
***
Hari masuk kuliah pun tiba, kini jay dan qiran masuk ke pelajaran di semester 2
qiran menghampiri jay ke gedung kuliahnya “hai jay” sapa qiran
“hai qiran” sapa jay balik
“nih” qiran memberikan paper bag besar untuk jay
“apa ini “ jay melirik paper bag yang di bawa qiran tanpa mau mengambilnya
“ini oleh-oleh dari uncle, katanya uncle sangat berterima kasih padamu saat harus menjaga nenek hampir dua bulan, tanpa ada aku ataupun uncle” ucap qiran menyampaikan pesan dari uncle akhtar
“oh” jay akhirnya mau mengambil paper bag tersebut setelah mendengar ucapan qiran
“ya sudah aku masuk kelas dulu, nanti kita makan bareng di kantin ya” ucap qiran berniat kembali ke kelasnya
“tapi aku bawa bekal qiran, jadi gak perlu ke kantin nanti kita makan bekal yang aku bawa saja ” sahut jay
Qiran memindai tubuh jay “kok gak lihat kamu bawa kotak bekal, biasanya kan selalu kamu bawa” Tanya qiran tak mendapati tas bekal yang selalu di bawa jay saat kuliah
“ada di mobil” balas jay
Qiran langsung menepuk keningnya “aku lupa kalau sekarang kau ada mobil” kekeh qiran melupakan jay yang sekarang memiliki mobil
“iya untuk itu aku berterima kasih banget sama uncle kamu yang sudah kasih aku mobil” balas jay bahagia bisa memiliki mobilnya sendiri sekarang
“itu hanya mobil yang gak pernah di pakai uncle saja, menurut uncle lumayan ngurangin space garasi biar dia bisa beli lagi” kekeh qiran mengingat setiap ucapan uncle akhtar
uncle akhtar memberikan jay salah satu mobil yang di miliki uncle akhtar karena sudah menjaga nenek alaya selama dua bulan. sebenarnya uncle akhtar menawari jay mobil baru, tapi jay kekeh tak mau menerimanya, alhasil uncle akhtar memberikan salah satu koleksi mobilnya yang jarang ia pakai
“tapi tetap saja aku berterima
kasih, kalau beli sendiri mana mampu aku” balas jay dengan jujur
“ya sudah jay, aku ke kelas ya”
qiran melambaikan tangannya meninggalkan jay
*
Seusai kelasnya berakhir, jay
berjalan dengan menenteng paper bag besarnya ke arah mobilnya yang terparkir di halaman parkir gedung kuliahnya
“tit tit tit” jay membuka
mobilnya meletakkan paper bag tersebut dan mengambil kotak makan yang ada dalam
mobilnya
Sebelum menutup pintu mobil jay
menghubungi qiran “qiran, kau sudah selesai belajarnya?” Tanya jay
“sudah, bentar lagi aku menyusul”
qiran langsung mematikan ponselnya dan bergegas menghampiri jay
Jay hanya tersenyum lalu menutup
mobilnya dan menekan kunci mobilnya “tit tit tit”
Jay beranjak dari mobilnya “jay”
panggil seorang wanita tinggi putih, dan berpakaian seksi
Jay berbalik kebelakang, ia
__ADS_1
mengernyitkan dahinya “who?” Tanya jay
wanita tersebut mengernyitkan dahinya “you don't know me?” Tanya wanita tersebut
Jay langsung menggeleng “maaf,
saya tidak tahu anda” balas jay dengan datar
Wanita tersebut tersenyum dan
mengarahkan tangannya ke arah jay “kalau begitu ayo kita berkenalan “ajak
wanita tinggi, putih dan terlihat sekali bahwa dia adalah orang inggris “ namaku Catherine louise,
bisa kau panggil kate” ucap wanita tersebut yang tak lain dan bukan adalah kate teman satu kelas jay di jurusan kedokteran
Jay memandang heran tangan yangndi arahkan padanya “apa kita harus berkenalan?” Tanya jay
Kate berdecih, bagaimana bisa ada
pria yang mengabaikannya padahal seumur hidup belum ada pria yang
