
Lucas berjalan masuk ke dalam rumah untuk menjemput istrinya dan juga putri sambungnya karena mereka sudah ada janji temu dengan seseorang “sudah siap Qia” Tanya Lucas saat melihat Qia tengah duduk di sofa ruang keluarga bersama mommy Qiran dan juga Lala
Mommy Qiran menoleh ke arah Lucas “mau di ajak ke mana mantu mommy” Tanya Mommy Qiran melirik tidak suka kearah Lucas yang mengganggu obrolannya bersama Qia perihal keseharian Lucas di Bandung
“kalau mau ghibahin Lucas nanti kan masih banyak waktu, Lucas sudah ada janji sama kak Reagen sebelum kak Reagen ngajak Zahira dan anaknya ke Inggris” ucap Lucas
“lah emang anak Reagen sudah berapa usianya, kok sudah di bawa ke Inggris” Tanya Mommy Qiran
“kayanya bulan lalu, genap setahun deh mom tapi Lucas juga gak terlalu paham soalnya Lucas kan belum pernah lihat anak kak Reagen jadi mungkin Lucas salah ingat” balas Lucas
“ya sudah, nitip salam buat Reagen sama Zahira ya” ucap Mommy Qiran
“oke mom” Lucas langsung menghampiri Lala dan langsung menggendong tubuh mungil Lala
“ih ayah, jangan di gendong mulu loh, lala kan sudah gede” protes Lala
“bagi ayah Lala anak kecilnya ayah” balas Lucas tak mau berkompromi dengan Lala
Qia hanya bias menggelengkan kepalanya melihat perdebatan yang sebetulnya tak penting “ayok Qia” ajak Lucas menggandeng tangan Qia
Qia menahan sebentar tangan Lucas dan menoleh ke arah Mommy Qiran “Qia sama Lala ikut mas Lucas dulu ya mom” pamit Qia
“iya Qia, hati-hati di jalan ya” pinta Mommy qiran
“iya mom” Qia mengikuti langkah suaminya menuju mobil yang terparkir di halaman
Lucas membukakan pintu untuk Qia “silahkan masuk ibu ratu” ucap Lucas bergaya seperti seorang pelayan
Qia terkekeh akan kelakuan Lucas “apaan sih mas” sindir Qia
Setelah mempersilahkan Qia untuk duduk barulah, Ia membantu Lala untuk duduk di kursi belakang dan memasangkan sabuk pengaman untuk Lala
Setelah di rasa anak dan istrinya sudah siap, Lucas melajukan mobilnya membelah jalanan “kita ketemu teman kakak di mana “ Tanya Qia
“di rumahnya” balas Lucas dengan singkat
__ADS_1
Qia menoleh ke belakang dan memindai setiap sudut mobil suaminya “kita ke sana gak bawa apa-apa” Tanya Qia
Lucas mengerutkan keningnya “bawa apa emang” heran Lucas
“ya ampun mas” Qia menepuk dahinya menanggapi ketidaktahuan suaminya
“nanti kita mampir toko kue atau toko buah ya” pinta Qia
“buat apa, di rumah bukannya stok buah masih banyak ya, dan kue juga ada” Tanya Lucas masih tak paham arah pembicaraan Qia
“ya itu buat kita berkunjung ke rumah teman mas loh, masa kita ke sana hanya dengan tangan kosong ya gak enak lah mas, uang banyak masa beli buah tangan gak bisa” balas Qia
“terserah kamu saja deh” Lucas melajukan mobilnya ke arah sebuah toko kue ternama untuk membeli beberapa kue yang di pilih oleh Qia, tak lupa mereka juga mampir untuk membeli parsel buah sebagai buah tangan
menempuh perjalanan 20 menit dari toko buah Lucas beserta istri dan anaknya sampai di kediaman Reagen "wah rumahnya indah banget ya mas" puji Qia akan pemandangan rumah Reagen dan Zahira
"emang rumah mommy engga indah" tanya Lucas
Qia menggandeng tanga Lucas yang membawa parsel buah "bukannya gak indah sih mas, cuma kerasa kurang hidup aja, di rumah mommy kan cuma ada tanaman hijau doang, yang warna-warni gak ada" balas Qia dengan jujur
