You Are My Regret

You Are My Regret
Makin dekat saja


__ADS_3

"Kakak mau ajak kamu ke acara ulang tahun teman kakak mau ya" pinta Kevin


"aku di kasih apa coba kalau mau ikut" tanya cinta


"maunya apa? kalau kakak bisa kasih pasti kakak kasih" balas Kevin


cinta berfikir sejenak "pengen masuk ke kantor kakak tapi jangan di kasih tahu kalau aku ini adik kakak" pinta Cinta setelah yakin dengan keinginannya


kevin mengerutkan keningnya "kenapa emangnya " Kevin tak mengerti kenapa cinta menginginkan itu, padahal jika mengatakan dia adalah keluarga pemilik perusahaan bukankah akan lebih mudah nantinya saat bekerja


"malas kalau di kira aku kerja di sana gara-gara manfaatin keluarga" balas Cinta


"loh, emang bener kan kalau kamu bisa masuk ke kantor dengan makai nama ayah" tanya Kevin dengan kekehan


"ya aku gak mau kalau ada yang tahu kak, aku malu tahu" kesal cinta


"iya deh, nanti kakak bilang sama ayah untuk menyembunyikan identitas kamu" balas Kevin


"Terima kasih ya kak" balas Cinta dengan senyum lebarnya walaupun Kevin tak akan bisa melihat itu


"nanti malam kakak jemput ya" ucap Kevin


"iya kak" balas Cinta mengakhiri panggilannya bersama Kevin


Cinta menghampiri Mommy Brianna yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama ayahnya yang kebetulan tidak masuk kerja hari ini


"mom" cinta duduk di samping mommy nya dengan bergelayut manja di lengan mommy Brianna


"nanti malam cinta keluar ya mom" pinta Cinta


Randy yang duduk di sebelah mommy Brianna mendengar anak gadisnya akan keluar malam pun jadi ingin tahu "kemana, sama siapa dan sampai jam berapa" tanya Randy secara beruntun


"sama kak Kevin yah, gak tahu perginya kemana katanya sih jemput jam 7an, ke acara ulang tahun temannya sih tadi bilangnya " balas Cinta


Randy mengerutkan keningnya "kamu sekarang sering pergi sama kakakmu" tanya Randy heran kini kedua anaknya makin akrab padahal dulu mereka bermusuhan dan tak mau saling bicara


"iya yah, kakak katanya gak ada teman jadi mending ajak cinta makan gratis" balas cinta


Randy mengerutkan keningnya "sebenarnya apa yang ada dalam otaknya itu, padahal dia kan sudah tahu kenyataannya " gumam Randy dalam hatinya


"tentu saja boleh, asal jangan kemalaman pulangnya ya cinta, kamu itu anak gadis gak boleh kelayapan malam-malam " nasehat mommy Brianna

__ADS_1


cinta menoleh ke arah ayahnya "boleh kan yah" tanya cinta memastikan


Randy memaksakan senyumnya "tentu saja boleh" Randy tak mungkin menolak secara gamblang permintaan putrinya


"Terima kasih" cinta memeluk ayah dan ibunya secara bersamaan


"cinta masuk dulu ya yah, mom, mau milih baju buat nanti malam" pamit Cinta


Randy menatap punggung Cinta yang makin menjauh dan menghilang di balik pintu "Kevin sering ajak cinta keluar ya" tanya Randy ingin tahu perihal Kevin yang mengajak cinta keluar rumah


"lumayan sih mas, dua hari lalu baru ajak ke acara pertemuan perusahaan rekaman bisnis mas, terus hari senin kemarin kan dia nemenin kita buat acara wisuda cinta" balas Mommy Brianna mengingat saat cinta pergi bersama kevin dalam kurun waktu dekat ini


Randy diam-diam nampak berpikir membuat Mommy Brianna menatap heran "emang kenapa sih mas? mas gak suka kalau kevin bersikap baik sama adiknya" tanya Mommy Brianna dengan tatapan tajamnya


randy memeluk tubuh mommy Brianna "bukan gitu sayang" sanggah Randy


"kamu berpikir berlebihan aja" tambah Randy


mommy Brianna kembali mengembangkan senyumnya "aku kira mas gak suka kalau anak mas jadi makin akrab" pikir Mommy Brianna


"itu gak mungkin lah sayang" balas Randy memaksakan senyumnya tapi sorot matanya menyimpan beribu pertanyaan di sana


