You Are My Regret

You Are My Regret
Hidupku cukup baik


__ADS_3

Reagen terdiam cukup lama memandangi hamparan langit luas bertabur bintang yang berkelip di atas sana "kenapa di sini ada bintang ya" gumam Reagen baru menyadari bahwa tempatnya berada terdapat bintang cukup banyak tidak seperti saat ia di Apartemen yang tidak bisa ia lihat keberadaan bintang satupun


"hiks hiks hiks hiks" terdengar suara tangisan begitu lirih membuat fokus Reagen terpecah belah


"siapa itu" gumam Reagen merasa mendengar suara tangisan


Reagen berjalan perlahan mendekati asal suara tangisan seseorang "hiks hiks hiks hiks" makin melangkah Reagen makin mendengar suara tangisan itu dengan jelas


dan tak lama Reagen bisa melihat punggung seorang wanita yang Reagen tak begitu tahu jelas dengan siapa itu sebab penerangan di tempat itu begitulah minim, hanya satu penerangan di gubung yang tadi Reagen singgahi selebihnya hanya pantulan sinar bulan "siapa di sana" Reagen jadi penasaran siapa yang menangis malam-malam di temoat seperti ini


wanita yang menangis itu menoleh saking terkejutnya ada Reagen "anda orang atau hantu" tanya wanita itu masih dengan raut terkejutnya


Reagen mengerutkan keningnya mendapati pertanyaan aneh dari seseorang "apa kau pikir aku hantu" tanya Reagen tak percaya dengan pertanyaan wanita di hadapannya


"mungkin saja kau hantu, kan ini di tempat sepi apalagi ini sudah jam 10 malam" balas wanita itu dengan polos


"berarti ada kemungkinan juga kau hantu sebab ada di tempat seperti ini di jam seperti ini" balas Reagen


"jangan ngasal ya, aku tuh manusia tahu coba lihat ini" Wanita itu menghentak-hentakan kakinya ke tanah dengan keras "kalau aku hantu gak mungkin kakiku napak di tanah" tegas wanita itu menjelaskan bahwa dirinya adalah manusia


"oke aku tahu kamu manusia" Reagen mengiyakan ucapan wanita itu begitu saja sebab tak ingin memperpanjang masalah yang tak perlu terlalu panjang menurutnya  "lalu untuk apa gadis seprtimu ada di sini di malam seperti ini yang harusnya kamu tuh di rumah" tanya Reagen menanyakan alasan perempuan itu ada di tempat sepi di jam yang sudah makin larut


"kabur dari rumah" jawaban singkat dari sang gadis keluar begitu saja lalu ia kembali duduk di tepi danau buatan yang jadi tempat ia berjongkok tadi


Reagen mengedarkan pandangannya ke sekitar mencari kendaraan wanita yang ada di hadapannya "kamu kesini naik apa, perasaan tempat ini cukup sepi dan tidak ada kendaraan umum lewat" Reagen jadi penasaran bagaimana cara wanita itu sampai di tempat yang ia singgahi saat ini


"jalan kaki" balas Wanita itu


Reagen melebarkan matanya tak percaya wanita itu berjalan kaki sebab danau itu berada di tengah hutan yang jelas cukup  jauh jika berjalan dari jalan raya "berapa lama emang kau berjalan kaki " tanya Reagen

__ADS_1


permpuan itu terdiam sejenak "berapa lama ya, tadi sih keluar rumah pagi jam 10 tapi nyampai sini nya gak tahu jam berapa, ponselku mati dari tadi soalnya" balas enteng sang wanita


Reagen berjongkok tepat di sebelah wanita tersebut  "emang kamu gak takut ketemu penjahat jika datang ke sini sendirian " tanya Reagen


"takut" balas wanita itu tanoa berpikir


'kalau takut kenapa malah datang kemari sendiri" heran Reagen


"namanya kabur dari rumah pak, mana sempat mikir takut apa enggak" kesal wanita tersebut


