You Are My Regret

You Are My Regret
Jangan lupa siapa aku


__ADS_3

Adrian berjalan ke arah kamar pribadinya yang ada dalam ruangan kerjanya “ceklek” Adrian membuka ruangan perlahan dan melihat istrinya yang sedang memainkan ponselnya sambil tidur terlentang begitu santainya


Adrian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingakah istri kecilnya yang kadang terlalu nyaman dengan kegiatannya sendiri dan tak memperdulikan penampilannya tidak seperti dulu yang sangat menjaga penampilan saat sebelum menikah dengannya


Mendengar suara pintu terbuka mika langsung menoleh ke arah pintu “sudah selesai mas pertemuannya” Mika


beranjak dari tidurnya dan duduk menghadap Adrian yang berjalan ke arahnya


“sudah tadi, mereka juga sudah pulang “ Adrian memeriksa lengan istrinya “sakit tidak” Tanya Adrian yang


melihat lengan mika yang sedikit memerah karena ulah Ditto


“gak papa kok mas” Mika menarik tangannya tak ingin suaminya marah


“tadi kemana aja” Adrian membawa tubuh mika ke dalam pelukannya


mika melingkarkan tangannya di pinggang adrian “ke beberapa butik buat pilih gaun sama milih aksesoris untuk acara pemberkatan kassy” balas Mika


“terus kenapa malah ke sini bukannya istirahat di rumah, pasti kamu capek kan sudah keliling seharian ” heran Adrian


“pengen di manjain mas” Mika membuat pola abstrak di dada bidang Adrian


Adrian terkekeh dengan tingkah istrinya yang makin ke sini makin aneh saja “kamu jadi manja banget sih sayang” Tanya Adrian merasa beberapa hari ini tingkah mika begitu aneh dan sangat manja


Mika menunduk dan langsung terisak karena ucapan adrian yang biasa saja tapi entah kenapa mmbuat Mika menjadi begitu sedih, entahlah hati mika terlalu sensitif akhir-akhir ini “mas risih yah kalau mika manja sama mas Adrian “ Mika tiba-tiba saja menangis padahal Adrian sama sekali tak marah dengan nya dan berucap cukup pelan tak ada nada tinggi sama sekali, suaranya begitu lembut saat berucap pada mika


Adrian jadi panik karena istrinya tiba-tiba saja menangis “mas gak risih kok sayang” Adrian mengusap pipi mika


yang sudah basah “mas hanya merasa aneh saja dengan sikap kamu ini” jelas Adrian


“bilang saja kalau mas gak suka aku manja sama mas Adrian” mika membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan


membalikan tubuhnya membelakangi Adrian, nampak sekali kalau Mika sedang merajuk


Adrian ikut berabring dan memeluk tubuh mika dari belakang “gak gitu kok sayang, mas gak bilang kalau gak suka, mas suka kok kamu yang lagi manja gini” ucap Adrian mencoba merayu istrinya agar tidak merajuk

__ADS_1


“beneran” mika langsung berbalik dan memeluk erat Adrian “mas beneran seneng mika manja sama mas kan” Tanya mika lagi


“iya sayang” Adrian mengusap kepala mika dengan lembut


Dalam benak Adrian bertanya-tanya ada apa dengan istrinya itu, tadi ngambek tapi sekarang cepat sekali sembuhnya, walaupun Adrian bersyukur sih kalau mika ngambeknya tak lama tapi ia merasa aneh saja dengan kelakuan istrinya


“tadi mika di kasih makanan sama ibu, nanti kita makan bareng di rumah ya” ucap mika


“iya sayang” balas Adrian


“mas selesain kerjaan mas dulu ya, baru kita pulang” Adrian mengecup kening mika dengan lembut


“iya mas, aku juga mau tidur ngantuk soalnya” mika langsung saja bersiap tidur dengan santainya


Adrian hanya menggelengkan kepalanya, merasa lucu dengan tingkah istrinya yang kadang di luar nalar akhir-akhir ini


***


Qiran sedang menyuapi lucas makan malam dengan telatennya “enak sayang” Tanya qiran


“makan yang banyak ya anak mommy” qiran terus saja menyuapi lucas


“sayang” jay terlihat berlari ke arah qiran dengan langkah kaki cepat “kamu gak papa kan” Jay memeriksa tubuh


istrinya dengan seksama takut ada yang kurang dari istrinya


Qiran mengernyitkan dahinya “kamu kenapa sih Jay, pulang langsung gitu” qiran memanyunkan bibirnya tapi tetap menyuapi Lucas makan


