You Are My Regret

You Are My Regret
Kamu Bukan Ayahku


__ADS_3

Reagen tersenyum melihat wajah kedua adiknya yang begitu bahagia setelah di ajak jalan-jalan dan membeli banyak barang yang di butuhkan kedua adiknya "harusnya kamu gak manjain adik kamu Reagen" ucap Mommy Brianna


"gak manjain mom, toh sudah lama mereka gak belanja keperluan mereka kan" balas Reagen


"iya mah, kak Reagen uangnya kan banyak jadi gak akan jatuh miskin cuma karena belikan kami barang-barang ini toh sudah lama kita gak beli keperluan kita mah" timpal Dika


mendengar ucapan anak bungsunya tentu hati mommy Brianna begitu sesak "maafin mama ya Dika" Mommy Brianna menunduk sedih akan nasih kedua putera yang harus hidup kekurangan padahal ia mampu membelikan apapun keingin sang putera tapi lagi-lagi alasan tak ingin membuat rumah tangga suaminya dengan istri pertama ricuh membuatnya menahan keinginan sang anak untuk hidup lebih baik


Dika yang melihat wajah mamanya sedih tentu tak tega "ini bukan salah mama kok " Dika menggenggam tangan mommy brianna menenangkan hati sang ibu yang sedang sedih itu


"sekarang ada Reagen mom jadi jangan pusingin kebutuhan adik lagi karena Reagen yang akan mencukupi semuanya jadi permpuan itu tidak akan menyalahkan mommy lagi" sahut Reagen


mommy brianna hanya tersenyum tipis tanpa menjawab "ayo masuk, Cinta sudah pengen cepat mandi dan tidur" ajak Cinta pada keluarganya yang sedang melankolis itu


Mommy Brianna menoleh ke arah Reagen "mau nginep di rumah" tanya mommy Brianna


"kalau nginep kasihan Dika mom kalau harus bagi kamar sama Reagen yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari Dika " balas Reagen


mommy Brianna menundukan kepalanya "maafin mommy ya Reagen, rumah mommy terlalu sempit sampai kamu mau nginep saja susah" Mommy brianna tentu tidak enak dengan puteranya yang  mau saja menginap tapi terhalang dengan kondisi rumahnya yang sempit


"jangan masalahin itu mom" Reagen memeluk mommy Brianna "kedaan kita yang jauh lebih baik itu sudah lebih dari cukup buat Reagen ketimbang apapun" jelas Reagen


Reagen mengurai pelukannya "Reagen pulang dulu ya mom" pamit Reagen


"iya sayang" balas Mommy Brianna


baru saja Reagen berjalan langkahnya langsung terhenti saat melihat pria yang paling membuatnya muak saat ini "ngapain kamu di sini" tanya Reagen dengan ketus

__ADS_1


"kamu lupa kalau ini rumah anak dan istri ayah,  Reagen" ucap tuan Randy dengan santainya


Reagen terkekeh "untuk rumah anak dan istri anda mungkin betul tapi jangan bahsakan 'ayah' di depanku karena sampai kapanpun kamu bukan ayahku" tukas Reagen dengan lantang


Reagen menoleh ke arah mommy nya "urusan dengannya bukanlah hak Reagen untuk ikut campur tapi kalau dia berani menyakiti mommy lagi jangan ragu untuk mengadu padaku mom, dan aku pasti akan membuatnya menyesal sudah menyakiti mommy" Reagen kembali berbalik dan meninggalkan rumah mommy Brianna


Mommy Brianna tersenyum ke arah Randy, suaminya itu "masuk yah, pengen ketemu anak-anak kan" Mommy brianna berjalan menuju rumahnya dengan langkah pelan


tuan Randy berjalan dengan cepat mengejar langkah kaki mommy Brianna "GREP" Tuan Randy memeluk Mommy Brianna dari belakang "maafin aku brianna" cicit tuan Randi dengan suara tercekat


mommy brianna diam dan memejamkan matanya "maafin aku yang tak bisa merealisasikan janjiku memberikan kebahagiaan untukmu jika memilih menikah denganku" ungkap tuan Randy dengan penuh sesal


