You Are My Regret

You Are My Regret
Menikmati kesendirian


__ADS_3

"setelah perpisahan itu, entah gimana mulanya jay datang ke indonesia dan qiran tahu itu, lalu dia menyusulnya dan selalu membantu jay dari jauh. kebetulan juga aku di sini karena mengejar cinta kekasihku" jelas tara mengakhiri cerita panjangnya perihal kisah cinta qiran dan jay


(kembali ke lanjutan episode 11 ya, bisa di baca ulang kalau lupa)


"aku yang mengusulkan jay ke Indonesia dan aku juga yang mengenalkannya pada robin yang sekarang jadi asisten sekaligus managernya" sahut pramudia


"kamu mengenal lama jay? " tanya tara


"lumayan, saat aku kuliah aku sudah mengenal jay tapi dulu kurang akrab, kami akrab saat dulu dia jadi dokter dan pernah nolong aku yang kecelakaan di jalan" balas pramudia


"jadi dia yang kamu ceritain dulu" tanya tara mengingat pramudia pernah bercerita di tolong seseorang saat kecelakaan di jalan


"iya" balas pramudia


"kasihan banget ya cerita mereka" kay merasa kasihan akan kisah cinta qiran dan jay


***


di kamarnya qiran sibuk memandangi hamparan pantai dari arah balkon kamarnya


"maafkan aku jay selalu membuat luka di hatimu, harusnya aku tak muncul di hidupmu dan mengorek luka yang belum sembuh sama sekali" gumam qiran melihat pemandangan pantai


dulu saat masih bersama jay dan qiran sering menghabiskan waktu di daerah pantai jadi banyak kenangan yang tercipta antara mereka di pantai


"aku harus mencari tahu apa daddy tahu pertemuanku dengan jay" qiran langsung menghubungi orang yang bisa membantunya


"halo uncle" sapa qiran dari balik benda pipinya


"sudah lama kamu tak menghubungi uncle, keponakanku sayang" tanya uncle akhtar


"maaf uncle, aku hanya tak ingin ada yang mengusikku" balas qiran


"sekarang kamu khawatir dengan jay" tebak uncle akhtar yang begitu tepat sasaran


"apa daddy tahu aku bertemu jay? " tanya qiran


"belum, tapi tidak lama pasti dia tahu" balas uncle akhtar


uncle akhtar meletakkan satu tangannya di saku celananya "apa kau akan melawan ya daddy kamu? " tanya uncle akhtar


"itu tergantung bagaimana daddy bersikap, kalau sampai daddy mengusik jay, qiran pasti akan memaksa daddy turun dari kekuasaannya" balas qiran

__ADS_1


"good Girl" uncle tersenyum bangga akan tekad keponakannya


"uncle sudah urus semua harta mommy kamu, dan itu semua jatuh ke tangan kamu, dan nenek alaya juga mewariskan sebagian harta miliknya yang berhubungan dengan daddy kamu padamu" ungkap uncle akhtar


qiran begitu hari dengan dukungan keluarganya, untuk melawan daddy attaf "Terima kasih uncle, ucapkan Terima kasihku pada mommy dan nenek alaya" ucap qiran


"harusnya kamu menelpon mereka dan bicara langsung dengan mereka, sudah empat tahun qiran mereka tidak mendengar suara kamu" ucap uncle akhtar


menyayangkan sikap qiran yang menjauhi keluarga hanya karena perdebatannya dengan daddy attaf


"tidak sekarang uncle, nanti pasti aku akan menebus kesalahanku pada mereka" balas qiran


uncle akhtar menghela nafas "apa kamu masih mau menjaga jarak darinya qiran" tanya uncle akhtar


qiran terisak "aku gak tahu uncle, aku terlalu takut menghadapinya" balas qiran


"berdamailah dengan keadaan qiran, uncle tahu kalian saling mencintai. memang dulu kalian terpisah karena pikiran picik daddy kamu, tapi sekarang kamu sanggup melindungi jay dan kami semua ada di pihak kamu jadi jangan takut" balas uncle akhtar


hati qiran begitu sakit mengingat alasan dirinya menjauhi jay" tentu uncle tahu, apa rahasia besar yang di simpan daddy dan jadi ketakutanku" balas qiran makin terisak


"uncle tahu itu, tapi keluarga jay begitu bukan salah kamu qiran jadi jangan terlalu takut menghadapi semua ini" ucap uncle akhtar


