You Are My Regret

You Are My Regret
Menyatukan dua hati


__ADS_3

rumah lensi dan tara sudah di hias dengan begitu indah untuk acara pernikahan adrian dan Mika yang akan di adakan hari ini. undangan hanya di hadiri oleh kerabat dekat saja dengan harapan acara pernikahan mereka lebih terasa momen kekeluargaannya


"terima kasih ya bu sudah iziznin rumah ibu jadi tempat pernikahan Mika" ucap mika pada ibu dhira


ibu dhira mengusap punggung tangan Mika "rumah ini sudah ibu berikan untuk Lensi jadi kalau lensi mau adakan pernikahan adiknya di rumah miliknya tentu ibu gak akan larang" balas Ibu dhira


"ibu emang yang terbaik" dhira memeluk ibu dhira dengan sayang


"jangan terlalu semangat meluk ibu nanti gaunnya jadi rusak" ucap lensi memperingatkan


mika mengurai pelukannya "maaf kaka" ucap mika


"sudah yuk ke depan, kayanya acara sudah akan di mulai deh" ajak ibu dhira


kassy membantu mengangkat ekor gaun mika dan melangkah ke halaman yang sudah di sulap jadi altar pernikahan


acara janji suci di ucapkan dengan sakral dan tangis haru dari para anggota keluarga dekat mereka yang ikut hadir


qiran mengusap lengan suaminya "kenapa kamu ikut nangis" tanya qiran


jay mengusap pipinya "enggak, siapa yang nangis" elak jay


daddy el terkekeh melihat anaknya yang menangis saat adrian dan mika mulai mengucap janji pernikahan mereka "kamu terlalu mengikuti sifat ibumu yang cengeng" ucap daddy el


"biarin" jay membuang muka dengan kasar


mommy asmira mengusap pipinya yang basah karena sedari tadi menangis "lihat indira anak kamu sudah menemukan pasangan hidupnya" gumam mommy asmira melihat keponakannya bisa menikah dengan wanita yang di cintainya walaupun di awal ia terhalang restu ibudari mika

__ADS_1


daddy attaf mengusap punggung istrinya dengan lembut "sudah jangan sedih lagi, adrian sudah dapat pasangan yang di mau" ucap daddy attaf


mommy asmirah menoleh ke arah suaminya "iya dad, mommy senang aja lihat adrian bisa tersenyum begitu lebar hari ini" mommy asmira melirik ke arah daddy el "terima kasih el sudah jaga keponakan aku" ucap mommy asmirah berterima kasih pada daddy el


"dia memang keponakanmu kamu asmira, tapi jangan lupa kalau dia anakku" balas daddy el


kassy ikut menangis melihat mika yang sudah selesai mengucap janji sucinya, kedekatannya dengan mika selama setahun ini membuat ia tahu cerita hidup mika, yang menurutnya juga kurang baik


"kamu sebahagia itu melihat mika menikah" tanya damian


"tentu aku bahagia, dia semoat menjalani pacaran toksik selama lima tahun dan di buang begitu saja oleh pria itu, jadi tentu saja aku ikut bahagia dengan kebahagiaan mika" balas kassy


mama clarissa terharu melihat cara pandang anaknya yang tak menyimpan benci sama sekali pada mika yang jelas notabenenya adalah dari wanita yang menorehkan luka cukup besar pada ayah dan kakaknya "ayah juga bangga dengan anak-anak kita mah" ucap ayah revandra  yang seolah tahu apa yang sedang di pikirkan istrinya


mama clarissa mengusap punggung tangan ayah revandra yang bertengger di pundaknya "iya yah, ternyata kita berdua mendidik mereka dengan benar" balas mama clarissa


kassy yang mendengar hal itu menjadi gugup sendiri, ia menoleh ke arah ayahnya dengan senyum canggung "ayah" gumam kassy tersenyum dengan di paksakan ke arah ayahnya


"aku mau bicara dengannya nanti" ucap ayah revandra dengan nada datar


***


selesai acara pemberkatan, acara di lanjutkan dengan pemberian selamat dan saling bertukar obrolan pada para tamu undangan


"selamat ya mika atas pernikahannya" ucap kassy dengan senyum mengembangnya


"terima kasih kassy, kamu semoga cepat nyusul aku ya" ucap Mika

__ADS_1


"pengennya sih gitu, tapi gak tahu nih" kassy melirik ke arah ayahnya yang terlihat datar tapi kassy tahu bahwa ayahnya menyimpahan kemarahan yang besar akan dirinya dan cara berpacarannya dengan jonathan


adrian hanya tersenyum simpul, tentu adrian tahu apa yang sedang jadi kekhawatiran kassy tentang restu orang tuanya pada hubungannya dengan jonathan


"selamat sore semua" sapa seorang pria muda


adrian menoleh ke arah sumber suara yang dia kenal betul siapa membuat dia langsung beridiri dan memberikan tatapan tajam pada pria muda yang baru saja datang "kenapa bisa kamu datang ke sini" tanya adrian dengan ketus


"kenapa aku tidak boleh datang, bukankah kita adalah saudara karena uncle ku mengangkatmu sebagai anak dan mengangkat dirimu yang bukan apa-apa jadi seorang CEO terkenal sekarang " balas pria tersebut yang tak lain adalah adam barneet


"aku tidak mengundangmu dan tidak suka dengan kehadiranmu" balas ketus  adrian


adam memindai setiap pria muda dengan kisaran usia 31 tahun dan di situ bisa ia lihat hanya ada 3 orang dengan usia kisaran itu di sana, tara, jonathan dan jay


"mana anak uncle, aku dengar dia juga datang ke sini" tanya adam pada daddy el


daddy el tersenyum tipis ke arah adam "jangan coba memancing uncle adam" ucap daddy el dengan tegas


"selama ini uncle membiarkan kelakuan kamu hanya karena jhonson yang mau tak mau tetaplah adikku" daddy el berdiri dengan memberikan tatapan tajam untuk daddy el "dulu saat wanita itu membunuh ibu dari anakku, aku sudah akan mencabik-cabik tubuh grandma mu itu dan memberikannya pada anjing peliharaan uncle " daddy el mengeratkan rahangnya keras "tapi karena permohonan daddy kamu untuk nyawa orang tuanya terakhir kalinya aku mencoba untuk tidak membunuhnya "daddy el menunjuk ke arah adam "tapi jika kau kembali mengusik kesabaranku, aku pasti menghancurkanmu tanpa ampun  dan melupakan jhonson adalah adiku" ucap daddy el dengan tatapan menghundus bak pedang yang siap menebas leher adam


adam menelan salivanya susah payah "tenang uncle, aku hanya ingin mengenal sepupuku jadi jangan bertingkah berlebihan" balas adam berusah tetap santai menghadapi kemarahan adrian dan daddy el


adrian menautkan kedua alisnya "kau pikir aku akan percaya padamu" ucap adrian


adam terkekeh "aku memang seperti itu" adam menanggapi raut wajah setiap pria di sana dan dengan yakinnya ia menghampiri seseroang


"kau pasti anak uncle" adam mengangkat tangannya untuk mengajak berjabat tangan "aku adam barneet sepupu kamu" seru adam

__ADS_1


jay mendongak dan tersenyum remeh ke arah adam  dan memberikan tatapan mencibir ke arah tangan adam "kau pikir aku mau berjabat tangan dengan cucu perempuan yang sudah membunuh ibuku" ucap jay dengan tatapan tajam yang langsung menebar kata 'kita adalah musu, jadi jangan bersikap sok akrab'


__ADS_2