“tadi aku dapat kabar dari anak buah aku kalau adam nemuin kamu” balas Jay


Qiran terkekeh “pengawal kamu telat sayang” qiran melirik jam dindingnya “kejadiannya kan 3 jam lalu,


sebaiknya kamu seleksi lagi deh pengawal kamu itu” qiran berdecak dengan santai atas kinerja orang yang di pekerjakan suaminya


Jay menyipitkan matanya “kamu kok biasa aja sih sayang” Tanya Jay heran dengan sikap Qiran

__ADS_1


Qiran menoleh ke arah lucas “apa sudah selesai makannya sayang” Tanya qiran


“sudah mom” balas lucas


"Sekarang kamu cuci tangan dan wajah kamu terus nonton TV dulu ya, mommy mau bicara dengan daddy” pinta qiran


“iya mom” lucas segera berlari ke arah dapur untuk mencuci tangannya dan bergegas ke ruang keluarga untuk


menonton acara TV favoritnya mumpung mommy nya sedang sibuk jadi pasti tidak akan terlalu di atur tontonan yang ia mau nanti


Qiran menoleh ke arah Jay dan mengusap pipi suaminya dengan lembut “tenang sayang, jangan panik” seru qiran mlihat wajah suaminya yang begitu khawatir berbanding terbalik dengan dirinya yang begitu santai


“gimana gak panik sayang, mereka yang sudah bunuh mommy aku, dan bukan gak mungkin dia akan nyakitin kamu karena semua harta daddy sudah atas nama aku” tukas Jay menyampaikan kekhawatirannya


“I know that, but don't forget who I, honey" qiran menunjuk dirinya "Iam Qiran… Qiran Naditya Lavanya, aku membawa nama itu untuk menghadapi orang tuaku sendiri dan membuatnya tak bisa berkutik” jelas qiran akan dirinya yang brani melawan daddynya yang cukup berkuasa saat ingin melindungi jay dan ingin mempertahankan jay untuk tetap jadi miliknya


“jangan samakan itu sayang, daddy kamu adalah orang tua kamu mana mungkin dia akan menyakiti kamu walaupun kamu menentangnya ” sahut Jay tak setuju dengan pernyataan qiran


qiran terkekeh "kamu belum tahu sekeras apa kehidupan, keluarga Ghazanfer rupanya" qiran menatap lurus suaminya "daddy orang yang cukup keras, dan dia gak akan berpikir ulang menyakitiku jika berseberangan dengannya, kelemahannya hanya pada mommy ku saja tapi tidak denganku" jelas qiran


Jay mengernyitkan dahinya tak percaya dengan ucapan qiran “coba kau ingat-ingat lagi sayang, kenapa setiap ada yang mengusikmu padahal orang itu cukup berkuasa, tapi satu atau dua hari, orang itu akan menghilang bagaikan angin” ucap qiran mencoba mengingatkan Jay akan kejadian dulu saat jay masihlah sorang aktor terkenal


Jay kembali mengingat saat dia masihlah seorang aktor, pernah beberapa kali ia tersandung kasus wanita bersuami yang tertarik padanya tapi suaminya selalu menyalahkannya padahal bukan dia yang bersalah, Jay tak pernah merayu wanita bersuami itu, melainkan wanita itu saja yang suka keganjenan dengannya


tapi tak lama setelah itu, orang yang mengusiknya menghilang dalam kurun waktu singkat padahal orang yang di hadapi jay bukanlah orang biasa dan cukup berkuasa “apa itu ada hubungannya denganmu” tanya Jay penasaran akan arah pembahasan qiran


“of course, my husband” balas qiran dengan santainya


Jay tak menyangka qiran punya kemampuan itu, dia hanya memandang heran ke arah Qiran yang ternyata tidak benar-benar ia tahu secara keseluruhan


“aku diam tentang mereka hanya ingin membuatmu bisa sedikit membalasnya sendiri tapi kalau kamu tak mau repot, aku bisa langsung melenyapkan mereka dalam waktu singkat” balas qiran memberika opstion pilihan mudah untuk suaminya


’“jangan sayang” pinta jay dengan suara cukup keras  “aku akan mengurusnya sendiri” ungkap jay yang punya keinginan untuk membalasa kematian ibu kandungnya dengan tangannya sendiri


“oke sayang, apapun itu terserah kamu saja” balas qiran dengan senyuman

__ADS_1


Jay benar-benar tak menyangka istrinya bisa semenakutkan itu, bukannya dia wanita yang begitu manis dan penyayang tapi kenapa ini ia punya sisi yang berbeda. Tapi walaupun Qiran semenakutkan itu di luar, yang terpenting di dalam rumah dia adalah wanita termanis dan terbaik jadi jay tetap akan mencintai Qiran dengan sepenuh hati dan segenep jiwanya


__ADS_2