
“anak mama sudah cantik” Lensi mengecup pipi nidya putrinya dengan gemas
Tara yang sedang bersiap di depan cermin menoleh ke belakang untuk melihat istri dan anaknya “sayang
nanti akan ada WO yang datang buat bahas acara pernikahan Mika” ucap tara
Mika dan adrian memang mempercayakan acara pernikahan mereka pada lensi sepenuhnya dan menyerahkan keputusannya pada lensi tentang apa saja yang harus di siapkan, adrian tahunya memberikan uang untuk acara pernikahannya dengan mika
“iya mas” lensi menggendong nidya menghampiri sang suami yang sedang memakai jas kerjanya
“makan yuk mas, tadi aku masakin makanan kesukaannya mas” ajak lensi
“ayo” tara melingkarkan tangannya di pinggang lensi dan berjalan menuju ruang makan, di sana sudah ada Mika yang mulai menikmati sarapannya
“makan kok gak nungguin kakak sih” ledek tara langsung menarik kursi untuk lensi duduk bau dirinya yang duduk
“laper kak, lagian mika buru-buru mau ke kantor, ada rapat jam setengah 8 nanti” balas Mika
“oh ya mika, nanti kan kakak mau bahas acara nikahan kamu sama pihak WO, ada kriteria tertentu buat acara nikahan kamu gak” Tanya Lensi ingin memastikan keinginan mika untuk pernikahannya
“enggak kak, aku ikut kakak saja, yang penting buat mika pernikahanku dengan mas Adrian berjalan lancar “ balas Mika
“tentang gaun kamu gimana” Tanya lensi lagi
“kalau gaun dan baju mas adrian untuk pemberkatan dan pesta sudah aku urus sama mas Adrian jadi kakak tinggal mikirin dekorasi, hidangan sama undangan saja, daftar nama undangan juga sudah aku kasih ke kakak kan” balas mika
“oke deh” lensi menimang putrinya dengan sayang sambil menemani tara sarapan
Tara mengusap kepala lensi “mau di carikan baby sitter gak sayang” Tanya tara melihat istrinya sangat repot saat pagi hari
“enggak ah mas, biar urus nidya sendiri aja lagian sekarang aku gak kerja jadi biar ada kegiatan aja” balas lensi menolak baby sitter untuk mengurus anaknya, toh lensi sekarang tidak berkerja
“kalau mau balik kerja lagi juga gak papa sayang” tawar tara jika lensi ingin kembali kerja
__ADS_1
“nanti aja lah mas, pengen fokus urus kamu dan nidya dulu” balas lensi merasa lebih penting megurus keluarganya ketimbang kerja
“ya sudah terserah kamu saja, yang penting jangan ragu untuk menyampaikan apapun sama mas ya” pinta tara
“iya mas” balas lensi
***
Lensi mengajak nidya untuk berjemur di halaman rumahnya “anak mama sayang” lensi terus menimang putrinya agar mendapatkan sinar matahari pagi yang bagus untuk tubuhnya
“tin tin tin” terdengar suara klakson mobil masuk ke pekarangan rumah Lensi
Lensi menoleh ke arah mobil dan tersenyum senang saat melihat siapa yang datang “qiran” sapa lensi melihat qiran yang datang
“hai lensi” qiran menggandeng lucas turun dari mobil
Lucas melepaskan tanagn qiran dan langsung berlari menghampiri lensi, menarik ujung baju lensi “dyaaa dyaa” lucas memanggil nidya dengan suara khas anak kecil
Lucas mengangguk “iya” balas lucas dengan senyum lebarnya
Lensi berjongkok dan menyamakan tinggi tubuhnya dengan lucas, mendekatkan nidya pada lucas “cup” lucas langsung mencium pipi nidya dan tertawa girang karena sudah mencium pipi nidya
“ya ampun lucas” qiran tertawa gemas dengan kelakuan anaknya yang langsung mencium pipi nidya dan langsung tertawa girang saat keinginannya itu terlaksana
