You Are My Regret

You Are My Regret
Tak bisa tanpamu


__ADS_3

tara benar-benar terpuruk melihat istrinya masih saja belum sadarkan diri dari komanya, padahal ini sudah 2 minggu berlalu dan anak mereka juga sudah boleh di bawa pulang ke rumah.


keadaan lensi yang sedang dalam kondisi koma benar-benar menyadarkan tara bahwa tara tak bisa apa-apa tanpa istrinya. dia begitu terpuruk sampai mengabaikan panggilan pramudia yang mungkin sudah ke ratusan kali di ponsel tara


"tara" jay menepuk pelan bahu sahabatnya saat berkunjung ke ruang rawat lensi yang sudah di pindahkan ke ruang VVIP yang sudah di sediakan khusus oleh qiran agar lensi bisa nyaman beristirahat walaupun dalam kondisi tidur panjang


"ya" tara menjawab jay tanpa menoleh ke arah jay


"kasih perhatianmu juga buat anak kamu tara, jangan sekacau ini" ucap jay mengingatkan tara bahwa ia masih memiliki anak jadi harusnya ia juga mengurus anaknya bukannya hanya diam menunggu lensi yang entah kapan akan bangun


"istriku kenapa gak bangun-bangun jay, coba kamu bangunin sih, aku kangen sama dia yang sedang manja sama aku" tanya tara dengan isak tangis tak menjawab pertanyaan jay


jay benar-benar merasa kasihan dengan tara sahabatnya,  tara juga sudah menceritakan semuanya pada jay bahwa pertemuannya dengan pramudia bukanlah ingin kembali bersama tapi pramudia yang ingin pernikahan pramudia tetap bertahan jadi ia putuskan tak akan kembali dengan tara dan tara setuju dengan itu karena tara juga tetap ingin hidup dengan lensi dan juga anak mereka


pernikahan yang mereka jalani benar-benar menyadarkan mereka bahwa mereka bisa hidup normal dan mencintai pasangan mereka dengan tulus


tapi nyatanya lensi melihat separuh  pembicaraan tara dan pramudia membuatnya jadi salah paham dan begitu tertekan sampai harus mengalami pendarahan hebat dan membuatnya terpaksa melahirkan anak lebih cepat dari waktu yang seharusnya


"kamu banyak berdoa saja untuk Lensi agar segera bangun" balas jay yang tak bisa berbuat banyak untuk tara


tara menggenggam tangan lensi "aku juga selalu berdoa untuknya agar segera bangun, dan aku akan bilang padanya kalau aku mencintainya dan dia adalah satu-satunya orang yang aku cintai dalam hidupku" balas tara mengecup punggung tangan lensi berulang kali


jay memilih pergi dari ruangan itu karena sepertinya masih percuma meminta tara untuk sejenak meninggalkan lensi dan mulai beraktivitas kembali


***


adrian masih sibuk dengan berkas yang harus di tanda tangani sambil menyesap teh miliknya " ya habis" gumam adrian saat akan meminum tehnya ternyata sudah tidak ada lagi


adrian menekan tombol di sambungan telponnya "sayang ambilin teh dong" pinta adrian


"jangan panggil sayang" teriak mika membuat adrian tertawa

__ADS_1


beberapa saat kemudian mika sudah datang membawa teh untuk adrian dan meletakkannya di meja kerja adrian "ini tuan" ucap mika menyodorkan teh agar lebih dekat dengan adrian


"terima kasih sayang" ucap adrian dengan senyum tipisnya


"mas" rengek mika mulai sebal dengan adrian yang terus menggodanya


semenjak kejadian adrian yang meminta pertanggungjawaban mika karena membuat ciuman pertamanya hilang, adrian terus menempel pada mika dan selalu memanggil sayang jika tak ada orang di dekat mereka dan selalu memberikan kata-kata manis untuk mika


sejenak mika senang ada pria sebaik Adrian dekat dengannya, tapi dirinya sendiri belum yakin untuk kembali memulai suatu hubungan, mika masih takut kembali gagal, apalagi Adrian adalah orang yang sangat baik


