
"sudah semua" tanya Ayah Arman saat melihat buku-buku yang di pilih Mila di bawa ke kasir
"sudah kok om" Mila mengambil kartu dari dalam tasnya tapi langsung di tahan ayah Arman
"untuk yang ini biar om yang bayar" Ayah arman meminta Mila menyimpan kembali kartunya, dan ia yang akan membayar
Mila menerima saja kebaikan hati ayah arman, toh barang itu bukan untuknya jadi tak masalah jika kali ini ayah arman yang membayarnya
"nih mba" ayah arman menyerahkan kartu miliknya untuk membayar belanjaan Mila
"Terima kasih ya om" Mila mencium pipi Ayah arman dengan sekali gerakan membuat ayah arman memegang pipinya sambil menatap Mila yang sedang senyum-senyum
"mba nya sayang banget sama mas itu" ledek pegawai kasir
"iya dong mba, pacar saya gak tanggung-tanggung bayarin belanjaan saya loh" puji Mila dengan senyum manisnya tak perduli ayah arman masih diam mematung karena tindakan spontan Mila
"nih mas kartunya" petugas menyodorkan kartu ayah arman tapi sang pemilik masih terdiam
"maklum mba, saking cintanya sama saya" cicit Mila mengambil kartu milik ayah arman
"ayok mas" ajak Mila menggandeng lengan ayah arman untuk menjauh
"kamu manggil apa tadi" tanya ayah arman saat mereka sudah sampai di parkiran dan pegawai toko mulai memasukan buku-buku yang sudah di beli ke dalam bagasi mobil
"apa emangnya" balas Mila
"tadi loh Mila" ucap Ayah Arman
"oh, mas ya.. " Mila tersenyum ke arah ayah arman "hari ini kan temanya kita lagi ngedate, jadi di depan orang panggil mas dong, kalau manggil om nanti di kira Mila sugara baby lagi" kekeh Mila
ayah Arman tersenyum dan mengusap kepala Mila dengan lembut "kalau kita jalan berdua atau ketemu anggota keluarga kita lebih baik panggil mas deh, biar lebih meyakinkan kalau kita akan menikah" usul Ayah Arman
__ADS_1
Mila mengangguk "iya mas" balas Mila tanpa canggung
***
sebelum mengantar Mila pulang, ayah Arman mengajak Mila untuk makan malam di salah satu restoran ternama di Jakarta
"kenapa gak makan di pinggir jalan itu sih mas" rengek Mila umah ingin makan di pinggir jalan
"di sana rame Mila, kamu pakai pakaian kaya gini, gak mau ah kalau anak muda itu jelalatan ke kamu" balas Ayah Arman
"lebay deh mas" Mila melangkah lebih dulu meninggalkan ayah arman dan ayah arman hanya menghela nafas melihat tingkah Mila yang sedang merajuk
tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang memandangi keduanya dengan raut wajah tak percaya "awalnya akun gak percaya loh kalau mereka mau menikah, tapi setelah melihat ini aku jadi yakin kalau arman benar-benar akan menikahi Mila" ucap seorang pria menyadarkan lamunan seorang wanita yang begitu heran melihat penampilan ayah arman yang begitu berbeda dari biasanya
perempuan itu menoleh ke arah sangat pria "apa maksud mas dengan bilang mas arman akan menikahi Mila" tanya wanita dengan raut wajah tak percaya
"ayolah Sari, kamu gak sehebat itu sampai membuat arman cinta mati padamu. yang di lakukan dia ke kamu hanya atas dasar kasihan, dan saat dia tahu kamu bohongin dia, rasa itu pasti langsung hilang dengan mudahnya " sinis pria itu yang tak lain adalah Jordan
Sari menoleh ke arah ayah Arman dan Mila yang masih sempat berdebat tentang apa yang akan mereka pesan, tapi kesannya malah begitu mesra dan saling menyayangi "bagaiman bisa dia tetap bahagia setelah berpisah denganku" gumam Sari dengan kesedihan yang begitu kentara di wajahnya
Sari menatap tajam ke arah Jordan "ayah dan ibu memang sama saja, Sama-sama suka merebut kebahagiaanku" gerutu Sari beranjak dari duduknya
Sari melangkah lebar ke arah Mila dan Ayah Arman yang masih saja berdebat kecil "puas kamu merebut kebahagiaanku! " teriak Sari menggebrak meja Mila dan ayah Arman
