You Are My Regret

You Are My Regret
Hubungan yang rumit


__ADS_3

***


Qiran sudah berdandan bak putri di negeri dongeng dengan gaun panjang  berenda serta berwarna ungu tersebut dan  Nampak sangat cantik di badan Qiran yang tinggi putih dan dengan tubuh proporsional seperti model tersebut


Qiran berjalan dengan langkah percaya diri membawa seikat Bunga segar ke pelataran pantai


“ini pramudia” qiran menyerahkan bunga tersebut pada pramudia


“terima kasih” balas pramudia menerima bunga dari Qiran


Qiran menoleh ke arah tara “bisa kita mulai sekarang?” Tanya qiran


Tara mengangguk “iya” balas tara  dengan semangat


Qiran berdiri di atas panggung, di mana ada tara tak jauh di sana. ia akan jadu pemandu acara janji yang akan di ucapkan tara dan pramudia


“mempelai dipersilahkan masuk” pinta qiran dengan suara  lantang


Pramudia berjalan dengan membawa seikat bunga ke arah tara yang sudah menunggunya. mereka saling melempar senyuman


Tara terus mengembangkan senyumnya ke arah pramudia yang berjalan ke arahnya. hal yang sudah lama ia tunggu, pramudia kali ini akan jadi miliknya dan akan tinggal satu atap dengannya kali ini


pramudia menegadahkan tangannya ke arah tara yang sudah dekat dengannya


Tara tersenyum menyambut tangan pramudia “sayang” sapa tara tersenyum bahagia pada pramudia yang menjadi kekasihnya semenjak 7 tahun lalu, dan kini mereka akan lebih serius dan akan hidup berdua tak memperdulikan omongan miring orang terhadap hubungan mereka berdua


“silahkan mulai janji cinta kalian”ucap qiran menatap kedua orang di hadapannya


Tara mengangakt mic sembari menggenggam tangan pramudia “pramudia darmawan”seru tara yang di jawab dengan kedipan mata oleh pramudia


“mungkin di mata orang lain, cinta kita salah dan di luar nalar. Tapi bagiku mencintaimu adalah suatu kebenaran. Bersamamu aku benar-benar merasakan kebahagiaan dan kenyamanan”tara mengecup punggung  tangan pramudia “aku tak perduli sebanyak apapun dunia mengecam kita,karena yang aku yakini adalah mencintaimu dan terus memperjuangkan cintamu dan membuatmu terus disisiku” ucap tara dengan suara lantang


Mata pramudia sudah mengembun mendengar pernyataan cinta kekasihnya  “Kennedy Dirgantara” seru pramudia yang sudah tak sanggup menahan laju air matanya lagi

__ADS_1


Tara mengusap pipi pramudia lembut “awal kita bertemu, aku sudah jatuh hati padamu” tara tersenyum mendapat pernyataan cinta dari pramudia “tapi karena kondisi kita, aku selalu berusaha menepis dan menjauhimu, aku terlalu takut mengahdapi kenyataan” ucap pramudia terkekeh mengingat masa-masa awal mereka mulai mengenal


pramudia mengerucutkan bibirnya “ tapi ternyata sulit sekali menghindarimu, selalu saja ada hal yang mempertemukan kita seolah tuhan mengatakan kau adalah takdirku” pramudia menghela napas panjang “aku akan


mencintaimu di sisa umurku, dan akan pura-pura tuli dengan cemoohan orang tentang cinta kita” ucap pramudia dengan lantang dan penuh isak tangis


Tara langsung memeluk pramudia “aku mencintaimu pram” ucap tara


“aku juga mencintaimu tara” balas pramudia melonggarkan pelukannya mengecup bibir tara dengan rakusnya


Kay dan qiran bertepuk tangan untuk pramudia dan tara yang sedang berpangutan


“andai dulu aku bisa menulikan pendengaranku tentang ucapan orang tuamu padaku. pasti kita masih bersama ” batin jay menatap qiran  yang ada di hadapannya


Kay berjalan ke arah jay sahabatnya yang berdiri tak jauh dari dirinya, kay melihat tatapan mata jay  yang terus menatap qiran tanpa beralih sedikitpun walau sesaat


