You Are My Regret

You Are My Regret
Pulang atau menginap


__ADS_3

Adrian menyetrika pakaian Mika yang sudah kering dengan begitu telaten. untuk orang yang tidak mengenal adrian mungkin akan melongo melihat seeorang CEO sedang menyetrika pakaian seorang diri di malam hari


setelah selesai menyetrika pakaian Mika, adrian membawa pakaian itu ke arah mika yang sedang menonton Tv di ruang tengah apartemen miliknya "mika nih mas bawain baju kamu, udah di set...." belum selesai adrian berucap,  ia harus di suguhi keadaan Mika yang sedang tertidur di sofa


"ya ampun" adrian duduk di dekat mika dan menutupi tubuh mika dengan selimut agar Mika tidak kedinginan


"selamat tidur cantik" adrian mengusap kening Mika yang tertutupi rambut mika yang tergerai berantakan karena tertidur


adrian memilih duduk di sofa di seberang mika lalu membuka laptop miliknya untuk memeriksa pekerjaannya yang sempat tertunda karena pulang cepat hari ini. masih sibuk dengan pekerjaannya adrian melirik ke arah jam dinding "ya ampun jam sepuluh" melihat jam yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam, adrian buru-buru mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang


"halo tara" sapa adrian


"hai kak, ada apa tumben nelpon" tanya tara


"gini, tadi kan mika ikut aku ke apartemenku buat bersihan pakaian kotor akibat ulah adikmu itu eh malah dia basah semua karena bilang baru pertama kali nyuci" belum selesai adrian bercerita sudah terdengar suara tertawa tertahan di seberang sana


"aku belum selesai cerita tara" kesal adrian


"ya sudah lanjut saja, aku dengerin kok" balas tara


"pakaiannya basah semua, terus numpang nyuci di sini, sampai nunggu pakaiannya kering, giliran pakaiannya sudah kering eh malah ketiduran dia, aku tadi nyelesain kerjaan aku sampai gak lihat jam buat bangunin dia, sekarang dia masih tidur, gimana mau aku bangunin atau mau kamu jemput pulang" tanya adrian


"aku sudah di rumah, dan kassy gak di rumah bisa ngambek istriku kalau di tinggal sendiri jam segini. izinin nginep sana saja ya soalnya kasihan juga kalau dia pulang jam segini, jarak apartemen kamu sama rumahku kan jauh" balas tara


"ya sudah kalau gitu" balas adrian mengakhiri panggilannya


adrian memandangi wajah tidur Mika yang begitu tenang "kamu kaya putri tidur kalau gini" adrian mengangkat tubuh Mika dan membawanya masuk dalam kamarnya


adrian membaringkan tubuh mika ke ranjang miliknya dan menyelimuti mika sampai batas dada sedangkan adrian kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih tertunda tadi

__ADS_1


***


Mika mengerjapkan matanya melirik sekitar "di mana ini" mika mengumpulkan nyawanya yang serasa belum terkumpul semua "aku bukan di kamarku ya" mika berjalan keluar kamar dan baru sadar bahwa dia masih di apartemen milik bosnya saat melihat adrian yang masih serius berkutik di depan laptopnya dan beberapa berkas yang berceceran di meja


mika berjalan mendekat ke arah adrian, dan melirik jam dinding yang ada di dinding apartemen adrian yang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari "mas adrian kok belum tidur" tanya Mika menarik kursi di depan adrian dan duduk tepat di hadapan adrian


adrian mendongak dan melepas kacamatanya, sedikit memijit pangkal hidungnya yang seras cukup lelah "masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan, kenapa kamu bangun di jam segini tidur lagi saja ini masih dini hari loh" balas adrian


"maaf ya mas kalau saya ketiduran di sini" mika menepuk jidatnya teringat sesuatu "mampus aku gak ngabarin kak tara" mika ingin mencari ponselnya yang seingatnya semalam di tinggalkan di sofa


melihat Mika yang sedang bingung mencari sesuatu yang dia kira pasti ponsel mika pun geleng-geleng kepala "saya sudah mengabari kakak kamu bahwa kamu ketiduran di sini dan katanya kamu di izinkan menginap" ucap adrian


mika mengelus dadanya dan bernafas lega " syukur deh" mika menoleh menatap adrian "terima kasih ya mas sudah ngabarin kak tara" ucap Mika


