
Zahira masih ingat dengan jelas kejadian dua tahun lalu saat ia pulang ke rumah karena ada buku sekolahnya yang tertinggal, ia melihat ayah kandungnya Arman Malik Ja'far tengah berguling di atas ranjang tanpa busana bersama Sari yang ia kena sebagai sahabat mamanya
hati Zahira begitu hancur dan shock melihat sesuatu yang harusnya tidak ia lihat. Zahira berteriak dan marah pada ayahnya yang berzinah di rumahnya dengan wanita yang katanya adalah sahabat mamanya
"Kami tidak berzinah zahira, Sari istri ayah jadi ayah berhak menyentuhnya dan tidak ada yang salah dengan apa yang kami lakukan" kata-kata itu selalu teringat di benak Zahira, betapa kecewanya Zahira pada sang ayah yang selama 16 tahun hidupnya begitu ia hormati dan sayangi, menikah lagi dengan wanita lain hanya berjarak dua minggu setelah kematian mamanya, bahkan makam mamanya masih basah dan kesedihan pasca meninggalnya sang mama masih Zahira rasa dengan kuat
sebenarnya Zahira bukanlah anak yang egois, saat mamanya meninggal waktu itu, ia juga sempat berpikir bagaimana jika ayahnya menikah lagi nanti....dan jawaban Zahira tidak masalah karena ayahnya berhak untuk bahagia dan tidak harus terikat dengan seseorang yang sudah tidak ada tapi yang paling membuatnya kecewa adalah waktu pemilihannya dan orang yang di pilih ayahnya sebagai pengganti mamanya
Sari, adalah orang yang Zahira kenal sebagai sahabat mamanya yang katanya sangat menyayangi mamanya tapi kenapa dia menikahi suami sahabatnya, apalagi hanya dengan jarak dua minggu saja....? kalau memang Sari benar sahabat mamanya setidaknya iya harus menunggu paling tidak 40 hari setelah kematian mamanya bukannya hanya berjarak dua minggu yang itu tandanya wanita itu hanya wanita bermuka dua pikir Zahira saat itu
"Zahira" panggil pria paruh baya yang Zahira sadar betul suara siapa itu
Zahira memejamkan matanya sejenak "kalau anda meminta saya kembali ke rumah, jawabannya tidak" ucap Zahira tanpa bertanya pada sang pemilik suara alasan kedatangan pria itu
"kamu itu seorang gadis Zahira, tidak sewajarnya tinggal di luar seorang diri" ucap Arman Malik Ja'far, selaku ayah Zahira
Zahira menoleh ke arah para pegawainya "mba Ana, mba Ria dan mas Ditto kalian pulang saja lebih dulu nanti biar saya yang tutup toko" pinta Zahira sebab ia tidak ingin masalah keluarganya jadi tontonan publik
"iya nona" balas ketiganya serempak
ketiganya juga tidak ingin ikut campur dengan urusan keluarga bos mereka jadi lebih baik menyingkir saja, toh melihat dari tampang Zahira dan Arman yang begitu mirip, itu bisa menandakan kalau dia adalah ayah Zahira
__ADS_1
Zahira melihat para pegawainya yang sudah pergi, ia menatap tajam ke arah ayahnya "aku memang seorang gadis tapi aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Zahira datar
"ayah cuma gak mau kamu sampai lepas pengawasan dan terlibat pergaulan bebas Zahira" balas Ayah Arman
Zahira tersenyum kecut akan anggapan ayahnya terhadap dirinya, apakah ayahnya lupa bagaimana didikan maanya terhadap dirinya selama ini yang selalu mengutamakan agama dan menjaga diri dan selalu mengutamakan tuhannya ketimbang hal lain "kalau sampai itu terjadi itu tandanya kesalahan ayah" tunjuk Zahira pada wajah ayahnya
Zahira begitu kesal pada ayahnya sampai melanggar ajaran yang sudah di berikan mamanya untuk bertutur kata baik dan hormat pada ayahnya
