
setelah qiran siuman jay membawa qiran untuk periksa ke dokter kandungan "gimana dok, apa benar qiran hamil" tanya jay penuh harap n
dokter kandungan tersebut tersenyum ramah "selamat pak, kekasih anda hamil" dokter tersebut mengajak jay bersalaman sebagai tanda selamat atas kehamilan qiran
jay sebagai aktor papan atas yang begitu terkenal tentu di kenal banyak orang, jadi sang dokter sudah tahu qiran dan jay adalah sepasang kekasih dan belum menikah
jay langsung menjabat tangan dokter kandungan dengan semangat " benarkah" tanya jay masih belum percaya dengan yang ia dengar
"benar tuan, kandungan nona qiran sudah masuk 8 minggu" balas dokter
jay begitu bahagia mendengar kabar kehamilam qiran "terima kasih dok" jay langsung memeluk qiran "Terima kasih qiran" ucap jay yang begitu bahagia mendengar kabar kehamilan qiran
"saya harap di undang ke pernikahan kalian" ucap dokter kandungan yang menangani qiran
"tenang saja, anda pasti akan kami undang" balas jay
jay mengusap perut rata qiran sepanjang jalan keluar ruangan dokter "kamu harus jaga baik-baik anak kita sayang" ucap jay
"iya" balas qiran begitu bahagia melihat kebahagiaan jay saat tahu dirinya hamil
dady attaf yang sedari tadi menunggu qiran periksa, melirik kesal jay. tentu dia sadar betul kondisi qiran saat melihat tingkah jay "jadi kamu beneran hamil? " tanya daddy attaf dengan nada intimidasi
jay menatap datar daddy attaf "iya, jadi saya akan menikahinya secepat mungkin" sahut jay
"emang saya setuju kalian menikah" kesal daddy attaf
"kali ini anda harus setuju, karena saat mommy qiran dan neneknya tahu kalau qiran hamil anda gak akan bisa membantah" balas jay dengan senyum devilnya
"kau" daddy attaf menunjuk jay dengan tatapan nyalang "ini pasti bagian rencana kamu untuk menjerat qiran" tebak daddy attaf
"saya gak pernah maksa qiran, kita melakukannya atas dasar suka sama suka " balas jay dengan entengnya
"sudah dad, qiran lelah jadi pengen istirahat" ucap qiran melerai pertengkaran jay dan daddy attaf
"kau pulang ke rumah dengan daddy" ucap daddy menarik lengan qiran sedikit kasar
__ADS_1
jay menahan tangan daddy attaf agar tidak menarik qiran "maaf tuan, qiran butuh banyak istirahat jadi saya gak akan ngebiarin dia jauh dari saya" ucap jay
daddy ataf beralih mencengkeram lengan jay "kamu pikir saya gak akan biarin anak saya istirahat hah? " daddy attaf menatap nyalang jay
"sudah dad" qiran menarik lengan daddy attaf yang mencengkeram kuat lengan jay
"qiran memang gak bisa istirahat dengan baik kalau tidak bersama jay" ucap qiran dengan jujur
"sama dia malah kamu gak bisa istirahat karena nurutin hasratnya dia" tunjuk daddy attag pada jay
qiran menghela nafas "qiran ada penyakit insomnia akut dad, dan hanya dengan jay qiran bisa istirahat dengan baik" jelas qiran
daddy attaf menoleh ke arah qiran "jangan bohongi daddy qiran, hanya untuk bisa bersama laki-laki brengsek itu" balas daddy attaf
"qiran gak bohong dad, daddy bisa ngecek rekam medis qiran di rumah sakit, daddy bisa melihatnya dengan jelas" ucap qiran
"sejak kapan kamu kena penyakit itu" daddy attaf melepas cengkeraman tangan jay dan menatap qiran menunggu balasan
"cukup lama, mungkin sejak SMP, tapi dulu gak seberapa parah, jadi makin parah saat aku kuliah S2" jelas qiran
