
kassy menatap tak percaya ke arah jonathan yang mengatakan bahwa dirinya adalah calon istri jonathan padahal baru saja mereka menyatakan perasaan masing-masing "jangan ngada-ngada deh pak, masa baru nyatakan cinta sudah bilang saya calon istri" heran kassy dengan penuturan jonathan yang begitu tiba-tiba
jonathan meraih tangan kassy dan menggenggamnya erat "saya gak mau kehilangan kamu jadi saya ingin cepat mengikat kamu" balas jonathan
kassy mencebikkan bibirnya "baru juga tadi nyatakan cinta sudah takut kehilangan saja" keluh kassy merasa ketakutan Jonathan tidaklah beralasan
"kamu gak tahu semenarik apa kamu, dan betapa insecure aku untuk deketin kamu" ungkap Jonathan yang membuat kassy termangu mendengar ucapan jonathan tentang dirinya yang takut mendekati kassy padahal kassy juga merasa takut mendekati Jonathan karena di awal pertemuan mereka Jonathan begitu dingin dan sulit untuk di jangkau
"kamu tahu gak rasanya aku cemburu banget saat denger tuan thomas nelpon kamu semalam jadi dia tahu kamu kelelahan karena begadang nungguin anak kakak kamu itu" jelas jonathan merasa begitu cemburu ada lelaki yang mendekati kassy apalagi lelaki itu punya banyak kelebihan
kassy jadi tidak enak menyakiti hati jonathan walaupun posisinya saat itu dia masih belum lah jadi kekasih jonathan "maaf ya pak, saya emang angkat telpon tuan thomas karena saya masih kebangun, saya pikir ada hal penting apa jadi saya angkat tapi ternyata dia lupa perbedaan waktu di negara kita tinggal dengan di negaranya" ucap kassy memberitahu alasannya mengangkat telpon thimas
"itu bukan salah kamu" jonathan tersenyum manis ke arah kassy yang belum pernah kassy lihat secara langsung "yang penting sekarang kamu sudah jadi milik saya sekarang, jadi jika dia mendekat maka saya akan menunjukan padanya bahwa kamu milik saya" Jonathan mengecup punggung tangan kassy membuat kassy tersenyum malu
"tapi maaf pak, untuk saat ini hubungan kita segini saja dulu ya, kakak saya sedang ada masalah jadi tak mungkin saya membahas masalah ini dengan keluarga saya yang jelas sedang fokus dengan kak tara" ucap kassy meminta pengertian jonathan agar tidak meminta lebih
"saya ngerti kok, yang penting kamu sekarang sudah jadi kekasih saya" jonathan memeluk kassy dengan erat
***
"ibu tidur saja, biar saya yang jaga adek nanti kalau Mika sudah lelah baru panggil ibu" mika menghampiri ibu dhira yang terlihat begitu lelah mengurus anak lensi dan tara
"iya nak, ibu minta tolong ya" pinta ibu dhira menyerahkan bayi yang masih berusia dua bulan itu
"iya bu" balas mika menimang keponakannya dengan sayang
"om nemenin ibu kamu dulu ya" ucap om jovan ikut pamit menyusul istrinya untuk ke kamar mereka
__ADS_1
"iya om" balas mika
mika menimang keponakannya dengan sayang sambil menikmati pemandangan sore hari di teras rumah kakaknya "kita cari angin ya" ucap mika berjalan ke arah teras untuk mengajak keponakannya jalan-jalan
"bugh" terdengar suara pintu mobil di tutup
mika menoleh ke arah sumber suara "mas adrian" seru mika begitu kaget melihat adrian ada di hadapannya tanpa pemberitahuan sama sekali
adrian melangkah lebar ke arah mika "kenapa gak angkat telpon mas sih" tanya adrian dengan kesal
"maaf mas, mika jagain adek kasihan ibu kecapean banget" balas mika
