You Are My Regret

You Are My Regret
Mengatasi suami saat ngambek


__ADS_3

Nidya cukup gugup saat melihat suaminya yang sedang kesal padanya karena harus menunggu selama dua jam dari waktu yang di janjikan


Nidya mencoba mengontrol emosinya dan menghilangkan rasa takutnya. Nidya sudah bersama Lucas selama bertahun-tahun tentu ia punya metode tersendiri untuk mengatasi Mood Lucas yang sedang dalam kondisi tak baik-baik saja


Nidya menundukkan wajahnya dengan muka sedih "ya sudah kalau mas marah Nidya pulang saja" Nidya berbalik ke belakang dan melangkahkan kakinya dengan pelan meninggalkan ruangan Lucas


"grab" tangan Nidya langsung di cekal oleh Lucas saat akan meraih kenop pintu


"yang minta kamu pulang siapa" tanya Lucas masih dalam mode kesalnya


"ya tadi kan mas kelihatan marah sama Nidya, ya sudah mending Nidya pulang saja" balas Nidya dengan muka memelasnya


Lucas meraup wajahnya dengan kasar "bukan itu maksud mas sayang" ungkap Lucas dengan raut wajah sendunya


walaupun Lucas sedang sangat kesal karena istrinya tak segera datang tapi bukan berarti ia marah, ia hanya takut kalau terjadi apa-apa dengan istrinya apalagi istrinya tidak bisa di hubungi sama sekali


dalam hati Nidya bersorak gembira saat Lucas sudah memanggilnya sayang, tapi ia tak akan semudah itu merubah raut wajah sedihnya "kalau gak marah kenapa tadi bentak Nidya" tanya Nidya masih dengan menundukkan wajahnya


Lucas membawa Nidya ke dalam pelukannya "mas hanya khawatir sama kamu sayang, harusnya kamu sampai dua jam lalu dan saat mas nanya ke sopir juga kamu sudah mau sampai tapi kamu nya gak datang-datang mana ponsel kamu gak bisa di hubungi pula" jelas Lucas


Nidya memeriksa ponselnya yang ia letakan di dalam tas selempangnya untuk mengecek apakah ada panggilan dari Lucas "ah maaf mas, aku gak denger kamu nelpon aku" Nidya menatap Lucas dengan wajah penuh rasa bersalah "ternyata aku lupa menguba mode silent yang aku pakai di ponsel tadi pagi" jelas Nidya akan alasannya kenapa tak menjawab panggilan suaminya


"lain kali pastikan ponsel kamu berdering jadi kamu bisa mendengar panggilan dari ponsel kamu " ucap Lucas


"iya mas, maaf ya" ucap Nidya


"iya" Lucas kembali memeluk Nidya dengan hangat

__ADS_1


"oh ya mas, tadi aku cari ketua bagian HRD tapi gak ada, terus sekertaris mas itu gimana? mas pegang CV nya gak? Nidya mau lihat profilnya kaya apa dulu" Nidya menengadahkan tangannya ke arah LUcas meminta CV sekertaris Lucas yang baru


"mas gak pegang, coba mas tanya Lia dulu apa dia pegang atau tidak" Lucas buru-buru menelpon Lia untuk meminta CV sekertaris Lucas


"permisi pak" Lia meminta izin untuk masuk ruangan Lucas


"masuk aja Lia dan kasih CV calon sekertaris saya ke istri saya" pinta Lucas


"ini nyonya" Lia menyerahkan beberapa CV yang akan di seleksi sebagai sekertaris Lucas


Nidya menerimanya dan menatap Lia "kamu di jelasin tentang prospek orang-orang ini tidak" tanya Nidya


"enggak nyonya, yang tahu pak Alex kalau saya gak tahu apa-apa" balas Lia


" ya sudah kamu ke ruangan Alex dan suruh dia ke sini" pinta Nidya


Nidya memicingkan matanya ke arah Lucas "gak boleh" tanya Nidya


"bukan gitu sih, cuma heran saja sampai seselektif itu kamu tentang sekertaris mas padahal jabatan lain di perusahaan kamu gak pernah ikut campur" balas Lucas