"kenapa sih sayang, kan gak gak ada orang di sini jadi gak masalah dong" ucap adrian dengan santainya


"tapi ya gak gitu juga kali mas, kalau tiba-tiba ada orang gimana" balas  mika


mika benar-benar prustasi menasehati Adrian untuk bersikap profesional di tempat kerja


"berarti kalau di luar kantor boleh dong" tanya Adrian mengedipkan sebelah matanya


***


qiran dan lucas berjalan ke arah rumah lensi untuk bertemu anak Lensi


"siang tante" sapa qiran pada ibu dhira


"pagi nak qiran" balas ibu dhira menyapa sahabat anaknya dengan ramah


qiran menyentuh pipi anak lensi "sudah minum susu ya" tanya qiran melihat ibu dhira memegang botol susu yang sudah kosong


"sudah nak, yuk duduk" ajak ibu dhira


"om jovan kerja ya tante" tanya qiran yang tak mendapati keberadaan suami dari ibu dhira

__ADS_1


"iya, ini kan hari kamis, tentu dia ada di kantornya" balas ibu dhira


qiran meminta anak lensi agar di gendongnya "anak lensi dan tara masih belum di beri nama tante" tanya qiran


"belum nak, kamu lihat sendiri bagaimana keadaan tara yang begitu terpuruk melihat lensi yang sedang koma, matanya tidak pernah mau lepas dari lensi walaupun sebentar saja"balas ibu dhira


"ibu juga pasti sangat sedih melihat keadaan lensi" tanya qiran dengan tatapan sendunya


"tentu ibu sedih" ibu dhira mengusap pipinya yang sudah mulai basah "tapi kalau ibu ikut terpuruk bagaimana dengan cucu ibu nanti pasti gak ada yang urus dia" balas ibu dhira


"andai tante clarissa tidak harus menemani damian yang sedang berkuliah tentu tante akan terbang ke sini untuk membantu tante mengurusnya" ucap qiran melirik anak tara dan Lensi yang ada dalam gendongannya


"tante ngerti kok" balas ibu dhira


lucas mengusap pipi anak lensi "cepat besar ya adik cantik, biar kita bisa main bareng" ucap lucas dengan suara anak kecil yang begitu lucu untuk qiran dan ibu dhira


ibu dhira mengusaap pipi lucas "nanti kamu harus jaga adik ya" ucap ibu dhira


"iya nenek" balas lucas dengan menampilkan senyum lebar miliknya


"tante jangan benci tara ya" pinta qiran dengan suara lirih


ibu dhira sudah mengetahui alasan pernikahan tara dan lensi di awali dengan suatu perjanjian, dan mereka akan bercerai jika sudah memiliki anak. awalnya memang ibu dhira begitu kecewa tapi itu semua bukan hanya salah tara saja tapi lensi juga ikut bersalah karena mempermainkan ikatan pernikahan hanya demi menyambung keturunan


"awalnya tante sangat kecewa dengan tara tapi melihat bagaimana dia menghargai dan menyayangi lensi selama pernikaahan mereka tante bisa sedikit melupakan itu. sekarang justru ibu kasihan dengan tara karena niatnya yang sudah berbalik ingin memperbaiki pernikahannya malah sekarang lensi harus tidur entah sampai kapan dan itu benar-benar membuat tara terpuruk, tante bisa lihat dia yang begitu kurus dan tak terurus hanya demi menjaga lensi" ungkap  ibu dhira yang sudah memaafkan tara dan bersimpati dengan hidup tara


"ya sudah saya pamit pulang dulu ya tante, saya mau ke rumah sakit jenguk Lensi" ucap qiran pamit untuk pulang


"iya nak qiran, minta tolong nasehati tara untuk melihat anaknya sebentar saja atau paling tidak memberikan dia nama agar mudah di panggil" balas ibu dhira


"iya tante" balas qiran

__ADS_1


__ADS_2