
Hembusan angin bertiup perlahan membuat rambut panjang seorang wanita melambai-lambai dengan begitu indahnya
"lama amat lah" gerutu seorang wanita sembari memainkan kakinya menggusar tanah dengan sembarang
padahal tanah yang ia mainkan terdapat banyak debu dan itu bisa merusak penampilannya yang sedang memakai high heels berwarna hitam
Wanita itu mendongak dengan wajah lesunya sampai ia melihat seorang pria yang di nantinya sedari tadi membuat senyum cerah di wajahnya terbit begitu indahnya
wanita itu tersenyum manis saat melihat pria yang ia ajak bertemu menuruti keinginannya untuk memakai pakaian yang berbeda dari penampilannya sehari-hari
ia pun juga melakukan hal yang sama, ia merubah sedikit penampilannya yang biasanya memakai pakaian sederhana serta celana panjang, kini memakai mini dress di atas lutut berwarna merah marun dengan lengan pendek, tak lupa untuk menunjang penampilannya, wanita itu memakai tas limited edition yang ia miliki, dan juga jam tangan rolex menunjang penampilannya hari ini
serta ia yang biasanya tak suka memakai perhiasan kini memakai satu set perhiasan, mulai dari anting dan kalung yang makin membuat penampilannya begitu cantik dan terkesan dewasa tapi tetap terlihat sisi manis diri wanita tersebut
wanita itu melihat prianya memakai pakaian sederhana, hanya celana jeans dan kaos polos berlogo salah satu merek pakaian ternama yang press body, tak lupa ia memakai sebuah topi berwarna hitam tapi entah kenapa wanita itu menjadi makin menyukainya
Wanita tersebut tersenyum manis saat prianya makin mendekat ke arahnya, dan mencoba menyapanya tapi, gerakan pria itu sungguh membuatnya terkejut saat tiba-tiba saja ia melewatinya begitu saja
wanita itu langsung menoleh ke belakang dan merubah raut wajahnya menjadi sebal
"om! " teriak wanita itu memanggil sang pria dengan suara lantangnya
di rasa hanya dia saja pria yang ada di sana, pria itu pun menoleh kebelakang dan menunjuk dirinya "saya" tanya pria itu dengan polosnya ke arah wanita yang sedang memasang wajah jutek padanya
wanita tersebut melangkah lebar menghampiri pria itu dengan pipi mengembung "iya lah om, emang siapa lagi? dari tadi Mila nungguin om loh, eh malah di lewatin begitu saja" gerutu wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Mila dan Pria di hadapannya adalah ayah arman
"Mila" Ayah arman memindai tubuh Mila dari atas sampai bawah, dan dari bawah ke atas lagi " kamu jangan bohongin saya ya, Mila calon istri saya gak gini kok penampakannya " ucap Ayah arman menunjuk ke arah Mila dengan gerakan ke atas dan kebawah
mendengar kata calon 'istri' membuat senyum Mila langsung merekah begitu saja tapi ayah Arman tak menyadari itu "ini Mila tahu om, kan bisa dengar suara Mila. Mila memang lepas kacamata sama pakai pakaian yang berbeda hari ini buat kita kencan" ucap polos Mila
Mila melingkarkan tangannya ke lengan ayah arman yang berotot itu untuk menyusuri jalanan "om rutin olahraga ya" tanya Mila membuka obrolan saat mereka sudah melangkah bersama
__ADS_1
"iya, saya emang rutin berolahraga. Di rumah kan ada ruang fitnes kamu belum lihat" balas ayah arman dengan pertanyaan
"belum lah om, saya masuk ke rumah om kan baru sekali, mana tahu isi rumah om ada apa aja" Mila mencebikkan bibitnya sebal
