You Are My Regret

You Are My Regret
Berpulangnya adik membuat cucu dari kakak kelimpungan


__ADS_3

ayah Arman menatap bingung ke arah Mila terlebih ke arah pria yang sedang memeluk wanita yang di panggil Mila sebagai 'mamah'


"mamah ngapain! " teriak Mila tidak suka mamahnya berpelukan dengan pria yang bukan ayahnya


wanita yang di panggil mama oleh Mila itu pun buru-buru melerai pelukannya "tadi mas Jordan baru antar mama pulang, jadi mama meluk mas Jordan buat berterima kasih " ucap Mama Listya berusaha bicara dengan setenang mungkin


"ayah kemana, kenapa gak bareng sama mamah" tanya Mila tak mendapati ayahnya ada bersama mamahnya


"ayah tadi mampir ke kantor dulu, mungkin dia nginep di kantor" balas Mama Listya


Mama Listya melirik ke arah Ayah Arman "dia siapa Mila" tanya Mama Listya


Mila refleks melingkarkan tangannya di lengan ayah Arman membuat ayah Arman melirik ke arah Mila dengan tatapan terkejut karena wanita di sampingnya tiba-tiba saja begitu dekat dengannya


"di kekasih Mila mah" balas Mila membuat ayah Arman membelalakkan matanya lebar


tak terkecuali dengan pria di samping mama Listya sebab pria itu tahu betul siapa Ayah Arman, bagaimana bisa ayah arman berhubungan dengan Mila dan sejak kapan


***


Nidya tengah mengajak bermain Daiyan di halaman rumah agar bisa lebih mudah berjemur di bawah sinar matahari pagi yang begitu hangat


"Daiyan" panggil seorang wanita muda berlarian ke arah Daiyan dan juga Nidya


Daiyan langsung mengenali suara itu "ma.. ma mama" panggil Daiyan dengan suara khas anak-anak sebab Daiyan sudah mulai belajar bicara sejak beberapa bulan lalu tapi masih bahasa sederhana


Edeline memeluk erat anaknya "mamah kangen banget" Edeline langsung menghujani wajah Daiyan dengan ciuman sebab Edeline begitu merindukan anaknya yang sudah lama tak ia temui selama berbulan madu


"a.. a..ah" Daiyan memutar tubuhnya menghadap jonathan meminta di gendong Jonathan


"anak ayah" jonathan mengambil Daiyan dari gendongan istrinya dan ikut menciumi wajah Daiyan membuat Daiyan tertawa riang bertemu kedua orang tuanya


Edeline menoleh ke arah Nidya "makasih ya kak, sudah ngurus anak Edeline selama Edeline pergi" ucap Edeline begitu tulus


"Sama-sama edeline, malah kakak yang seneng banget kamu pergi dan nitipin Daiyan di sini jadi kakak ada teman main" balas Nidya


Jonathan yang masih mengendong anaknya pun mendekat ke arah Nidya "terima kasih ya Nidya sudah urus pekerjaan om selama om pergi, om dengar dari sekertaris om kalau kerjamu cepat dan pekerjaan untuk satu minggu ke depan pun sudah kamu selesaikan" ucap Jonathan


"aku hanya bantu pekerjaan suamiku om, kalau om pergi kelamaan kan biasanya mas Lucas suka marah-marah" balas Nidya

__ADS_1


"oh ya, masuk yuk" ajak Nidya pada pasangan tersebut


Edeline menggandeng lengan suaminya masuk ke dalam rumah kedua orang tua Edeline


"Mommy" Edeline langsung memeluk erat Mommy Qiran


Mommy Qiran balas memeluk putrinya "tumben, manja gini" heran Mommy Qiran akan kelakuan putrinya padahal bulan lalu ia masih menatap sinis pada Mommy Qiran


"pengen saja" balas Edeline masih memeluk mommy Qiran


"ada-ada saja" kekeh Mommy Qiran


"oh nyonya" panggil Jonathan


mommy Qiran langsung menatap tajam ke arah Jonathan "jangan panggil aku nyonya jo, sekarang kau kan menantuku jadi panggil Mommy saja sama seperti Edeline" sahut Mommy Qiran


"iya, mommy" Jonathan menggaruk tengkuknya yang tak gatal sebab merasa aneh memanggil wanita berjarak usia beberapa tahun dengannya dengan sebutan mommy


"begini mom, untuk beberapa bulan apa boleh merepotkan anda" tanya Jonathan dengan hati-hati


Mommy Qiran mengerutkan keningnya "merepotkan apa, selagi mommy bisa bantu pasti mommy bantu" balas Mommy Qiran


"apa! Edeline hamil! " teriak mommy Qiran membuat semua orang terkejut akan teriakan mommy Qiran