***


"gimana kak, cantik enggak" tanya cinta pada Kevin yang sedang duduk di hadapannya


Kevin menyunggingkan senyumnya lebar "cantik, cinta selalu jadi wanita tercantik" puji Kevin


cinta langsung tersenyum lebar "iya dong cantik kan anak mamah dan ayah" bangga cinta akan kecantikan dirinya yang turun dari pria berwajah tampan serta ibu yang berwajah cantik pula


cinta berjalan ke arah Kevin dengan senyum lebarnya "tapi ini beneran aku pakai gaun ini kak, padahal gaun yang tadi aku pakai juga cantik loh, itu di beliin Zahira waktu itu" tanya Cinta


Kevin beranjak dari duduknya dan menggenggam tangan cinta keluar butik "kamu lupa ya kalau kakak ajak kamu buat jadi pacar pura-pura kakak, jadi kamu harus pakai gaun yang terbaik" balas Kevin


"pasti wanita itu juga ikut hadir ya kak" tebak cinta


Kevin mengangguk mengiyakan "iya ada Jelita di sana" balas Kevin


Cinta menepuk dadanya "kakak tenang saja, cinta akan berperan jadi calon istri kakak dengan baik" ungkap Cinta dengan begitu percaya dirinya


"kakak percaya kok" balas Kevin

__ADS_1


Kevin membawa Cinta ke acara pesta ulang tahun temannya yang di adakan di salah satu hotel ternama di Jakarta


saat sampai Kevin melangkah turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Cinta "Terima kasih" cinta melangkah keluar dari mobil dan melingkarkan tangannya di lengan kevin


"pesta teman kakak gede-gede ya" ucap Cinta dengan takjub


"di sini juga ada Lucas juga kalau dia mutusin hadir sih" balas Kevin


Cinta menghentikan langkahnya dan menatap lekat kakaknya "ini sudah dua tahun berlalu ya kak, udah masanya aku move on, gak mungkin juga masih suka sama suami orang" kesal Cinta karena kakaknya masih menyinggung perasaanya dulu pada Lucas


"kakak kira kamu masih belum bisa move on" canda Kevin


Kevin mengajak Cinta menemui temannya yang sedang berulang tahun untuk mengucapkan selamat " selamat ya sila" ucap Kevin menjabat tangan Sila


"Sama-sama Kevin" Sila ingin mencium pipi kiri Kevin sebagai ucapan Terima kasih yang biasanya mereka lakukan tapi tiba-tiba Kevin memundurkan tubuhnya


"maaf" Kevin melirik ke arah cinta sebagai kode pada Sila untuk tidak berbuat lebih di depan Cinta


"oops sorry" Sila sadar akan maksud Kevin


"silahkan nikmati pestanya, dan Terima kasih atas kedatangannya " Sila mempersilahkan Kevin untuk mengajak cinta menikmati pesta


cinta mengajak Kevin untuk mengambil kue yang ada di meja prasmanan "aku mau itu kak" tunjuk Cinta saat sudah dekat dengan meja prasmanan


"iya ya" Kevin berjalan ke arah kurang yang di maksud cinta dan langsung mencoba mengambilnya


"maaf" ucap seorang wanita saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan kevin


"tidak masalah" kevin menoleh ke arah wanita tersebut dan begitu terkejut saat yang ada di hadapannya adalah Nidya


"Hai Nidya" sapa kevin dengan ramah


"Hai vin" balas Nidya dengan senyum lebarnya


"sama Lucas" tanya Kevin


"iya" Nidya menoleh ke arah Lucas " dia lagi sibuk bicara dengan temannya" balas Nidya


Kevin mengambil kue yang tadinya ingin ia ambil "aku duluan ya Nidya, sudah di tunggu" Kevin meninggalkan Nidya dan menghampiri Cinta


Nidya mengerutkan keningnya "cinta" gumam Nidya

__ADS_1


Nidya begitu heran kenapa Kevin dan cinta bisa bersama "ah sudah lah, bukan urusanku juga" Nidya tak ingin terlalu ambil pusing sebab itu sama sekali bukan urusannya


Nidya menyunggingkan senyumnya " syukurlah dia sudah tidak menaruh perasaan lagi padaku" gumam Nidya merasa begitu senang saat Kevin sudah tidak menaruh hati lagi padanya terlihat dari reaksinya tadi yang terkesan biasa saja dan sorot matanya yang lebih terasa santai saat bertemu dengannya tadi


__ADS_2