You Are My Regret

You Are My Regret
Menuju pernikahan


__ADS_3

Qiran berdiri di teras rumah orang tuanya berdampingan dengan daddy attaf


Daddy attaf memainkan kakinya


menggusar lantai sembari menunggu kedatangan seseorang


“dad, itu mereka sampai”qiran


menepuk lengan daddy attaf saat melihat mobil jay memasuki halaman rumah


Daddy attaf langsung tersenyum


sumringah melihat seorang yang di nanti akhirnya turun dari mobil “mommy” daddy attaf merentangkan kedua tangannya ke arah mommy asmira


Mommy asmira berjalan melewati


daddy attaf dengan tatapan sinis “qiran, anak mommy” mommy asmira memeluk erat qiran membuat daddy attaf melongo karena melihatnya


Daddy attaf mengubah gerakan


tanggannya dengan gerakan menggusar kepala agar tak canggung.


Jay yang melihatnya hanya menahan tawa “turunin saja kopernya jangan ngetawain orang” kesal daddy attaf saat melihat jay berusaha keras menahan tawa


“ini juga lagi nurunin koper kok”


setelah menurunkan koper jay meminta pelayan mengantar koper mommy asmira dan nenek alaya ke kamar mereka masing-masing


“yuk mah”daddy attaf mencoba


menggandeng lengan nenek alaya


Nenek alaya menolak tangan daddy attaf “yuk jay, antar nenek”nenek alaya meminta jay untuk menggandeng tangannya


Jay melirik daddy attaf “maaf,


ini nenek yang minta loh bukan saya” ucap jay membela dirinya


“dasar calon mantu sableng” umpat daddy attaf yang bisa di dengar nenek alaya


“diam kamu attaf” ucap nenek


alaya dengan nada tegas


“iya mah” daddy attaf mengangguk


patuh


Semua orang duduk di ruang


keluarga untuk berbincang “kamu hamil berapa minggu sayang” Tanya mommy asmira mengusap perut qiran yang masih terlihat rata


“8 minggu mom” balas qiran


Mommy asmirah melirik jay “kamu


rajin nabung ya, selama di sini” Tanya mommy asmira dengan nada meledek


Jay menggaruk tengkuknya yang tak gatal “iya sih mom” balas jay


“mom” daddy attaf heboh sendiri


saat mendengar jay memanggil istrinya dengan panggilan mommy “sejak kapan kamu manggil istri saya dengan sebutan mommy” Tanya daddy attaf dengan nada tak suka


“ya kenapa sih dad, aku kan


manggil dengan panggilan mommy jadi ya wajar dong kalau jay ikutan manggil mommy, kita kan mau nikah” sahut qiran

__ADS_1


“tapi kan dia belum jadi mantu” kesal daddy attaf


“mommy yang nyuruh jay manggil


gitu, toh mereka berapa hari lagi menikah dan mereka sudah mau punya anak. Gak usah lebay deh dad” sahut mommy asmira dengan nada ketus


“hekh” daddy attaf membuang


mukanya kasar karena mendengar pembelaan dari mommy asmira untuk Jay


mommy asmira menoleh ke arah qiran “semua persiapan pernikahan sudah beres“ Tanya mommy asmirah


“sudah beres mom, yang urus


semuanya jay” balas qiran


“iya mom, pakaian mommy sama


nenek juga sudah tinggal datang untuk nyesuain ukurannya, nanti aku sama qiran juga mau nyocokin ukurannya” balas jay


“pakaian mommynya qiran sama


neneknya sudah" Tanya daddy attaf tak percaya


3 hari, dan itu beres. jay benar-benar bergerak cepat untuk pernikahannya


“iya sudah, bahkan milik uncle


akhtar juga sudah siap. Kalau untuk kakek saya sudah di urus di sana” balas jay datar


“punya saya” Tanya daddy attaf menunjuj dirinya


“saya takut tidak sesuai selera


anda jadi gak saya buatkan” balas jay datar


“apa?” daddy attaf menatap tak


Qiran terkekeh melihat kelakuan


daddy nya “jangan khawatir dad, jay juga sudah siapin punya daddy, jay hanya ingin meledek daddy sedikit saja” ucap qiran


