
jonathan bergegas ke ruangannya setelah bicara dengan mala di ruang rapat "apa maksudnya dia bilang pernikahannya batal" gumam jonathan merasa gagalnya pernikahan mala tidak ada hubungan dengannya
jonathan memegang dadanya kuat "jangan terpancing jonathan, kamu sudah ada kassy, dia begitu sulit kamu gapai dan dia sangat mencintaimu jadi jangan coba mengecewakannya" ucap jonathan untuk dirinya sendiri agar tidak kembali terjerat oleh cinta pertamanya
"ceklek" kassy berjalan masuk ke ruangan jonathan tanpa mengetuk pintu
kassy mengerutkan keningnya saat ebrjalan masuk ke ruangan jonathan "lagi mikirin apa sayang" tanya kassy yang heran melihat wajah gugup yang terlihta jelas dari kekasihnya
jonathan menggelengkan kepalanya "enggak sayang" jonathan berjalan ke arah kassy dan memeluknya erat "cuma kepikiran gimana buat ayah kamu setuju dengan pernikahan kita kayanya dia masih ragu sama aku" balas jontahan mengalihkan pembicaraan
"ayahku itu orang yang baik, nanti lama kelamaan juga dia akan nerima kamu jadi menantunya, untuk sekarang sabar dulu ya" kassy memeluk jonathan dengan erat
"ceklek" terdengar suara pintu terbuka
jonathan melirik ke arah pintu dan terdapat mala yang membelalakan matanya lebar melihat posisinya dengan kassy saat ini yang masih berpelukan "bisa ketuk pintu dulu gak sih" ucap jonathan dengan ketus
"maaf" mala jadi gugup sendiri melihat acara kassy dan jonathan yang sedang berpelukan dengan mesra
kassy mengusap lengan jonathan "jangan marah-marah sayang, mungkin mala buru-buru" ucap kassy
"iya pak, maaf" mala menyerahkan beberapa map yang tertinggal di ruang rapat
"saya mau antar berkas ini, saya kira tidak ada orang jadi saya langsung masuk saja" jelas mala
"ya sudah keluar" pinta jonathan
"baik pak" mala keluar ruangan dengan langkah lebar
"kurang ajar" gerutu mala saat keluar ruangan jonathan
kassy mengusap pipi jonathan "jangan marah-marah sayang" pinta kassy
"iya sayang" jonathan menatap kassy penuh dengan cinta
***
qiran menggandeng tangan lucas menyusuri lorong rumah sakit "senang ketemu degan daddy" tanya qiran pada puteranya
__ADS_1
"senang mom" balas lucas yang sekarang sudah makin lancar bicara di usianya yang sudah menginjak hampir dua tahun
qiran mengajak lucas ke ruangan Jay "tok tok tok" qiran mengetuk pintu ruangan Jay sebelum masuk padahal tidak di ketuk juga jay gak mungkin marah
"masuk" seru jay saat mendengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang
qiran buru-buru membukanya "sayang" qiran berjalan ke arah suaminya dengan masih menggandeng Lucas
"wah dua kesayangan daddy datang" Jay berjalan ke arah qiran dan Lucas
jay menggendong tubuh lucas dengan satu tangannya dan langsung mengecup pipi istrinya dengan penuh cinta "kok gak bilang mau ke sini" tanya jay
"kangen sama kamu jadi habis dari kantor langsung ke sini" jelas qiran
"kamu abis dari kantor" tanya jay yang mmang tak tahu rencana qiran hari ini sebab semalam dia menginap di rumah sakit karena ada operasi semalam
"iya sayang, abis rapat penyampaian laporan kerja kassy selama di Inggris, kemarin kan sempat ketunda karena sibuk urus acara pernikahan Mika" balas qiran
jay mengangguk paham "kamu sudah makan siang belum" tanya Jay
"sudah, kamu belum makan " tanya qiran melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 3 sore
alamat kena marah oleh sang istri karena kelupaan makan lagi
