You Are My Regret

You Are My Regret
Bersikap dewasa dan saling menghargai


__ADS_3

Reagen membawa Zahira duduk di tepi ranjang "maafkan mas ya Zahira, mas Reagen memang salah sama kamu, harusnya mas gak membentak kamu seperti itu" ucap Reagen penuh sesal akan perbuatanya pada Zahira


"apa aku masih belum mengenal sosok asli mas sepenuhnya? kalau belum tolong tunjukkin semuanya mas biar Zahira gak terkejut lagi" pinta Zahira dengan wajah sendunya


Reagen meraih tangan Zahira dan menggenggamnya erat "maafin mas sayang tadi mas terlalu panik karena kamu belum pulang sampai jam sepuluh malam, dan mas gak bisa hubungin kamu sejak kemarin jadi mas khawatir banget " jelas Reagen


"khawatir atau curiga" tuding Zahira


"curiga kalau aku jalan sama cowok lain karena sedang mendiamkan mas gitu.." tanya Zahira membuat Reagen langsung diam tak bisa bicara


"aku gak mau ngangkat telpon dari mas Reagen karena aku gak mau ganggu kerjaan mas Reagen yang nantinya aku malah akan kena semprot lagi padahal aku gak tahu salahku apa.


aku biarin mas pikirin kerjaan mas dan gak perlu mikirin aku, toh aku juga bisa urus diri sendiri kan biasanya juga gitu " jelas Zahira


reagen makin merasa bersalah pada Zahira "mas waktu itu gak ngira kalau kamu yang nelpon, mas terlalu pusing dengan masalah di sana jadi gak sadar kalau kamu yang telpon mas" balas Reagen


"ya makanya Zahira gak mau ganggu kerjaan mas Reagen" balas Zahira dengan cepat


"tolong dong maafin mas" pinta Reagen dengan wajah memelasnya


Zahira menghela nafas panjang "bisa gak sih mas Reagen kalau ada masalah kerjaan jangan di bawa pulang ke rumah" pinta Zahira dengan nada penuh sindiran


"aku di rumah nunggu mas pulang, do'ain mas biar sehat dan kerjaan mas lancar, aku gak pernah ya mas nuntut mas Reagen harus jadi orang super kaya dan terlalu sibuk" ketus Zahira


"aku juga bisa bantu mas buat keperluan rumah tangga jadi minta tolong hargai aku mas, jangan membentak ku, tanpa tahu salahku apa" pinta Zahira


"maafin mas Zahira " Reagen memeluk Zahira dengan erat "maaf.. maaf.. maaf ... maaf sayang" ucap Reagen beruntun


Zahira menghela nafas dan mengusap punggung Reagen "ya sudah, Zahira maafin mas kali ini" putus Zahira pada akhirnya


Reagen makin mengeratkan pelukannya "Terima kasih sayang" Reagen begitu lega Zahira memaafkan dirinya


Reagen melerai pelukannya, menatap Zahira penuh dengan cinta "mas kangen banget sama kamu sayang" reagen mengusap pipi Zahira dengan ibu jarinya


"Zahira juga kangen mas" balas Zahira


Reagen langsung saja mengecup bibir ranum milik

__ADS_1


Zahira dengan begitu lembut dan penuh perasaan, Zahira pun membalasnya dengan penuh perasaan juga


setelah di rasa kehabisan nafas reagen menyudahi pangutannya


"kamu tahu rasanya tidak bertemu denganmu satu bulan sayang" Reagen memandangi wajah cantik Zahira yang masih betah diam tanpa suara


"sungguh-sungguh menyiksa, ditambah saat kamu tidak mau mengangkat panggilan mas Reagen dan mas Reagen tidak di izinkan pulang oleh Daddy sebab harus menyelesaikan masalah olvin " ucap Reagen


Zahira mengerutkan keningnya "masalahnya besar mas" tanya Zahira


Reagen mengangguk "iya, di tambah kondisi Daddy yang makin memburuk dan mungkin ini akan menyebabkan kita sering berjauhan" Reagen tertunduk lesu akan hal yang harus terjadi nantinya


Zahira mengusap pipi Reagen dengan lembut " sekitar dua minggu lagi Zahira kan sudah UAS, jadi Zahira bisa ikut mas ke Inggris" ungkap Zahira


reagen tersenyum tipis ke arah istrinya "bertemu denganmu memang yang paling membahagiakan, mas gak bisa jauh dari kamu sayang" ungkap Reagen dari dasar hatinya