Daddy attaf melipat tangannya


sebatas dada “belum jadi mantu aja sudah songong”umpat daddy attaf


“kan ini ajaran anda” balas jay dengan sarkas


jay menoleh ke arah nenek alaya “oh ya nek, uncle ke sini kapan” Tanya jay


“mungkin jumat dia sampai, kalian


menikahnya kan hari minggu” balas nenek alaya


“berarti sama dengan kakek Jung,


beliau juga ke sini hari jumat” balas jay


“kalau kakekmu ke sini, gak takut


dia sadar kamu anaknya” Tanya daddy attaf


jay menatap datar daddy attaf “maaf, semenjak ibu saya


meninggal saya adalah anak yatim piatu, jadi siapa yang anda maksud” Tanya jay


“harusnya kamu tahu siapa yang

__ADS_1


saya maksud” balas daddy attaf dengan tatapan tajam


“dad” qiran tak ingin daddy nya


membahas orang tua kandung jay yang nantinya bisa membuat jay kesal


“oke, gak akan daddy bahas lagian


saya juga malas kalau harus lihat wajah nyebelin orang itu” balas daddy attaf


“tapi sepertinya kalian harus


lihat deh” qiran nyengir kuda ke arah dua pria di hadapannya


Daddy attaf dan jay menatap tajam


qiran “apa maksud kamu” Tanya daddy attaf dan jay serempak


“keluarga barnet kan ada kerjasama bisnis dengan perusahaan kakek yang di serahkan ke qiran, Adrian anak angkat tuan elston kan juga saya kenal dengan baik. Kalian lupa kalau Adrian masih kerabat jauh mommy” ucap qiran dengan nada pelan takut akan kemarahan  daddy attaf dan jay


“maaf” ucap qiran lirih


“apa tak bisa di batalkan


undangannya” Tanya daddy attaf


“sudah di kasih, mana mungkin di


batalkan” balas qiran


Jay hanya diam saja tak mungkin


dia akan marah pada qiran hanya karena mengundang rekan bisnisnya yang kebetulan juga ayahnya “maaf jay” ucap qiran


Jay memejamkan matanya mencoba mengontrol emosinya sebisa mungkin


“sudahlah, toh dia bukan siapa-siapa jadi gak masalah” balas jay


“dasar, sok kuat” ledek daddy


attaf


“dad” qiran mengingatkan daddy


attaf untuk tidak menganggu jay


“sudah lah, anggap saja dia tamu


biasa. Belum tentu dia akan datang kan, mungkin hanya Adrian yang datang karena dia masih keponakan jauh mommy” ucap mommy asmirah


Adrian memang masih memiliki kekerabatan jauh dari mommy asmirah. Adrian adalah anak salah satu anak sepupu mommy asmira yang kebetulan suami sepupunya meninggal dan dia kembali menikah lagi. dulu Adrian di rawat kakeknya dan daddy el menawarkan membesarkan Adrian karena kakek Adrian dulu sudah berumur dan bahkan sekarang sudah meninggal


“kalau dia tahu ini pernikahan


anak kita, dan ada kamu mana mungkin dia gak akan datang. dia gak akan melewatkan kesempatan melihat kamu” ucap daddy attaf dengan yakin


"itu sudah berlalu lama dad" sahut mommy asmira


jay pernah mendengar dari kakeknya kalau dulu daddy el tak menikahi ibu kandungnya karena mengejar mommy asmirah


mengingat bagaimana ibunya dulu yang sangat menderita mencintai daddy el dan terus di abaikan bahkan saat daddy el mengetahui kehamilan ibunya saat mengandung dirinya membuat jay makin jadi kesal


“attaf” bentak nenek alaya


Nenek alaya jelas melihat jay


yang sedang tak nyaman tapi daddy attaf terus membahas orang itu

__ADS_1


Daddy attaf langsung kicep diam,


dan tak berani berucap jika nenek alaya sudah meninggikan suaranya beberapa oktaf


__ADS_2