mengabaikannya “kita itu satu kelas jay” seru kate tak suka dengan pertanyaan jay
“maaf tapi aku tak mengenalimu, jadi kita tak di haruskan berkenalan” balas jay tak mau menjabat tangan kate, yang menurutnya terasa asing
Qiran yang sedang berjalan menuju
parkiran melihat jay bersama kate “siapa dia” gumam qiran berjalan melangkah ke arah jay
“jay” panggil qiran
Jay langsung menoleh dan tersenyum “hai, my haesbich” sapa jay melambaikan tangannya
Kate menatap sengit qiran “dia
Qiran berdiri dekat dengan jay “siapa?” Tanya qiran menggunakan bahasa korea menunjuk kate
jay mengedikkan bahunya “tidak tahu” balas jay menggunakan bahasa korea
Qiran melirik kate, memindai tubuh kate dari atas sampai bawah dan tahu betul arti tatapan kate pada jay
“aku qiran, kau…” qiran mengajak
kate berjabat tangan
“kate” kate menyalami qiran
dengan terpaksa
“apa ada sesuatu?” Tanya qiran melepas jabatan tangannya
“aku hanya ingin mengobrol, kau
siapanya jay ya?” Tanya kate
“ah” qiran langsung menggandeng
lengan jay “I am his girlfriend” balas qiran
“what!” pekik kate tak menyangka jay yang di taksirnya beberapa lama ini sudah memiliki kekasih
“apa ada masalah” Tanya qiran
“tidak ada ” kate bergegas pergi
meninggalkan qiran dan jay
Jay memicingkan matanya melihat kepergian kate, dan kembali menatap qiran “ayo makan” ajak jay
__ADS_1
Jay dan qiran memilih bangku
panjang yang ada di bawah pohon besar di sekitaran gedung kuliah jay
“jay suapin ya” pinta qiran dengan
nada manja
“ampun deh” jay berdecak malas akan tingkah qiran tapi tetap saja dia menyuapi qiran
“aku cape banget menulis sejak
tadi” keluh qiran menerima suapan dari tangan jay
“salah sendiri ngambil banyak
jurusan” balas jay
“Cuma dua, kok di bilang banyak”
kesal qiran
Jay mengusap kepala qiran lembut
“ iya sih yang strong” kekeh jay
saat Tengah asik menyantap makan siang mereka, ada seseorang yang menghampiri mereka “wah makan berdua nih” Thomas ikut duduk mengambil makanan di tangan jay tanpa meminta izin terlebih dahulu
“kebiasaan kak Thomas ini, main
serobot aja” sungut qiran
“ya ampun qiran, pelit amat sama
kakak, yang masak aja gak protes” sahut thomas masih sibuk mengunyah makanan
yang di bawa jay
Jay tersenyum simpul “gak papa
qiran kalau kak Thomas mau ikut makan, aku kan bawa banyak” sahut jay
Kak Thomas menunjuk jay dengan
senyum mengembang “tuh, yang bawa makanan aja gak protes” Thomas makin semangat makan membuat qiran makin kesal
Qiran menatap iba pada jay “tapi
jatahku kan jadi berkurang jay” keluh qiran
Dada jay makin berdegup kencang
melihat wajah qiran yang begitu imut di matanya “nanti aku masakin makan malam
juga deh” sahut jay sedikit gugup
Qiran langsung memeluk jay “terima kasih” ucap qiran begitu senang jay akan memasakan makan malam untuknya
Thomas menatap datar kedua orang yang sedang berpelukan itu “makin hari makin aku gak percaya kalian gak pacaran” Thomas membenarkan posisi duduknya menatap qiran dan jay
“sekarang bilang padaku kalian
pacaran atau tidak?” Tanya Thomas dengan nada penuh selidik
“iya/tidak” qiran dan jay
menjawab dengan kompak tapi dengan jawaban yang berbeda
Thomas memandang qiran “jadi yang benar yang mana, iya” Thomas beralih menatap jay “atau tidak” Thomas ingin meminta kepastian pada juniornya itu
__ADS_1