***


Zahira menyiapkan sarapan untuk Reagen sambil bertukar pesan dengan seseorang "kamu bertukar pesan dengan siapa sih, serius amat" tanya Reagen penasaran sebab dirinya di abaikan sang istri sejak tadi


Reagen mengerutkan keningnya "bukannya, nenek gak mau di sana lama-lama karena ada wanita itu ya" tanya Reagen


"kata nenek, ayah sudah mutusin kalau akan melepaskan wanita itu dan nenek cerita kalau ayah minta maaf sama nenek, ayah sudah sadar salah, gak seharusnya dia berzinah dengan wanita itu" balas Zahira


"ayah kamu sudah yakin kalau pernikahannya tidak sah" tanya Reagen


"sudah sih katanya, lagian kan Sari masih berstatus istri sah, mana mungkin pernikahan ayah dan Sari jadi sah" jelas Zahira


"ya sudah nanti setelah selesai mas dari kantor kita sama-sama ke sana ya" ajak Reagen


"iya mas, tapi nanti jemputnya di toko ya, soalnya Zahira mau cek laporan bulanan sebentar setelah kuliah" balas Zahira


"iya sayang" balas Reagen


setelah sarapannya selesai, Reagen segera mengantarkan Zahira ke kampusnya, sedangkan ia akan berangkat ke kantor untuk. memeriksa pekerjaannya yang sudah ia tinggal selama satu bulan


Reagen langsung berkutat di depan laptop miliknya dengan begitu fokus "maaf Pak" seru rasya asisten dari Reagen

__ADS_1


"ada apa sya" tanya Reagen tanpa. mengalihkan pandangannya dari laptop


"maaf tuan, ada tuan Lucas" ucap Rasya


reagen mengerutkan keningnya "ya sudah suruh masuk" ucap Reagen


tak lama berselang sosok Lucas masuk ke dalam ruangan milik Reagen "kamu tahu dari mana aku sudah pulang, padahal baru kemarin loh kakak pulang ke Indonesia" tanya Reagen saat Lucas akan duduk


"apa sih yang aku gak tahu" balas Lucas dengan santainya


"terus ada masalah apa" tanya Reagen heran


"lagi pengen curhat" balas Lucas


Reagen hanya bisa berdecak, tapi tetap menuruti saja keinginan Lucas yang sedang ingin curhat padanya


reagen mendengarkan cerita Lucas sambil tetap mendengarkan Lucas sambil sesekali menanggapi Lucas agar Lucas tidak ngambek dengannya


"jadi kamu di carikan sekertaris pria" tanya Reagen masih sibuk dengan kegiatannya di papan keyboard miliknya


"iya kak, tapi sekertaris yang di cari Nidya bagus sih kerjaannya" puji Lucas


"kakak sudah berkali-kali ingetin kalau Nidya itu anak yang cerdas" Reagen mendongak ke arah Lucas "cerdas, karena kita gak bisa baca isi pikirannya. Jadi jangan coba buat dia marah sama kamu atau kamu akan menyesal seumur hidup" ucap Reagen


Lucas memicingkan matanya ke arah Reagen "ini tuh gara-gara adik kakak ya" kesal Lucas setiap mengingat perbuatan Ara


"denger ya Lucas, di hidup kita wanita semacam Ara itu banyak, jadi lihat bagaimana kita bisa mengatasinya. Kalau sikap kami masih gini saja Ara Ara yang lain akan datang dan ngerusak pernikahanmu dan cepat atau lambat Nidya akan kabur dari kamu" tukas Reagen menunjuk ke arah Lucas


"emang aku gimana, aku tuh cinta banget sama Nidya dan selalu berusaha menjaga hati Nidya" sanggah Lucas


"ini nih.. " Reagen berdecak ke arah Lucas "kamu sadar gak sih kalau kamu setengah hati menjalani apa yang di pilih Nidya padahal kakak tahu betul kalau pilihan Nidya itu penuh dengan pertimbangan" ucap Reagen


"aku gak setengah hati kok kak" elak Lucas


"coba tanya hati kecilmu kembali Lucas, dari cara cerita kamu ke kakak, kakak tuh bisa tahu isi hati kamu secara tersirat tanpa harus kamu gambarkan secara jelas" tukas Reagen langsung ke intinya


Lucas nampak berpikir apakah yang di ucapkan Reagen benar adanya, dia tidak ikhlas dengan pilihan Nidya, apa iya?

__ADS_1


__ADS_2