You Are My Regret

You Are My Regret
Pacaran? atau tidak?


__ADS_3

***


Hari masuk kuliah pun tiba, kini jay dan qiran masuk ke pelajaran di semester 2


qiran menghampiri jay ke gedung kuliahnya “hai jay” sapa qiran


“hai qiran” sapa jay balik


“nih” qiran memberikan paper bag besar untuk jay


“apa ini “ jay melirik paper bag yang di bawa qiran tanpa mau mengambilnya


“ini oleh-oleh dari uncle, katanya uncle sangat berterima kasih padamu saat harus menjaga nenek hampir dua bulan, tanpa ada aku ataupun uncle” ucap qiran menyampaikan pesan dari uncle akhtar


“oh” jay akhirnya mau mengambil paper bag tersebut setelah mendengar ucapan qiran


“ya sudah aku masuk kelas dulu, nanti kita makan bareng di kantin ya” ucap qiran berniat kembali ke kelasnya


“tapi aku bawa bekal qiran, jadi gak perlu ke kantin nanti kita makan bekal yang aku bawa saja ” sahut jay


Qiran memindai tubuh jay “kok gak lihat kamu bawa kotak bekal, biasanya kan selalu kamu bawa” Tanya qiran tak mendapati tas bekal yang selalu di bawa jay saat kuliah


“ada di mobil” balas jay


Qiran langsung menepuk keningnya  “aku lupa kalau sekarang kau ada mobil” kekeh qiran melupakan jay yang sekarang memiliki mobil


“iya untuk itu  aku berterima kasih banget sama uncle kamu yang sudah kasih aku mobil” balas jay bahagia bisa memiliki mobilnya sendiri sekarang


“itu hanya mobil yang gak pernah di pakai uncle saja, menurut uncle lumayan ngurangin space garasi biar dia bisa beli lagi” kekeh qiran mengingat setiap ucapan uncle akhtar


uncle akhtar memberikan jay salah satu mobil yang di miliki uncle akhtar karena sudah menjaga nenek alaya selama dua bulan. sebenarnya uncle akhtar menawari jay mobil baru, tapi jay kekeh tak mau menerimanya, alhasil uncle akhtar memberikan salah satu koleksi mobilnya yang jarang ia pakai


“tapi tetap saja aku berterima


kasih, kalau beli sendiri mana mampu aku” balas jay dengan jujur


“ya sudah jay, aku ke kelas ya”


qiran melambaikan tangannya meninggalkan jay


*


Seusai kelasnya berakhir, jay


berjalan dengan menenteng paper bag besarnya ke arah mobilnya yang terparkir di halaman parkir gedung kuliahnya


“tit tit tit” jay membuka


mobilnya meletakkan paper bag tersebut dan mengambil kotak makan yang ada dalam


mobilnya


Sebelum menutup pintu mobil jay


menghubungi qiran “qiran, kau sudah selesai belajarnya?” Tanya jay


“sudah, bentar lagi aku menyusul”


qiran langsung mematikan ponselnya dan bergegas menghampiri jay


Jay hanya tersenyum lalu menutup


mobilnya dan menekan kunci mobilnya “tit tit tit”


Jay beranjak dari mobilnya “jay”


panggil seorang wanita tinggi putih, dan berpakaian seksi


Jay berbalik kebelakang, ia

__ADS_1


mengernyitkan dahinya “who?” Tanya jay


wanita tersebut mengernyitkan dahinya “you don't know me?” Tanya wanita tersebut


Jay langsung menggeleng “maaf,


saya tidak tahu anda” balas jay dengan datar


Wanita tersebut tersenyum dan


mengarahkan tangannya ke arah jay “kalau begitu ayo kita berkenalan “ajak


wanita tinggi, putih dan terlihat sekali bahwa dia adalah orang inggris “ namaku Catherine louise,


bisa kau panggil kate” ucap wanita tersebut yang tak lain  dan bukan adalah kate teman satu kelas jay di jurusan kedokteran


Jay memandang heran tangan yangndi arahkan padanya “apa kita harus berkenalan?” Tanya jay