"ya sudah tinggal minta pelayan buat menanam bunga di halaman, sepertinya masih ada space cukup banyak buat tanam bunga deh" balas Lucas
Qia memencet bel rumah Reagen dan langsung di sambut pelayan di rumah Reagen "tunggu dulu ya pak, bu, saya panggil tuan dan nyonya dulu" pamit wanita berpakaian daster panjang dengan motif kotak-kotak
"sini lala" Lucas mengajak Lala duduk di tengah dirinya dan Qia
"wah Lucas!" teriak Reagen membuat Qia langsung terkejut
Lucas menatap tajam Reagen "jangan teriak-teriak dong kak, biasa saja, anak aku jadi kaget"protes Lucas menunjuk Qia dengan ekor matanya
Reagen memindai wanita hamil dan anak kecil yang di samping Lucas "dia siapa Lucas" tunjuk Reagen pada Qia
Lucas meraih tangan Qia dan menggenggam tangan Qia "dia istriku kak, dan anak yang manis ini adalah anak kami" balas Lucas
"wah" mulut Reagen menganga lebar mendengar Lucas membawa istrinya "gak nyangka kamu bisa nikah juga, kirain gak bisa move on kamu" sindir Reagen
__ADS_1
"kakak" protes Lucas melirik ke arah Qia mengingatkan kalau sekarang ada istrinya
"ooops sorry, suka kelupaan kalau Lucas masih menaruh hati pada wanita di masa lalunya padahal dia sudah menikah, saya mohon maaf ya" ucap Reagen merasa tidak enak dengan Qia karena kelewatan dalam bicara
Qia tersenyum tipis ke arah Reagen "gak papa kok ..." Qia nampak ragu memanggil Reagen dengan sebutan apa
"panggil Kak Reagen saja, sama seperti Lucas" sahut Reagen yang tahu kalau Qia kebingungan akan memanggil dirinya
"iya kak Reagen, Qia ngerti kok kalau wanita di masa lalunya masih membekas di hati tapi setidaknya untuk saat ini suamiku hanya akan bersama saya dan begitu menyayangi serta menghargai saya" balas Qia
"wah " Reagen berdecak ke arah Lucas "beruntung banget kamu bisa dapat wanita sepengertian ini" kagum Reagen akan pembawaan Qia yang tenang saja saat dirinya membahas wanita di masa lalu Lucas padahal mereka sudah menikah
"tentu" Reagen dan Lucas mengobrol banyak hal dan Qia hanya mendengarkan saja sebab ia tidak terlalu paham pembicaraan Reagen dan Lucas
Reagen melirik ke arah Qia yang hanya diam saja "ya ampun keasyikan mengobrol sampai lupa kalau ada orang lain" Reagen memanggil pelayan rumahnya untuk meminta zahira dan anaknya ke ruang tamu
"nanti ngobrol sama istri kakak saja, kebetulan dia seumuran dengan kamu. Kakak lagi temu kangen nih sama Lucas" ucap Reagen meminta bantuan istrinya nanti untuk menemani Qia mengobrol
"iya kak" balas Qia
tak lama kemudian Zahira datang dengan menggandeng anak perempuan yang begitu menggemaskan karena badannya begitu bulat
"wah lucu banget bu" Lala menghampiri Zahira dan anak Zahira
"namanya siapa " tanya lala begitu gemas dengan bayi bulat di hadapannya
"a..i....sa..." balas bayi mungil itu
lala mengernyitkan keningya "siapa, gak ngerti" bingung Lala tak paham bahasa anak kecil itu
"namanya Arissa Raudhah Javerson, biasa di panggil risa" balas Zahira
"ajak istri sama anaknya Lucas buat ngobrol dulu ya sayang, mas mau ngobrol sama Lucas dulu setahun kita gak ketemu jadi ada yang banyak pengen kakak omongin" pinta Reagen
"iya mas" Zahira melirik ke arah Qia
__ADS_1
"ayo mba kita ngobrol di ruang bermain Rissa saja, biar lebih enak soalnya anak saya lagi aktif-aktifnya" ajak Zahira
"iya mba" Qia berpamitan pada suaminya dan mengikuti langkah Zahira ke ruangan bermain Risa yang berada tidak jauh dari ruang tamu