
qiran membungkuk hormat pada para crew drama " maaf semuanya, saya nerissa ningrum, penulis drama 'love shadow'. maaf akan keterlambatan saya" ucap qiran
"sini risa" lensi mengajaknya duduk di dekat lensi sekaligus sutradara dan tepat berada di depan jay
jay begitu terkejut qiran ada di hadapannya tapi ia tak bisa berkata apa-apa karena dia begitu terkejut
"wah, ternyata penulis kita begitu cantik pantas saja jarang keluar, pasti takut ngalahin pemeran utama wanita ya" ledek sutradara yang begitu takjub akan kecantikan qiran
"tidak seperti itu, saya merasa biasa saja" balas qiran mencoba merendah
"ya sudah nanti kita bicara lagi di belakang, sekarang kita fokus baca naskahnya dan sharing untuk naskah juga pendalaman karakter agar lebih baik" ucap sutradara
pembacaan naskah pun berlangsung cukup lama karena ada beberapa pemahaman karakter yang di betulkan qiran secara langsung agar lebih baik
"wah, saya begitu suka dengan drama ini. sih wanita begitu mencintai si pria rupanya" ucap sutradara
"iya, memang" balas qiran
jay terus memandangi qiran tak beralih pandangan
"tapi kenapa rasanya pemeran utama ini adalah anda sendiri dan pemeran utamanya adalah jay, entah kenapa fill nya dapat banget kalau kalian lah cerita yang ada dalam drama ini apalagi semua drama yang kami tulis hampir semua pemeran utamanya adalah jay" tanya sangat sutradara
qiran terkekeh pelan, dan beralih menatap jay "memang benar yang di ucapkan sutradara. itu ceritaku dan jay" balas qiran
mata jay membelalak lebar "tapi sayang sekali ya, jay kan cinta mati sama satu wanita selama sepuluh tahun" cicit sutradara yang melihat acara wawancara jay
"brak" jay memukul meja dengan keras membuat semua arah mata tertuju pada jay "kali ini kamu gak akan bisa lari lagi" jay langsung melangkah mendekati qiran dan menarik pinggang qiran, merapatkan ke tubuhnya lalu ******* benda kenyal di hadapannya dengan saking rakusnya
semua mata membelalak lebar akan tindakan ekstrim yang di lakukan jay
untung saja qiran sudah cukup lama terjun di bidang ini dan punya kekuasaan cukup banyak jadi tindakan jay tidak sampai tersebar ke media
***
jay memandangi tubuh belakang seorang wanita yang begitu di dambanya, seseorang yang begitu sulit di gapainya tapi sekarang ada di hadapannya, dan selama ini begitu di dekatnya
"nih minum dulu" qiran memberikan teh pada jay
jay menyeruput tehnya perlahan tanpa mengalihkan matanya ke arah lain "kau selama ini ada di dekatku? " tanya jay
"kan sudah aku jawab jay" balas qiran
jay langsung memeluk qiran "kenapa kau jahat sekali qiran" tangis jay pecah saat memeluk qiran
__ADS_1
qiran mengusap punggung jay "maafkan aku jay, aku punya keterbatasan sendiri" balas qiran
jay mengusap pipinya "tidak papa, yang penting kamu bersamaku sekarang" balas jay
"aku ada alasan tersendiri menjauhimu jay" ungkap qiran
"aku tahu, pasti karena daddy kamu kan, aku gak masalah qiran, selama kamu di sisiku itu tak jadi masalah" balas jay
qiran menggenggam tangan jay "aku gak pengen ada masalah di kedepannya jadi kita harus bicara perihal yang belum kami ketahui dulu agar tak akan jadi masalah di kemudian hari" ucap qiran
jay mengernyitkan dahinya "apa maksudmu? " tanya jay
"daddy tahu siapa orang tuamu" balas qiran