"apa-apaan ini Sari" bentak Ayah Arman tak Terima Sari membentak Mila
bisik-bisik pelanggan mulai terdengar dan mengira Sari sedang melabrak ayah Arman yang tengah berselingkuh
"kamu ninggalin aku dan milih wanita itu mas" tunjuk Sari
Ayah Arman melirik Jordan yang berada tidak jauh dari tempat duduknya "tolong jaga martabatmu Sari, kita gak ada hubungan apapun, dan harusnya kamu jaga perasaan suami kamu yang ada di seberang sana" ayah Arman menunjuk ke arah Jordan yang hanya duduk tak menanggapi Sari yang sedang mencari perkara
__ADS_1
"ya ampun, aku kira istri lagi memergoki suaminya selingkuh tahunya istri yang kegatelan" bisikan demi bisikan terdengar sampai ke telinga Sari membuat Sari begitu malu
"minta tolong jaga sikap kamu, saya di sini mau makan sama calon istri saya" tegas Ayah arman menunjuk ke arah Mila yang masih duduk tenang di samping ayah Arman
Sari menunjuk ke arah Mila "kamu dan ibumu sama saja, Sama-sama perebut kebahagiaan orang lain" tukas Sari uang sudah terlanjur emosi
Mila menatap lurus ke arah Sari "kalau sampai pria di hidupmu memilih menjauh harusnya kamu koreksi dulu apa yang kurang dari dirimu, kamu itu wanita yang kurang bersyukur" Mila menunjuk ke arah Jordan "sudah tahu kalau pria itu tidak mencintaimu dan hanya menginginkan anak denganmu saja tapi kamu masih nekat menikah dengannya hanya karena iming-iming harta! " Mila menunjuk ke arah Sari dengan tatapan tajamnya "dan kau membohongi seseorang hanya demi mendapat kasih sayang, padahal dia juga bisa menghidupi mu, kau terlalu serakah mbak tidak mau melepaskan fasilitas mewah yang sejak menikah kamu dapatkan" Mila meluapkan marahnya saat itu karena sudah terlanjur malu jadi sekalian saja
"dan untuk seseorang, harusnya kamu tahu resiko apa yang kamu dapat jika sampai kedua pasangan aneh itu bahwa aku sudah tahu segalanya" ucap Mila melirik ke arah Jordan membuat Jordan mengepalkan tangannya kuat
"prok prok prok" Mila bertepuk tangan tiga kali membuat sekelompok orang berkumpul di depan Mila
"aku mau kalian urus semua yang ada di sini, gak boleh ada yang tersebar keluar atau kau bisa menghadapi sendiri kemarahan Darmawangsa, pria berdarah dingin itu" titah Mila pada para anak buahnya
"baik nona" para pengawal itu langsung bekerja mengamankan setiap pengunjung dan meminta ponsel mereka, serta mengambil rekaman CCTV restoran
Jordan melangkah lebar ke arah Mila "jangan mengancamku Mila" tegur Jordan
"kamu selamat karena ayahku memilih diam, tapi jika dia tahu istrimu itu" Mila menunjuk ke arah Sari "mengusikku dan mencoba mempermalukan aku, apa kamu pikir akan selamat" Mila terkekeh "apa mamahku akan menolong cinta pertamanya... " sindir Mila dengan seringainya
Jordan mengepalkan tangannya erat dan Mila bisa melihat itu "mamahku tidak akan pernah melepas ayahku" ucap Mila dengan yakinnya
Mila menoleh ke arah Ayah Arman "maaf mas" Mila menunduk dan memilih pergi dari sana
Ayah Arman menahan tangan Mila "mas antar" Ayah Arman menarik tubuh Mila menjauh meninggalkan kekacauan yang di buat Sari di sana
Ayah Arman membawa Mila masuk dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan area restoran
"apa kamu baik-baik saja" tanya Ayah Arman membuka obrolan tapi Mila hanya diam saja
"drrrrtttt" ponsel ayah Arman bergetar
__ADS_1
ayah Arman memasang earphone miliknya agar bisa mengangkat panggilan itu "halo, dengan siapa" tanya ayah Arman saat yang memanggilnya adalah nomor baru
"ini aku ayahnya Mila, saya minta tolong hibur dia, atau paling tidak buatlah dia menangis jangan biarkan dia menahan kesakitan" pinta seorang pria yang mengaku sebagai ayah dari Mila