“lucas lucu banget sih qiran” ucap lensi tak menyangka bahwa lucas sangat menyukai nidya terlihat lucas yang begitu bahagia saat sudah melihat nidya
“dia itu suka merengek untuk datang ke sini tau gak ” qiran dan lensi berjalan ke arah teras untuk lebih nyaman untuk bicara
“masa sih” Tanya lensi tak percaya dengan ucapan qiran
“kamu gak tahu aja, sampai 3 hari kita gak ke sini dia pasti merajuk minta ke sini” qiran melirik lucas yang sedang mengajak bicara nidya yang sedang rebahan di trolinya “dia pasti ngambek, dulu sih waktu anak kamu belum di kasih nama, bilangnya adik adik tapi semenjak di kasih tahu kalau namanya nidya, lucas selalu teriak dyaa dyaa” balas qiran dengan tawa lepas
“kok lucu sih” lensi jadi gemas sendiri dengan tingkah lucas
__ADS_1
Qiran jadi geli sendiri “bisa beneran jadi besan kita” ungkap qiran dengan nada candaan
“ya kalau jadi besan juga gak masalah, tidak juga tidak papa, kita kan tetap dekat dan berhubungan baik” balas lensi
“oh ya aku ke sini, tuh mau bantu kamu urus pernikahan kak Adrian, biar gimanapun kak Adrian kan sepupuku dan juga kakaknya Jay, jadi aku akan mengambil tugas sebagai keluarganya” ucap qiran
“kebetulan bentar lagi WO nya akan datang buat bahas acara pernikahan mereka “ balas lensi
“mika ada keinginan khusus gak buat acara perniakhannya” Tanya qiran
“enggak, yang penting lancar aja katanya, Cuma kalau gaun sudah dia urus, tinggal urus yang lain saja” balas lensi
Tak lama menunggu pihak WO datang dan membahas tentang rencana perniakhan Adrian, detil demi detil di bahas dengan seksama oleh lensi dan qiran, tentu mereka ingin pernikahan mika dan Adrian berjalan
dengan lancer dan juga berkesan karena pernikahan adalah janji sekali seumur hidup
“baik, itu saja yang kita mau untuk tanggalnya, bulan tanggal 8 ya, jadi semuanya harus beres dalam waktu tiga minggu, bisa” Tanya qiran memastikan
“bisa nona, akan kami buat pernikan tuan Adrian dan nona mika berjalan dengan sangat berkesan” balas pegawai WO yang melakukan rapat dengan qiran dan lensi
Qiran dan lensi saling melempar senyuman, membayangkan bagaimana pernikahan Adrian dan Mika nanti “jadi gak sabar liat mika nikah deh” ucap lensi yang begitu semangat dengan pernikahan adiknya
“aku juga gak sabar pengen lihat kak Adrian nikah” balas qiran
“ngomong-ngomong qiran” lensi mendekatkan wajahnya ke arah telinga qiran “apa bener kak Adrian itu belum pernah pacaran sama sekali” Tanya lensi penasaran dengan kebenaran kalau Adrian belum pernah pacaran seperti apa yang di ceritakan oleh mika padanya
Qiran terkekeh mengingat memang kakaknya yang memang belum pernah berpacaran padahal usianya sudah menginjak usia matang yaitu 35 tahun
“iya, memang dia belum pernah pacaran” qiran mengedikkan bahunya “dia orang yang terlalu kolot yang tak ingin pacaran dan hanya ingin memiliki hubungan pasangan untuk menikah” qiran tersenyum geli pada lensi
“bukankah mika cerita ke kamu kalau di awal dia langsung mengajak menikah bukan mengajak pacaran, baru setelah mika mau menikah dengannya kak Adrian bilang terang-terangan kalau mika kekasihnya” ucap qiran
“iya sih” lensi mengingat bahwa memang seperti apa yang qiran katakan saat mika menceritakan hubungannya dengan Adrian
__ADS_1