
Setelah dua minggu berlalu, acara yang di tunggu Reagen pun tiba. Di usianya yang sudah menginjak 32 tahun, ia akan resmi melepas masa lajangnya dan menjadi pria hanya milik Zahira saja
Pernikahan mereka memang terbilang sederhana tapi kata sederhana bagi putera sulung keluarga Javerson tentulah berbeda. Walaupun tak banyak undangan yang hadir tetap saja mommy Brianna menyiapkan dekorasi dan segala yang terbaik untuk acara pernikahan putera pertamanya
"saya terima nikah dan kawinnya Zahira Malik Ja'far binti Arman Malik Ja'far dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ucap Reagen dalam satu tarikan nafas
"SAH" suara lantang para tamu undangan menggelegar pertanda kini Zahira sudah sah menjadi istri Reagen di mata hukum dan Agama
"Alhamdulillah" segala puji tercurahkan atas kelancaran prosesi akad nikah Reagen dan Zahira
Zahira yang awalnya berada di ruangan terpisah kini di bawa ke samping Reagen setelah Reagen selesai mengucapkan ijab qabul
Zahira menghampiri Reagen dan mencium punggung tangan Reagen, Reagen pun mencium kening Zahira dengan penuh perasaan lega "silahkan di tandatangani terlebih dahulu surat-suratnya nanti baru mulai lagi mesra-mesraan nya "seru petugas pencatatan sipil karena Reagen mencium kening Zahira cukup lama
"maaf pak, terlalu lega sudah menjadi suami Zahira " kekeh Reagen merasa bersalah karena tingkahnya yang tidak tahu tempat
Reagen dan Zahira langsung saja menandatangi surat dan akta nikahnya secara bergantian lalu mengadakan sesi foto terlebih dahulu untuk dokumentasi
"Kak Reagen terlihat begitu bahagia ya" ucap seorang wanita yang menjadi salah satu undangan
"iya, terlihat sekali dia begitu bahagia. Aku bersyukur dia sudah mendapatkan pasangan hidup" balas wanita yang sedang menggendong anak di dalam pangkuannya
"awalnya aku sempat berpikir kak Reagen akan kesulitan dapat pasangan setelah kamu tolak Edeline" ungkap wanita di sebelahnya yang tak lain adalah ara
__ADS_1
"iya, aku pikir juga gitu soalnya kak Reagen anteng-anteng saja tidak dekat dengan wanita manapun taunya dia sudah dekat dengan istrinya selama dua tahun dan kita tidak tahu itu" kekeh Edeline
"baiklah semua para Undangan bisa mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru kita" ucap Pembawa acara
acara di lanjutkan dengan pemberian selamat oleh para tamu undangan. untung saja undangan tidak terlalu banyak jadi acara tersebut bisa cepat selesai dan di lanjutkan dengan sesi mengobrol para tamu undangan
"mas baru sadar kalau permintaan kamu ini karena ingin lebih dekat dengan keluarga besar mas" bisik Reagen di telinga Zahira
Zahira tersenyum tipis ke arah Reagen "Zahira ingin lebih mengenal semua anggota keluarga mas lebih cepat, waktu berkumpul kita kan tidak banyak apalagi kuliah Zahira di sini sedangkan keluarga besar mas Reagen banak yang di Inggris jadi Zahira tentu harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin bukan" balas Zahira
resepsi pernikahan itu begitu Zahira manfaatkan untuk mengenal semua anggota keluarga Reagen serta sahabat-sahabat Reagen termasuk Zahira mengenalkan Reagen pada keluarga besarnya
"selamat ya Zahira " Sari menengadahkan tangannya berniat menjabat tangan Zahira
sari menarik tangannya kembali dengan senyum tipis nan canggungnya "semoga pernikahanmu berjalan lancar dan selalu di limpahkan kebahagiaan" tambah Sari
"iya" Zahira meraih tangan Reagen mengajaknya berkenalan dengan keluarga besarnya yang lain
Sari menatap sinis ke arah Zahira dan berniat menyusul suaminya yang tengah duduk bersama ibu mertuanya "mas harusnya tegur Zahira deh, masa dia gak mau jabat tangan aku padahal niat aku baik loh untuk ngucapin selamat" ucap Sari sembari mencebikkan bibirnya sebal
