You Are My Regret

You Are My Regret
Hari pertama setelah Menikah


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan qiran dan jay sudah selesai di gelar dan para tamu undangan sudah mulai pada pulang


"jay aku capek" qiran menarik lengan jay mengkode pria yang kini sudah sah menjadi suaminya untuk beristirahat


"ya, aku bilang dulu dengan keluarga kita kalau mau istirahat ya" jay berjalan ke arah keluarganya yang duduk agak berjauhan dengan posisi qiran saat ini


"maaf semuanya, aku dan qiran masuk kamar untuk istirahat ya, qiran lelah katanya" ucap jay


"ya sudah istirahat saja jay, qiran pasti kelelahan karena menyambut tamu yang begitu banyak tadi" ucap nenek alaya


"istirahat saja ya, gak usah pakai acara modus, kasihan anakku sedang hamil" sahut daddy attaf


mommy asmira memukul lengan daddy attaf "apaan sih dad, jay kan sekarang suaminya jangan terlalu ikut campur" ucap mommy asmira mengingatkan


"ya kan daddy cuma khawatir aja sama qiran mom" balas daddy attaf dengan muka memelas


"daddy jangan lupa kalau aku dulu dokter jadi jay tahu bagaimana menjaga qiran" ucap jay meneangkan daddy attaf


"ya sih jay, jangan di ingatkan kelakuan saya dulu" kesal daddy attaf "saya sudah mulihin nama kamu kok dan balikin kelulusan kamu jadi ijin praktek kamu bisa keluar lagi ya walaupun mungkin kamu harus belajar dikit lagi kan sudah lama ilmunya gak di pake" ucap daddy attaf


senyum langsung terbit di wajah jay "terima kasih ya dad" balas jay


"segitu senangnya kamu bisa jadi dokter lagi" tanya nenek alaya


"tentu, dokter kan cita-cita asli jay. berubah jadi aktor kan karena ulah daddy saja" kekeh jay


"sudah sana istirahat, katanya qiran lelah" daddy attaf sedikit mendorong jay agar segera pergi


jay menggandengan tangan qiran menuju kamarnya yang ada di lantai teratas gedung hotel milik keluarga Qiran "kamu kenapa begitu senang jay" qiran begitu heran jay tersenyum tanpa henti sedari tadi


"kan kita menikah hari ini" balas jay


"aku tahu kamu senang dengan pernikahan kita tapi seperti ada hal lainnya yang membuat kamu begitu senang" jelas qiran


"karena aku akan mendapatkan anak dari kamu" balas jay

__ADS_1


"ayolah jay, kamu tahu bukan itu maksudku" qiran mulai kesal dengan tingkah jay yang berputar-putar dan tidak langsung menjawab pertanyaan yang ia maksud


jay membuka kamar mereka dan membawa qiran masuk dalam kamar. jay mendudukan qiran di tepi ranjang "daddy kamu membalikan kelulusanku dulu, jadi aku bisa menjadi dokter lagi" ucap jay


"daddy sudah melakukannya" tanya qiran


"iya sudah, tadi daddy ngomong gitu. aku jadi senang banget" balas jay


"maaf ya jay, gara-gara aku dulu kamu jadi harus sempat berhenti jadi dokter" qiran begitu merasa bersalah saat jay harus merelakan cita-citanya karena dirinya


"gak papa sayang, toh sekarang kamu jadi istriku dan "jay mengusap perut rata qiran "kamu memberikan sesuatu yang sangat berharga buatku" ungkap jay


qiran memeluk jay "I love you" ucap qiran


"love you more, my haesbich" balas jay


jay mengurai pelukannya "oh ya qiran, apa aku boleh kembali jadi dokter "tanya jay


"tentu saja boleh, kenapa kau bertanya itu" balas qiran


"ya kan kalau jadi dokter, uangnya gak banyak tapi waktunya kesita banyak" ucap qiran


jay mengerucutkan bibirnya "iya sih, punya istri yang jauh lebih kaya" cicit jay


qiran mengalungkan tangannya di leher jay "aku mencintaimu bukan melihat status ataupun kekayaanmu jay. walaupun dulu kamu hanya seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan dan tidak punya apa-apa saja aku tetap mencintaimu. ya walaupun sekarang setidaknya kau punya cukup banyak sekarang tapi aku benar-benar sangat membutuhkanmu dalam hidupku" ungkap qiran


jay langsung melahap bibir ranum qiran "aku juga sangat membutuhkanmu di hidupku" jay menempelkan keningnya dengan kening qiran "tapi bukan harta kamu ya" ucap jay


"harta hanya titipan jay, kebetulan saja aku punya lebih banyak darimu tapi aku begitu ketergantungan denganmu dan tak bisa jauh darimu" ucap qiran


"pinter banget sih istriku ini membuatku melayang" jay mencubit pelan pipi qiran


"kamu lupa ya kalau aku penulis terkenal, dan sering bikin adegan romantis jadi kata-kata seperti ini bukan hal sulit" balas qiran dengan bangganya


"ngomong-ngomong aku belum tanya loh, kamu dapat ide setiap drama kamu dari mana, jangan bilang dari kisah orang yang deketin kamu" tanya jay

__ADS_1


"hahahhaha" qiran tertawa lantang


"ayolah jay, kamu lupa aku berpakaian seperti apa saat jadi nerissa ningrum" tanya qiran dengan kekehan


"ya kali aja kamu dekat dengan sipa, soalnya adegan itu kadang ngena banget fill nya" balas jay


"sebenarnya itu lebih banyak ngebayangin kalau kita dekat dalam khayalanku, kamu kan sering muncul di TV" balas qiran


"benarkah" tanya jay


"tentu saja" balas qiran


"ya sudah kita mandi dan istirahat ya" jay berjalan ke arah kopernya dan mengambil pakaian dirinya dan juga qiran


"nih sayang, kamu mandi duluan saja, baru aku" jay menyerahkan pakaian ganti untuk qiran


qiran mengernyitkan dahinya "kenapa juga kita harus mandi sendiri-sendiri" tanya qiran


"kata daddy kamu gak boleh ganggu kamu, dan harus biarin kamu istirahat. kalau mandi bareng mana mungkin gak ngapa-ngapain kan" balas jay


qiran kembali terkekeh "sejak kapan kamu jadi nurut sama daddy" tanya qiran tak percaya


"ya kan sekarang aku sudah jadi mantunya jadi gak boleh ngeyel" balas jay


qiran makin terkekeh "kamu lupa kelakuan kamu" qiran mengusap perutnya "kamu pakai dia buat maksa nikah sama aku. dan saat kita buat dia bukankah kamu ngeyel sama daddy. masa cuma karena sudah nikah terus tiba-tiba jadi nurut gitu" tanya qiran tak percaya


jay menggerlingkan matanya "jadi mandi bareng nih" tanya jay menaik turunkan alisnya


"emang biasanya gimana" tanya qiran tak percaya dengan pertanyaan jay


"oke kalau begitu" jay segera mengangkat tubuh qiran untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri


setelah membersihkan diri dan memakai pakaian tidur  jay dan qiran berbaring di atas ranjang berdampingan dengan saling berpelukan  "hari pertama kita menikah sungguh membahagiakan"ucap jay dari dasar hatinya yang begitu bahagia menikahi qiran


"iya, aku juga sangat bahagia kita bisa menikah" qiran memeluk tubuh jay dan menyandarkan kepalanya di dada bidang jay

__ADS_1


"selamat malam dan selamat tidur sayang" jay mengecup kening qiran dalam


"malam dan selama tidur juga jay" balas qiran mulai memejamkan matanya


__ADS_2