"iya, gak masalah" adrian kembali memakai kacamatanya dan meneruskan pekerjaannya


"iya, lumayan sering, kadang saya lebih suka ngerjain di rumah karena males kalau ada yang ganggu" balas adrian begitu fokus dengan pekerjaannya


"jadi aku ganggu nih mas" tanya mika merasa sudah mengganggu adrian


"kalau kamu berisik terus iya" balas adrian masih sibuk memainkan jemarinya di atas papan keyboard


melihat adrian yang begitu serius dengan pekerjaanya Mika memilih kembali ke kamar adrian dan kembali tidur, agar tidak mengganggu adrian bekerja


***


adrian meregangkan tanganya dan memutar tubuhnya sampai berbunyi saking lelahnya dia duduk semalaman di sana " sudah pagi toh' adrian melirik jam dinding di ruang tamu sudah menunjukkan pukul 5 pagi, adrian memilih membuat sarapan terlebih dahulu sebelum membersihkan diri, toh hari ini adalah akhir pekan jadi bisa malas-malasan nanti dan tidur seharian


setelah selesai memasak adrian berjalan masuk kamarnya dan geleng-geleng kepala melihat posisi tidur Mika yang menekukan tubuhnya sambil memeluk kedua lututnya "kalau aku gak tahu batasan sudah aku makan kamu" gumam adrian menutup tubuh mika dengan selimut

__ADS_1


bagaimana tidak adrian ingin memakan Mika, dia tidur dengan kemeja adrian yang berukuran oversize itu tanpa menggunakan celana, sehingga benda segitiga bermuda itu terpampang jelas di depan adrian, dan andai adrian adalah orang mesum pasti habis mika di tangan adrian karena memamerkan kaki jenjang mulus miliknya itu


adrian memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan agar tubuhnya terasa lebih segar karena semalaman ia tidak tidur dan sibuk menyelesaikan pekerjaannya


saat adrian sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian santainya ia masih melihat Mika tertidur padahal ini sudah pukul 8 pagi. adrian berjalan ke arah ranjangnya dan menepuk pelan bahu mika "mika" panggil mika


"mika" adrian terus memanggil mika tapi tak kunjung ada reaksi dari sang pemilik nama "mika" adrian sedikit mengguncang tubuh mika agar bergerak tapi mika masih betah di dunia mimpinya


"mika" panggil adrian cukup kencang


"euggghhh" mika menggeliatkan tubuhnya sedikit "masih ngantuk kak lensi, ini kan akhir pekan jangan bangunin aku napa" gumam mika masih dengan mata terpejam


adrian geleng-geleng kepala melihat kelakuan mika yang ternyata susah sekali di bangunkan "bangun sekarang atau saya cium kamu" ancam adrian


"hmmmmm" mika hanya berdehem saja dan masih betah memejamkan matanya


"mas cium beneran ini" ancam adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Mika "bangun atau saya beneran cium" ucap adrian saat wajah adrian dan mika mungkin hanya berjarak 3 cm saja


ucapan adrian menyadarkan mika kalau mika tidak di rumahnya dan masih di rumah bosnya, dengan cepat mika bangun dan membuka matanya


"cup" dan sialnya ia lupa ancaman adrian jadi tidak memperhitungkan posisinya saat ini saat mika terburu bangun dari tidurnya sehingga dua benda kenyal itu saling bertemu dengan tepat sasaran membuat kedua pasang bola mata itu melebar dengan sempurna akan posisi mereka saat ini yang begitu mengejutkan


saking kagetnya, posisi itu terjadi cukup lama sampai pada saat mika sadar dan langsung memundurkan wajahnya dan membenarkan posisi duduknya "maaf mas, saya kaget tadi jadi saya refleks bangun dan gak sengaja nabrak bibir mas adrian" ucap mika dengan penuh sesal


adrian memegang bibirnya yang bersentuhan dengan mika tadi dan menatap mika dengan tatapan yang sulit di artikan "kau mencuri ciuman pertamaku, jadi kau harus bertanggung jawab" ucap adrian dengan nada merajuk


"haaa" mika melongo mendengar penuturan adrian


dalam benak mika, apaan adrian meminta tanggung jawab untuk ciuman tak sengaja itu dan apa tadi yang di bilang adrian, ciuman pertama? seorang pria matang berusia 35 tahun belum pernah ciuman, gilaaaa teriak mika dalam batinnya

__ADS_1


__ADS_2