
Reagen sedang berkumpul bersama keluarganya sebelum mereka semua kembali ke Inggris "sepertinya Reagen belum bisa pulang bareng Daddy, gak masalah kan kalau Reagen masih di sini, Reagen masih harus urus Mommy Brianna dulu" ucap Reagen
"oke, tidak masalah toh Brianna memang mommy kamu jadi kamu wajib membantunya" balas Daddy Thomas mengerti akan apa yang di lakukan puteranya untuk membantu ibu kandungnya
"terima kasih atas pengertiannya dad" balas Reagen
ara menoleh ke arah mommy Kassy "boleh gak kalau ara masih di sini, ara masih kangen sama ayah" pinta ara dengan wajah memelasnya
Mommy Kassy menghela nafas kasar "sekarang ayah kamu sudah menikah dengan Edeline" Mommy kassy mengusap lembut putrinya "dan harusnya kamu tahu kalau dia sungguh tidak suka denganmu karena dekat dengan Reagen" Mommy Kassy ragu untuk membiarkan Ara tinggal bersama ayahnya saat ada Edeline bersama ayah kandung ara
"Edeline begitu hanya karena cemburu mom, bukan karena benci sama ara jadi tidak masalah" balas ara menenangkan hati mommy kassy
"tapi mommy tetap khawatir sayang" timpal mommy kassy
"ya sudah ara tinggal di rumah om tara atau tinggal di apartemen Reagen saja" tawar Reagen
"di rumah tante saja kak, sekalian nemenin tante, pasti dia kesepian setelah kak Nidya gak tinggal dengannya" balas Ara
"ya sudah, tapi saat masa liburanmu selesai kamu harus cepat kembali, mommy gak mau ya pendidikan kamu terganggu" tegas Mommy Kassy
"oke mom" balas Ara patuh dengan permintaan mommynya
***
Jonathan tengah bersiap di depan cermin untuk bersiap kerja "om sudah mau berangkat toh" tnya Edeline saat baru membuka mata
__ADS_1
"tentu, ini sudah jam 7 pagi" balas Jonathan
setelah rapih dengan pakaiannya jonathan menoleh ke belakang "nanti jam 5 sore om akan pulang dan kita ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian, tapi ingat Edeline om bukan Daddy kamu yang punya uang tidak berseri jadi kamu hanya boleh belanja 10 juta, terserah kamu dapat berapa potong, kalau kamu hanya dapat satu potong saja berarti itu yang kamu pakai sebulan" ucap Jonathan
"hah" Edeline langsung di buat melongo akan uang belanja pakaian yang di berikan jonathan padahal uang di ATM nya saja belum pernah sisa segitu karena Daddy JAy selalu mengisi dengan nominal angka yang cukup besar
"om gak salah minta aku beli pakaian dengan uang segitu, pakaian dalamku saja masih kurang jika segitu om" keluh Edeline
"berarti pilih dengan harga lebih murah, kalau gak sanggup ya sdah tidak usah beli baju dan hanya di rumah tanpa pakain" balas Jonathan dengan santainya
"om" teriak Edeline tidak terima
"tadi om hanya bikin nasi goreng kalau mau makan siang buat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di kulkas, dan jangan merengek pada om karena om sibuk hari ini" jonathan pergi meninggalkan Edeline dengan begitu cepat agar terhindar dari rengekan-rengekan manja edeline yang membuatnya sungguh sakit kepala
Edeline bangun dari tidurnya dan membersihkan diri "terpaksa pakai baju om jo lagi deh" Edeline mengambil baju jonathan untuk berganti pakaian
setelah makan ia langsung mencuci piring kotor bekas ia makan "dasar laki-laki ya, abis masak tetap saja berantakan" Edeline yang memang cinta kebersihan menyempatkan diri untuk membersihkan dapur sisa memasak Jo yang di tinggal begitu saja