"percaya lah bahwa jay pasti bisa menghadapinya, dan dia tak akan meninggalkanmu jika tahu rahasia keluarganya" ucap uncle akhtar


"akan aku pikirkan uncle" qiran mengakhiri panggilannya untuk meluapkan sesak di dadanya


***


jay beraktifitas seperti biasa di dunia hiburan yang begitu padat, mulai dari pemotretan, syuting dan menghadiri berbagai acara "kamu istirahat sebentar, kita akan lanjut ke acara selanjutnya 3 jam lagi" robin membenahi barang jay untuk pindah ke lokasi selanjutnya


"kau tidur saja selama perjalanan, kau pasti sangat lelah setelah dari maldives langsung bekerja" tambah robin


jay mengistirahatkan tubuhnya, tapi dalam benaknya terus terngiang berbagai cara menghadapi orang qiran, saat benar benih yang ia tanam tumbuh dengan subur di rahim qiran


jika tidak pun, jay akan mencari cari agar di kembali menumpahkan benihnya pada qiran, dia sudah bertekad akan melakukan apapun agar membuat qiran menjadi miliknya tak perduli jika ia harus kembali susah seperti dulu asalkan qiran ada di sampingnya


sesuai jadwal jay mengisi acara wawancara di salah satu televisi ternama di Indonesia yang bisa di akses secara umum dan mancanegara


"kita persilahkan aktor sekaligus penyanyi kebanggaan kita, untuk memasuki acara" seru MC wanita yang memandu acara talkshow yang cukup terkenal itu


jay melambaikan tangannya ke arah kamera, dan duduk di hadapan MC dengan lebih dahulu menjabat tangannya "Terima kasih waktunya jay, saya senang sekali bertemu aktor besar seperti anda" ungkap MC

__ADS_1


"Terima kasih atas pujiannya" balas jay


acara di mulai dengan membahas berbagai macam kegiatan yang sedang di lakukan jay, dan rencana kedepannya mengenai projek yang akan di tanganinya


"oh ya jay, ini ada pertanyaan tambahan yang tidak ada dalam daftar tapi begitu ingin di pertanyakan oleh penggemar anda, apa boleh" tanya MC


jay melirik jam tangannya untuk melihat waktu, karena dirinya ada jadwal lain "boleh saja, tapi tidak lebih dari 20 menit" balas jay


"saya tahu anda sibuk, saya akan bertanya langsung saja. apa anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang" tanya MC


"untuk saat ini tidak" balas jay


"kenapa, bukannya banyak yang ingin menjadikan kamu pasangannya" tanya MC lagi


"saat sekarang yang saya masih menikmati kesendirian saya" balas jay


"apa tidak ada wanita yang pernah singgah di hati anda" tanya MC lagi


"tentu saja ada, saya punya seseorang yang sangat saya cintai dalam hidup saya" balas jay


"siapa? jadi pemasaran nih" sahut MC dengan semangat


jay menatap audiens melalui kamera " dia wanita yang begitu berarti di hidup saya dan yang paling saya inginkan jadi pendamping hidup saya tapi ada satu dan lain hal yang membuat kita tak bisa bersama" balas jay dengan raut wajah sedih


"apa kau akan menyerah dan melepaskannya" tanya MC lagi


jay tersenyum miring" tentu saja tidak" jay kembali menatap kamera "kamu pasti akan kembali padaku secepatnya" ucap jau dengan penuh keyakinan


"duh ternyata seorang jay handerson begitu menggilai seorang wanita, pasti para penggemarmu sedang berteriak tak Terima" sahut MC


"saya hanya manusia biasa yang bisa jatuh cinta dengan siapapun" jay kembali menatap kamera " kalau kalian mencintai saya dan karya saya, kalian pasti akan mendukung perjuangan cinta saya. cinta yang sudah ada di hati saya selama sepuluh tahun lamanya" ungkap jay


"duh, boleh ini di kasih tahu siapa wanita yang beruntung itu? " tanya MC lagi


jay tersenyum tipis dan menunjuk pergelangan tangannya yang terdapat jam tangan jay "dua puluh menit lewat" jay memberi hormat dan segera pamit dari acara itu


acara jay itu tentu bisa di akses dengan mudah, dan orang mengenal jay lama pasti tahu siapa. yang di maksud jay


"berani kau menantangku! " teriak seorang pria paruh baya melempar sebuah vas di mejanya pada layar televisi yang sedang di tonton ya


pria itu mengeratkan rahangnya keras dan begitu kesal menatap jay handerson

__ADS_1


__ADS_2