“apa hubunganmu dengannya?” Tanya kay menunjuk qiran dengan dagunya


“dia adalah cintaku, sinar matahariku dan juga hidupku” balas jay tak melepaskan pandangan pada qiran


jay tak pernah menceritakan perihal kehidupan pribadinya pada siapapun jadi kay tak begitu tahu masalah qiran dan jay


Jay tersenyum kecut akan pertanyaan kay “andai dia bisa tetap jadi kekasihku seperti dulu” balas jay menyayangkan kenapa hubungannya dulu berakhir


“ah, dia mantan kekasihmu dan kalian masih saling mencintai?” Tebak kay setelah mendengar ucapan jay


Jay tak menjawab pertanyaan kay, menepuk bahu kay dan menghampiri tara dan pramudia “selamat untuk kalian berdua” ucap jay menyalami tara dan pramudia


“terima kasih ya” ucap pramudia tersenyum ke arah jay


“terima kasih” ucap tara menyalami jay


tara masih kesal sebenarnya pada jay, tapi jay adalah sahabat pramudia jadi ia harus menghormati sahabat kekasinya yang memberikan ucapan selamat

__ADS_1


“dan aku sekalian pamit pada kalian, aku tak bisa tinggal lama disini, karena aku  ada syuting besok”ucap jay sekalian berpamitan pada tara dan pramudia


“iya jay, terima kasih sudah datang ke acara kami” balas pramudia


Jay berjalan  menghampiri qiran yang berdiri tak jauh darinya  “apa bisa aku meminta nomor ponselmu?” pinta jay


“maaf jay, aku sudah lama tidak memakai ponsel, aku hanya memakai email untuk berkirim pesan. Emailku masih yang dulu” balas qiran dengan jujur pada jay yang memang tak memakai ponsel, ia hanya memakai telpon kantor dan apartemen serta email  dari laptopnya saja


Jay mengangguk  paham “baiklah, aku akan menghubungimu melalui email” balas jay


qiran mengernyitkan dahinya " bukankah semalam kau bilang akan melepaskanku" tanya qiran


jay menggengam tangan qiran "bukankah kita masih bisa bertegur sapa" jay menunduk mengusap punggung tangan qiran dengan ibu jarinya , qiran tak mampu menolak ataupun mengiyakan pertanyaan jay


jay mendongak ke arah qiran “sampaikan salamku pada orang tuamu saat kau pulang ke korea” ucap jay


“harusnya kau tahu, mana mungkin aku mengatakan kita bertemu pada orang tuaku” balas qiran tak mengerti akan permintaan jay yang terkesan mustahil itu


Jay tersenyum “see you next time, “my haesbich” ucap jay memeluk qiran dengan erat


Qiran tertegun dengan panggilan yang dulu ia sematkan pada qiran saat mereka masih remaja  dan sampai mereka belum berpisah “jangan panggil aku dengan sebutan itu” pinta qiran lirih. Ia begitu sesak saat jay memanggilanya dengan sebutan itu, panggilan sayang jay untuk qiran


Jay hanya tersenyum dan berjalan menjauh meninggalkan qiran yang diam tertegun


memandangi punggung jay yang makin menjauh


Tara menggenggan tangan qiran “are you okay?” Tanya tara khawatir dengan perasaan sahabatnya


Qiran tersenyum “aku ingin sendiri, jangan ganggu aku” qiran melepaskan genggaman tangan tara dengan gerakan pelan


“apa kau akan mengurung diri lagi?” seru tara melihat langkah kepergian sahabatnya


Qiran berbalik “aku mohon tara, jangan komentar apapun” balas qiran berjalan meninggalkan tara dan pramudia

__ADS_1


Pramudia hanya bingung menatap punggung qiran “apa serumit itu hubungan qiran dan jay?” Tanya pramudia


Tara mengangguk mengiyakan  “jika hubungan kita rumit, hubungan mereka jauh lebih rumit dari kita. Mereka hanya selalu menahan perasaan mereka walaupun mereka saling mencintai. Yang satu terlalu takut melukai dan yang satu terlalu takut melukai. Dan yang sama dari mereka tak bisa melepaskan satu sama lain” balas tara menilai hubungan sahabatnya


__ADS_2