
Kakek Attaf melirik ke arah Mommy Qiran "kok kelihatan nambah mendung sih wajah Qia" ucap kakek attaf
"entah lah dad, apa dia bertengkar dengan Lucas ya, apa jangan-jangan dia bohong ke kita kalau gak jadi ke kantor Lucas tapi tahunya dia ke kantor Lucas terus berantem gara-gara Nidya " pikir Mommy Qiran dengan segala pikiran yang mungkin membuat hati Qia bersedih
"coba geh tanya sama Lucas tadi mereka berantem engga" pinta nenek Tasmirah setengah berbisik agar Lala yang sedang sibuk menonton acara TV di samping nya tidak mendengar hal itu
Mommy Qiran menyikut lengan Daddy Jay "tanya geh sama anak daddy" pinta Mommy Qiran melemparkan tugas bertanya pada suaminya
Daddy hanya mencebikkan bibirnya sebal "giliran gini baru nyuruh Daddy" kesal Daddy Jay yang selalu di beri tugas untuk bicara dengan Lucas
Lucas melangkah lesu saat masuk ke dalam rumah, hari ini terasa begitu melelahkan untuknya karena harus menghadapi Nidya yang masih tidak Terima dengan pernikahannya dan tadi Lucas cukup lama bicara dengan Nidya yang terus menyampaikan ketidaksukaannya mengetahui pernikahan Lucas
Sedangkan Lucas tidak ingin menjelaskan secara rinci perihal perihal pernikahannya karena keputusan menikah cukup di ketahui olehnya dan Qia tidak perlu orang lain karena yang menjalani pernikahan adalah dirinya dan Qia bukan orang lain
"lucas sini dulu, daddy mau bicara" pinta Daddy Jay melambaikan tangannya agar mendekat ke arah nya
"ada apa dad" Lucas duduk di hadapan Mommy Qiran
Mommy Qiran melirik ke arah Lala "Lala ini sudah malam, jam 10 loh mending tidur, besok kan sekolah" ucap mommy Qiran
"ya sudah nenek temani tidur ya" nenek Tasmirah menemani Lal untuk tidur di kamar Lala yang ada di lantai 2
Daddy Jay melirik kearah Lala yang sudah masuk dalam kamarnya dan kembali menatap lucas
"kamu berantem sama Qia, Qia kelihatan sedih banget" tanya Daddy Jay
"enggak Dad" elak Lucas
"terus kenapa Qia kelihatan sedih banget hari ini, gak kaya biasanya, tadi saat Daddy pulang gak separah itu, tapi malah setelah bertemu kamu makin sedih aja tuh Qia" heran Daddy Jay
Mommy Qiran terus memindai tubuh lucas, dan mulai memindai warna apa yang ada di kerah anaknya
__ADS_1
mommy Qiran menatap tajam ke arah Lucas "kamu selingkuh Lucas !" sentak Mommy Qiran ke arah Lucas
Lucas membelalakkan matanya lebar "apaan sih mom, ya enggak lah, mana mungkin Lucas selingkuh " lucas tentu tidak terima di katakan selingkuh
Mommy Qiran menunjuk ke arah kerah Lucas yang memakai kemeja berwarna krem sehingga masih terlihat jelas noda apa di kerah baju Lucas "lalu bekas lipstik siapa itu hah!" teriak Mommy Qiran
Lucas memindai pakaiannya, begitu kesulitan melihatnya ia sampai membuka kemejanya dan barulah terlihat jelas ada bekas lipstick di sana
"aku gak tahu mom ini punya siapa" balas Lucas masih tak sadar lipstick siapa itu
"gimana bisa kamu gak tahu, kan kamu yang pakai baju itu" tanya Mommy Qiran dengan wajah marahnya
"Lucas besar-besar gak tabu mom" kisah Lucas
"masa ini lipstik Nidya sih" batin Lucas Berpikir kalau itu lipstik Nidya karena tadi yang memeluk dirinya hanya Nidya saja
