
Nidya menatap sinis ke arah Qia yang masih ada dalam genggaman tangan Lucas. Lucas yang melihat itu langsung menggeser tubuh Qia agar berlindung di belakang tubuhnya
"berapa kali mas bilang kalau mas minta maaf sama kamu Nidya, mas sungguh menyesali yang terjadi dulu, tapi mas gak bisa berbuat apapun karena itu memang sudah terjadi" ucap Lucas masih terus meminta maaf pada Nidya berulang kali akan perbuatannya dulu pada Nidya
"kalau mas menyesal kenapa mas menikah lagi" tanya Nidya masih tidak Terima jika Lucas menikah lagi bahkan memiliki anak dari wanita lain
Sebab Nidya masih ingat betul kalau dulu Lucas bilang tidak akan menikahi wanita lain selain dirinya dan hanya akan memiliki anak dengannya tapi apa yang terjadi sekarang tidak sesuai dengan ucapan Lucas dulu
"karena mas masih hidup dan hidup harus tetap berjalan, jadi apa salahnya mas melanjutkan hidup dengan wanita yang mau menerima mas apa adanya " balas Lucas
"gak bisa seperti itu dong mas" protes Nidya
Qia menggeser tubuh Lucas dan menatap lurus ke arah Nidya "lalu apa yang kamu mau" tanya Qia berusaha bersikap tenang di depan Nidya sebab Lucas juga sudah mengatakan perihal Nidya yang masih tidak Terima jika Lucas kembali menikah
"aku mau kamu ikut merasakan apa yang aku rasakan dulu, kehilangan anak sama sepertiku" balas Nidya
"Nidya!" teriak Lucas dan mommy Qiran serempak
Qia menggelengkan kepalanya ke arah mommy Qiran dan lucas sebagai kode untuk tidak ikut terpancing
Qia kembali fokus ke arah Nidya dan mengernyitkan dahinya "kenapa mesti aku yang harus merasakan itu, kita kan gak pernah saling mengenal sebelumnya dan kita gak ada masalah apapun. aku juga berhubungan dengan mas Lucas setelah kamu menikah dengan suamimu yang sekarang jadi kenapa harus aku yang menanggungnya. Kalau mau balas mas Lucas ya balas saja kepadanya kenapa harus membawaku ikut serta dalam hasrat balas dendammu " tanya Qia yang ingin tahu alasan Nidya
"karena kamu menikahi mas Lucas, jadi kamu harus menerimanya " balas Nidya
__ADS_1
Qia berdecak akan pemikiran Nidya "apa saat anda pergi meninggalkan mas Lucas anda bilang ke mas Lucas untuk tidak menikah" tanya Qia
Nidya memicingkan matanya ke arah Qia tak mampu menjawab "apa anda menuliskan surat perjanjian yang di tandatangani oleh kalian berdua dan di sahkan ke notaris yang menyatakan kalau Mas Lucas do larang menikah lagi dan harus menderita seumur hidup seorang diri, kalau iya tunjukan kepadaku maka aku akan menerima konsekuensi yang kamu inginkan" Qia menengadahkan tangannya ke arah Nidya meminta itu semua
"aku tidak pernah membuat itu semua" seru Nidya
"kalau tidak ada harusnya anda tidak meminta orang lain untuk menanggung sesuatu yang bukan menjadi kesalahannya, aku bukan wanita yang merebut kekasih atau suami orang lain nona, aku memulai hubungan dengan orang yang sudah di tinggalkan jadi jangan meminta orang lain untuk menderita padahal anda juga cukup bahagia dengan kehidupan anda sekarang " balas Qia dengan tegas
"tapi aku ingin istri mas lucas merasakan kehilangan anak sama sepertiku dulu" balas Nidya
"silahkan saja jika kau berani melakukannya, lakukan apa saja yang Anda inginkan" ucap Qia membuat Mommy Qiran dan Lucas menatap tak percaya ke arah Qia
