
Jay yang sudah berganti pakaian yang ia pakai saat berangkat bekerja, berjalan dengan santai keluar dari gedung tempat ia bekerja paruh waktu
“sudah selesai bekerja” qiran berjalan menyamai langkah jay yang sedang berjalan sambil menundukan kepalanya
jay menatap qiran tak percaya. bukankah dia bilang akan selesai latihan pukul delapan dan ini sudah pukul 10 malam “kamu belum pulang?” Tanya jay
“bukankah kau sudah melihatnya" qiran melihat langkah kakinya "di rumah, juga tak ada orang jadi pulang malam tak masalah” balas qiran
“pasti orang tuamu ke luar negeri lagi" tebak jay yang tepat sasaran
“ya” sahut qiran dengan enteng
Jay meletakkan tangannya di lengan qiran merapatkan tubuh qiran agar lebih dekat dengannya “pasti kau kesepian” tebak jay
Qiran tersenyum simpul “kau tahu saja” qiran melingkarkan tangannya di pinggang jay
“tentu tahu, bukankah kita sudah dekat hampir tiga tahun, tentu aku memahami sahabatku” balas jay
“bisakah menemaniku ke karaoke hari ini?” Tanya qiran
Jay mengernyitkan dahinya menatap qiran “oke my haesbich” jay dan qiran melangkah menuju tempat karaoke yang buka sampai tengah malam tak jauh dari tempat latihan qiran yang memang terletak di pusat kota
“oh ya jay, gimana perkembangan pendaftaran beasiswamu?” Tanya qiran perihal perkembangan rencana kuliah jay
“aku sudah lolos tahap pertama, jika lancar aku bisa menemanimu di inggris” balas jay tersenyum bangga
qiran tentu senang jay bisa berkuliah di kampus yang sama dengannya “aku sudah menyediakan tempat tinggal untukmu di sana” ucap qiran
jay mengernyitkan dahinya ke arah qiran “jangan, aku bisa mencari tempat tinggal sendiri, atau aku bisa mendaftar ke asrama kampus” balas jay tak ingin merepotkan qiran karena menurut jay qiran sudah membantu banyak dengan membuka jalan untuk mendaftar di kampus yang akan jadi tempat mereka menempuh pendidikan
“jangan salah paham jay, aku memberikanmu tempat itu agar aku lebih mudah mencarimu dan sekalian aku mencari pengurus apartemenku tanpa di pungut bayaran"kekeh qiran " Lagian aku tidak jadi memakai apartemen itu karena tinggal dengan uncle ku” balas qiran
__ADS_1
“ah, kau akan tinggal dengan uncle yang pernah kau ceritakan itu?” jay pernah mendengar cerita tentang hubungan keluarga daddy qiran yang kurang baik
Qiran mengangguk “iya, uncle ku kan Cuma satu. Ya dia saja” balas qiran
"emang daddy kamu ngizinin?" tanya jay
"tidak, tapi aku punya cara sendiri untuk membuat daddy ku setuju" balas qiran
***
hari yang sekian lama di tunggu pun tiba. Hari ini adalah hari kelulusan jay, tara dan qiran. Saat hari kelulusan mereka, sekolah mengadakan pesta perpisahan yang cukup meriah
tara menghampiri qiran dan jay yang sedang duduk di salah satu bangku yang di sediakan sekolah "qiran" tara memeluk erat sahabatnya bergantian dengan jay "aku senang sekali akhirnya kita bisa lulus" ungkap tara
"ini baru awal perjalanan kita tara, masih panjang jalan yang harus kita tempuh"sahut qiran
tara mencebikkan bibirnya kesal " bisa gak sih kamu gak matahin kebahagiaanku saat ini" ucap tara membuat qiran terkekeh melihat tingkah sahabatnya yang begitu lucu menurutnya
“jay, paspormu sudah jadi kan?” Tanya tara memastikan sahabatnyayang belum pernah keluar negeri menyiapkan segala sesuatu secara detil
“sudah, tinggal berangkat saja” balas jay yang sudah mempersiapkan segala urusan keberangkatannya ke inggris sesuai arahan qiran