"alah, pria emang suka berkilah kalau sedang selingkuh" sinis mommy Qiran
"daddy emang gak permah, tapi kakek Lucas pernah" sahut Mommy Qiran mengalihkan kesalahan pada kakek attaf
karena mommy Qiran pernah mendengar kalau Kakek Attaf sempat ada main perempuan maka dari itu dulu nenek Tasmirah bisa dekat dengan ayah dari daddy Jay
"kok jadi bawa-bawa daddy sih Qiran" kesal kakek Attaf yang di sangkut pautkan
mommy Qiran menatap sinis ke arah Lucas "pasti kamu punya selingkuhan di kantor makanya saat Qia pulang dari kantormu keadaannya tidak baik-baik saja dan Qia beralasan gak jadi ke kantor kamu" tebak Mommy Qiran
Lucas membelalakkan matanya lebar "kapan Dia ke kantor mom" tanya Lucas
"setelah kita ketemu Nidya" balas Mommy Qiran "jadi kamu beneran selingkuh" terus Mommy Qiran
"gawat" Lucas langsung beranjak dari duduknya dan bergegas ke kamarnya tapi tak mendapati istrinya ada di sana
__ADS_1
"Qia kemana mom" tanya Lucas dengan wajah paniknya
mommy Qiran memicingkan matanya ke arah Lucas "awas saja kamu selingkuh, mommy coret kamu hari daftar ahli waris dan mommy ambil semua saham yang sudah mommy kasih dan akan mommy kasih ke danish dan lala saja" ancam Mommy Qiran
"come on mom" pinta Lucas dengan nada frustasi
"ada di kamar Danish" sahut Daddy Jay
Lucas bergegas menuju kamar Danish dan benar saja Qia tidur sambil memeluk putera mereka
Lucas bersiap mengangkat tubuh Qia untuk pindah ke kamarnya "tolong biarin aku sendiri mas, Qia gak sanggup natap mata mas Lucas untuk saat ini " pinta Qia dengan suara lirih pada saat Lucas akan mengangkat tubuhnya
"mas mau jelasin Qia" sela Lucas
"Qia mohon mas, rasanya masih sesak sekali, aku kesulitan bernafas jadi tolong menjauh dari Qia terlebih dahulu" pinta Qia lagi
"baiklah" Lucas terpaksa mengalah pada Qia dan meninggalkan Qia tidur di kamar Danish
Lucas kembali ke kamarnya dengan langkah gontai dan tidak ada tenaga sama sekali
malam itu Lucas tidak bisa tidur sama sekali karena selama hampir 5 tahun menikah, ini kedua kalinya bagi Lucas tidur tanpa Qia. Dulu saja ia tak bisa tidur begitupun hari ini
ingin rasanya merengek pada Qia kalau ia tidak bisa tidur tanpa ada. Qia, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa sebab Qia sedang kecewa berat padanya
"ini yang paling mas takutkan, kamu kecewa sama mas dan jaga jarak dari mas seperti ini" gumam Lucas memilih duduk di depan jendela kamar sambil menatap ke arah Jendela kamarnya yang sengaja ia buka agar bisa melihat pemandangan malam
"bagaimana caranya mas jelasin ke kamu" Lucas mengacak rambut dengan kasar saking frustasinya dengan keadaannya saat ini
jika di kamar Lucas, Pemilik kamar sedang bingung maka berbeda dengan Qia yang hanya diam sambil memeluk puteranya yang sedang tertidur
ukuran ranjang yang kecil tak menjadi hambatan bagi Qia untuk memeluk anak bungsunya "aku gak sekuat itu mas, aku lelah sekali" batin Qia memejamkan matanya dan menangis dalam diam
__ADS_1
untuk pertama kalinya setelah lima tahun menikah, Qia dan Lucas menghadapinya masalah yang begitu sulit mereka atasi