
Nidya kini sedang di tangani dokter dalam ruangan IGD sedangkan Raymond kini sedang bolak-balik tak jelas di depan pintu sambil sesekali melirik ke arah pintu ruang IGD
"duduk dulu Ray" pinta Jonathan
"aku gak bisa tenang om" balas Raymond jujur apa adanya
"sebenarnya kenapa bisa sampai kakakmu terluka seperti ini" tanya Jonathan yang masih belum paham kenapa Nidya bisa sampai mengalami pendarahan dan malah Raymond yang membopong Nidya dan bukanlah Lucas yang ia tahu ada di atas bersama Nidya
"aku juga gak tahu om, tadi saat aku naik ayah dan Kak Lucas sedang rebutan gendong Kak Nidya, ayah minta aku buat ambil kak Nidya dari kak Lucas sedangkan ayah dan mamah nahan tubuh kak Lucas" jelas Raymond menyampaikan apa yang ia tahu
"kak Lucas lihat Nidya berdarah tidak" tanya Jonathan
"lihat om, bahkan aku tadi membentaknya untuk membiarkan aku membawa kakak ke rumah sakit tapi kak Lucas melarangnya " balas Raymond
"aneh sekali " pikir Jonathan
Jonathan tidak tahu tentang penyakit Lucas maka dari itu dia tidak habis pikir kenapa Lucas bisa seperti itu saat melihat Nidya terluka. Orang tua Lucas memang menutup rapat perihal penyakit Lucas dan hanya Nidya lah yang tahu kondisi Lucas yang memiliki penyakit kejiwaan
"pokoknya kalau sampai terjadi apa-apa sama kakakku gak perduli itu kak Lucas ataupun keluarganya, aku pasti akan maju di depan untuk melindungi kakakku" tekad Raymond begitu kuat untuk melindungi kakak perempuannya
"tenang Ray, kita tunggu kabar dari kakakmu ya" Jonathan hanya bisa meminta Raymond lebih tenang dan fokus pada Nidya terlebih dahulu dan jangan melampiaskan amarah yang mungkin akan di sesali nantinya
setelah di lakukan penanganan, Nidya di bawa ke ruang rawat, Raymond memilih ruang VVIP untuk kakaknya agar lebih nyaman beristirahat
setelah melihat kehadiran kedua orang tua dari Nidya, Jonathan memilih pamit pulang sebab ia ingin melihat kondisi Edeline yang ia tinggal begitu saja tadi
"saya pamit ya kak" pamit Jonathan pada ayah Tara
"iya, minta tolong beritahu keluarga mertuamu untuk tidak datang terlebih dulu kemari, aku sedang marah dan tak ingin kelepasan" pinta Ayah Tara tanpa mengalihkan pandangannya pada Nidya
"iya kak, nanti saya sampaikan" Jonathan berjalan keluar ruangan rawat Nidya dan segera bergegas pulang ke rumah
di parkiran Jonathan melihat ayah mertuanya datang dengan langkah lebar "dad" panggil Jonathan saat melihat ada Daddy Jay
"Jo" Daddy Jay melangkah lebih cepat ke arah Jonathan "gimana kondisi Nidya" tanya Daddy Jay
__ADS_1
"keadaannya sudah lumayan membaik, untung saja kadar obat yang di minum Nidya tidak terlalu kuat dan Nidya segera di bawa ke rumah sakit jadi Nidya dan anaknya masih bisa di selamatkan tapi tadi Nidya masih belum sadar dad" jelas Jonathan
"syukurlah" Daddy Jay mengusap dadanya lega akan keadaan Nidya dan cucunya yang selamat
"Daddy ke sana dulu ya" Daddy Jay ingin menemui Nidya dan melihat secara langsung kondisi menantunya
"sebaiknya jangan deh dad" larang Jonathan
Dahi Daddy Jay mengernyit "kenapa" tanya Daddy Jay
"itu permintaan kak Tara, katanya dia gak ingin kehilangan kontrol akan dirinya sebab ia masih shock saat tahu Nidya meminum obat penggugur kandungan " jelas Jonathan yang pasti daddy Jay bisa menebak asal dari mana obat yang di minum Nidya
"penggugur kandungan" beo Daddy Jay