Reagen memilih menselonjorkan kakinya dan duduk di samping wanita tersebut "emang kenapa kamu kabur dari rumah" tanya Reagen


wanita itu langsung menoleh ke arah Reagen "ayah saya nikah lagi sama wanita lain padahal ibu saya baru meninggal 2 minggu lalu tentu saya kesal dan marah dong pak" ungkap gadis itu dengan lantang


"oh, kan saya gak tahu itu" decak Reagen "saya turut berduka atas kemarian ibumu" tutur Reagen merasa kasihan pada wanita di sampingnya yang baru saja kehilangan ibunya


"terima kasih pak" balas wanita tersebut


wanita tersebut mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukannya pada Reagen "maaf saja ya pak zahira punya Kartu banyak" kilah Wanita bernama lengkap Zahira Malik Ja'far sembari menunjukan kartu yang ia miliki menandakan ia memiliki uang


"kalau punya uang kenapa malah di sini bukan menginap di hotel saja" tanya Reagen dengan sabar


"pengennya sih gitu tapi gak di kasih gara-gara seragam SMA saya" tangis Zahira pecah kembali saat mengngiat dieinya tadi di tolak oleh pihak hotel karena memesan kamar menggunakan seragam putih abu-abunya


"kenapa tadi gak kepikiran buat beli baju biasa biar gak di kenalin sebagai gadis SMA" tanya Reagen menyuarakan pikirannya


gadis itu langsung menghentikan tangisnya seketika dan mengusap pipinya yang basah "kenapa saya gak kepikiran ya pak" Zahira menoleh ke arah Reagen dengan tatapan heran pada dirinya sendiri


Reagen mengedikan bahunya "mana saya tahu apa yang ada dalam pikiran kamu" balas Reagen

__ADS_1


"ya sih pak, tapi kalau sudah jam segini saya takut buat jalan lagi pak, gelep takut ada hantu, mana lapar pula karena belum makan dari pagi" keluah Zahira mengusap perutnya yang terasa lapar


Reagen menggelengkan kepalanya akan kelakuan wanita di hadapannya "kebetulan tadi saya di bawain makan sama mommy saya kalau mau makan saja buat ganjal lapar kamu" tawar Reagen


"boleh om" wajah Zahira langsung saja semangat akan tawaran Reagen


"tentu saja boleh" balas Reagen


"ya sudah om ayok" Zahira langsung saja berdiri meminta Reagen segera memberikan makanan padanya


"ayok" Reagen ikut berdiri dengan menepuk pelan celananya yang kotor akibat bersentuhan dengan tanah


Reagen berjalan lebih dulu ke arah mobilnya dan mengeluarkan kotak makanan yang sempat mommy berikan pada reagen, tak lupa Reagen juka mengeluarkan botol minum yang ada di mobilnya


"ayok makan" ajak Reagen membawa semua makanan ke gubug dekat mobilnya


"aku makan ya pak" Zahira langsung ingin menyantap makanan di hadapannya sebab ia merasa begitu lapar


"plak" Reagen memukul tanngan Zahira membuat Zahira mengaduh kesakitan "cuci tangan dulu baru makan" tegas Reagen


'iya" Zahira berjalan ke arah Danau dan mencuci tangannya di tepi Danau agar tangannya bersih


"sudah boleh pak" zahira mengangkat tangannya ke atas tanda sudah ia cuci


"baiklah" Reagen menyerahkan makanan yang sudah ia siapkan tadi saat Zahira mencuci tangannya


"makan ya pak" Zahira langsung menyantap makanan begitu lahap seolah belum makan satu minggu saja karena zahira begitu cepat makan


"pelan zahira, saya gak akan rebut makananmu kok" tegur Reagen

__ADS_1


Zahira memelankan gerakannya "maaf pak, saya lapar banget soalnya" balas zahira dengan polosnya


Reagen hanya tersenyum simpul melihat tingkah Zahira yang makan dengan begitu lahap. Walaupun gerakannya sudah melambat tapi tetap lucu menurutnya


__ADS_2