
"drrttt drtttt drttt" terdengar suara ponsel bergetar memaksa mata seseorang untuk segera membuka matanya untuk menghadapi dunia
pria itu mulai mengangkat tangannya meraba bagian di mana ponsel itu di letakan, setelah di dapat pria itu mendekatkan ponselnya dan membuka kunci ponselnya dengan sentuhan ibu jarinya
"Happy Birthday, always happy dan everything be oke for you" pria itu membuka ponselnya dan membaca pesan terakhir di ponselnya
pria itu mengucek matanya dan melihat banyak pesan masuk memberikan ucapan ulang tahun untuknya
ulang tahun ke 30 untuknya, 30 tahun yang ia jalani tanpa ada seseorang spesial di dekatnya
pria men scroll terus ke bawah untuk melihat siapa saja yang memberikan ucapan selamat ulang tahun padanya, tangannya terus ke bawah sampai mendapati wanita yang masih bertahta di hatinya juga ikut memberikan ucapan selmat ulang tahun padanya
"selamat ulang tahun kak Reagen, semoga panjang umur dan sehat selalu, di usia kakak yang ke tiga puluh ini semoga kakak akan mendapatkan kebahagiaan yang melimpah. kado untuk kakak aku titipkan pada Ara, semoga kakak suka dengan hadiah Edeline
salam dari Adik kakak" bunyi pesan Edeline untuk Reagen
Reagen segera saja membalas ucapan Edeline dengan Terima kasih, ia juga membalas pesan temannya yang lain terutama keluarganya
setelah selesai membalas pesan demi pesan ada panggilan masuk dari nomor bertitle my mommy, segera saja Reagen mengangkatnya "pagi mom" sapa Reagen saat panggilannya sudah tersambung
"pagi anak mommy" balas Mommy Brianna
"ada apa mom, pagi-pagi sudah telpon Ragen" tanya Reagen
"mommy sama kedua adikmu sudah siapin acara untuk ulang tahun kecil-kecilan di rumah, datang dan rayakan bersama adik-adikmu ya" ucap Mommy Brianna
__ADS_1
"iya mom, nanti Reagen datang setelah pulang kerja ya" balas Reagen
"oke sayang, selamat ulang tahun anak Mommy" ucap Mommy Brianna sebelum mengakhiri panggilannya
Reagen segera saja beranjak dari tidurnya, membersihkan diri dan bersiap untuk segera ke kantor, Tak sampai 30 menit, Reagen sudah selesai bersiap dan berjalan ke luar apartemennya "apa aku aku segera kembali ke Inggris" gumam Reagen merasa ingin segera pulang ke Inggris tapi lagi-lagi ia harus menahannya karena perusahaan warisan kakeknya belum lah aman, ia masih harus mengatasi perusahaan agar berjalan lebih stabil jadi saat ia tinggal untuk mengurus perusahaan Daddy nya di Inggris, perusahaan itu tetap akan baik-baik saja
Sepanjang hari begitu banyak mendapat banyak ucapan selamat ulang tahun juga banyak hadiah yang di kirimkan ke Kantornya membuat ruangannya begitu penuh oleh banyak hadiah dari teman serta keluarga besarnya
Reagen mengambil pesawat telpon di ruangannya "Rasya segera ke ruangan saya" pinta Reagen pada Rasya, salah satu pekerja kantor yang kini merangkap sebagai asisten sementara nya selama di Indonesia
"bik tuan saya segera ke sana " setelah panggilannya berakhir segera saja Rasya menuju ruangan Reagen
Rasya masuk ruangan Reagen setelah sebelumnya mengetuk pintu "ada apa tuan memanggil saya" tanya Rasya dengan begitu sopan
Reagan melirik ke arah hadiah yang sudah memenuhi ruangannya " nanti seusai pulang kantor tolong antar semua hadiah ini ke apartemen saya ya" pinta Reagen
Reagen melirik banyaknya hadiah untuknya "kenapa aku tak bahagia dan merasa biasa saja" gumam Reagen