Mommy Brianna mengurai pelukan suaminya dan menoleh ke arah tuan Randy "ini sudah pilihan yang aku ambil mas, jadi jalani saja" mommy Brianna menampilkan senyum simpulnya di hadapan tuan Randy


"jangan tersenyum Brianna" pinta tuan Randy dengan mata berkca-kaca "jangan seolah-olah baik tapi nyatanya hatimu merasakan sakit" ucap tuan Randy


mommy brianna tentu sadar tak akan bisa menahan tangisnya lagi jika terus menatap wajah suaminya, pria sangat ia cintai dan ia perjuangkan dengan begiu sangat sampai rela menentang keluarga besarnya, pindah negara bahkan pindah agama hanya untuk jadi istri kedua  hanya untuk bisa terus bersama pria yang di cintainya


"maafkan aku Brianna" cicit tuan Randy meraup kasar wajahnya melihat istri yang sangat ia cintai kembali menghindari tatapan matanya hanya agar dirinya tak melihat tangis yang bisa kapan saja jatuh dari wajah mommy Brianna


***


"nih mas" mommy Brianna memberikan makanan yang sudah ia siapkan untuk tuan Randy


"terima kasih mah" Tuan randy menerima makanan yang sudah di siapkan untuknya


"ayah berantem lagi sama wanita jahat itu" tanya cinta dengan tatapan sinisnya

__ADS_1


"Cinta" sentak Mommy Brianna mengingatkan anaknya agar berlaku sopan pada ayahnya


Cinta menatap tajam ke arah mommy brianna "loh benar kan yang cinta ucapkan, dia ke sini kalau lagi bertengkar sama permpuan itu, sebab hanya mami yang mau nerima dia dan terus melayani pria yang jelas gak tahu diri ini" timpal Cinta


"jangan gak sopan sama ayah kamu, mama gak pernah ajarin kamu kaya gitu ya" ucap mommy brianna dengan kesalnya


"sopan kalau sama orang yang bisa kita hormatin" cinta menoleh ke arah ayahnya "tapi aku sama sekali gak bisa menaruh rasa hormatku pada pria di hadapanku ini" Cinta memilih pergi dari sana karena sudah kehilangan selera makan


Mommy brianna menggelengkan kepalanya melihat tingkah cinta "maaf ya mas, aku gak tahu kenapa cinta jadi kaya gitu sama kamu" ucap mommy brianna meminta maaf atas sikap Cinta pada tuan Randy


"kalau ayah bisa adil sama istri ayah, kak cinta gak mungkin kaya gitu" Dika ikut memilih pergi dari sana karena mulai muak melihat wajah ayahnya yang selalu membuat hidup ibunya tersiksa


"dika!" tegur mommy brianna


"sudah mah, ini bukan salah mereka kalau mereka tidak nyaman dengan kehadiranku sebab di sini ayah yang salah karena jelas sekali perbedaan antara hidup kamu dan istri pertama ayah" ungkap tuan Randy


"ini bukan salah ayah kok, semua itu kan atas permintaan mama jadi ini bukan salah ayah" balas mommy Brianna


"gak mah, tetap ayah yang salah karena selama jadi istri ayahm ayah gak pernah nafkahin kamu dengan benar malah yang ada istri dan anak ayah yang lain gerogotin harta kamu" timpal tuan Randy


"sudah lah yah, makan dulu ya" mommy Brianna duduk di samping suaminya dan memintta tuan Randy melanjutkan makannya


"iya mah" tuan Randy kembali melanjutkan makannya walaupun terasa cukup berat untuk menelan makanannya tapi ia juga tak ingin mengecewakan mommy brianna yang memasakan makanan kesukaan tuan Randy dan terus menemani dirinya makan


"kalau ayah sedang berantem sama mba Riska, nginep saja di sini" ucap Mommy Brianna dengan senyum tipisnya


"iya mah" tuan Randy kembali melanjutkan makanny sembari menahan isak tangisnya

__ADS_1


entah sebesar apa hati yang di miliki oleh Brianna yang terus tetap bersabar menjalani pernikahan ini padahal jelas ia tidaj pernah mendapat kebahagiaan dari pernikahannya dengan tuan Randy dan mungkin hanya penderitaan saja yang ia terima


__ADS_2