
***
Qiran sudah berdandan bak putri di negeri dongeng dengan gaun panjang berenda serta berwarna ungu tersebut dan Nampak sangat cantik di badan Qiran yang tinggi putih dan dengan tubuh proporsional seperti model tersebut
Qiran berjalan dengan langkah percaya diri membawa seikat Bunga segar ke pelataran pantai
“ini pramudia” qiran menyerahkan bunga tersebut pada pramudia
“terima kasih” balas pramudia menerima bunga dari Qiran
Qiran menoleh ke arah tara “bisa kita mulai sekarang?” Tanya qiran
Tara mengangguk “iya” balas tara dengan semangat
Qiran berdiri di atas panggung, di mana ada tara tak jauh di sana. ia akan jadu pemandu acara janji yang akan di ucapkan tara dan pramudia
“mempelai dipersilahkan masuk” pinta qiran dengan suara lantang
Pramudia berjalan dengan membawa seikat bunga ke arah tara yang sudah menunggunya. mereka saling melempar senyuman
Tara terus mengembangkan senyumnya ke arah pramudia yang berjalan ke arahnya. hal yang sudah lama ia tunggu, pramudia kali ini akan jadi miliknya dan akan tinggal satu atap dengannya kali ini
pramudia menegadahkan tangannya ke arah tara yang sudah dekat dengannya
Tara tersenyum menyambut tangan pramudia “sayang” sapa tara tersenyum bahagia pada pramudia yang menjadi kekasihnya semenjak 7 tahun lalu, dan kini mereka akan lebih serius dan akan hidup berdua tak memperdulikan omongan miring orang terhadap hubungan mereka berdua
“silahkan mulai janji cinta kalian”ucap qiran menatap kedua orang di hadapannya
Tara mengangakt mic sembari menggenggam tangan pramudia “pramudia darmawan”seru tara yang di jawab dengan kedipan mata oleh pramudia
“mungkin di mata orang lain, cinta kita salah dan di luar nalar. Tapi bagiku mencintaimu adalah suatu kebenaran. Bersamamu aku benar-benar merasakan kebahagiaan dan kenyamanan”tara mengecup punggung tangan pramudia “aku tak perduli sebanyak apapun dunia mengecam kita,karena yang aku yakini adalah mencintaimu dan terus memperjuangkan cintamu dan membuatmu terus disisiku” ucap tara dengan suara lantang
Mata pramudia sudah mengembun mendengar pernyataan cinta kekasihnya “Kennedy Dirgantara” seru pramudia yang sudah tak sanggup menahan laju air matanya lagi
__ADS_1
Tara mengusap pipi pramudia lembut “awal kita bertemu, aku sudah jatuh hati padamu” tara tersenyum mendapat pernyataan cinta dari pramudia “tapi karena kondisi kita, aku selalu berusaha menepis dan menjauhimu, aku terlalu takut mengahdapi kenyataan” ucap pramudia terkekeh mengingat masa-masa awal mereka mulai mengenal
pramudia mengerucutkan bibirnya “ tapi ternyata sulit sekali menghindarimu, selalu saja ada hal yang mempertemukan kita seolah tuhan mengatakan kau adalah takdirku” pramudia menghela napas panjang “aku akan
mencintaimu di sisa umurku, dan akan pura-pura tuli dengan cemoohan orang tentang cinta kita” ucap pramudia dengan lantang dan penuh isak tangis
Tara langsung memeluk pramudia “aku mencintaimu pram” ucap tara
“aku juga mencintaimu tara” balas pramudia melonggarkan pelukannya mengecup bibir tara dengan rakusnya
Kay dan qiran bertepuk tangan untuk pramudia dan tara yang sedang berpangutan
“andai dulu aku bisa menulikan pendengaranku tentang ucapan orang tuamu padaku. pasti kita masih bersama ” batin jay menatap qiran yang ada di hadapannya
Kay berjalan ke arah jay sahabatnya yang berdiri tak jauh dari dirinya, kay melihat tatapan mata jay yang terus menatap qiran tanpa beralih sedikitpun walau sesaat