jay terdiak kaki, qiran menggenggam erat tangan jay "daddy tahu siapa mereka, dan dia salah satu musuh daddy. dia bernama.." belum selesai qiran bicara jay sudah menutup mulut jay
"jangan bicara apapun qiran" ucap jay
"tapi jay" qiran merasa perlu memberitahukan masa lalu jay
jay menghela nafas panjang "aku tahu itu jadi tak perlu memberitaku" balas jay
"kau tahu" qiran tak menyangka jay sudah tahu" jauh sebelum kita bertemu kakeku menemuiku tapi sumpah aku tak ingin pria bajingan itu tahu tentangku jadi aku tak pernah mengambil identitas asli ku" balas jay
"yang aku cintai dirimu, mereka tak boleh ikut campur dalam urusan kita lagi" balas jay
***
cahaya matahari mulai mengusik tidur qiran, jay menghalangi cahaya matahari itu dengan tangannya agar qiran tidur lebih lama. dan benar saja qiran kembali tertidur karena jay menutup sinar itu
*
qiran mulai mengerjapkan matanya dan segera membuka matanya
"selamat pagi, my haesbich" jay langsung mengecup bibir qiran
qiran tersenyum manis pada jay, ternyata semalam bukan mimpi, kau nyata ada di sampingnya. qiran langsung memeluk jay "jam berapa ini? " tanya qiran
"jam 8 pagi" balas jay
"wah aku terlambat" gumam qiran beranjak dari tidurnya
jay menahan tangan qiran "kamu lupa hari ini kita di kasih libur, karena kita besok mulai syuting" ucap jay
__ADS_1
qiran menepuk jidatnya "aku lupa" qiran baru sadar kalau team drama di beri libur seehari karena besok mereka mulai syuting
"apa kamu tinggal sendiri di sini? " tanya jay memindai apartemen qiran yang terbilang cukup luas
"iya sendiri" balas qiran
"berarti boleh dong aku tinggal di sini" tanya jay
"haaa" qiran langsung mengaga lebar dengan permintaan jay
jay duduk dengan meningkatkan kedua tangannya di pinggang qiran, jay memberi tatapan manja pada qiran "boleh ya... " pinta jau dengan nada manja
"kenapa kami jadi menggelikan seperti ini jay" keluh qiran merasa bergidik dengan tingkah jay
"makanya izinkan aku" pinta jay lagi
"tit tit tit" terdengar suar pin rumah qiran
"siapa itu? " tanya jau memicingkan matanya ke arah qiran
"qiran... qiran.. " panggil tara
jay menatap tak suka qiran "katanya tinggal sendiri" jay buru-buru mengambil boksernya yang teronggok di lantai dan memakainya asal, ia berniat keluar menemui tara
"tunggu jay" pinta qiran ingin menahan jay
tapi tak mungkin qiran keluar dengan keadaan tubuh polos seperti ini
"ceklek" jau berjalan menghampiri tara dengan langkah lebar
"qiran, aku mau minta sela cokelat di tempatku habis kamu tahu sendiri istriku itu hanya mau selain cokelat" cicit tara sembari mencari keberadaan selain cokelat
"ah dapat" setelah mendapat selai coklat tara pun bergegas berbalik
"Terima kasih qi.. " tara menjatuhkan selain di tangannya saat bertemu pandang dengan seseorang
"jay" tara menunjuk jay
tara memindai tubuh jay yang hanya memakai bokser dan bertelanjang dada "tunggu tunggu" tara nampak berpikir, entah kenapa otaknya seakan tumpul karena ada jay di hadapannya dengan tiba-tiba
"ceklek" qiran membuka pintu dengan kasar "tara tetanggaku jay" seru qiran dengan wajah masih berantakan dan terkesan memakai baju dengan asal
"kalian" tunjuk tara pada qiran dan jay bergantian
__ADS_1
"sejak kapan kalian berbaikan? " tanya tara dengan berkacak pinggang menatap tajam jay dan qiran