
"Qia ke butik yuk temani mommy" ajak Mommy Qiran pada Qia yang sedang menyuapi Danish makan siang
Qia menoleh ke arah Mommy Qiran "iya mom, tunggu Qia selesai suapi Danish dulu ya" balas Qia
"iya Qia" Mommy Qiran memilih duduk di sofa bersama Lala yang sedang menonton TV
"Lala jadi nginep di rumah kakek Reza liburan ini" tanya Mommy Qiran
"jadi nek, hari minggu nanti om Mahardika jemput Lala ke sini" balas Lala
"jangan lama-lama di sana ya Lala nanti nenek kangen" pinta Mommy Qiran tidak ingin Lala terlalu lama menginap di rumah kakek dan neneknya di Bandung, terkahir saat Lala menginap selama seminggu, Mommy Qiran benar-benar kesepian walau ada Danish, daiyan dan juga Fakhri, tapi tentu rasanya berbeda dengan cucu perempuan, sebab Lala lah cucu perempuan satu-satunya di keluarga walau Lala bukan cucu kandungnya tapi tetap saja Mommy Qiran menyayangi Lala seperti cucu kandungnya sendiri
"pengennya sih cepat pulang nek, soalnya istri om Mahardika galak banget tapi kalau kalau lihat nenek Sarah sama kakek Reza kasihan juga sih" balas Lala merasakan kasihan pada kakek dan neneknya jika ia hanya liburan sebentar di sana
"emang tante kamu itu galak banget ya" tanya Mommy Qiran penasaran akan keluarga almarhum ayah kandung Lala
"kalau sama Lala enggak galak sih nek, bahkan ramah banget malah cuma kalau sama om Mahardika ih ketusnya ampun deh" Lala bergidik ngeri setiap mengingat istri dari om nya itu sedang marah-marah pada mahardika perihal apapun dan selalu membawa nama keluarga besar tantenya untuk menekan Mahardika
"ya sudah gak usah ikut campur La, itu urusan orang dewasa yang penting tante kamu gak ngapa-ngapain kamu, kalau sampai dia jahat sama kamu bilang ke nenek ya" ucap Mommy Qiran
"oke nenek" Lala mengangkat jempolnya ke arah mommy Qiran sebagai tanda mengiyakan
"Danish sudah selesai makannya mom, Qia ambil tas di kamar dulu ya" pamit Qia masuk ke dalam kamarnya
"iya Qia" balas Mommy Qiran
Qia berjalan ke arah mommy Qiran setelah memberi arahan pada baby siter Danish untuk menjaga Danish selama dia pergi "ayok mom" ajak Qia setelah bersiap
__ADS_1
"lala jagain Danish ya" Mommy Qiran mengecup kening lala sebelum pamit pergi
"iya nek" balas Lala
"ayo Qia" Mommy Qiran menggandeng tangan Qia untuk keluar rumahnya dan menuju mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumahnya
"mommy mau ke acara apa sih" tanya Qia yang tahu kebiasaan mommy ya kalau ke butik pasti karena akan menghadiri suatu acara
"ulang tahun perusahaan teman mommy, kebetulan mommy juga ada saham di sana karena perusahaan itu dulunya mommy yang bangun jadi Mommy harus datang ke acara itu" balas Mommy Qiran tidak menyebut dengan gamblang perusahaan mana yang di maksud mommy Qiran
menempuh perjalanan 40 menit, Mommy Qiran dan Qia sampai di butik langganan mommy Qiran
"ayo Qia" ajak mommy Qiran memasuki butik yang jadi langganan mommy Qiran
"clarissa, gaunku sudah jadi kan" tanya mommy Qiran pada desainer sekaligus pemilik butik yang jadi langgananya
"menantu" beo seorang wanita dengan suara kerasnya
Mommy Qiran dan Qia menoleh ke arah sumber suara dan begitu terkejut dengan siapa yang bicara "Nidya" gumam Mommy Qiran begitu terkejut bertemu dengan Nidya di sana padahal sudah hampir 7 tahun Nidya tak pulang ke Indonesia tapi sekarang mereka bertemu setelah 7 tahun lamanya
"kenapa tadi tante Clarissa bilang menantu mommy" Nidya melirik ke arah Qia yang masih menatap bingung ke arah Nidya dan wanita paruh baya di sampingnya yang tak lain adalah mama lensi