bagaimana mungkin Mila bisa tahu hal itu, sedangkan ia baru pertama kali masuk ke dalam rumah ayah Arman
"ya sudah nanti pas datang lagi, minta mamah buat keliling saja biar tahu" balas Ayah arman
Mila menoleh ke arah ayah Arman yang menatap lurus ke depan "gak sadar apa ya kalau itu terkesan mau ngajak terus hubungan kita" Batin Mila
"ngomong-ngomong om pangling banget loh kamu gak pakai kacamata, padahal biasanya kamu pakai kacamata dan jarang berdandan" tanya ayah Arman
"apa bagus om" tanya Mila
"lumayan, tapi senyaman kami aja berpenampilan seperti apa" balas Ayah Arman
"ya sudah setiap kita jalan berdua, Mila bakal dandan seperti ini" putus Mila
"emang kamu masih mau jalan berdua sama pria tua macam om" tanya Ayah Arman
"ponsel om mana" tanya Mila
ayah Arman mengambil ponselnya dan menyerahkannya pada Mila " buat apa" tanya ayah Arman tapi masih memberikan ponselnya pada Mila
Mila meraih ponselnya dan membuka ponselnya "apa password nya " tanya Mila
"010204" balas Ayah Arman
"angka apa ini om" tanya Mila
"ulang tahun Zahira" balas ayah Arman
__ADS_1
"oh" Mila memanggil salah satu orang yang lewat untuk mendekat
"mas boleh minta tolong ambilin foto saya sama pacar saya" tanya Mila dengan sopan
"boleh saja mba, bersiap saja" pria itu bersiap untuk mengambil foto ayah Arman dan Mila
"senyum ya om" pinta Mila berbisik
ayah Arman mulai bersiap mengikuti arahan Mila untuk berpose, tak lupa ia menampilkan senyum terbaiknya untuk berfoto bersama Mila
"sudah mba, saya ambilnya banyak kok" pria itu menyerahkan kembali ponsel ayah Arman kepada Mila "mba sama mas nya pasangan serasi ya, tampan dan cantik" ucao pria yang di minta tolong mengambil foto ayah Arman dan Mila
"Terima kasih ya mas" balas Mila
Mila masih sibuk memilah foto yang di ambil baru saja lalu mengirimkannya ke ponsel miliknya "kalau mau di hapus, hapus saja om" Mila kembali menyerahkan ponselnya pada Ayah Arman
"tadi Mila cuma mau negasin kalau om itu gak kelihatan tua, bahkan yang tadi foto kita bilang kita pasangan yang serasi loh" terus Mila
"benarkah" tanya ayah Arman sembari menerima ponselnya kembali dan meletakkannya ke dalam saku celananya
"nanti geh kita jalan lagi, masih ada yang nanya gak kalau usia kita beda jauh" ucap Mila dengan senyum cerahnya
"terserah kamu saja" balas ayah Arman
akhirnya mereka berdua memutuskan jalan berdua dengan mengunjungi berbagai tempat yang di inginkan Mila, mulai dari jalan-jalan santai, nonton film, makan siang dan terakhir Mila mengajak Ayah Arman mengunjungi sebuah toko buku untuk membeli beberapa buku
"banyak amat kamu beli bukunya, mana buku anak-anak" heran ayah Arman
"ini bukan buat Mila om, tapi buat anak-anak yang ada di panti, kemarin katanya mereka kekurangan buku bacaan jadi Mila pengen beliin" Mila masih sibuk mengambil buku-buku yang sekiranya berguna dan ayah aan hanya mengikutinya saja sambil membawa troli besar untuk mengangkut buku yang di ambil Mila
"kamu sering kasih mereka buku" tanya Ayah Arman
__ADS_1
"gak juga sih, tergantung kebutuhan mereka saja, dan kalau uang saku Mila masih ada " balas Mila
ayah arman memandang takjub kebaikan hati Mila di usianya yang masih sangat muda tapi sangat suka berbagi. Ayah arman sudah pernah mendengarnya tapi saat melihatnya langsung, lebih membuatnya takjub dan salut pada Mila