"kenapa kamu gak cari pengasuh kalau ngerasa kerepotan" tanya adrian melirik ke arah bayi dalam gendongan mika
"ibu dhira gak mau, katanya dia masih bisa jaga adek ya sudah kita nurut saja" balas mika
"biasanya kamu gantian sama kassy, kassy gak ada" tanya adrian
mika berjalan ke arah sofa yang ada di teras rumah dan adrian mengikutinya "mas ngapain ke sini sih" heran mika dengan Adrian yang malah ke rumah kakaknya
"ya mas kangen kamu lah, kamu gak angkat telpon mas dari tadi sih" balas adrian
"kita kan sudah ketemu tadi mas, seharian lagi" mika dan adrian memang bertemu di tempat kerja tadi karena memang hari ini adalah hari kerja
"ya kan tadi belum cium kamu, tadi kamu buru-buru pulang sih jadi mas gak bisa antar kamu pulang" kesal adrian
semenjak hari itu memang hubungan keduanya makin lah erat walaupun tak ada kata cinta ataupun ajakan berpacaran hubungan mereka tetaplah terjalin begitu erat
__ADS_1
tidak pacaran bukan berarti Adrian ingin mempermainkan mika, malahan Adrian selalu mengajak mika menikah dan menjelaskan berulang kali bahwa tak masalah jika mika bukanlah perawan, karena perasaan Adrian benar-benat tulus ingin bersama mika dan ingin menjaga mika
"ya kan tadi mas masih ada tamu, dan ibu tadi sudah nelpon terus kapan pulang jadi mika gak enak lah mas" balas mika
"cup" adrian langsung menyambar bibir mika dengan gerakan cepat
"mas" rajuk mika kesal karena adrian selalu mencuri ciumannya
"abis mas kangen kamu sih" balas adrian dengan entengnya
"malu tahu mas, kalau ada yang lihat gimana" mika mengedarkan pandangannya ke sekitar takut ada pegawai rumah kakaknya yang melihat
"kalau ada yang lihat juga gak papa, di suruh nikahin kamu sekarang juga boleh" balas adrian dengan santainya
"mas kok jadi aneh gini sih, makin suka mesum dan nyerobot terus sama mika " kesal mika
"mas gak mau aja kehilangan kamu jadi mas pengennya dekat kamu terus, kamu itu cuma milik mas aja, andai kondisi kakak kamu gak kaya gitu sudah pasti mas langsung datangin dia untuk minta kamu jadi istri mas" ucap adrian dengan yakinnya
"mas yakin mau nikahin aku" tanya mika tak percaya adrian ingin menikahinya walaupun sudah berkali-kali adrian memintanya menikah
"tentu saja, mas kan sudah sering ajak kamu nikah, tapi kamu selalu bilang nanti dulu nunggu kondisi kakak kamu pulih, tapi ini sudah dua bulan loh " balas adrian
"tapi harusnya bisa mendapat wanita yang jauh lebih baik dan lebih sempurna dari mika, mika sudah tidak... " mika tak mampu melanjutkan ucapannya
"ayolah mika, kita sudah sering bahas hal ini, dan menikah bukan hanya untuk mendapatkan itu saja. mas nyaman dengan kamu dan sayang sama kamu jadi itu sudah cukup kita dalam menjalin ikatan pernikahan, so jangan terlalu pesimis karena kamu punya banyak kelebihan terutama selalu membuat saya rindu setengah mati" jelas adrian
"maaf ya mas" mika tak enak dengan adrian karena menghalangi keinginannya yang ingin menikahi mika secepatnya
__ADS_1
adrian mengusap kepala mika dengan gemas "ini bukan salah kamu sayang, kondisi saja yang memang gak pas, mas bisa nunggu kok" balas adrian meyakinkan mika
"makasih ya mas, pokoknya setelah kondisi kak lensi membaik, mika janji bilang sama kak tara buat nikah sama mas adrian" ucap mika dengan yakin