You Are My Regret

You Are My Regret
Honeymoon


__ADS_3

Jika di rumah Jonathan, Edeline sedang begitu kesal berbeda dengan tempat di mana Lucas berada saat ini


Pernikahan yang sudah lama di tunggu oleh Lucas kini akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Wanita yang begitu ia idamkan sejak lama kini resmi menjadi miliknya, milik seorang Lucas Matthew Handerson


"kamu suka dengan tempat ini sayang" bisik Lucas yang kini tengah memeluk Nidya dari belakang


Nidya mengecup pipi Lucas yang bertengger di pundaknya " suka banget mas" balas Nidya


Lucas tersenyum senang bahwa destinasi honeymoon yang sudah lama di rencanakan Lucas di sukai oleh Nidya


"mas yakin kita Honeymoon nya sebulan" tanya Nidya memastikan rencana bulan madu mereka yang akan berlangsung satu bulan


"tentu, kemarin mas sudah menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa di ambil alih orang lain dan selama kita honeymoon, mas sudah minta om Jonathan untuk mengurus perusahaan dari jauh-jauh hari, tentu dia sudah tidak asing dengan urusan perusahaan kan sebelum mas ambil alih perusahaan semua di kerjakan om Jonathan " balas Lucas


"ngomong-ngomong mas" Nidya membalik tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Lucas dan menyandarkan wajahnya di dada bidang sangat suami "mas gak masalah punya adik ipar setua om jonathan" tanya Nidya penasaran akan pendapat suaminya tentang pernikahan Edeline yang di adakan begitu mendadak dan dengan orang yang memiliki jarak usia terpaut begitu jauh dengan Edeline


Lucas menghela nafas panjang "entahlah sayang, tapi mas yakin daddy punya pertimbangan sendiri untuk menikahkan Edeline dengan om jo" balas Lucas


"semoga Edeline bisa menerima keputusan daddy ya mas" ucap Nidya memanjatkan doa agar pernikahan adik iparnya tetap berjalan walaupun jelas Edeline tidak menginginkannya


"semoga saja" Lucas mengecup bibir ranum Nidya yang sedari tadi terus menggoda imannya itu


"mas" rengek Nidya mendorong bibir Lucas menjauh dirinya


"mas kan bilangnya mau ajak Nidya jalan-jalan bukannya mau ngurung Nidya dalam kamar" rajuk Nidya yang sudah arti tatapan mata Lucas

__ADS_1


Lucas terkekeh" emang mas ngapain " tanya Lucas berlagak polos


"alah" Nidya mencebikkan bibirnya kesal


pikirannya kembali menerawang saat penerbangan panjang di dalam pesawat "aku masih sakit loh mas karena masa makan Nidya nya dalam pesawat" kesal Nidya mengingat malam pertamanya berlangsung dalam pesawat karena Lucas yang tidak tahan menunggu sampai tempat tujuan


"ya maafkan mas sayang" Lucas mengusap lembut rambut Nidya "abis kamu menggoda banget sih" cicit Lucas menaik turunkan alisnya


"itu mah, mas nya aja yang gak sabaran" Nidya mengurai pelukannya dan berjalan ke arah ranjang hotel yang akan di tempati selama beberapa hari itu


Lucas bergegas menghampiri istrinya dan memeluk sang istri dengan begitu erat "mas begitu mencintai kamu sayang, dari dulu mas pengen nikahin kamu tapi kamu selalu beralasan bahwa kita masih muda padahal bagi mas kamu cinta pertama dan terakhir buat mas" ungkap Lucas


"Nidya tahu itu mas, tapi Nidya hanya pengen bener-bener yakin kalau cinta mas hanya buat Nidya saja" balas Nidya


Lucas mencium tengkuk Nidya "kau tahu rasanya hati mas benar-benar di buat cemas akan pernikahan kita ini" tanya Lucas membuat Nidya yang awalnya membelakangi Lucas menoleh ke belakang


"Edeline yang manja itu hampir berkali -kali menggagalkan acara pernikahan kita karena dengan pikiran konyolnya yang selalu ingin di turuti apapun maunya