"gak di usir dari sini harusnya kamu sudah bersyukur ya, kalau saya yang jadi Zahira sudah saya larang kerasa kamu ada di sekitaran pernikahan saya" sahut nenek Larasati dengan sinis ke arah wanita yang katanya istri dari anaknya
"saya ini istri ayahnya bu, yang artinya saya itu mamahnya" protes Sari tak Terima dengan perkataan orang tua dari suaminya
__ADS_1
"istri sirih saja belagu, suami sah kamu datang dan bilang pernikahan kamu gak sah saja langsung hilang hak kamu sebagai istri anak saya" sinis nenek Larasati yang tahu betul kondisi pernikahan anaknya seperti apa
"bu" protes ayah Arman
"ibu diam bukan berarti wanita ini sudah jadi bagian anggota keluarga Ja'far ya, sampai kapanpun ibu gak sudih punya mantu gak ada akhlak yang punya dua suami" nenek Larasati menatap tajam ayah Arman "dan bodohnya anak ibu mau sama model wanita kaya gini, rasanya percuma kuliah S2 nya di luar negeri ngabisin biaya dengan sia-sia saja" Nenek Larasati memilih pergi meninggalkan Ayah Arman dari pada makin kesal dan malah bisa terkena darah tinggi
Nenek Larasati sebenarnya tahu kalau Sari masih punya suami sah tapi Ayah Arman yang terus ngotot menikahi Sari membuat nenek Larasati tak mau ambil pusing mengurusi tingkah anaknya yang selalu membuat kepalanya mau pecah.
Rasanya percuma saja terus menasehati anak gilanya itu, biar saja tuhan nanti yang akan memberikannya pelajaran, yang penting ia sudah selalu mengingatkannya akan dosa yang ia lakukan dan penyimpangan apa yang sudah puteranya perbuat tapi jika puteranya tetap tak mau mendengar, ia sebagai wanita tua bisa apa, yang terpenting ia selalu berdoa pada tuhan untuk menyadarkan anaknya segera dan memaafkan segala dosa yang sudah ia buat pada mendiang istrinya dahulu
Sari mencebikkan bibirnya melihat kepergian ibu mertua yang tak mau di anggap sebagai mertua "lihat tuh ibu kamu selalu saja menyindirku dan menyalahkanku" rengek Sari
"jangan terus merajuk saat hari bahagia anakku, jika kamu gak terima lebih baik pergi saja saya juga tidak memaksamu untuk datang" ucap Ayah Arman dengan tegas
makin ke sini ayah Arman memang sudah mulai hilang kesabaran pada Sari yang selalu banyak menuntut tapi tidak mau di mengerti akan dirinya "kok mas gitu sih ngomongnya, aku kan istrinya mas jadi wajar dong ikut di acara bahagia anak mas" protes Sari
"kayanya dalam hubungan kita gak ada istilah itu deh, aku saja gak pernah ketemu anak kamu jadi kita satu sama" Ayah Arman memilih menghampiri teman semasa kuliahnya saja untuk menghindari sari yang terus merajuk padanya sepanjang hari dan membuat kepalanya serasa mau pecah
"ngeselin banget sih mas Arman, sekarang dia sudah gak cinta lagi sama aku padahal dulu waktu mba Aisyah masih hidup gak pernah dia menolak kemauan aku tapi setelah mba Aisyah meninggal, mas Arman kaya jaga jarak dari aku" gerutu Sari melirik tajam ke arah Ayah Arman "apa jangan-jangan dia sudah ada wanita idaman lain" tebak Sari dengan segala pikiran negatifnya pada ayah Arman
Jika ada wanita yang tidak tahu diri mungkin itu pantas di sematkan pada Sari, sebab dengan segala kebaikan yang di berikan Aisyah padanya malah Sari merebut cinta suami wanita yang sudah sering kali membantu Sari dan anehnya Sari tidak pernah menyadari itu
Jika di bilang kenapa dia menjalani pernikahannya yang sekarang ini, mungkin ini jalan menuju karma yang akan segera ia bayar karena sudah membalas segala bantuan yang ia dapatkan dengan sebuah lemparan bongkahan batu besar pada orang yang sudah begitu baik padanya
__ADS_1