
Qiran duduk di sofa balkon kamarnya. Dirinya termenung memikirkan setiap ucapan demi ucapan yang di lontarkan uncle akhtar
“apa aku harus putus saja” gumam
qiran menimbang keputusannya
“tapi aku gak sanggup
mengatakannya pada jay. Tapi kalau sampai daddy benar marah nanti jay pasti yang kena sasarannya” gumam qiran khawatir dengan jay
dalam hati kecil qiran tentu ia menyadari bahwa jay menaruh hati padanya. kalau tidak bagaimana mungkin hubungan mereka berjalan selama empat tahun padahal hakikatnya hubungan mereka tak ada kejelasan pasti
walaupun jay bukan dari kalangan atas tapi wajah dan otak jay tak bisa di anggap remeh. begitu banyak wanita yang antri untuk menjadi kekasih jay tapi tentu mereka semua akan kalah dari qiran.
qiran, seorang wanita cantik pintar dan juga dari kalangan atas tentu tak ada yang bisa mengalahkan pesona qiran. tapi walaupun begitu kalau jay tidak menaruh hati padanya mana mungkin hubungan itu bertahan sekian lama tanpa kejelasan
"apa aku sanggup, mengatakan pisah" gumam qiran memikirkan kemungkinan demi kemungkinan perihal hubungannya dengan jay yang terjalin akibat ketidak sengajaan itu
“drrrrttttt” ponsel qiran yang berada di atas meja samping sofa tempat ia duduk bergetar
Qiran mengambil ponselnya untuk
melihat siapa yang memanggilnya “tara” gumam qiran langsung mengangkat panggilan jarak jauh dari tara sahabatnya
“hai tara” sapa qiran
“hai qiran, besok aku akan
terbang ke Inggris” ucap tara dengan senyum gembira itu
"kuliahmu sudah selesai?" tanya qiran
"S1 ku sudah selesai, untuk magister ku, sudah aku daftarkan" balas tara
qiran berdecih "kamu sadar gak sih kalau kamu tuh telat kuliahnya" balas qiran
"jangan samakan aku dengan dirimu" kesal tara
"hei, aku saja termasuk telat kali selesainya, jay tuh yang cepat" kekeh qiran
"iya sih yang punya kekasih berotak encer" kesal tara dengan wajah memberengut
qiran merubah wajahnya menjadi mode serius “kau mau ketemu kekasihmu itu?” Tanya qiran
“kamu tahu aja” kekeh tara
“kamu gak takut ayahmu tahu kalau kamu mencoba menemuinya?” Tanya qiran
__ADS_1
hubungan tara dan kekasihnya sebenarnya sudah terendus ayahnya, tapi tara selalu punya cara untuk menutupi itu semua dari dang ayah. tentu itu semua berkat bantuan qiran sahabatnya.
ayah tara sangat menyayangi qiran sedari kecil, mungkin karena saat tara kecil dan selalu bersedih karena ibu tara meninggalkannya. qiran selalu bisa membuat tara kembali tersenyum sehingga ayah tara bisa bekerja dan mendapat pasangan kembali
untuk itu ayah tara sangat berterima kasih pada qiran dan selalu mengutamakan qiran di atas anak-anak kandungnya
“untuk itu aku akan tinggal di
rumah uncle kamu, selama seminggu” balas tara
“kamu yakin mau menjalani hubungan seperti itu tara?” Tanya qiran dengan nada lirih
“ayolah qiran berapa kali kita
membahas ini. Sudah berapa kali aku tegaskan aku mencintainya apapun keadaannya
jadi jangan tanyakan perasaanku lagi padanya” kesal tara
“maaf tara, aku hanya ingin
memastikannya saja, toh hubungan kalian baru beberapa bulan masih ada
kemungkinan kamu berubah pikiran” balas qiran dengan nada pelan agar tidak menyinggung tara
“tidak akan” sahut tara
tara nampak terdiam "aku belum memikirkannya" balas tara
qiran menghela nafas panjang "sepintar-pintarnya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium juga tara" ucap qiran mengingatkan
