
Daddy thomas melangkah lebar ke arah sebuah rumah yang memiliki halaman begitu luas, matanya menyorot tajam, memindai setiap isi ruangan
"tenang dad" Mommy Kassy mengusap lengan Daddy thomas mencoba menenangkan suaminya itu
Daddy thomas tak menanggapi dan terus mencari orang yang segera ingin ia temui secepatnya
saat mendapati orang yang ia cari segera saja ia melangkah lebar ke arah orang itu, tak lupa ia mengambil benda yang sempat ia lewati
"pyaaar" Daddy thomas melempar sebuah pajangan ke arah pria yang sedang ia cari keberadaannya
"anak kurang ajar! " teriak daddy thomas dengan dada kembang kempis
pria yang mendapat lemparan dengan cepat itu mengusap dadanya saking terkejutnya dengan tindakan daddy Thomas "Daddy mau bunuh anak daddy? " tanya Reagen
"gak usah berlebihan deh, kena saja enggak" balas Daddy Thomas
"tapi itu pecah berserakan di dekat reagen, kalau kepala reagen yang kena dan berdarah banyak kan daddy bakal kehilangan anak sulung daddy" balas Reagen
"abisnya kamu ngeselinnya gak ketulungan Reagen, baru bulan lalu kamu bilang mau pindah kepercayaan, dan minggu lalu kamu bilang mau jenguk teman kamu, dan kemarin kamu bilang mau lamar anak orang jadi harus cepat datang" Daddy berkacak pinggang ke arah Reagen "kamu hamilin dia" tuduh Daddy thomas
"jangan ngada-ngada ya dad, Zahira itu anak baik-baik mana mau dia Reagen hamilin kalau belum di nikahin" protes Reagen
"lah terus kenapa kamu paksa daddy buat langsung ke sini secepatnya sampai-sampai kamu sudah siapin jet pribadi kita buat datang ke sini" tuntut Daddy Thomas meminta penjelasan
"makanya duduk dulu ya" Reagen mengajak Daddy Thomas untuk duduk di sofa dan mulai menjelaskan perihal alasannya meminta pernikahannya di percepat tanpa ada yang di tutupi Reagen sama sekali
"jadi Zahira anak arman" Daddy Thomas cukup terkejut saat tahu calon menantunya adalah adik tingkatnya di masa kuliah dulu
Satu angkatan Mommy Qiran dan daddy Jay dulu, haanya sedikir orang yang berasal dari Indonesia, jadi ia ingat betul siapa saja orang itu, dan itu Arman, ayah dari Zahira Salah satunya
"Arman dulu kenal sama Qiran makanya Daddy bisa kenal dia " tambah Daddy Thomas
"kok Aunty bisa kenal, dia kan dulu tinggal di Korea" Reagen jadi ingin tahu kenapa Ibu dari Lucas bisa mengenal ayah Zahira
"Aunty kamu kan ada keturunan Indonesia dan sering juga datang ke Indonesia, jadi dulu dia ikutan club orang-orang yang berasal dari Indonesia" jelas Daddy Thomas
__ADS_1
"jadi kapan kita datang buat lamar pacar kamu itu" tanya Daddy Thomas
"kita gak pakai istilah pacaran dad" sanggah Reagen
"gak pacaran tapi tinggal serumah" sungut Daddy Thomas
"tapi kita gak pernah ngapa-ngapain loh, kita juga tinggal di kamar terpisah. Karena Reagen sudah ngajakin dia nikah saja makanya Reagen milih tinggal terpisah" balas Reagen
"ya sama saja lah pokoknya" Daddy Thomas tetap tak mau menerima sanggahan dari Reagen
"terserah Daddy Saja" lebih baik Reagen mengalah agar Daddy nya mau melamarkan Zahira untuknya
"ya sudah mending besok malam kita datang buat lamar Zahira, suruh Mommy kamu buat urus bawaan yang harus di urus dan tanyain juga butuh bantuan mommy Kassy juga gak, kalau mau biar mommy Kassy ikut bantu juga" Daddy Reagen ingin cepat menyelesaikan urusannya di Indonesia sebab ia tak bisa terlalu lama tinggal Di Indoensia dan menunda pekerjaannya di Inggris
"sudah di urus sama mommy semua, cuma mommy Briana ngajakin mommy Kassy sama Ara yang juga bagian keluarga buat ke butik untuk ngepasin baju katanya biar kompakan pas datang" balas Reagen
"ya sudah biar mommy hubungin mommy Brianna dulu ya" Mommy Kassy memilih berjalan menjauh untuk berbincang dengan ibu kandung putera sambungnya perihal acara lamaran yang akan di adakan Reagen
***
Reagen menatap sinis ke arah pria di samping Mommy brianna "kok mommy ajak dia sih" tanya Reagen dengan sinis
"dia itu suami mommy nak, dan di antara kita semua cuma dia pria muslim dan asli orang Indonesia, om Randy akan sangat membantu saat acara lamaran kamu, jadi tenanglah" balas Mommy Brianna dengan suara lirih
