
***
qiran turun dari mobilnya sembari menenteng paper bag berwarna cokelat dan berjalan menuju rumah sakit di mana jay menjalani masa koasnya
“sus, dokter jay ada?” Tanya qiran pada seseorang yang duduk di meja resepsionis di bagian pintu masuk rumah sakit
petugas resepsionis dengan pakaian perawat yang sudah mengenali wajah qiran sebagai cucu pemilik rumah sakit tempatnya bekerja pun tersenyum ramah “mau ketemu dokter jay ya?”
Tanya perawat bernama Lia
“iya, saya mau kasih makan
siangnya” balas qiran menunjukkan paper bag yang ia bawa
“dokter jay sedang memeriksa
pasien bersama dokter kevin, biar saya antar ke ruangannya saja agar nona bisa menunggu di sana” ucap lia memberi saran
“boleh” qiran mengikuti langkah
lia menuju ruangan kerja jay
Lia membuka pintu suatu ruangan “itu meja dokter jay nona” lia menunjuk meja barisan kiri di bagian ujung dekat jendela
“terima kasih” qiran berjalan
masuk dan meletakkan paper bag di atas meja kerja jay
qiran mulai memindai ruang kerja jay yang terdapat 4 meja kerja yang artinya ruangan itu berisi empat orang
Qiran melirik tatanan meja kerja jay, Nampak foto dirinya dan jay yang sedang liburan berdua “ah dia memajangnya” qiran mengamati foto itu, foto di mana qiran dan jay sedang liburan berdua di salah tempat wisata di Inggris
Qiran juga melirik stiky note
yang ada di meja meja kerja jay dan juga computer di meja milik kekasihnya “rajin juga” gumam qiran memindai berbagai catatan yang di tulis jay, yang kebanyakan adalah istilah dalam bidang kedokteran dan treatmen untuk pasiennya
qiran melirik laci kerja jay, dan entah ada dorongan apa dia membuka laci meja kerja jay dengan gerakan pelan
“apa ini” qiran mengangkat sebuah
kotak beludru kotak berwarna biru laut
Dengan dorongan keingintahuan nya yang besar qiran membuka kotak itu “wah bagus” qiran mengangkat sebuah kalung mas putih dengan berliontinkan bentuk matahari
“ceklek” pintu terbuka dan
tampilah seseorang yang di tunggu qiran sedari tadi
“qiran” jay melirik qiran yang
sedang melihat kalung yang ia simpan di lacinya
jay tersenyum simpul melihat apa yang di lakukan qiran “kamu dari tadi?” Tanya jay dengan nada lembut menghampiri qiran
__ADS_1
“iya, lumayan dari tadi. aku di suruh kamu nunggu di sini" balas qiran
jay hanya tersenyum tipis menanggapi "di suruh nenek antar makan siang buat kamu” qiran menujukan paper bag yang ia bawa tadi
qiran mengangkat kalung bentuk matahari yang sempat ia pegang barusan “kamu beli di mana
bagus banget” Tanya qiran terpesona dengan kalung yang sedang ia pegang
Jay menghampiri qiran dan
mengambil kalung yang ada di tangan qiran kemudian berjalan ke arah belakang tubuh qiran.
Jay menyingkap rambut qiran ke samping dan memakaikan kalung itu pada qiran “ini aku beli sudah lama untukmu” ungkap jay
Qiran melirik kalung yang sudah terpasang di lehernya “kok gak
di kasih ke aku dari dulu?” Tanya qiran
“ini hanya kalung murah yang aku
beli tahun lalu. Aku takut tak sesuai seleramu jadi belum aku kasih” balas jay dengan jujur
Qiran beranjak dari duduknya dan
memeluk jay “aku suka kalungnya” jay balas memeluk qiran
jay begitu bahagia qiran suka dengan pemberiannya yang terbilang murah itu walaupun jay harus menabung beberapa lama untuk membelinya tapi tentu bagi qiran yang berasal dari kalangan atas itu sangat mudah ia dapat dan sangat murah atau mungkin bisa di bilang seonggok sampah
balas jay mengusap punggung qiran
Qiran mengurai pelukannya dan
menatap lekat jay “padahal kamu sedang berusaha keras menabung untuk melanjutkan pendidikanmu, malah kamu beliin aku kalung” qiran mencebikkan bibirnya merasa bersalah mengambil bagian uang tabungan jay yang di kumpulkannya dengan susah payah
“untuk kekasihku apa sih yang
enggak”jay mencubit pelan pipi qiran
“ihhh” jangan cubit pipiku nanti jadi
tembem”keluh qiran
“kamu bawain aku makan siang apa?” Tanya jay melirik paper bag yang di bawa qiran
“ada banyak, kata nenek sesekali datang bawain makanan buat kamu jangan kamu terus yang bawain buat aku” ucap qiran menyampaikan ucapan nenek alaya padanya
“kamu yang masak?” Tanya jay
Qiran mencebikkan bibirnya “sudah
tahu aku gak bisa masak kamu nanya aku yang masak apa bukan" kesal qiran mendapati pertanyaan yang sudah jelas apa jawabannya
“maaf” ucap jay dengan sedikit terkekeh
__ADS_1
“oh ya, aku ganggu kamu gak?” Tanya qiran
“tidak kok, shift ku kan sebentar
lagi selesai” balas jay
“ya sudah, ayo makan” ajak qiran
mengeluarkan kotak makan yang ia bawa
“jay, besok tara mau singgah ke
sini seminggu” ucap qiran
“mau nginep tempat kamu?” Tanya jay yang bisa menebak akan menginap di mana tara selama singgah di inggris
Qiran mengangguk “katanya sih iya” balas qiran
“kenapa setahun ini dia selalu
menginap tempatmu padahal sebelumnya dia selalu menginap ke apartemen” Tanya jay
“tidak tahu” qiran mengedikkan
bahunya tanda tak tahu pilihan tara walaupun sebenarnya qiran tahu betul alasan tara memilih tempatnya tapi tentu ia tak bisa memberitahukan jay apa yang coba di sembunyikan tara
"apa kau suka bekerja di sini jay? " tanya qiran
jay nampak berpikir "sejauh ini aku nyaman bekerja di sini, mereka memperlakukanku dengan baik" tersirat raut wajah jau yang seperti di paksakan dan tak di tangkap oleh qiran
"mereka memang baik qiran, tapi lebih karena mereka tahunya aku kekasihmi. kekasih anak pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja. andai saat itu aku sanggup menolak permintaan nenek alaya mungkin aku tak akan secanggung ini di sini" batin jay
"bagaimana jay, enak? " tanya qiran
"ini kan masakan koki handal tentu enak" jay mengusap kepala qiran lembut
qiran terkekeh "walaupun mereka adalah koki handal tapi jika harus memilih masakan siapa yang enak aku lebih memilih masakan kamu jay" sahut qiran
"itu karena mereka tak mahir memasak masakan Korea" ucap jay dengan senyum tipis
"iya, entah mengapa aku lebih suka masakan Korea dan juga Indonesia" kekeh qiran
"itu karena kau lahir dan besar di Korea. sedangkan Indonesia adalah negara asal mommy kamu. banyak waktu yang kamu habiskan di sana selain di Korea" sahut jay
"iya, selain Korea mang aku mencintai Indonesia" balas qiran
"jay, kamu selesai kerja jam berapa? " tanya qiran
jay melirik jam tangannya "sekitar 30 menit lagi shift ku selesai" balas jay
"nanti aku ikut kamu ke apartemen ya" pinta qiran
jay mengusap kepala qiran "tentu saja boleh, itu kan apartemen kamu" balas jay
__ADS_1