Nidya mengerutkan keningnya" emang apa loh mas" tuntut Nidya ingin suatu penjelasan dan bukannya di ajak berputar-putar tak jelas


Akhirnya Lucas menceritakan hal-hal konyol yang di lakukan Edeline dan hampir berkali-kali merusak acara pernikahan antara Lucas dan Nidya tapi beruntung Lucas selalu bisa mengatasi kelakuan adiknya dan Daddy Jay yang mendukung penuh apa yang di lakukan Lucas


dan Mommy Qiran yang selalu jadi pelindung terbesar untuk Edeline bisa di atur oleh Daddy Jay jadilah acara merengek Edeline bisa ia hadapi dengan lancar


ya walaupun sebenarnya di relung hati terdalamnya menyayangkan Daddy Jay yang malah menikahkan Edeline dengan sosok Jonathan yang belum pernah menikah tapi sudah memiliki seorang anak di tambah usia mereka yang terpaut begitu jauh

__ADS_1


"maafkan kelakuan adik mas ya sayang, tujuan mas cerita ini karena mas ingin kita saling terbuka dan tahu sisi buruk kita masing-masing, dan mungkin sisi buruk mas adalah memiliki adik yang terlalu manja karena biasa di ratu kan" ungkan Lucas dengan berat hati saat harus jujur dengan istrinya tentang kelakuan Edeline


Nidya mengusap rahanga Lucas "Edeline itu hanya manja mas bukan orang jahat, dia seperti itu karena masih polos dan terbiasa di turuti apapun semenjak kecil apalagi di keluarga besar Ghazanfer, Edeline satu-satunya perempuan jadi wajarlah jika Edeline masih kekanakan jadi Nidya ngerti kok" Nidya mengecup kilas bibir suaminya


"tapi Nidya senang banget loh saat mas mau terbuka dengan apapun pada Nidya, karena komunikasi yang baik akan menjamin kelancaran pernikahan kita" tukas Nidya menyampaikan pikirannya tentang arti keterbukaan dan sebuah komunikasi dalam merajut sebuah hubungan agar bertahan lama


Lucas langsung memeluk Nidya "mas janji akan selalu terbuka tentang apapun sama kamu sayang karena mas ingin denganmu seumur hidup mas" balas Lucas


Lucas terus menghirup aroma tubuh istrinya dan memberikan kecupan-kecupan kecil di leher jenjang Nidya "ahhh" lenguhan kecil lolos dari bibir mungil Nidya membuat Lucas makin berhasrat


"kita baru sampai loh mas" gumam Nidya yang ingin menolak Lucas tapi tubuhnya seolah menerima apapun yang sedang di lakukan oleh Lucas


"mas gak sabar ingin segera menciptakan kenangan-kenangan indah untuk kita" balas Lucas dengan suara seraknya karena sudah sangat berhasrat


Nidya yang sudah mulai terpancing akan sentuhan-sentuhan nakal yang di buat oleh Lucas akhirnya tetap mengikuti keinginan sang suami walaupun sebenarnya ia ingin ber jalan-jalan lebih dulu tapi apalah daya jika suami sudah menginginkannya tentu sebagai seorang istri kita wajib melayaninya


cukup lama mereka bergelung dalam selimut, padahal mereka belum sempat makan siang dan sudah hampir waktunya makan malam "mas lapar" rengek Nidya dengan suara manjanya


"tadi mas sudah pesan makan kok, paling bentar lagi" balas Lucas yang masih sibuk memeluk tubuh polisi istrinya


"Nidya pakai baju ya mas, takut petugas hotel masuk dan lihat Nidya yang belum pakai baju" ucap Nidya


"gak usah nanti biar mas yang bukain pintu dan bawa masuk, kamu jangan pakai dulu karena habis makan, mas mau lanjut lagi" balas Lucas dengan tanpa rasa bersalah sama sekali


Nidya mengerutkan keningnya "ya ampun mas, sudah 4 kali loh" protes Nidya

__ADS_1


"mas masih pengen" Jawab Lucas dengan santainya


__ADS_2