You Are My Regret

You Are My Regret
Kenyataan kadang menyakitkan


__ADS_3

***


Lensi menidurkan qiana di kasur busa yang ada  di ruang keluarga dan membatasi dengan bantal sedangkan di sebelahnya lucas tertidur begitu pulas “mereka kompakan banget ya tidurnya” ucap Lensi melirik ke arah lucas dan nidya yang tertidur


“iya" qiran setuju dengan ucapan lensi tentang anak-anak mereka yang begitu kom[ak


'yuk ngobrol di luar aja, biar lebih enakan ngobrolnya” ajak qiran


“iya, nanti aku suruh bik atun buat tungguin lucas dan nidya” lensi bergegas ke belakang untuk memanggil bik atun agar mengawasi lucas dan nidya yang sedang tertidur


Qiran dan lensi duduk di bangku taman yang ada di dekat kolam ikan menikmati camilan yang tadi sempat di bawa oleh pelayan Lensi  “bagaimana hubunganmu dengan tara” Tanya qiran


“sejauh ini baik, dia sangat perhatian denganku seperti biasanya tidak banyak berubah Cuma sekarang aku lebih yakin kalau mas tara benar-benar mencintaiku” balas lensi yang kini sudah merasa tenang dan yakin bahwa tara mencintainya tidak seperti dulu yang sellau merasa takut jika tara masih terikat dengan masa lalunya


“aku bersyukur hubungan kalian jauh lebih baik” qiran ikut bahagia dengan hubungan  sahabatnya


“hei!” sentak seorang mengagetkan qiran dan Lensi yang sedang duduk santai


“astaga” lensi mengusap dadanya saking terkejutnya dengan suara yang tiba-tiba mengintrupsi obrolannya dengan qiran


Lensi menoleh ke arah suara yang mengejutkannya  “ada apa” Tanya lensi dengan ketus saat tahusiapa yang mengagetkannya


ya yang datang adalah istri ayahnya, ibu dari mika listia maheswari


“aku mau buat perhitungan denganmu” nyonya listia menghampiri lensi dan ingin menampar wajahnya tapi dengan sigap qiran menahan tangan nyonya listia dan memelintir tangan nyonya listia dengan kuat


"saat anda bertamu ke rumah seseorang, jagalah sopan santun anda, jika tidak bisa sopan jangan berani berkunjung” qiran mendorong tubuh nyonya listia dengan kasar


nyonya listia memegang tangannya yang terasa sakit karena cengkeraman qiran “aku juga malas ke sini kalau bukan karena wanita ini” tunjuk nyonya listia pada lensi “ yang tidak tahu diri dan membuat ulah dengan membuat anak saya menikah dengan pria gak jelas asal-usulnya itu” ucap nyonya listia tak suka dengan mika yang akan menikah denga adrian padahal dalam bayangan nyonya listia, mika akan menikah dengan keluarga kaya dan hebat juga jelas asal-usulnya

__ADS_1


bagi nyonya listia, adrian yang tidak memiliki ayah dan hanya di jadikan anak angkat serta tidak di akui oleh kakek dan nenek kandungnya adalah anak tidak jelas asal-usulnya padahal bukan juga keinginan adrian jika dia tidak di harapkan oleh ayah dan ibunya


"jangan sembarangan nyonya” bentak qiran tidak terima ada yang menghina anggota keluarganya “dia adalah keluarga prabaswara, dan anak angkat keluarga barneet jadi jangan sembarrangan menghina kakakku” bentak qiran dengan suara lantang


Nyonya listia sempat kaget dengan suara qiran dan merasa cukup gugup dan takut tapi ia coba abaikan “dia memang anak angkat keluarga barneet, tapi jangan lupa kalau dia anak yang tidak tahu siapa ayahnya, jadi


tentu dia anak tidak jelas” balas nyonya listia


Qiran menoleh ke arah lensi “maaf jika kata-kataku mungkin akan menyakiti perasaanmu lensi, tapi sungguh aku tidak terima kakakku di hina” qiran kembali menatap tajam ke arah nyonya listia


“orang tua tidak bisa di pilih nyonya dan kakakku tidak bisa memilih orang tuanya, seperti mika


yang tidak bisa memilih orang tuanya, jika dia bisa memilih tentu dia tidak mau lahir dari wanita ****** sepertimu” ucap qiran dengan tatapan nyalang