Randy, suami dari Mommy Brianna hanya tersenyum tipis dengan tingkah putera sambungnya yang sampai saat ini masih membenci dirinya
"Assalamu'alaikum" Randy mengucap salam di depan rumah Arman selaku ayah dari Zahira
tak lama dari itu, pintu terbuka lebar dan keluarlah wanita paruh baya "keluarga nak Reagen ya" sambut wanita paruh baya tersebut
"iya nek, saya Reagen dan ini keluarga besar saya" balas Reagen
"silahkan masuk" wanita paruh baya itu membawa Reagen beserta keluarganya untuk duduk di ruang tamu
"Arman, calon mantu kamu sudah datang" wanita paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah ibu dari ayah Arman bernama Larasati memanggil puteranya untuk segera keluar
__ADS_1
"tunggu sebentar ya, tadi anak saya ingin bicara terlebih dulu dengan Zahira jadi agak lama" ucap Nenek Larasti
"nenek siapanya Zahira kalau boleh tahu" tanya Mommy Brianna
"saya neneknya Zahira, ibu dari Arman, ayahnya Zahira" balas Nenek Laras dengan senyuman ramahnya
Tak lama berselang, ayah Arman datang bersama Zahira dan juga Sari di belakangnya "Wah ini Zahira ya" mommy Brianna langsung menghambur memeluk Zahira "cantik banget calon mantu mommy" Mommy Brianna menoleh ke arah Reagen "Pantas Saja Reagen ngotot nikahin kamu secepatnya, ternyata kamu gak mau sampai kehilangan wanita secantik Zahira" ucap Mommy Brianna
"apaan sih mom" Reagen menggaruk tengkuknya yang tak gatal saking malunya saat Mommy Brianna mengucapkan kata-kata dengan asal
Mommy Brianna mengajak Zahira duduk di sofa dekat keluarganya "ini semua keluarga besar Reagen" tunjuk mommy Brianna pada seluruh anggota keluarganya dan keluarga Daddy thomas untuk memperkenalksan siapa saja anggota keluarga besar Reagen
"saya dan Daddy nya Reagen sudah berpisah sejak usia Reagen lima tahun dan kami sudah memiliki keluarga masing-masing, tapi dulu kami berpisah baik-baik jadi hubungan kita antar dua keluarga masih lah baik-baik saja jadi kamu jangan khawatir kalau akan bingung harus lebih condog ke keluarga yang mana karena mau saya sebagai ibu yang melahirkan Reagen atau bersama ayah kandungnya Reagen itu sama-sama keluarga Reagen" Jelas Mommy Brianna
"iya tante, Mas Reagen sudah cerita banyak tentang keluarganya ke saya jadi saya sudah gak kaget lagi cuma kali ini pertemuan kita secara langsung jadi saya agak gugup" balas Zahira dengan Jujur
"tante kan sudah ngenalin keluarga kami, sekarang coba kamu kenalin keluarga kamu biar kami tidak salah panggil" pinta Mommy Brianna
Zahira mulai menunjuk ke arah neneknya "ini nenek saya, namanya nenek Larasati, di sebelahnya ada ayah saya yang mungkin dari kalian sudah kenal, ayah Arman" Zahira melewati Sari yang duduk di sebelah ayahnya ke kursi yang berseberangan dengan tempat duduk nenek dan ayahnya "itu om saya, kakak dari mama saya namanya om Firman dan di sebelahnya adalah istri om Firman, tante Gendis" Zahira memperkenalkan anggota keluarganya yang hadir
"mommy brianna memicingkan matanya ke arah Sari "lah dia siapa" tunjuk Mommy Brianna
Zahira menoleh ke arah Sari "dia istri ayah saya" balas Zahira
"oh ibu kamu toh" celetuk mommy Brianna
"maaf tante, dia memang istri ayah saya tapi bukan ibu saya. Saya hanya punya mama dan belia sudah meninggal dua tahun lalu" Zahira tak ingin menyembunyikan ketidaksukaannya pada istri ayahnya di depan calon suaminya
Daddy Thomas yang dari tadi terdiam menatap lurus ke arah Zahira "wah baru kali ini saya melihat wanita yang tak berusaha menjaga nama baik keluarga di depan keluarga calon suaminya " ucap Daddy Thomas memakai bahas Inggris
Zahira tersenyum simpul "menikah adalah urusan sekali seumur hidup jadi tidak perlu ada yang di tutupi karena lebih baik berubah pikiran di awal pernikahan dari pada gagal setelah membina rumah tangga karena ada beberapa hal yang di tutupi sebelum resmi menikah
Dan mohon maaf om, kalau memang hubungan saya dengan istri ayah saya tidaklah baik dan entah sampai kapan" jelas Zahira menggunakan bahasa Inggris
"Jika om merasa tidak suka dengan kejujuran saya, saya gak masalah kalau anda melarang anak anda menikahi saya" Zahira menatap Daddy Thomas dengan percaya dirinya
__ADS_1
"Zahira" protes Reagen yang tak suka Zahira berucap akan itu