
setelah Aiden dan Nidya sudah benar-benar melakukan hubungan suami istri dengan artian sebenarnya kini Aiden dan Nidya makin dekat. Mereka bahkan tidak sungkan mengumbar kemesraan di kediaman mereka walaupun banyak maid di rumah Aiden yang melihat mereka berpelukan ataupun berciuman di segala sudut ruangan yang ada dalam ruangannya
tapi tentu berbeda jika di perusahaan, Nidya yang masih ingin bebas bermain bersama teman-temannya memilih untuk menutupi statusnya, itu pun agar ke empat temannya masih bisa dengan bebas bercengkerama dengannya tanpa takut di bilang hanya numpang kekayaan Nidya ataupun Aiden saja. Tentu semua bisa tetap terjadi atas izin Aiden
beruntung Aiden adalah orang yang sangat memahami sangat Istri yang tidak terlalu suka di kekang toh Nidya adalah orang yang tahu batasan dan bisa menempatkan diri dengan baik
"kalian kapan main ke rumahku lagi nih" tanya Nidya pada ke empat temannya saat sedang menikmati makan siang di kantin perusahaan
Hesti hanya berdecih "malas nanti di kasih tontonan tidak baik secara Live" sindir Hesti
Nidya pun tergelak akan ucapan Hesti yang memang benar, sebab semenjak Nidya mengizinkan Aiden menyentuhnya, Aiden suka lupa tempat dan langsung menyambar Nidya di manapun itu dan tidak peduli dengan siapa yang ada di dekat mereka "sorry, suamiku terlalu mencintaiku sampai gak bisa jauh dariku" pongah Nidya
"hemmm iya sih yang dapat suami bucinnya minta ampun" sindir Viona
"biarin saja, bilang saja iri" timpal Nidya begitu bahagia mengejek Viona dan Hesti yang memiliki pacar tapi harus terpisah jarak karena mereka bekerja di kota yang berbeda dan membutuhkan waktu cukup lama untuk menempuh jarak masing-masing jika ingin bertemu
Nidya menoleh ke arah Kellin "kamu kenapa sih Kellin, diam saja gak kaya biasanya" tanya Nidya merasa ada kejanggalan pada Kellin
Kellin memaksakan senyumnya "gak papa kok Nidya hanya kurang enak badan saja " balas Kellin dengan malas
Arsy meletakkan sendoknya dan menoleh ke arah Nidya "bohong itu Nidya" sahut Arsy
Nidya menautkan kedua alisnya "maksudnya" Nidya menoleh ke arah Arsy menuntut sebuah penjelasan
"kamu masih ingat kan Nidya kalau kamu bilang ke teman-teman tuan Aiden buat nyoba deketin aku sama Kellin karena kita yang masih jomblo" tanya Arsy yang di jawab anggukan kepala oleh Nidya
"ingat, emangnya ada apa" tanya Nidya
__ADS_1
"nah waktu itu aku sama Kellin gak sengaja papasan sama tuan Alex, Christian dan Fernando di sebuah club. Dan tentu kamu tahu lah kalau Alex jadi rutin kontek aku" tutur Arsy
Nidya mengangguk "iya, kak Aiden sempat cerita katanya kak Alex ada rasa tertarik sama kamu tapi apa hubungannya dengan kediaman Kellin saat ini" pikir Nidya ini tak ada hubungannya sama sekali "kellin dekat sama kak Fernando juga ya, kak Fernando kan gila kerja pasti banyak di cuekin ya ya" tebak Nidya
Arsy menggelengkan kepalanya "enggak, tuan Fernando katanya belum tertarik pacaran dan itu jelas di sampaikan ke aku dan Kellin saat kita gabung bareng di club" balas Arsy
"terus" Nidya mulai berpikir dan sejenak membelalakkan matanya lebar "kamu gak dekat sama kak Christian kan" tanya Nidya memastikan
Kellin memejamkan matanya sejenak "aku gak sengaja tidur sama dia waktu itu" ucap Kellin dengan lesu saat kembali mengingat kejadian beberapa minggu lalu saat tak sengaja ia bertemu dengan Sahabat Aiden
"apa!" teriak Nidya, Hesti dan Viona bersamaan karena mereka baru tahu hal ini berbeda dengan arsy yang sudah tahu dari Alex
"kak Christian itu sudah punya calon tunangan Kellin, bulan depan acaranya, undangannya saja sudah di kirim ke rumah" kaget Nidya