Kate berdecih, bagaimana bisa ada


pria yang mengabaikannya padahal seumur hidup belum ada pria yang


mengabaikannya “kita itu satu kelas jay” seru kate tak suka dengan pertanyaan jay


“maaf tapi aku tak mengenalimu, jadi kita tak di haruskan berkenalan” balas jay tak mau menjabat tangan kate, yang menurutnya terasa asing


Qiran yang sedang berjalan menuju


parkiran melihat jay bersama kate “siapa dia” gumam qiran berjalan melangkah ke arah jay


“jay” panggil qiran


Jay langsung menoleh dan tersenyum “hai, my haesbich” sapa jay melambaikan tangannya


Kate menatap sengit qiran “dia


Qiran berdiri dekat dengan jay “siapa?” Tanya qiran menggunakan bahasa korea menunjuk kate


jay mengedikkan bahunya “tidak tahu” balas jay menggunakan bahasa korea


Qiran melirik kate, memindai tubuh kate dari atas sampai bawah dan tahu betul arti tatapan kate pada jay


“aku qiran, kau…” qiran mengajak


kate berjabat tangan


“kate” kate menyalami qiran


dengan terpaksa


“apa ada sesuatu?” Tanya qiran melepas jabatan tangannya


“aku hanya ingin mengobrol, kau


siapanya jay ya?” Tanya kate


“ah” qiran langsung menggandeng


lengan jay “I am his girlfriend” balas qiran


“what!” pekik kate tak menyangka jay yang di taksirnya beberapa lama ini sudah memiliki kekasih


“apa ada masalah” Tanya qiran


“tidak ada ” kate bergegas pergi


meninggalkan qiran dan jay


Jay memicingkan matanya melihat kepergian kate, dan kembali menatap qiran “ayo makan” ajak jay

__ADS_1


Jay dan qiran memilih bangku


panjang yang ada di bawah pohon besar di sekitaran gedung kuliah jay


“jay suapin ya” pinta qiran dengan


nada manja


“ampun deh” jay berdecak malas akan tingkah qiran tapi tetap saja dia menyuapi qiran


“aku cape banget menulis sejak


tadi” keluh qiran menerima suapan dari tangan jay


“salah sendiri ngambil banyak


jurusan” balas jay


“Cuma dua, kok di bilang banyak”


kesal qiran


Jay mengusap kepala qiran lembut


“ iya sih yang strong” kekeh jay


saat Tengah asik menyantap makan siang mereka, ada seseorang yang menghampiri mereka  “wah makan berdua nih” Thomas ikut duduk mengambil makanan di  tangan jay tanpa meminta izin terlebih dahulu


“kebiasaan kak Thomas ini, main


serobot aja” sungut qiran


“ya ampun qiran, pelit amat sama


kakak, yang masak aja gak protes” sahut thomas masih sibuk mengunyah makanan


yang di bawa jay


Jay tersenyum simpul “gak papa


qiran kalau kak Thomas mau ikut makan, aku kan bawa banyak” sahut jay


Kak Thomas menunjuk jay dengan


senyum mengembang “tuh, yang bawa makanan aja gak protes”  Thomas makin semangat makan membuat qiran makin kesal


Qiran menatap iba pada jay “tapi


jatahku kan jadi berkurang jay” keluh qiran


Dada jay makin berdegup kencang


melihat wajah qiran yang begitu imut di matanya “nanti aku masakin makan malam


juga deh” sahut jay sedikit gugup


Qiran langsung memeluk jay “terima kasih” ucap qiran begitu senang jay akan memasakan makan malam untuknya


Thomas menatap datar kedua orang yang sedang berpelukan itu “makin hari makin aku gak percaya kalian gak pacaran” Thomas membenarkan posisi duduknya menatap qiran dan jay


“sekarang bilang padaku kalian


pacaran atau tidak?” Tanya Thomas dengan nada penuh selidik


“iya/tidak” qiran dan jay


menjawab dengan kompak tapi dengan jawaban yang berbeda


Thomas memandang qiran “jadi yang benar yang mana, iya” Thomas beralih menatap jay “atau tidak” Thomas ingin meminta kepastian pada juniornya itu

__ADS_1


__ADS_2