"itu karena daddy terlalu sibuk dan lebih sering ke luar negeri ketimbang bersama qiran atau menanyakan keadaan qiran" balas qiran
"mommy kamu tahu ini" tanya daddy attaf
"kata nenek alaya sih, mommy diberi tahu tahun kemarin" balas qiran
"nenek kamu tahu" tanya daddy attaf tak percaya bahwa nenek alaya juga tahu tapi dirinya tidak tahu
"nenek dan uncle sudah tahu sejak aku tinggal di sana" balas qiran
daddy attaf melirik jay "kau tahu ini" daddy attaf menatap tak suka jay yang bisa lebih tahu kondisi qiran dari pada dirinya yang jelas adalah ayah kandung qiran
"tentu tahu, bukankah saat kita masih bersama dulu anda tahu qiran sering menginap di tempatku dan itu karena saya bisa memberi dia ketenangan" balas jay dengan bangga
daddy attaf mengepalkaj tangannya erat. ia benci harus mengakui kalah dari seorang bocah "ya sudah, kalian tinggal di rumah saja" daddy attaf akhirnya menyerah pada jay yang akan menikahi qiran karena sekarang posisi kinan sedang hamil
__ADS_1
tidak mungkin juga dirinya meminta qiran untuk menggugurkan kandungannya karena daddy attaf tak sejahat itu untuk membunuh nyawa tak berdosa
kabar kehamilan qiran begitu cepat tersiar, sehingga pernikahan jay dan qiran akan segera di gelar di Indonesia karena tak mungkin membiarkan qiran hamil tanpa suami
jay sedang sibuk membuat sarapan untuk qiran di dapur rumah daddy attaf "mau di bantu sayang" tanya qiran
"tidak perlu, kamu duduk saja tunggu makanannya siap" balas jay
qiran berjalan ke arah meja makan yang di sana sudah ada daddy attaf sedang fokus pada tab miliknya "kamu sudah telpon mommy kamu untuk ke sini belum" tanya daddy attaf
qiran terkekeh "telpon daddy masih di abaikan mommy dan nenek ya" ledek qiran yang tahu daddy attaf di abaikan mommy asmira dan nenek alaya
"tinggal jawab aja, susah amat" kesal daddy attaf
"sudah dad, mommy sama nenek lagi perjalanan ke sini kalau uncle ke sini saat pernikahan sudah dekat" balas qiran
"dekat yang seperti apa? pernikahan kalian kan minggu depan, berarti itu sudah sangat dekat" balas daddy attaf
qiran hanya terkekeh melihat daddy nya yang terus kesal "ya kan uncle harus mengurus pekerjaan sebelum di tinggal lama" balas qiran
"sarapannya sudah siap" jay membawa makanan yang sudah ia masak dengan di bantu para pelayan
"sok perhatian kamu" cibir daddy attaf
"saya emang selalu perhatian dengan qiran" jay mulai menyuapi qiran makan
daddy attaf mulai menyendok makanan yang di hidangkan di meja "acara pernikahan kalian gimana" tanya daddy attaf
"semua sudah beres, mulai dari gedung, makanan, pengisi acara, gaun, undangan juga sudah beres" balas jay
"kamu sudah merencanakan ini ya" tebak ayah attaf "kok bisa secepat ini kamu mengurus acara pernikahan dengan standar yang saya minta. kabar kehamilan qiran kan baru kemarin" tuntut daddy attaf
"tentu ini sudah saya rencanakan cukup lama. saya ingin menikahi qiran kan sejak 5 tahun lalu, tapi anda yang selalu menentang" balas jay
"emang dasar pria penuh dengan trik" umpat daddy attaf
__ADS_1
"Terima kasih atas pujiannya" balas jay tersenyum bangga karena setidaknya daddy attaf sudah tidak bisa melarang menikahi qiran walaupun raut tak suka masih bisa di lihat jelas dari wajah daddy attaf