
"plak" suara tamparan yang begitu menggema di penjuru ruangan
seorang wanita memegang pipinya yang begitu sakit akan suara tampran itu "mau apa kau mengikutiku hah!" teriak seorang wanita
wanita itu menatap nyalang pria yang menamparnya "bagaimana bisa kamu kembali menyelingkuhiku ditto" teriak wanita yang tak lain adalah Mika
ditto terkekeh "kamu saja bebas pergi dengan pria, kenapa aku tidak" balas ditto dengan tatapan meremehkan
"sudah aku bilang, bahwa aku tidak ada hubungan apapun dengannya, aku saja baru mengenalnya" balas mika tak terima saat ditto terus mengatakan dia asal bermain dengan pria
"alah, gak usah munafik kamu" hina ditto
"itu beneran ditto, aku hanya pernah begitu denganmu" mika tentu tak terima di rendahkan oleh ditto
"sudah aku bilang kalau kita putus, jadi jangan terus mengejarku" bentak ditto
mika menarik tangan ditto "jangan begitu ditto, kita sudah pacaran 5 tahun, bagiaman bisa kamu meninggalkanku begitu saja" tanya mika tak terima jika ditto memutuskannya secara sepihak
ditto mendorong tubuh mika menjauh "pergi kamu, aku paling membencimu karena dirimu aku harus kehilangan lensi" seru ditto begitu kesal setiap mengingat hubungannya dengan lensi harus berakhir karena perselingkuhannya bersama mika dulu
"plak" muka ditto langsung terhuyung karena tamparan yang begitu tiba-tiba
ditto memegang pipinya yang berdenyut karena tamparan itu begitu keras "siapa kamu berani memukulku hah!" teriak ditto berbalik untuk melihat siapa yang berani menamparnya
"lensi" ditto begitu terkejut bahwa orang yang menamparnya adalah lensi
Mika ikut mendongak kala ditto mengucap nama lensi "berani kamu mukul dia hah!" teriak lensi dengan tatapan nyalang
ditto menatap tak percaya bahwa lensi akan marah karena telah memukul mika "dia itu wanita penggoda jadi wajar jika aku memukulnya" balas ditto yang merasa tidak bersalah
lennsi melirik ke arah wanita yang masih setia menggenggam lengan ditto "kalau dia penggoda, lalu wanita di belakangmu itu apa?" lensi menatap remeh ditto dan wanita yang ada di samping ditto "******" ucap lensi dengan tatapan tajamnya
"jaga ucapanmu ya" teriak wanita yanga da di dekat ditto
"apa namanya kalau masih berani mendekati wanita yang memiiki kekasih kalau bukan ******" tanya lensi dengan penuh amarah
"aku sudah bilang mau putus dengannya, tapi dia masih mengejarku" ucap ditto
lensi menatap mika "masih mau kamu sama pria seprti ini" tanya lensi
mika hanya terdiam tak mampu menjawab pertanyaan lensi "jawab!" bentak lensi
"kamu tahu bagaimana cara pacaranku dengannya, kalau aku putus dengannya siapa yang akan mau menikahiku nanti" balas mika
__ADS_1
"sekarang aku tanya denganmu, kamu hamil atau tidak" tanya lensi
mika mengerutkan keningnya akan pertanyaan lensi yangterkesan begitu vulgar "tidak" balas mika dengan gugup
lensi kembali menoleh ke arah ditto "kalau gitu putusakan hubunganmu dengannya aku bisa mencarikan lelaki yang jauh-jauh lebih baik dari pria pencinta ************ ini" ucap lensi dengan lantang
mika beranjak dari duduknya "tapi..." ucapan mika langsung terhenti karena lensi mencegahnya
"jangan pernah merendahkan diri di depan seorang pria, walaupun kita seorang wanita bukan berati bisa kalah dengan seorang pria" ucap lensi tak ingin mika di rendahkan orang lain
"ayo" lensi menarik tangan mika untuk bergegas pergi
"tunggu lensi" ditto menghadang lensi yang akan pergi dengan menarik tangannya
"kamu gak salah membela dia" ditto heran akan tindakan lensi yang terkesan melindungi Mika
"apa kamu lupa dia yang membuat kita berpisah, dia sudah merayuku" ucap ditto mengingatkan lensi akan kesalahan yang pernah di lakukan mika dan dirinya dulu