"ngapain ya" Edeline bingung sendiri harus apa di rumah jonathan dan ia memutuskan untuk berjalan-jalan ke sekitar rumah jonathan mulai dari halaman depan yang tak begitu luas lalu berjalan ke arah belakang rumahnya yang di pagar cukup tinggi "ini rumah om jo juga bukan" Edeline di buat heran karena halaman belakang rumah Jonathan cukup luas, malah menurutnya lebih luas dari pada bangunan rumah jonathan
"filosofi buat rumahnya gimana sih om jo itu" bingun Edeline menelisik bangunan rumah jonathan "halaman depan kecil gitu cuma cukup 4 mobil saja kalau parkir, rumahnya cuma ada dua kamar walaupun besar, tapi di belakang kok ada ruang kosong gini" heran Edeline melihat tanah yang cukup luas bagi Edeline sebab jika di bandingkan dengan halaman luasnya rumahnya, halaman belakang jonathan tidak kalah luasnya
"ah terserah dia lah" Edeline tidak mau ambil pusing dengan pilihan pembuatan rumah Jonathan
Edeline yang tidak tahu harus apa di rumah jonathan, memilih bermain dengan ayunan yang ada di bawah pohn besar sambil memikirkan masa depannya "mas ia, Daddy pindahin kuliah Edeline" gumam Edeline tak percaya bahwa Daddy Jay akan memindahkan tempat kuliah Edeline
__ADS_1
Edeline kuliah Di Inggris sama dengan ara tapi berbeda kampus, karena Edeline mengambil kuliah khusus arsitek sedangkan Ara mengambil kuliah khusus managemen bisnis jadi walaupun tinggal di negara yang sama merek tidak pernah bertemu apalagi saat di Inggris Edeline tinggal bersama keluarga keluarga kakek Akhtar yang hanya tinggal bersama anak laki-laki kakek Akhtar yang usianya tak jauh dari usia reagen tapi jarang di rumah itu
Kakek Akhtar tidak menikah tapi mendapatkan seorang anak pria yang sampai saat ini tidak di beri tahukan siapa ibu kandungnya, dan kakek Akhtar memilih hidup sendiri. Kakek Attaf sebabagai kakak saja tidak bisa berkomentar banyak saat Kakek Akhtar tidak mau menikah dan tidak ingin di paksa menikah
Jonathan pulang ke rumah untuk menjemput Edeline agar bisa berbelanja pakaian "edeline" panggil jonathan mencari keberadaan edeline
"iya om" balas Edeline yang saat ini memakai kaos berukuran besar milik Jonathan dan celana olahraga milik jonathan
"sudah siap belum" tanya Jonathan
"sudah lah, lagian bisa pakai apa lagi" balas Edeline
"ya sudah ayok" ajak Jonathan
"ih, om mandi dulu geh kan seharian kerja, sama sekalian makan dulu tadi Edeline masak spageti" ucap Edeline
Jonathan mengerutkan keningnya "kamu masak" tanya Jonathan tak percaya
"idih om jo gak percaya, aku sering masakin spagethi buat kakek Akhtar tahu" ucap Edeline dengan bangga
"ah begitu" walaupun tak percaya Jonathan memilih berjalan ke meja makan dan melihat ada spagheti yang sudah agak dingin, mungkin Edeline sudah memasaknya cukup lama
"biasanya edeline masak dengan bahan-bahan bagus tapi bergubung adanya itu di kulkas ya sudah edeline masak itu" jelas Edeline
"ya sudah nanti kita sekalian belanja buat isi kulkas" sahut Jonathan
__ADS_1
"oke" balas Edeline
saat memakannya Jontahan benar-benar tidak menyangka edeline bisa memasak apalagi menurutnya masakan edeline cukup enak, hanya sayang saja sudah dingin "sepertinya dia bisa jadi istri yang baik" batin jonathan mulai menaruh harap edeline bisa menjadi seorang istri karena di tengah sifat buruknya ada satu hal positif di diri Edeline ya itu bisa memasak