tak mereka tak bisa berucap apapun sebab tak ingin merendahkan harga diri Qia dan ingin tahu apa yang di lakukan Qia selanjutnya
"aku pasti akan melakukannya " balas Nidya
membuat Mommy Qiran membulatkan matanya lebat ke arah Qia
"aku pasti akan membunuhmu kalau begitu" balas Nidya mulai marah akan balasan Qia
"maka suamiku akan membunuhmu sebagai balasannya" balas Qia masih dengan sikap tenangnya
"dia tidak akan mungkin membunuhku, karena dia terlalu mencintaiku" seru Nidya dengan begitu percaya dirinya kalau Lucas masih begitu mencintainya seperti dulu
__ADS_1
"hahahaha" Qia tertawa cukup keras dengan pernyataan Nidya
"apa kau pikir saat dia memilihku sebagai wanita yang di nikahi, rasa cinta yang dulu untukmu masih begitu besar apalagi kamu sendiri yang memilih pergi darinya dan memilih menikahi pamannya " tanya Qia membuat dahi Nidya mengernyit heran
"jika kau membunuh anak dan istrinya apa kau pikir dia akan berpikir dua kali untuk membunuhmu, oh tentu tidak. Harusnya anda tahu penyakit suamiku yang tak bisa mengontrol emosi jadi dapat di pastikan mas Lucas akan langsung membunuhmu jika kau sampai melakukan itu" terus Qia
"kalau mas lucas membunuhku, pasti suamiku akan membalasnya dan akan membunuhnya karena suamiku sangat mencintaiku" balas Nidya
"anggap saja itu benar, jika suamiku membunuh anda maka suami anda membunuh suamiku, lalu apa orang tuaku akan diam saja, mereka akan menuntut balas pada orang tua anda dan keluarga anda yang lain, lalu keluarga yang lain akan membalasnya dan begitu terus, sampai keluarga kalian semua habis tak bersisa dan pembunuhan itu akan terus terjadi sampai keluarga kalian semua habis
kalau aku sih tidak masalah, karena aku hanya seorang yatim piatu, jadi saat orang lain membunuh anakku dan aku membalasnya ya sudah, aku bahagia saja tak ada beban yang tertinggal tapi bagaimana dengan anda" Qia menunjuk ke arah Nidya
"hanya karena ketidakpuasan anda, anda sampai melupakan hal-hal bahagia yang harusnya masih anda jalani dengan baik.
jika anda melupakan kejadian dulu maka anda masih bisa melihat tawa suami yang begitu mencintai anda dan juga masih bisa melihat anak-anak anda sampai mereka dewasa dan memiliki cucu
melihat kebahagiaan keluarga yang begitu menyayangi anda tapi jika anda terus masih mengejar ketidakpuasan anda itu yang ada anda hanya membuat dendam tak berujung untuk orang-orang yang perduli pada anda" Qia menghitung dengan jari tangannya "jika aku membunuh karena bentuk pembelaan diri akan di jatuhi hukuman neraka beberapa saat, sedangkan anda yang memicu rantai dendam itu pasti akan jauh lebih lama merasakan api neraka" tukas Qia masih dengan pembawaan tenangnya
padahal ia asal ucap saja, karena kesal pada Nidya yang ingin membunuh anaknya tapi entah kenapa reaksi Nidya di luar ekspetasinya dan langsung beraut wajah tak nyaman
Nidya mulai mencerna ucapan Qia dan memang benar apa yang di ucapkannya, bahwa jika ia terus ingin balas dendam maka itu akan berakibat pada orang-orang uang menyayanginya
"haaaaaa!" Nidya berteriak keras sambil memegang kepalanya
__ADS_1
Qia menoleh ke arah lucas "panggil dokter sam mas, suruh dia kemari sekarang " pinta Qia
"ah iya" Lucas langsung tersadar dari lamunannya dan segera memanggil dokter sama untuk segera datang