
sayup-sayup Qia mendengar suara perdebatan dan itu mengganggu tidurnya "ada apa ya" Qia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi masih terdengar suara ribut-ribut padahal biasanya di segini rumahnya sudah hening
Qia perlahan turun dari atas ranjangnya dan berjalan keluar kamar "mas" panggil Qia
Lucas yang mendengar suara Qia langsung berlari menghampiri istrinya "kok bangun Qia" tanya Lucas
Lucas langsung membantu Qia untuk berjalan "ada berisik-berisik apa sih mas" tanya Qia
"gak ada apa-apa kok,tidur lagi yuk" ajak Lucas kembali ke dalam kamar
"Lucas Mattew Handerson!" teriak Daddy Jay
langkah Lucas terhenti begitu saja karena teriakan Daddy Jay yang melarang Lucas membawa Qia menjauh dari mereka "ada apa sih mas" Qia jadi panik mendengar teriakan yang begitu lantang menyebut nama lengkap suaminya
"Qia mau lihat dulu" Qia berniat ke ruang tamu tapi di larang Lucas tapi Qia yang panik dan ingin tahu tentu tidak mau mendengarkan Lucas
"wah rame sekali" gumam Qia saat melihat dua pasangan paruh baya dan satu perempuan seusianya
"siapa ya" tanya Qia dengan sopan
Mommy Qiran tersenyum simpul kepada Qia "kami orang tua Lucas, dan itu kakek serta neneknya dan wanita cantik itu adalah adik Lucas " balas Mommy Qiran menunjuk anggota keluarganya
"Astaghfirullah, saya gak tahu" Qia langsung menyalami kedua orang tua Lucas, serta kakek dan nenek Lucas tak lupa ia juga menyalami Edeline
melihat tak ada apapun di atas meja tentu Qia merasa tidak enak hati "kok belum di tawari minum sih" Qia langsung memanggil mba romlah untuk mengeluarkan camilan buatannya dan juga minuman segar yang ada di kulkas
"maaf ya pak, bu, saya gak tahu kalau kalian datang, sayanya malah tidur waktu kalian semua datang" Qia jadi tidak enak dengan sambutannya pada keluarga suaminya yang kurang pas
"ini bukan salah kamu kok, ini salah Lucas yang tidak menganggap kami keluarga" ketus Mommy Qiran melirik ke arah Lucas
"bukan gitu mom" elak Lucas
melihat itu tentu Qia merasa tak enak hati karena secara tidak langsung ia ikut menyembunyikan pernikahan dirinya dan Lucas dari keluarga besar Lucas "sebelumnya saya mohon maaf pada keluarga mas Lucas karena secara tidak langsung ikut menyembunyikan pernikahan kami, kata mas Lucas akan banyak perdebatan kalau memberitahu kalian jadi saya ikut saja ucapan Mas Lucas sebab saat itu saya benar-benar membutuhkan bantuan mas Lucas untuk mempertahan Lala agar tetap bersama saya
untuk itu saya mohon maaf sedalam-dalamnya dan saya mohon jangan minta saya pisah sama mas Lucas ya pak, bu, juga semuanya. Saya sudah terlanjur cinta sama mas Lucas dan ada anak kami juga sekarang" Qia mengusap perutnya "saya gak sanggup kalau harus membesarkan anak seorang diri lagi" ucap Qia dengan nada memohon
__ADS_1
Lucas menarik kedua bahu Qia untuk menghadap ke arahnya "yang mau ninggalin kamu siapa sih Qia" tanya Lucas dengan kesal karena lagi-lagi Qia berpikiran kalau dirinya akan meninggalkan Qia
"soalnya Qia itu bukan siapa-siapa jika di bandingkan mas Lucas, mas punya segalanya tapi Qia gak punya apa-apa" jelas Qia
"kami gak akan maksa kamu untuk berpisah dengan Lucas kok" sahut Mommy Qiran dengan senyum simpulnya
"benarkah" terlihat senyum sumringah dari wajah Qia saat mendengar kalau keluarga Lucas tidak akan memaksanya bercerai dari Lucas
"tapi dengan satu syarat" terus Mommy Qiran
"mommy" protes lucas
"saya akan memaafkan kamu asal kamu dan Lala pindah ke rumah saya " ucap Mommy Qiran