pikirannya kembali ke masa di mana setiap ulang tahunnya, Edeline selalu mendatanginya dengan sekotak kue serta hadiah, entah di Inggris, atau negara manapun saat itu ia berada, Edeline selalu menyempatkan menemui Reagen walau cuma sebentar saja
"aku merindukan dirimu saat membuatku kesal dengan segala tingkahmu" gumam Reagen menyunggingkan senyumnya setiap mengingat tingkah Edeline yang selalu muncul di sekitar ketika berulang tahun
Reagen ingat betul semenjak usianya yang menginjak 18 tahun, Edeline pasti selalu datang mengucapkan selamat ulang tahun padanya walaupun Reagan mengabaikannya tapi tetap saja Edeline selalu datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun
"ini ulang tahun pertama setelah 12 tahun kamu selalu mengucapkan langsung padaku, dan sekarang kamu sengaja menghindariku" gumam Reagen menghela nafas panjang
__ADS_1
Reagen kembali berkutat di depan laptopnya untuk sejenak melupakan kehampaan yang ia rasakan dengan sibuk bekerja agar ia tidak terlalu memikirkannya, sampai pada saat jam pulang kantor dan Rasya yang mulai mengangkut semua hadiah Reagen
"nanti langsung masuk saja ke apartemen dan tinggalkan di ruang tamu, hari ini saya akan ke tempat mommy saya " ucap Reagen saat Rasya selesai mengangkut hadiah terakhir Reagen
dengan cepat ia mengendarai mobilnya menuju rumah mommy Brianna apalagi sejak tadi mommy Brianna menelponnya untuk segera datang, tak sampai 30 menit Reagen pun sampai di rumah Mommy Brianna
"mommy" panggil Reagen saat memasuki rumah
"selamat ulang tahun anak mommy" Mommy brianna langsung memeluk Reagen dan mencium pipi reagen untuk mengucapkan selamat ulang tahun
Cinta dan Dika ikut memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk kakak mereka juga memberikan hadiah ulang tahun untuk Reagen "harusnya tidak perlu repot memberikan kado segala" ucap Reagen merasa tidak perlu di beri hadiah tapi tetap saja ia menerima hadiah dari dua adiknya dan juga mommy Brianna sekedar menghargai pemberian keluarganya
"gak repot kok kak, lagian beli hadiahnya juga uang dari kakak, jadi sama saja kakak yang beli tapi lewat tangan kita" Sahut Dika
"bener juga itu" kekeh Reagen
"Mommy semalam ngobrol sama mommy Kassy buat ngenalin anak teman kami, kamu mau ya" pinta Mommy Brianna
Reagen sudah pernah mendengar hal ini semenjak Reagen yang awalnya ingin menikahi Edeline tapi harus gagal karena Edeline yang sudah hamil anak Jonathan dan ia pun juga sudah menolak "tolong jangan bahas ini mom" pinta Reagen tak ingin di paksa menjalin hubungan dengan siapapun saat ini
"mommy hanya khawatir dengan kamu sayang" ucap Mommy Brianna
"kalau khawatir tolong biarkan seperti ini sekarang, jika memang Reagen sudah ketemu jodoh, pasti Reagen akan bawa ke mommy dan juga Daddy tapi tidak sekarang ya Mom" mohon Reagen
Mommy Brianna menghela nafas panjang "baiklah sayang, maaf jika mommy Membuatmu tak nyaman" ungkap Mommy Brianna
__ADS_1
"no problem mom, I know mom is worried about me" balas Reagen dengan senyuman tipisnya
setelah makan malam Reagen memutuskan pulang ke apartemennya, tapi ia tidak langsung pulang ke rumah ia memilih berjalan ke salah satu Danau yang ia tahu dan duduk termenung di sana sambil memandangi pemandangan malam "you are strong Reagen, everything will be fine" gumam Reagen terus menguatkan dirinya sendiri