"untuk itu sebagai ayah kamu, ayah berhak memaksa kamu untuk pulang" balas Ayah Arman tak kalah lantang
Zahira berdecih "Zahira tidak sudih tinggal serumah dengan wanita bermuka dua macam dia" tunjuk Zahira pada muka Sari yang ada tepat di sebelah ayahnya
"Zahira!" bentak Ayah Arman yang tak membuat Zahira gentar sama sekali "apa ayah pernah mengajari untuk bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua hah!" bentak Ayah Arman
"dia istri ayah jadi dia bukan wanita lain, dia ibu kamu" tegas ayah Arman
"dia memang istri ayah tapi bukan ibuku, ibuku hanya satu yaitu mama Aisyah jika nanti ada ibu lain itu hanya ibu mertuaku saja" balas Zahira tak ada rasa takut sama sekali
Ayah Arman mengusap wajahnya kasar "keluarga besar kita sudah tahu pernikahan ayah dan mereka sudah menerimanya jadi tolong jangan memperdebatnya lagi Zahira" pinta Ayah Arman berusaha sekuat mungkin merendahkan nada bicaranya
"keluarga besar kita juga tidak ada yang memaksa atau meminta Zahira untuk pulang ke rumah, malahan mereka meminta Zahira untuk menagih warisan mamah Zahira pada ayah karena dua bulan lagi Zahira genap berusia 18 tahun" balas Zahira
__ADS_1
"ayah tidak akan menyerahkan warisan kamu sebelum kamu menikah" balas Ayah Arman
Zahira mengerutkan keningnya "bagaimana bisa ayah mengambil hak anak ayah hah!" kesal Zahira
"ayah cuma gak mau kamu salah dalam memakai warisan kamu dan berakhir kamu tidak memiliki apa-apa" balas Ayah Arman
"gak usah munafik deh yah, emang Zahira gak tahu kalau beberapa tanah milik bunda di agungkan bank untuk suntikan modal perusahaan ayah" sahut Zahira
"jaga kata-kata kamu ya Zahira" Ayah Arman tentu tidak terima di tuduh seperti itu oleh Zahira
"Om Firman udah cerita semua ya sama Zahira, jadi gak usah berusaha nutupin itu semua dari Zahira" Zahira pernah mendengar dari kakak Mamanya yang bernama Firman bahwa beberapa tanah milik adik sekaligus mama Zahira di gunakan sebagai jaminan di Bank karena kebetulan ada beberapa tanah yang masih menjadi satu dengan miliknya karena memang tanah yang di miliki Mama Zahira adalah harta warisan dari mendiang kakek dan nenek Zahira dari pihak mamanya
"harusnya kamu tahu kalau om kamu itu tidak suka sama ayah dari dulu" balas Ayah Arman
"pokoknya aku gak peduli ya yah, aku mau semua warisan aku balik ke tanganku lagi setelah hari ulang tahunku, atau ayah akan menerima surat tuntutan dari Zahira" kali ini Zahira tidak ingin mengalah dengan ayahnya sebab semua harta itu adalah milik mamanya jadi ayahnya tidak ada hak sama sekali mengambil itu apalagi ayahnya sudah menikah dengan wanita lain dan melupakan mamanya dengan begitu cepat
"ayah tetap tidak akan mengembalikan itu sebelum kamu menikah, ayah asih bisa menahannya selagi kamu belum menikah, jadi terima saja" balas Ayah Arman
"ayah ngancam aku" tanya Zahira tak percaya bahwa ayahnya yang dulu begitu lembut dan menyayanginya bahkan dulu selalu memberi apapun yang ia minta malah sekarang mencoba merebut haknya
"kalau itu permasalahannya, maka saya akan menikahi Zahira secepatnya" seru seseorang yang langsung menginterupsi perdebatan antara ayah dan anak itu
__ADS_1
Zahira, Ayah Arman sekaligus Sari menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang . Mata Zahira terbelalak lebar saat tahi siapa yang bilang akan menikahinya dengan segera