"iya dad, kata dokter itu dari kue yang dia makan, dan setahuku di rumah tidak ada kue tapi aku sempat lihat Lucas membawa kue, tapi masa ia dari kue yang di bawa Lucas " Jonathan tidak habis pikir kenapa bisa ada obat penggugur kandungan di kue yang di bawa Lucas
"kita pulang saja Ji, di sini sudah ada orang tuanya" ajak ayah Jonathan
"iya dad, aku ikut Daddy ya soalnya aku kemari pakai mobil Raymond tadi" ucap Jonathan
***
Memasuki rumah, Jonathan langsung pamit untuk menghampiri istrinya sedangkan Daddy Jay menghampiri kakek Attaf yang masih menunggu kabar Nidya
"gimana Jay, kamu sudah lihat kondisi Nidya " tanya Kakek Attaf
"belum dad, aku tidak di izinkan masuk untuk melihat Nidya, Aku cuma mendengar dari Jo kalau Nidya sudah membaik tapi belum sadar" balas Daddy Jay
"gimana bisa Nidya bisa pendarahan" tanya Kakek Attaf
"dia tidak sengaja mengonsumsi obat penggugur kandungan " balas Daddy Jay
"gimana bisa, sedangkan dari kemarin Nidya makan di atur sama mommy, dan Nidya hanya mengonsumsi vitamin saja" tanya Kakek Attaf
"Lucas, pasti Lucas yang memberikan obat itu karena halusinasinya tentang Nidya yang berselingkuh " balas Daddy Jay
__ADS_1
"bagaiman mungkin" Kakek Attaf masih tak percaya Lucas mampu melakukan itu pada Nidya
"itulah kenapa aku tidak bisa membiarkan dia lepas kontrol pada dokter sam dan ini yang Jay takutkan, dia tidak bisa mengontrol emosinya. Aku pernah melihat secara langsung Qiran berbuat lebih gila dari ini, hanya bedanya dulu Qiran melakukan pada orang yang jelas bersalah" ungkap Daddy Jay
"maafkan Daddy Jay" ucap Kakek dengan suara lirih
Daddy Jay tersentak akan permintaan maaf Kakek Attaf "maaf untuk apa dad, Daddy tidak bersalah" tanya Daddy Jay tak mengerti kenapa juga Kakek Attaf yang meminta maaf padahal yang bersalah di sini adalah Lucas
"karena didikan Daddy yang begitu keras pada Qiran dulu, Qiran jadi memiliki kepribadian seperti itu dan hal itu menurun pada Lucas " ucap Kakek Attaf menyesali cara mendidiknya dahulu yang membuat Mommy Qiran menjadi seperti ini
"ini bukan salah Daddy, ini hanya cobaan yang harus di lalu Jay dan Qiran saja Dad" balas Daddy Jay
"Terima kasih Jay" kakek Attaf bersyukur menantunya adalah orang yang bijak dan bisa menerima anaknya apa adanya
"tidak perlu berterima kasih dad, aku mencintai Qiran apapun yang dia miliki jadi jangan berterima kasih pada Jay" balas Jay
"kalau gitu sebaiknya temui istrimu, dia tadi sedikit shock waktu kau mengatakan menyesali penyakit yang di turunkan Qiran pada Lucas" pinta Kakek Attaf
"benarkah Dad" Daddy Jay jadi kepikiran dengan Mommy Qiran
"temuilah dia terlebih dahulu" usul Kakek Attaf
Daddy Jay langsung menuju kamarnya dan benar saja ia mendapati mommy Qiran yang masih menangis sesenggukan
"sayang" panggil Daddy Jay
Mommy Qiran mendongak masih dalam keadaan menangis "maafin Mommy ya dad kalau menurunkan penyakit yang buruk untuk anak kita" ucap Mommy Qiran sesenggukan
" ya ampun mom" Daddy langsung memeluk mommy Qiran
"maafkan Daddy kalau kata-kata Daddy menyakiti hati mommy" ucap Daddy dengan perasaan bersalah
"daddy gak salah tapi emang mommy yang salah karena menurunkan penyakit buruk itu pada anak kita " ucap Mommy Qiran kembali menangis
"maafin daddy... maaf" Daddy Jay tak menyangka ucapannya saat kesal membuat hati istri yang paling di cintainya terluka
__ADS_1