"aku sudah bilang itu kecelakaan karena waktu itu kita kan mabuk dan aku juga sudah negasin ke dia kalau aku gak nuntut tanggung jawab apapun ke dia tapi dianya ngeyel tetap deketin aku, jadi aku harus gimana" ucap Kellin dengan nada nada frustasi
Kellin mengedikkan bahunya "entahlah" balas Kellin
"maaf kellin bukannya aku mau menakuti kamu, tapi aku mengenal keluarga kak Christian , mereka adalah keluarga yang hanya mau menikah dengan orang yang bisa mendukung suksesi perusahaan mereka dan itu jelas bukan di kamu, dan aku juga cukup kenal dengan keluarga calon dari kak Christian, keluarganya adalah keluarga mafia jadi sebaiknya jaga jarak dengannya dan tetap konsisten untuk menjauh karena jika kamu melangkah makin jauh, meminta bantuan suamiku pun akan percuma" peringat Nidya
"lagian kenapa juga tuan Christian pengen deketin kamu kalau itu cuma kesalahan semalam, kaya gak pernah bercinta saja" tutur Viona begitu heran dengan Christian sebab di negara mereka tentu hubungan badan sudah lumrah di lakukan sebelum menikah jadi kenapa juga harus sedramitisir itu
"hei! kamu lupa kalau Kellin belum pernah tidur sama siapapun" celetuk Hesti menepuk bahu Viona menyadarkan Viona kalau Cristian pasti menyadari Kellin masih segel saat di sentuh olehnya dan itu adalah hal yang jarang di temui di negara mereka
apalagi usia Kellin sudah 25 tahun, usia di mana ke banyak wanita di negara tersebut sudah kehilangan kegadisannya
ke empatnya pun menoleh bersamaan ke arah Kellin "walaupun kamu belum pernah begitu setidaknya kamu pakai pengaman saat berhubungan kan" tanya Arsy memastikan
__ADS_1
dan kellin menggelengkan kepalanya "aku mabuk waktu itu, dan aku gak ingat tapi Tuan Christian bilang, memasukannya di dalam dan dia gak mau ngelepasin aku karena ada kemungkinan aku hamil anaknya karena dia bilang bibitnya bagus" ucap kellin dengan lesu
"ini kan sudah satu bulanan sejak itu, cepat gih periksa" titah Arsy
"aku takut" ungkap Kellin
"astaga" Nidya mengusap wajahnya kasar, frustasi akan nasib sahabatnya nanti, karena biar bagaimana pun mereka bisa mengenal karena dirinya "aku harus bicara sama kak Aiden dulu" Nidya akan beranjak dari duduknya berniat menemui suaminya
"buat apa" cegah Kellin tak paham akan pikiran Nidya yang ingin menemui Aiden setelah perbincangannya mengenai Christian
"kamu gak tahu seberbahaya apa keluarga Catherine" Nidya meninggalkan sahabatnya agar bisa bertemu dengan suaminya secepatnya
Nidya melangkah lebar ke lantai ruangan suaminya, tak perduli semua orang menatap aneh Nidya yang dengan santai nya masuk ke lift khusus eksekutif padahal, setahu mereka Nidya hanya seorang staf biasa tapi entah kenapa tidak yang mencegah hal itu
Nidya sedikit berlari menuju ruangan suaminya dan berpapasan dengan Bram "suamiku ada" tanya Nidya membuat sekertaris Aiden yang sama sekali tak tahu kalau Nidya adalah istri Aiden membelalakkan matanya lebar
Bram menoleh ke arah Leona, sekertaris Aiden untuk mengingatkan Nidya bahwa ada orang lain di sana "sudah lah itu gak penting, ada yang lebih penting dari ini, mana suamiku" tanya Nidya
"ada di dalam nyonya " balas Bram menunjuk ruangan Aiden
Nidya pun bergegas melangkah lebar ke ruangan suaminya
Leona yang masih sempat terkejut menunjuk ke arah pintu bosnya "itu istri tuan" tanya Leona
"iya, makanya aku selalu ingetin kamu untuk jaga kata-kata kamu" balas Bram
"astaga" Leona mengusap dadanya saking terkejutnya saat tahu Nidya adalah istri bosnya
__ADS_1
pantas saja Aiden tak pernah berkedip saat melihat Nidya lewat dan itu sempat membuat ia mengira kalau Nidya pernah menggoda Aiden