"ya ampun sayang" qiran langsung berjalan keluar ruangan untuk mencari OB agar bisa membelikan makanan untuk Jay
qiran kembali ke ruangan jay dengan muka sebal "jangan kebiasaan makan telat sayang" ucap qiran penuh penuntutan
"maaf sayang " jay melingkarkan tangannya di pinggang qiran dan merapatkan tubuh qiran ke dekat tubuh kekarnya"tadi benar-benar gak sempat sayang, maaf" ucap jay dengan suara pelan
lucas mengangkat tangannya ke atas "kenapa lucas tidak di ajak berpelukan " rengek lucas yang di diamkan begitu saja dan hanya melihat adegan kedua orang tuanya yang sedang berpelukan
"ya ampun anak daddy" lucas menggendong tubuh lucas dengan satu tangannya "maaf, daddy suka lupa kalau berdekatan dengan mommy" balas jay
lucas mencebikkan bibirnya dan melipat tangannya sebatas dada "iya daddy suka lupa dengan lucas, karena daddy hanya sayang mommy" kesal lucas
"maaf sayang" jay menciumi pipi lucas dengan sayang "daddy tentu sayang sama lucas walaupun tidak sebesar rasa sayang daddy untuk mommy" ucap jay dengan kekehan
__ADS_1
"daddy!" teriak lucas
***
jonathan berjalan ke arah kamarnya dengan gerakan malas, tubuhnya terasa begitu lelah karena aktivitasnya seharian "drrrrttt" ponsel jonathan berbunyi
saat jonathan melihat siapa yang memanggilnya, buru-buru ia mengangkatnya "ada apa sayang" tanya jonathan
"kamu sudah sampai sayang" tanya kassy
"sudah, ini masih jalan ke arah kamar, masih masuk lift baru memarkirkan mobil tadi" balas jonathan memberi tahu langkahnya
"ya sudah, istirahat langsung ya sayang, I love you" ucap kassy
"love you too" balas jonathan menyimpan kembali ponselnya
"ting" terdengar suara pintu lift terbuka dan jonathan bergegas ke kamarnya karena sudah begitu lelah
"mala" jonathan begitu terkejut melihat mala ada di depan pintu apartemennya
jonathan melangkah lebar ke arah mala "untuk apa kau di sini" tanya jonathan dengan ketus
"aku gak percaya kamu menjalin hubungan dengan kassy, bukannya kamu bilang mencintaiku" mala meraih tangan jonathan " aku menyesal jo, aku juga sudah membatalkan pernikahanku dengannya jadi jangan seperti ini " pinta mala
jonathan menyentak tangan mala "jangan seperti ini mala, aku sudah punya kekasih jadi tolong jaga sikapmu" ucap jonathan merasa risih dengan sikap mala yang terus mendekatinya sejak kepulangannya dari inggris
"tapi kamu dulu sangat mencintaiku jo" sahut mala tak terima jika hati jo kini sudah berpaling
"itu dulu mala, tidak sekarang jadi tolong jangan bersikap melampaui batas" balas jonathan
"hiks hiks hiks" mala merosot ke bawah dan terisak " bagaimana bisa dengan mudahnya kau melupakanku" tanya mala
jonathan tak mengerti jalan pikiran mala, bukannya dulu mala yang sudah menolaknya berkali-kali padahal dia sudah menyatakan cinta pada mala berulang kali "jangan lupa mala, kalau dulu kamu yang sudah menolakku mentah-mentah karena aku hanya anak yatim piatu, dan hanya seorang asisten jadi kenapa sekarang kamu berkata seolah-olah aku yang menyakitimu, jangan keterlaluan kamu, datang dan pergi sesukamu, aku bukan barang" kesal jonathan akan tingkah mala yang seenaknya
jonathan membuka pintu apartemennya dan berniat menutupnya tapi mala langsung menahannya "aku mencintaimu jo" ucap mala dengan suara lirih
mata jonathan membelalak lebar "jangan asal berucap kamu" sentak jonathan ingin menutup pintu kamarnya
__ADS_1
dengan beraninya mala mendorong tubuh jonathan dan menutup pintu kamar jonathan dengan sekali dorongan