
sesuai permintaan ayah mertuanya, Nidya akan berkunjung ke rumah Edeline untuk menyampaikan pesanan ayah mertuanya.
tak lupa Nidya membeli beberapa barang sebagai kado pernikahan yang belum sempat ia berikan pada Edeline. Rasanya ia tak tega dengan pernikahan Edeline yang terbilang dadakan dan tidak di gelar pesta seperti pesta miliknya yang berlangsung cukup megah dan mendapatkan begitu banyak hadiah
untuk itu meminta izin pada suaminya untuk membeli beberapa hadiah untuk Edeline
"Kamu sudah mau berangkat Nidya" tanya nenek Tasmirah yang melihat Nidya sudah bersiap-siap
Nidya menoleh ke arah nenek dari Lucas itu "tunggu kado dari mama sama ayah datang dulu nek, biar sekalian di masukin kontainer, soalnya pakai mobil biasa nanti kebanyakan mobil di kira apaan " balas Nidya
"hadiah dari nenek, sudah di angkut belum" tanya nenek Tasmirah
"sudah nek, kalau yang bentuk barang sudah di taro di kontainer buat perhiasan sudah Nidya taro mobil belakang, soalnya mobil yang di bawa Nidya ada obat, vitamin sama makanan" balas Nidya
"Nanti tetap ada pengawal yang ngikutin kamu kan" mengingat banyaknya barang yang di bawa Nidya dan terbilang bukan barang murah tentu pengawalan ketat sangat di butuhkan
"iya kok nek, mobil pengawalnya ada dua buat di belakang sama di depan" balas Nidya
"ya sudah, pokoknya janganjauh dari para sopir dan pengawal ya Nidya, nenek gak mau cucu nenek kenapa-napa" nenk Tasmirah memperingatkan Nidya untuk tidak jauh dari para pengawal agar keamanan Nidya tetap terjaga
yonya
"iya nek" balas Nidya
__ADS_1
tak lama berselang semua hadiah yang ingin di titipkan oleh mamanya datang juga dan ia pun mulai bersiap membawa semua hadiah untuk Edeline yang berjumlah satu kontainer, dan 4 mobil bersamaan dengan mobil yang di kendarai Nidya dan juga dua mobil pengawal untuk menjaga keamanan nyonya muda mereka
sekitar jam 2 siang Nidya sampai di kediaman Jonathan dan Edeline "ini beneran alamat om Jo kan" tanya Nidya pada salah satu pengawal yang ada di dekatnya dan memimpin jalannya tadi
"iya nyonya" sang pengawal berbadan tegap itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Nidya padanya
"ya sudah, saya ketuk dulu dan kasih tahu kalau ada hadiah untuk Edeline baru nanti kita mulai turunin barang-barangnya" ucap Nidya sebelum memasuki pagar rumah adik iparnya
Nidya memencet bel rumah Jonathan dan menunggu sampai di buka "tunggu sebentar" seru Edeline dari seberang pintu
saat pintu terbuka Edeline langsung tersenyum sumringah saat melihat kakak iparnya datang "kak Nidya datang" Edeline langsung memeluk Nidya dengan erat
Nidya membalas pelukan Edeline dan mengusap punggung Edeline dengan gerakan lembut "iya dong kan kakak sudah kasih tahu kalau mau datang" tukas Nidya
Nidya menoleh sekilas dan tersenyum "itu titipin hadiah dari keluarga kita. Awalnya cuma mau bawa suplemen sama vitamin yang di titipin Daddy tapi kakak fikir sekalian saja bawa hadiah pernikahan kamu dari kakak dan kak Lucas, eh tahunya, nenek dan kakek ikut terus mama sama ayah juga nitip terus om Adrian jadi nitip sekalian ya sudah sekalian saja kakak bawanya pakai kontainer soalnya kalau pakai mobil pribadi semua bisa bawa 30 mobil dan garasi rumah nanti kosong" kekeh Nidya
"ya ampun kak, harusnya gak usah repot-repot lagian Nidya kan sudah nikah sudah hampir dua bulan" Edeline sama sekali tak ingin merepotkan keluarganya untuk memberinya hadiah
"jangan ingatkan kakak yang telat kasih kamu hadiah Edeline" ucap Nidya engerucutkan bibirnya kesal karena dirinya yang melupakan memberikan hadiah perniakahan selama hapir dua bulan lamanya
"bukan itu maksud aku kak" Edeline tak ada niat sama sekali membuat kakaknya sedih karena telat memberi hadiah
"ya sudah terima saja, dan biar nanti kamu pilih yang mana ya. Kata Daddy halaman belakang rumah kamu cukup luas jadi taro di belakang saja barang-barangnya ya takut kalau di taro dalam semua malah gak muat rumah kamu" ucap Nidya
__ADS_1
"iya kak" balas Edeline mengiyakan saja usul kakak iparnya
segala perabot baru serta beberapa hadiah mulai di bawa masuk kedalam rumah. Untung saja bulan lalu ia mulai merenovasi halaman belakang rumah Jonathan untuk di beri kanopi cukup luas jadi hadiah berupa perabotan rumah tangga dan beberapa furniture rumah masih bisa muat di sana, dan untuk beberapa hadiah berupa perhiasan maupun tas masih bisa muat di rumah Jonathan walau jadinya terkesan sempit dan memakan ruang cukup banyak
"kenapa jadi kaya sempit banget ya" gumam Edeline merasa rumah yang ia tempat jadi terlihat sempit saat hadiah-hadiah yang tak bisa di simpan di luar di letakan dalam rumah
"kayanya rumah kamu harus di renovasi dan di perbesar dikit lagi" Nidya menilai rumah Jonathan memang terbilang cukup kecil sehingga barang pemberiannya dan keluarga yang lain benar-benar memakan tempat
"suamiku punya tanggung jawab banyak kak, kasihan dia kalau harus Edeline minta untuk besarin rumah" sanggah Edeline
"kan kamu punya uang Edeline kan Daddy sudah buka blokiran kartu kamu dan kamu bisa ambil uang sesukamu, dan kayanya uang kamu lebih dari cukup deh kalau buat besarin rumah ini soalnya space yang di belakang masih besar buat luasin rumah, bantu saja suami kamu buat bangun rumah kan gak papa" balas Nidya
"gak gitu kak, kata mas Jo kalau uang aku gak boleh sedikitpun buat keperluan rumah tangga, uang aku cuma buat keperluan aku aja jadi Edeline gak mau renovasi rumah ini kalau bukan uang mas Jo takut dia meras tersinggung dengan aku" jelas Edeline
"ya ampun adik aku ini" Nidya menatap takjub ke arah Edeline yang kini sudah berpikiran sangat dewasa
"om jo emang hebat" Nidya mengacungkan kedua jempolnya ke arah Edeline membuat Edeline mengerutkan keningnya "hebat apa" bingung Edeline
'hebat karena sudah ngerubah kamu banyak, kakak gak nyangka loh adik manja kakak yang satu ini sudah berpikiran sangat dewasa dan bijak dalam menjaga perasaan suaminya" jelas Nidya
"ini dapat masukan dari para tetangga yang kebetulan juga ikut kerja bareng suami mereka katanya kalau mau rumah tangga adem ayem itu nurut sama suami dan jangan melanggar apa yang sudah suami tetapkan karena suami adalah kepala rumah tangga yang harus kita hormati, patuhi dan juga kita sayangi" papar Edeline
"kakak harus belajar banyak nih dari kamu Edeline" ucap Nidya
__ADS_1
"ah kakak bisa aja, aku juga masih belajar kan usia pernikahan kita sama kak" kekeh Edeline