"hah" Qia hanya bisa melongo mendengar syarat dari mommy Qiran
"di rumah kan sudah ada Edeline kenapa terus maksa Lucas buat pulang sih" kesal Lucas
"Edeline punya rumah sendiri, dan dia harus mengikuti kemanapun suaminya pergi tidak tinggal dengan mommy, lagian mommy gak nyuruh kamu pulang kok, kalau kamu gak mau ya sudah gak usah pulang, yang mommy mau mantu dan cucu mommy ikut mommy pulang" balas Mommy Qiran
"ya sudah suami kamu ikut lah, kalau dia sayang kamu harusnya ikut kemanapun kamu tinggal dong" balas Mommy Qiran
"mommy curang" ketus Lucas
"bodo amat" balas Mommy Qiran
***
seusai perdebatan panjang antara Lucas dan keluarganya akhirnya Lucas memutuskan kembali ke Jakarta setelah mengurus kepindahan sekolah Lala, Lucas langsung segera menyusul Ke Jakarta sebab mommy Qiran langsung membawa Qia dan Lala terlebih dahulu sebagai jaminan kalau Lucas akan kembali ke Jakarta
Saat pertama kali Qia dan Lala masuk ke rumah Lucas, sungguh ia tidak menyangka kalau Lucas adalah orang yang sangat kaya
Qia pikir Lucas hanya orang kaya biasa tapi nyata nya ia baru tahu kalau suaminya pewaris Prabaswara group. Jajaran orang kaya yang ada di Indonesia yang tentu masuk 5 orang terkaya di Indonesia
"ini kamar kamu mulai sekarang, awalnya kamar Lucas ada di lantai paling atas tapi melihat kehamilan kamu yang sudah cukup besar, lebih baik tinggal di bawah dulu" Mommy Qiran menunjukan kamar yang akan di tempati Lucas dan Qia
__ADS_1
"Terima kasih bu" balas Qia
"mulai belajar panggil mommy, kaya Lucas dan Edeline ya biar lebih nyaman" pinta Mommy Qiran
Qia nampak kaku untuk mulai memanggil Mommy "iya mommy" Qia masih berusaha belajar memanggil dengan panggilan mommy
Mommy Qiran menoleh ke arah Lala "kalau kamar Lala ada di lantai dua, ayo nenek ajak ke kamar Lala" Mommy Qiran menggandeng tangan Lala dan kembali menoleh ke arah Qia "kamu istirahat dulu saja, biar mommy antar Lala dulu" ucap Mommy Qiran
"iya mom, Terima kasih" balas Qia
Qia menutup pintu kamar dan memutuskan untuk mandi terlebih dulu "kamar mandinya ruang tamu kami di Bandung" gumam Qia merasa kamar yang di tempati nya cukup lah mewah dan besar
Seusai mandi Qia keluar kamarnya untuk menyapa keluarga Lucas, dan mengajak para pelayan di rumah Lucas untuk berkenalan
"kamu gak istirahat " mommy Qiran menghampiri Qia yang terlihat sedang berjalan-jalan di area halaman rumahnya
"belum terbiasa jadi agak kesulitan untuk tidur, makanya Qia mutusin jalan-jalan aja mom" balas Qia
Mommy Qiran mengajak Qia ke arah taman "boleh mommy ngobrol sama kamu" tanya Mommy Qiran
"boleh mom, mau ngobrol apa" tanya Qia
Mommy Qiran mengusap perut Qia "sudah berapa usianya" tanya mommy Qiran
"jalan empat bulan mom" balas Qia
"dia sehat kan " mommy Qiran masih betah mengusap perut Qia
"alhamdulillah sehat mom, mas Lucas ketat banget kalau urusan periksa kehamilan Qia, mas Lucas juga selalu mastiin asupan vitamin sama gizi Qia tercukupi dengan baik" balas Qia
"maklum ya Qia kalau Lucas terlalu ketat masalah kesehatan anaknya, soalnya dia punya pengalaman buruk tentang anaknya dulu" ucap Mommy Qiran dengan hati-hati
"Qia tahu kok mom, mas Lucas sudah cerita semua ke Qia saat ajak Qia nikah dulu, bahkan maa Lucas juga cerita ke Qia kalau mas Lucas gak cinta ke Qia tapi dia sangat peduli sama Lala dan juga Qia" balas Qia dengan senyum tipisnya
Mommy Qiran mengernyitkan keningnya "dan kamu masih cinta sama anak mommy" heran mommy Qiran
__ADS_1