“apa hubunganmu dengannya?” Tanya kay menunjuk qiran dengan dagunya
“dia adalah cintaku, sinar matahariku dan juga hidupku” balas jay tak melepaskan pandangan pada qiran
jay tak pernah menceritakan perihal kehidupan pribadinya pada siapapun jadi kay tak begitu tahu masalah qiran dan jay
Jay tersenyum kecut akan pertanyaan kay “andai dia bisa tetap jadi kekasihku seperti dulu” balas jay menyayangkan kenapa hubungannya dulu berakhir
“ah, dia mantan kekasihmu dan kalian masih saling mencintai?” Tebak kay setelah mendengar ucapan jay
Jay tak menjawab pertanyaan kay, menepuk bahu kay dan menghampiri tara dan pramudia “selamat untuk kalian berdua” ucap jay menyalami tara dan pramudia
“terima kasih ya” ucap pramudia tersenyum ke arah jay
“terima kasih” ucap tara menyalami jay
tara masih kesal sebenarnya pada jay, tapi jay adalah sahabat pramudia jadi ia harus menghormati sahabat kekasinya yang memberikan ucapan selamat
__ADS_1
“dan aku sekalian pamit pada kalian, aku tak bisa tinggal lama disini, karena aku ada syuting besok”ucap jay sekalian berpamitan pada tara dan pramudia
“iya jay, terima kasih sudah datang ke acara kami” balas pramudia
Jay berjalan menghampiri qiran yang berdiri tak jauh darinya “apa bisa aku meminta nomor ponselmu?” pinta jay
“maaf jay, aku sudah lama tidak memakai ponsel, aku hanya memakai email untuk berkirim pesan. Emailku masih yang dulu” balas qiran dengan jujur pada jay yang memang tak memakai ponsel, ia hanya memakai telpon kantor dan apartemen serta email dari laptopnya saja
Jay mengangguk paham “baiklah, aku akan menghubungimu melalui email” balas jay
qiran mengernyitkan dahinya " bukankah semalam kau bilang akan melepaskanku" tanya qiran
jay menggengam tangan qiran "bukankah kita masih bisa bertegur sapa" jay menunduk mengusap punggung tangan qiran dengan ibu jarinya , qiran tak mampu menolak ataupun mengiyakan pertanyaan jay
jay mendongak ke arah qiran “sampaikan salamku pada orang tuamu saat kau pulang ke korea” ucap jay
“harusnya kau tahu, mana mungkin aku mengatakan kita bertemu pada orang tuaku” balas qiran tak mengerti akan permintaan jay yang terkesan mustahil itu
Jay tersenyum “see you next time, “my haesbich” ucap jay memeluk qiran dengan erat
Qiran tertegun dengan panggilan yang dulu ia sematkan pada qiran saat mereka masih remaja dan sampai mereka belum berpisah “jangan panggil aku dengan sebutan itu” pinta qiran lirih. Ia begitu sesak saat jay memanggilanya dengan sebutan itu, panggilan sayang jay untuk qiran
Jay hanya tersenyum dan berjalan menjauh meninggalkan qiran yang diam tertegun
memandangi punggung jay yang makin menjauh
Tara menggenggan tangan qiran “are you okay?” Tanya tara khawatir dengan perasaan sahabatnya
Qiran tersenyum “aku ingin sendiri, jangan ganggu aku” qiran melepaskan genggaman tangan tara dengan gerakan pelan
“apa kau akan mengurung diri lagi?” seru tara melihat langkah kepergian sahabatnya
Qiran berbalik “aku mohon tara, jangan komentar apapun” balas qiran berjalan meninggalkan tara dan pramudia
__ADS_1
Pramudia hanya bingung menatap punggung qiran “apa serumit itu hubungan qiran dan jay?” Tanya pramudia
Tara mengangguk mengiyakan “jika hubungan kita rumit, hubungan mereka jauh lebih rumit dari kita. Mereka hanya selalu menahan perasaan mereka walaupun mereka saling mencintai. Yang satu terlalu takut melukai dan yang satu terlalu takut melukai. Dan yang sama dari mereka tak bisa melepaskan satu sama lain” balas tara menilai hubungan sahabatnya