pada Aiden dan agar Aiden menjaga pola makan Nidya nantinya sebab jika tidak di kontrol dengan baik kemungkinan besar bayinya akan berukuran besar dan nanti itu akan memberatkan Nidya apalagi saat proses persalinan


"terima kasih dokter, untuk kabar hari ini" Aiden menjabat tangan dokter Verlyta untuk berterima kasih karena memberi kabar bahagia hari ini


"sama-sama tuan Aiden" balas dokter verlyta


"kakak begitu bahagia kita akan memiliki anak" tanya Nidya


"tentu bahagia, kakak bahgia karena akan ada Aiden junior di sini" Aiden mengusap perut istrinya


Nidya mencebikkan bibirnya sebal "kemarin bilangnya gak masalah kalau Nidya gak hamil" sindir Nidya


"kakak memang bilang gitu karena yang terpenting di hidup kakak adalah dirimu, adanya dirimu adalah kebahagiaan terbesar di hidup kakak. Adanya anak hanya sebagai pelengkap kebahagiaan kita" jelas Aiden


Nidya mengusap perutnya yang memang sedikit membuncit "aku kira perutku seperti ini karena aku yang terlalu doyan makan tapi ternyata, karena anak kita yang makin tumbuh di sini" ucap Nidya dengan senyum cerahnya


Aiden ikut mengusap perut Nidya dengan sayang "kakak kira juga gitu" sahut Aiden

__ADS_1


Nidya menoleh ke arah Aiden "kalau Nidya gendut nanti  kakak tetap cinta Nidya kan" tanya Nidya


"tentu saja" balas Aiden tanpa banyak berpikir


Aiden membukakan pintu untuk Nidya agar duduk dengan nyaman "terima kasih ya kak" ucap Aiden


"iya sayang" Aiden segera memutar agar bisa segera melajukan mobilnya


Nidya mengambil ponselnya dan langsung menghubungi mamahnya yang ada di Indonesi "mamah" panggil Nidya dengan girang saat panggilannya tersambung


mama Lensi melirik jam dinding "kamu belum tidur nelpon mama jam segini" Mama Lensi begitu heran saat anaknya menelpon dirinya di jam 7 pagi yang itu artinya di London masihlah jam 1 dini hari


"Nidya punya kabar bahagia buat  mama" ucap nidya tak mengindahkan pertanyaan mamahnya


"ada apa sih sayang, kamu bahagia banget" heran  Mama Lensi


"aku hamil mah, aku hamil" ucap Nidya dengan girangnya saat memberitahu kabar kehamilannya pada sang mamah


Aiden begitu bahagia saat melihat istrinya begitu bahagia tentang kehamilannya yang memang sudah ia tunggu selama ini


"syukurlah, berapa usia kehamilanmu sayang" tanya mama Lensi ikut bahagia dengan kabar kehamilan putrinya


"Nidya sudah hamil 10 minggu, dan Nidya sempat gak sadar loh kalau sedang hamil untung ada teman Nidya yang nyinggung kebiasaan makan Nidya yang berlebihan" balas Nidya


"kamu gak ngidam kaya dulu" tanya Mama Lensi


"enggak mah, kehamilan Nidya anteng banget malah Nidya jadi makin doyan makan. di tambah dengan Nidya yang sedang hamil anak kembar jadi nafsu makan Nidya makin banyak


"mama senang kamu hamil, nanti mama akan minta izin ke ayah buat nyusul kamu ke inggris" ucap Mama Lensi


"iya mah, Nidya tunggu ya" Nidya langsung mengakhir panggilannya setelah menyampaikan kabar gembira perihal kehamilannya

__ADS_1


"boleh kan kak kalau mama datang ke sini" tanya Nidya


"tentu boleh sayang, orang tua kamu kan juga orang tua kakak" balas Aiden


__ADS_2