"aku tidak lupa kalau mika menggodamu, tapi sebesar apapun dia menggodamu kalau kamu dulu memang benar-benar mencintaiku, gak mungkin kamu akan tergoda oleh mika" balas lensi
"kalau kamu ingat itu harusnya kamu tahu kalau kita berdua sama-sama bersalah jadi kenapa kamu membela dia" tanya ditto tak rela jika lensi masih membela mika
"karena kami terhubung dengan darah yang sama, jangan lupa istilah darah lebih kental dari air, kau mungkin bisa dengan mudah jadi orang asing tapi tidak dengan mikayang sampai kapanpun tetapa adikku karena kita berbadi darah yang sama" jelas lensi
"lepas" lensi berusaha melepas genggaman tangan ditto tapi cengkeramannya begitu kuat
"kamu tahu seberapa terlukanya aku dengan perpisahan kita? tapi apa ini kamu masih menganggapnya adik" tanya ditto makin mencengkeram kuat tangan lensi
"lepas" pinta lensi lagi
"enggak"teriak ditto lantang
"aku gak terima kamu jadi milik orang lain"seru ditto mengeratkan rahangnya
mika jadi ikut khawatir karena ditto mencengkeram tangan lensi begitu kuat, mika tahu betu tabiat ditto yang akan kehilangan kontrol alan dirinya jika sedang emosi
"lepasin lensi, ditto"pinta mika ikut menarik tangan ditto agar melepasnya
"diam kamu" ditto mendorong tubuh mika dengan kasar
lensi tentu kaget bahwa ditto akan sekasar itu dengan mika "kamu gila ya" teriak lensi
"iya aku gila!" teriak ditto meluapkan amarahnya "aku gila karena kehilanganmu" kesal ditto
__ADS_1
"lepas" lensi terus meminta di lepaskan karena tangannya sudah begitu sakit
"lepaskan istriku!" teriak seseorang dengan suara lantang
lensi dan ditto menoleh ke arah sumber suara "mas"rengek lensi meminta perlindungan dari suaminya
tara melangkah lebar ke arah lensi "berani kamu pegang tangan istriku hah!" tara mencengkeram kuat tangan ditto yang berani menyentuh istrinya
kalau qiran dulunya adalah juara taekwondo dan sering ikut pertandingan tapi tara lah yang selalu menemani qoran berlatih sebagai lawan mainnya, jadi pastilah kemampuannya cukup bagus
"aaarggghhh" ditto begitu kesakitan saat tara mencengkeram kuat tangannya
"berani sekali kau bertingkah hah! merasa jagoan" teriak tara tak terima kalau ada yang mengganggu istrinya
ditto kesakitan tapi tetap tak mau kalah di depan tara "aku gak akan berbuat seperti itu kalau dia gak mengusikku untuk membela wanita yang dia bilang adiknya" ucap ditto dengan melirik ke arah mika
tara menoleh ke arah mika "apa yang membuat istriku sampai membuatmu marah" tanya tara tetap mencengkeram tangan ditto
"dia tidak suka jika mika memohon untuk tetap bersamaku" balas ditto
tara melirik mika "harusnya kamu buang pria macam dia, saya bisa mencarikan pria yang jauh lebih baik darinya "seru tara yang ucapannya hampir sama dengan lensi
ditto terkekeh "memang ada yang mau dengan wanita bekas macam dia"ejek ditto
"kau!" tara langsung memukul ditto karena sudah menghina mika
hubungan mereka memanglah kurang baik tapi mereka tetap berbagi darah yang sama dan mereka tetaplah keluarga jadi bagaimana bisa saling mengabaikan saat salah satu ada yang kesulitan
"minta maaf!" teriak tara
"kenapa aku harus minta maaf" tanya ditto
"emang dasar" tara kembali menghajar ditto sampai babak belur
"mas" lensi memegang perutnya yang cukup sakit
mika langsung menghampiri lensi yang hampir terjatuh "kak, kak lensi sakit "seru mika agar tara menoleh ke arahnya
"lensi" tara langsung bergegas menghampiri lensi "ada apa sayang" tanya tara
"sakit mas" lensi memegang perutnya yang terasa sakit
"kita ke rumah sakit" tara langsung membawa lensi ke rumah sakit dan mika ikut bersama mereka
__ADS_1