
kassy tengah sibuk di depan laptopnya, saking fokusnya sampai ia tak sadar sudah ada yang masuk ke dalam ruang kerjanya "ah selesai juga" kassy meregangkan ototnya yang terasa kaku karena terlalu lama di depan laptop dalam kondisi duduk
kassy memutar kursinya sambil meregangkan ototnya "cup" mata kassy membelalak lebar tatkala ada yang menyambar bibirnya
"sayang"rengek kassy mengusap dadanya yang begitu terkejut akan kelakuan pria yang baru beberapa hari lalu jadi kekasihnya
jonathan terkekeh akan kassy yang terkejut karena ulahnya "abisnya kamu serius banget sih sampai gak sadar kalau aku masuk dari tadi" ucap jonathan
"ya kan kassy lagi fokus urus kerjaan" balas kassy mencebikkan bibirnya
"makan siang dulu yuk" ajak jonathan
kassy melirik jam dinding di ruangannya "ayok" balas kassy
kassy dan jonathan bergandengan tangan dengan mesra saat keluar kantor "mau makan apa sayang" tanya jonathan
"pengen makan yang agak pedas biar melek" balas kassy
"pasti pacarku ini lelah banget ya harus kerja lembur terus" ucap jonathan sambil mencubit pipi kassy
kassy mengusap pipinya yang terkena cubitan dari jonathan "iya dong sayang, harus kerja keras biar masalahnya cepat selesai dan kita bisa pulang, aku kangen banget sama kak lensi dan nidya" balas kassy yang merindukan kakak iparnya
jonathan tersenyum hangat pada kassy "jangan lupa langsung kabari orang tua kamu di kore setelah urusan kita di sini selesai karena aku ingin melamarmu" ucap jonathan
"iya" balas kassy mengusap lengan kekasihnya dengan sayang
"aunty" teriakan seorang anak kecil menggema di penjuru lorong perusahaan tempat kassy dan jonathan bekerja
jonathan menoleh ke arah sumber suara dan memutar bola matanya malas "pengganggu datang lagi" gumam jonathan begitu kesal akan kedatangan anak yang berteriak dan masih bisa kassy dengar dengan baik
kassy tersenyum simpul akan kekasihnya yang selalu kesal jika bertemu anak usia 8 tahun itu "hai reagen" sapa kassy dengan ramah
"aunty mau kemana" tanya reagen
__ADS_1
"mau makan dengan om jonathan, ada apa reagen" balas kassy dengan ramah
"reagen mau ajak aunty makan di rumah reagen, makan di rumah aunty yuk" ajak reagen
kassy mengusap kepala reagen "maaf reagen rumah kamu dengan perusahaan kan cukup jauh sedangkan kerjaan aunty banyak sekali, jadi gak bisa di tinggal terlalu lama" balas kassy dengan bahasa sehalus mungkin
"tapi reagen kangen sama tante" balas reagen menundukkan wajahnya
kassy jadi kasihan dengan reagen "gimana kalau makan bareng kita saja di sini, jadi reagen bisa tetap ngobrol dengan aunty" balas kassy
jonathan memutar bola matanya malas, inilah yang ia takutkan saat ada orang yang bisa memanfaatkan kebaikan kassy dengan begitu mudah
"boleh aunty" balas reagen dengan begitu girang
"kau sudah meminta izin pada daddy kamu belum? jangan sampai dia kelabakan mencarimu seperti waktu itu" ucap jonathan mengingatkan reagen yang pernah di kira hilang oleh thomas
kassy mengangguk mengiyakan ucapan kekasihnya "iya benar yang di ucapkan oleh uncle jo, kasih kabar dulu ke daddy kamu" sahut kassy
kassy dan jo memilih makanan khas Indonesia yang kebetulan tidak jauh dari kantor mereka "gak papa kan kita makan di sini" tanya jo pada kassy yang jelas berdarah campuran jadi jo takut makanan Indonesia bukan selera kassy
"tentu saja gak masalah, malahan aku rindu banget masakan Indonesia. mungkin sudah terbiasa makan masakan tante" kekeh kassy