"Kata-kata itu juga berlaku untukmu" balas tara
qiran nampak berpikir. memang benar bahwa itu berlaku untuk dirinya, dulu ia menutupi hubungannya dengan jay tapi nyatanya lama-lama keluarganya juga tahu hal itu
"justru karena aku mengalaminya jadi aku mwngingatkanmu. kau tentu tahu bagaimana daddy menekanku untuk berpisah" balas qiran
"entah lah qiran, otakku belum bisa berpikir sampai sana. yang aku tahu hanya kalau aku bahagia saat bersamanya" balas tara
“terserah kau saja, yang penting
kau nyaman dan bahagia” balas qiran
“terima kasih, dan ingat jangan
bicarakan ini pada jay, aku tak ingin di ledek sama dia” ucap tara mengingatkan qiran untuk tidak memberitahukan perihal hubungannya pada jay
“iya tara, kita bersahabat lama
__ADS_1
jadi aku pasti akan menyimpan rahasiamu” balas qiran dengan yakin
“tapi bisa saja kamu menghianati
aku secara kalian kan berpacaran sekarang dan kita hanya bersahabat” kesal tara
Qiran tersenyum canggung “kita
kan kenal dari kecil tara mana mungkin aku mengkhianatimu untuknya ” balas qiran
“ya sudah aku tutup ya, ngantuk
sekali” ucap tara mengakhiri panggilannya
qiran memandangi ponselnya yang sudah gelap "kenapa bubungan kita sama" qiran melihat langit malam yang kebetulan tak ada bintang "gelap dan terlalu rumit" gumam qiran
Tara berpacaran dengan seseorang.
hubungan tara mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang. Bagaimana tidak? tara yang jelas lelaki tulen tapi menjalin hubungan dengan seorang pria.
Pria bernama pramudia. hubungan mereka resmi terjalin semenjak beberapa bulan lalu.
Pertemuan awal mereka terjadi saat tara mengunjungi qiran dan tak sengaja bertemu dengan pramudia yang kala itu sampai detik ini mengenyam pendidikan di Inggris. berbeda kampus memang dengan qiran tapi masih di negara yang sama.
Pertama bertemu tara langsung terpesona dengan pramudia. tara sadar rasa tertariknya itu salah tapi entah kenapa perasaannya yang lebih menggerakkannya ketimbang akal pikiran sehatnya
Dan entah tuhan ikut andil atau tidak pertemuan demi pertemuan selalu terjadi antara mereka baik di Inggris ataupun Amerika tempat tara mengenyam pendidikan padahal mereka tak pernah berjanji untuk bertemu
Awalnya tara mencoba dengan keras menepis perasaan itu tapi makin lama ia tak sanggup jika jauh dari pramudia, jadilah
dengan berbagai cara tara mengejar cinta pramudia, dari mulai dengan cara sehat sampai cara penuh tipu muslihat
Awalnya pramudia menolak keras perasaan tara tapi lama-kelamaan ia luluh juga akan perjuangan tara untuknya
awal kedekatan mereka mungkin begitu risih bagi mereka,
bagaimana tidak mereka tak pernah menjalin hubungan dengan sesama jenis seperti itu
tapi nyatanya cinta mereka jauh lebih besar membuat perjuangan tara selama 2 tahun tak berakhir sia-sia. Mereka berpacaran tentunya tanpa sepengetahuan
orang-orang dan hanya qiran lah yang tahu hubungan mereka berdua.
bagi tara qiran adalah sahabat terbaiknya, kakak, adik dan juga orang tua baginya.
qiran selalu bisa mengerti apa yang di inginkan tara dan selalu mendukung serta ada di sampingnya. qiran sama sekali tak pernah menyalahkan keputusan yang di ambil tara dan selalu ada di depan tara untuk melindunginya
untuk itu kisah persahabatan antara qiran dan tara bisa berjalan selama bertahun-tahun walaupun sering kali mereka bertengkar tapi pasti itu tak akan lama dan mereka kembali berbaikan
__ADS_1