"bagaimana dengan tempat tinggalmu" tanya jay
"qiran memijamkan apartemennya padaku" balas jay
tara hanya menganggukan kepalanya mendengar setiap balasan jaya kan pertanyaannya "aku pasti akan merindukanmu jay,kau teman terbaikku" tara memeluk jay erat dan jay membalas pelukan persahabatan dari tara
Qiran memicingkan matanya ke arah tara yang mengabaikan dia sejak tadi dan sama sekali tak bertanya padanya padahal dirinya juga akan kuliah di inggris bersama jay “apa kamu gak merindukanku jika jauh denganku?” Tanya qiran
tara menatap jengah qiran “idiiiiih ogah amat kangen kamu, dari kita lahir sampai detik ini kita selalu bersama-sama sesekali kita jauhan lah biar gak gedek lihat kamu” balas tara dengan bersungut-sungut membuat qiran tertawa senang karena berhasil meledek sahabatnya
__ADS_1
Qiran menoleh ke arah jay “jay, kamu duluan ya ke sananya ya, jangan lupa kunci apartemen yang sudah kuberikan padamu" qiran kembali mengingtakan jay akan kunci apartemen yang pernah di berikannya " aku mau pulang ke tempat neneku yang di Indonesia dulu, beliau sedang sakit, jadi mungkin aku akan ke inggris dekat dengan acara masuk pertama kuliah ” sahut qiran
“iya qiran, aku juga sekalian membiasakan diri dengan lingkungan di sana dulu” balas jay yang memang berencana akan akan lebih cepat berangkat ke inggris agar bisa membiasakan diri dan beradaptasi dengan lingkungan baru
Tara mengambil camilan di atas meja sembari melirik qiran “kamu ke Indonesia sendiri atau dengan orang tuamu?” Tanya tara
"tentu sama daddy dan mommy. Daddy kan sangat menghormati nenek naeswari karena nenek ngasih akses semua harta keluarga mommy ke daddy” balas qiran dengan nada yang terkesan sinis
“sinis amat kamu sama daddy kamu qiran” tara berdecak mendengar nada suara qiran perihal orang tuanya
Jay menepuk punggung qiran pelan “nanti juga kamu bisa ketemu nenek alaya saat di inggris, kata kamu nenek alaya kan sering mengunjungi uncle kamu di sana” sahut jay
Qiran menghela nafas panjang “iya sih jay, Cuma agak gimana aja lihat daddy yang ngebedain kedua nenek aku itu, padahal yang ibu kandungnya kan nenek alaya tapi yang selalu di utamakan daddy nenek naeswari” kesal qiran mengingat daddy attaf yang selalu mendahulukan nenek dari pihak mommy asmirah ketimbang ibu kandung daddy attaf sendiri
“semua orang punya cara berpikirnya sendiri, kita gak bisa memaksakan cara berpikir kita pada orang lain” ucap jay menenangkan qiran
"iya jay" balas qiran
qiran melirik tara "persiapan kuliahmu di amerika sudah selesai?" tanya qiran
"sudah semua, ayah yang urus semua keperluanku sih, aku tahunya tinggal bawa badan aja" balas tara dengan jujur
"tapi aku gak nyangka loh tar, ayah kamu bisa setuju kamu kuliah di amerika, bukannya waktu itu ayah kamu bilang kamu untuk kuliah ikut aku" ungkap qiran penasaran akan ayah tara
"itu karena kamu milih di inggris, kamu pernah dengar kan ibuku kandungku mungkin di sana" balas tara
"aku pernah dengar sih" qiran melirik tara "kamu gak pengen ketemu ibu kandung kamu?" tanya qiran
"buat apa, lagi pula ibu clarissa sayang sama aku. aku gak pernah kurang kasih sayang jadi buat apa cari ibu yang sudah tega ninggalin anaknya bertahun-tahun" balas tara
"mungkin dia ada alasan tersendiri tara" ucap jay
__ADS_1
"aku sih gak mau mikirin itu, kalau mau ketemu biar dia yang nemuin aku dan jelasin sendiri. kalau mah ogah cari-cari dia" balas tara dengan enteng