kassy menoleh ke arah reagen "mau makan yang lain aja atau ikut dengan kami" tanya kassy
"gak papa aunty, reagen mau kok coba makanan baru" balas reagen dengan senyuman
makanan pesanan mereka sudah mulai tertata di meja "mommy kamu jarang ajak makan kamu" tanya jonathan
seketika itu wajah reagen menjadi mendung " mommy sibuk dengan pekerjaannya" balas reagen
jonathan yang awalnya hanya sekedar basa-basi jadi merasa bersalah "maaf kalau uncle bikin kamu sedih" ucap jonathan
"gak masalah kok uncle" balas reagen memaksakan senyumnya
__ADS_1
kassy mengusap kepala reagen "kenalan aunty juga ada yang seperti kamu, jarang di temani oleh kedua orang tua mereka tapi orang itu tetap bisa berhasil dan menemukan kebahagiaannya" sahut kassy
"masih mending kalian yang masih punya orang tua walaupun sibuk, sedangkan uncle malah tidak punya orang tua jadi tidak ada bayangan orang tua itu seperti apa" balas jonathan dengan santainya membuat reagen dan kassy menoleh ke arah jonathan dengan tatapan yang sulit di artikan
jonathan memang di besarkan di panti asuhan sama seperti Jay, tapi berbeda dengan jay yang tidak di ketahui siapa orang tuanya saat di bawa ke panti sedaangkan jonathan di bawa ke panti asuhan karena orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan jonathan masih bertahan karena sang ibu dan ayah melindungi tubuh jonathan yang masih bayi dengan tubuh mereka agar jonathan tidak terkena benturan
usia jonathan saat itu masihlah 3 bulan jadi tidak ada ingatan apapun tentang orang tuanya, hanya sekedar nama yang kebetulan ada di berkas bawaan orang tua jonathan yang ada di dalam mobil bahwa namanya adalah jonathan narapati
"loh uncle, yatim piatu" tanya reagen
"iya, kebetulan orang tua uncle meninggal saat uncle masih usia 3 bulan dan uncle di besarkan di panti asuhan. Makanya kau harus bersyukur karena memiliki orang tua yang masih lengkap, ya walaupun mereka sibuk terus" balas jonathan
sungguh kassy baru tahu kalau jonathan adalah anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan, yang ia tahu jonathan hanya tinggal seorang diri di jakarta
jonathan menoleh ke arah kassy yang menatapnya dengan tatapan iba "jangan kasihani aku sayang, aku baik-baik saja, toh hidupku berjalan lancar tanpa adanya orang tuan dan aku bisa sampai posisi ini berkat kerja kerasku sendiri" ucap jonathan tak ingin di kasihani oleh kassy yang notabenenya adalah kekasih nya
"iya maaf sayang" kassy merubah raut wajahnya kembali ceria agat tidak menyinggung perasaan jonathan
"ayo makan" ajak jonthan
"iya uncle" reagen ikut menikmati makanan khas Indonesia yang terhidang di depannya dan memakannya dengan lahap
***
jonathan mengajak kassy pulang ke apartemen mereka sambil berjalan kaki, alasannya sih ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdua "apa kamu ilfill denganku yang tidak punya orang tua" tanya jonathan
kassy mengernyitkan dahinya dan menghentikan langkah kakinya agar bisa bertatapan dengan jonathan "kenapa kamu mikirnya gitu?" tanya kassy
"aku gak ada keluarga yang bisa dukung aku ataupun membantu hidup kita nanti" balas jonathan
kassy tersenyum simpul "aku mencintai kamu karena kamu bukan karena latar belakang kamu, jadi kalau kau tidak punya keluarga, aku bisa menjadi keluarga untukmu dan juga bisa jadi rumah untuk kamu kembali" balas kassy
jonathan lansung menyunggingkan senyumnya dan memeluk kassy erat "aku bahagia dengan ada kamu, dan terima kasih sudah mau juga keluargaku dan tempatku pulang" balas jonathan
__ADS_1