"Nidya" mama Lensi yang juga ada di sana mengguncang lengan Nidya, menegur putrinya agar berkata sopan pada Qiran
Nidya menoleh ke arah mama lensi "enggak bisa mah, tadi tante clarissa bilang kalau dia membuat gaun untuk menantu mommy, dan anak mommy Qiran yang berjenis kelamin Laki-laki adalah mas Lucas saja, berarti mas Lucas sudah menikah dong" tanya Nidya dengan nada tidak suka
Mommy Qiran memicingkan matanya ke arah Nidya "kalau Lucas menikah memangnya kenapa Nidya, kalian kan sudah berpisah lama dan kamu juga sudah menikah dan punya dua orang anak" tanya Mommy Qiran tak paham dengan alasan Nidya yang marah jika Lucas menikah
__ADS_1
padahal dulu saat Nidya menikah, tidak meminta pendapat Lucas sama sekali padahal Lucas masih ingin memperbaiki pernikahan mereka tapi Nidya lah yang langsung menutup akses itu
"tapi bukan berarti mas Lucas bisa menikahi wanita lain" kesal Nidya merasa tidak Terima jika Lucas sudah menikah
"loh kenapa, kamu saja bisa menikah kenapa Lucas tidak boleh" tanya Mommy Qiran tak Terima jika puteranya di larang menikah kembali
"mas Lucas bilang hanya mencintaiku seumur hidup tapi kenapa malah sekarang menikahi wanita lain, itu berarti dia membohongiku dulu" tutur Nidya
"jaga kata-kata kamu Nidya, sepupuku adalah suamimu saat ini, jangan karena ucapanmu ini malah menyakiti hati pria yang begitu mencintaimu" ucap mommy Qiran memperingatkan bahwa kini Nidya berstatus istri dari sepupunya
"DEG" Nidya jadi teringat kalau sekarang memang statusnya adalah istri dari pria lainĀ "tapi aku tetap tidak terima mas Lucas bahagia padahal anak kami meninggal karena dia" seru Nidya masih tidak Terima Lucas sudah menikah kembali
"mommy akui Lucas bersalah padamu dulu dan itu sudah membuatnya hancur saat itu, tapi pada kenyataannya kehamilanmu memang sangat lemah Nidya, bertahan sampai usia empat bulan itu sudah sangat keajaiban karena kedua orang tuamu membawa dokter khusus untuk memantau kamu selama 24 jam" seru Mommy Qiran mengingatkan akan kenyataan itu
kenyataan yang membuat kedua orang tua Nidya melepaskan Lucas saat anak dalam kandungan Nidya meninggal karena sejak awal resiko kehamilan Nidya begitu besar dan besar kemungkinan bayi itu tidak bisa bertahan sampai lahir
"tetap saja aku gak terima mas Lucas menikahi wanita lain" Nidya berlalu pergi dari sana dengan wajah kesalnya
Mama Lensi menghampiri Mommy Qiran dengan wajah tak enak "maafkan Nidya ya Qiran, Nidya memang tidak tahu perihal pernikahan Lucas karena memang pernikahan Lucas tidak pernah di umumkan di publik walau kebanyakan kenalan kita tahu Lucas sudah menikah dengan Qia, sekali lagi aku mohon maaf" ucap Mama Lensi
"jangan minta maaf padaku Lensi, aku cuma gak mau Aiden sampai mendengar hal ini dan merasa sakit hati, dia menjauhi kami demi menjaga perasaan istrinya tapi jika istrinya seperti ini itu akan menyulitkan Aiden, dia saudaraku satu-satunya Lensi, aku tak ingin hatinya terluka kembali karena anakku" jelas Mommy Qiran
"aku akan bicara padanya Qiran dan menasehati Nidya kalau Lucas berhak menjalani hidup baru" Mama Lensi buru-buru pergi dari sana dan menyusul Nidya yang entah pergi kemana
Mommy Qiran melihat Qia yang diam mematung dengan pikiran tak tenang saat Nidya yang ia ketahui sebagai wanita masa lalu suaminya marah akan pernikahannya "jangan terlalu di tanggapi ya Qia, sekarang mereka punya kehidupan masing-masing, Nidya cuman masih terluka karena anak mereka yang meninggal dulu" jelas mommy Qiran
"iya mom" balas Qia dengan perasaan tak nyaman
__ADS_1