"tentu Nidya harus selektif mas, sekertaris itu hampir setiap hari bersama kamu jadi Nidya harus paham karakter orang yang akan ada di sekitaran mas" jelas Nidya masih sibuk membaca satu demi satu CV dari para pelamar


"kamu jangan khawatir mas tertarik sama mereka sayang, mas kan cintanya sama kamu doang" timpal Lucas


"Nidya tahu kalau mas sayang sama Nidya dan cinta sama Nidya tapi hidup gak ada yang tahu mas, terkadang perselingkuhan bukan terjadi atas perencanaan tapi ketidaksengajaan dan biasanya yang jadi selingkuhan adalah orang yang tidak punya karakter jadi Nidya harus tetap menjaga suami Nidya dari bahaya pelakor yang bertebaran bagai debu dan terlalu banyak" balas NIdya


Lucas menyunggingkan senyumnya "berasa di cintai banget deh sama istri tercinta" kekeh Lucas

__ADS_1


"nidya emang cinta banget sama mas" balas Nidya dengan segurat senyum di wajah cantiknya


Nidya menghentikan halamannya saat melihat foto orang yang ia kenal "kok dia ikut di sini mas, kan dia masih belum selesai kuliah" tanya Nidya penuh selidik


"siapa emangnya yang" Lucas menghampiri Nidya untuk melihat siapa yang Nidya maksud


"iya, kok ada di sini ya" Lucas membaca profil pelamar dan memang tertera bahwa perempuan itu masihlah Mahasiswa semester 5 "nanti mas coba tanya Alex ya" ucap Lucas bertepatan dengan Alex yang masuk ke ruangan Lucas setelah mengetuk pintu ruangan Lucas


"sini Alex" Lucas melambaikan tangannya memanggil Alex agar mendekat "ada apa tuan" tanya Alex saat dirinya sudah sampai di dekat Lucas dan Nidya


"kenapa ada nama Ara di sini, setahu saya kan Ara belum selesai kuliah dan sekertaris saya mana bisa anak yang masih kuliah mana kuliahnya di luar negeri lagi" tanya Lucas


Alex membaca CV Ara yang memang benar ada di sana "CV ini di kasih sama nyonya besar tuan tapi harusnya gak di sini" ungkap Alex yang tahu jika Ara memang mengajukan magang di perusahaan tempat ia bekerja melalui perantara Mommy Qiran


"Mommy ku yang ngajuin ke sini" tanya Lucas kembali


"iya tuan, tapi harusnya dia masuk ke bagian marketing atau perncanaan sesuai dengan jurusannya tapi gak tahu juga kenapa bisa di sini mungkin pak Ardi gak sengaja nyelipin CV Ara di sini" jelas Alex


Nidya mencebikkan bibirnya "untung Nidya periksa kalau gak bisa aja yang kepilih jadi sekertaris mas itu Ara" ucap Nidya mencebikkan bibirnya sebal


"ya ampun sayang" Luca memeluk sang istri dan mengkode Alex untuk keluar ruangannya


"jangan marah dong, masa masih cemburu saja sama sepupu kamu yang satu itu" ucap Luca


Nidya menatap kesal Lucas "ia lah mas, biar gimana pun dia suka sama mas, bisa aja karena sering ketemu nanti mas tertarik sama Ara dan ninggalin Nidya" ucap Nidya dengan mata berkaca-kaca


"berapa kali mas tegasin kalau mas hanya cinta sama kamu sayang, kalau menurut kamu ara gak boleh di sini, dia bisa kok di pekerjakan di kantor cabang, kantor mas kan banyak" balas Lucas yang ingin menenangkan istrinya

__ADS_1


__ADS_2