“jaga kata-katamu!” bentak nyonya listia tidak terima di katakan ******


“apa namanya kalau bukan ****** jika anda meninggalkan anak anda yang berusia tiga bulan hanya karena


ingin mengejar pria yang jelas akan menikahi wanita lain” qiran melangkah makin mendekat ke arah nyonya “apa namanya jika bukan ******, jika anda menjerat ayah lensi dengan ************ anda” teriak qiran tak memperdulikan lagi kata-katanya sopan atau tidak, yang ia tahu dia harus meluapkan amarahnya karena keluarganya di hina oleh orang yang tidak jauh lebih baik darinya


Qiran tersenyum mengejek “kalau di Tanya siapa yang beruntung antara anak anda dan kakak saya jelas jawabannya adalah anak anda lah yang paling beruntung, karena walaupun ia sudah kehilangan mahkotanya sebelum menikah tapi masih bisa dapat laki-laki baik seperti kakakku” ucap qiran dengan lantang


“qiran!” bentak seseroang dengan suara lantangnya


Qiran menoleh dan membelalakan matanya lebar “kakak”


qiran mendapati Adrian yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya berada, tangannya terus menggenggam tangan mika yang seperti ingin minta di lepaskan


“jaga kata-katamu qiran ” bentak Adrian masih menggenggam kuat tangan mika agar tak lari darinya setlah mendengar ucapan qiran yang begitu menusuk dadanya

__ADS_1


“maaf kak” qiran menunduk merasa bersalah pada adrian dan mika, sungguh bukan niatnya untuk menghina mika tapi ia terlanjur kesal dengan nyonya listia yang berani merendahkan adrian “abis dia bikin aku kesal karena menghina kakak” balas qiran membela diri


“tapi bukan…” mika mengguncang lengan Adrian agar berhenti berucap


mika menoleh ke arah adrian dan menatap adrian dengan tatapan lembut “kak qiran gak salah kok mas, emang benar apa yang di ucapkan kak qiran kalau aku beruntung karena bisa mendapat pasangan sebaik mas Adrian”


balas mika


Nyonya listia menatap tajam mika “apa maksudmu mika. Kamu sudah tidak perawan lagi” Tanya nyonya listia tidak percaya jika anaknya sudah kehilangan mahkotanya padahal mika belum lah menikah


Mika tersenyum miris “iya, mungkin darah ****** mama turun ke aku jadi aku sempat ikut jadi ****** dan mengobral tubuhku pada lelaki yang ternyata hanya mempermainkanku” balas mika begitu miris


"mika" adrian menatap sedih kekasih hatinya yang sedang terluka


Qiran jadi merasa tidak enak dengan mika “maafkan kakak mika, kakak benar-benar gak bermaksud merendahkanmu, sunguh bukan itu maksud kakak” ucap qiran merasa begitu bersalah pada mika


“kakak gak salah kok kak, dan mika tahu kakak gak berniat gitu. kakak negelakuin itu ke=arena mama yang sudah ngehina mas adrian, sepupu kakak” mika kembali menoleh ke arah nyonya listia


“harusnya mama bersyukur ada yang mau menikahi mika karena mika benar-benar tidak layak untuk mendapat orang yang baik” mika berjalan masuk ke dalam rumah kakaknya dengan langkah cepat


“tunggu mika” Adrian mengejar mika yang berjalan begitu cepat


Qiran hanya menunduk ke arah lensi “maaf lensi” ucap qiran


Qiran begitu menyesal kenapa mulutnya sungguh tidak bisa di control seperti biasanya"ini bukan kesalahanmu qiran, ini hanya karena reaksi kita saat kita di hina dengan seseorangyang tidak lebih baik dari kita" balas lensi masih memberi tatapan tajam pada nyonya listia


"apa maksudmu anakku sudah kehilangan mahkotanya, sejak kapan dan bagaimana, dengan siapa" tanya nyonya listia dengan bertubi-tubi


"kalau di tanya kenapa, itu semua karena anda karena anda yang dulu mempengaruhi mika untuk merebut ditto dariku, dan nyatanya malah ditto adalah pria bajingan yang menghancurkan masa depan mika" balas lensi dengan suara penuh penekanan

__ADS_1


__ADS_2