Edeline langsung mengurai pelukanya dan menatap mommy Qiran "jangan bilang mommy gak suka aku hamil" ketus Edeline masih trauma akan kehamilannya dulu


"ya ampun sayang" Mommy Qiran kembali memeluk tubuh Edeline "mommy malah seneng banget kamu sedang hamil, mommy akan punya cucu lagi" ucap Mommy Qiran dengan senyum cerahnya mendengar Edeline hamil lagi


mommy Qiran mengurai pelukannya dan menatap Edeline dengan binar bahagia "gimana ceritanya kamu tahu sedang hamil" tanya Mommy Qiran


Edeline mulai menceritakan bagaimana ia bisa mengetahui kabar kehamilannya sebelum pulang ke Indonesia


"syukur banget kamu gak papa dan kandungan kamu sehat padahal setiap hari pasti Jonathan menggempur kamu " sahut kakek Attaf yang baru saja bergabung dan mendengar kabar kehamilan Edeline


"iya kek, Edeline bersyukur banget kehamilanku ini cukup kuat" balas Edeline dengan senyum cerahnya saat bercerita kehamilan keduanya


di tengah kebahagiaan mereka, tanpa mereka sadari ada seorang yang berusaha sekuat tenaga menahan sakit di dadanya saat mendapati kabar kehamilan Edeline


Bagaimana tidak, hampir tiga tahun menikah tapi Nidya masih belum di beri kepercayaan memiliki anak oleh Tuhan karena kondisi Lucas

__ADS_1


"Dad" panggil nenek Tasmirah dengan raut wajah sedihnya


"ada apa mom" kakek Attaf tentu ikut khawatir melihat wajah istrinya yang terlihat tidak baik-baik saja


"Dad" nenek Tasmirah berlari ke arah kakek Attaf dan memeluknya erat


"hiks hiks hiks" nenek Tasmirah menangis membuat ia makin bingung apa yang terjadi dengan istrinya


"akhtar Dad" cicit Nenek Tasmirah masih dengan isak tangis


"ada apa dengan akhtar mo, ngomong yang jelas dong" tuntut Kakek Attaf


"akhtar sudah meninggalkan kita semua dad, tadi Aiden baru nelpon mommy buat ngabarin" jelas Nenek Tasmirah masih sibuk menangis


"om akhtar" mommy Qiran tentu ikut bersedih mendengar kabar om nya


"mommy" Edeline langsung memeluk mommy Qiran ikut bersedih dengan kabar kematian kakek akhtar, adik satu-satunya Kakek Attaf


"kenapa Tuhan lebih cepat manggil akhtar mom, daddy kan jauh lebih tua darinya" cicit Kakek Attaf yang ikut bersedih akan kabar kematian adiknya


kabar kematian kakek Akhtar langsung tersiar dengan cepat begitupun daddy Jay dan Lucas yang ikut mendengar itu


"pulang sekarang Lucas, kita akan terbang ke Inggris setelah bicara dengan keluarga kita" ucap Daddy Kau yang kini mengabari Lucas perihal kematian kakek Attaf


"apa Nidya harus ikut ke sana dad" tanya Lucas


"jangan gila kamu Lucas! " teriak Daddy Jay


"jangan karena rasa cemburu mu itu kamu lupa kalau yang meninggal itu adik kakek kamu, yang itu berarti juga kakek kamu" bentak Daddy Jay


"maaf dad, Lucas hanya terlalu takut jika sampai Nidya di ambil olehnya apalagi sekarang tak ada yang di takutinya lagi sejak kematian kakek Akhtar" balas Lucas


"harusnya kamu percaya sama Nidya, segila-gilanya Aiden, dia tidak akan menyakiti atau memaksa Nidya " tegas Daddy Jay


"iya dad" balas Lucas


Lucas jadi uring-uringan sendiri dengan kematian kakek Akhtar. Hal yang paling ia takuti adalah kehilangan Nidya, jika orang lain mungkin dia akan dengan mudah melawan atau membunuh pria itu tapi bagaimana dengan Aiden william Ghazanfer, anak dari kakek Akhtar yang tak lain dan tak bukan adalah om nya, om nya itu mempunyai kuasa yang jauh lebih besar dari pada dirinya. Keluarga Ghazanfer memiliki kekayaan jauh di atasnya bahkan di Indonesia. saja ia masih kalah di bawah om Aiden nya, apalagi jika orang itu mengerahkan seluruh kekuatan serta kekayaan yang tersebar di banyak negara yang tak bisa ia jangkau


terkadang ia kesal setiap mengingat daddy Jay menyerahkan warisan keluarga barneet pada om Adrian jadi ia tak bisa menambah kekuatan untuk mengalahkan pria yang mencoba merebut istrinya sedari dulu

__ADS_1


__ADS_2