
Lucas hanya duduk di lantai dengan menatap jendela yang masih gelap karena ini baru jam setengah lima pagi
Lucas tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Qia yang sedang kecewa padanya dan memilih menghindarinya "ceklek" terdengar suara pintu terbuka dan munculah Qia
"ayok sholat dulu mas" ajak Qia saat melihat suaminya duduk di lantai bersandarkan ranjang
Qia bergegas masuk kamar mandi untuk berwudhu
"ah iya" Lucas berjalan di belakang Qia dan menunaikan ibadah mereka dimana Lucas sebagai imam shalat nya
Qia mengecup punggung tangan Lucas dan segera berdoa setelah shalat "apa bisa kita bicara Qia" pinta Lucas
"nanti saat Qia selesai berdoa" balas Qia
Lucas ikut berdoa, sambil menyelipkan harapan kalau Qia akan mengerti penjelasannya
seusai berdoa nanti
Qia merapihkan peralatan sholat dirinya dan juga Lucas lalu menyimpannya dalam lemari
Qia menoleh ke arah Lucas yang masih duduk di atas karpet bulu yang ada di kamarnya "Qia akan mendengarkan penjelasan mas Lucas " Qia duduk di hadapan Lucas bersiap mendengarkan penjelasan Lucas
tapi saat Qia sudah mau mendengarkan apa yang akan ia jelaskan, Lucas malah tak sanggup berucap, lidahnya serasa kelu untuk berucap "ini gak seperti yang kamu bayangin Qia" ucap Lucas pada akhirnya
"lalu apa" tanya Qia berusaha tetap kuat dan tenang di depan Lucas
"kami gak ada hubungan apapun lagi" balas Lucas
"tapi mantan istri mas gak terima mas menikah dengan Qia dan mas merasa bersalah untuk itu" tanya Qia masih berusaha tenang walau hatinya sangat sakit saat berucap itu
__ADS_1
"gak gitu Qia" elak Lucas
Qia tersenyum kecut "Qia tahu kok mas, walaupun kita sudah menikah 5 tahun dan Qia sudah memberikan mas anak tetap Qia gak akan bisa mengalahkan wanita itu, di hati mas dia masih pemilik tahta tertinggi dan Qia gak ada sama sekali di sana, hanya sebatas tanggung jawab saja, dan Qia paham itu kok" ucap Qia menatap mata suaminya yang hanya diam menundukkan wajahnya
saat Lucas tak berusaha menyanggah hal itu rasanya begitu menyakitkan, berarti benar apa yang ia ucapkan
"kalau mantan istri mas belum menikah dengan pria lain , mungkin aku akan minta mas menikahinya" seru Nidya
"mas gak mau kehilanagn kamu dan anak-anak Qia" protes Lucas tak suka pembicaraan itu keluar dari mulut Qia
Qia tersenyum miris "aku tahu itu mas " Qia mantap manik mata Lucas dengan lekat "saking cintanya aku sama kamu mas, aku sampai berpikir untuk rela di madu olehmu" Qia mengusap Pipinya yang sudah basah " tapi pada kenyataannya dia memiliki suami jadi itu tidak bisa mas, dan ternyata aku tidak sekuat yang aku bayangkan. Melihatmu memeluknya dan meminta maaf padanya karena menikahi aku rasanya sakit sekali mas" Qia menepuk dadanya kuat-kuat "sakit sekali mas" isak Qia
"maaf Qia "Lucas berniat memeluk Qia tapi Qia langsung menghindar
"Qia butuh waktu sendiri masjadi Qia pamit sama mas untuk ikut seminar di Bali selama seminggu" ucap Qia mengutarakan niatnya untuk ikut seminar di bali
Lucas hanya bisa diam dan tidak bisa membantah permintaan Qia yang sudah memohon padanya
Qia beranjak dari duduknya dan menatap wajah sang suami yang sedang bersedih "sebaiknya mas mandi, Qia akan siapin sarapan buat mas Lucas dan pakaian mas akan Qia taruh di atas sofa" Qia segera mengambil pakaian Lucas dan meletakkannya di atas sofa dan ia keluar kamar untuk menyiapkan sarapan Lucas beserta keluarga yang lain
***
seperti biasa Qia melayani Lucas, Lala dan Danish makan barulah ia yang makan "di makan mas" ucap Qia saat menyerahkan piring nasi berisi lauk pauknya untuk Lucas
"kamu makan dulu saja, mas makannya setelah kamu makan saja" ucap Lucas menawarkan diri untuk mempersilahkan Qia makan terlebih dahulu
"mas kerja kan jadi jangan memperlambat waktu, mas itu pimpinan perusahaan dan harus jadi contoh yang baik jadi makan saja" balas Qia dengan dingin membuat keluarga besar melirik ke arah Qia dan Lucas secara bergantian
Qia menyuapi Danish makan dengan perlahan dengan begitu telaten sampai semua makanan di di dalam piring tandas "mom, Dad, kakek dan nenek Qia boleh minta bantuan kan" tanya qia
__ADS_1
"bantuan apa Qia" tanya Daddy Jay
"kebetulan Qia ada acara seminar di Bali selama seminggu dan Qia sudah minta izin ke sama Lucas untuk ikut, jadi Qia minta tolong jaga Danish dan Lala selama Qia pergi , apa boleh" tanya Qia
"kalau seminggu, kamu gak jadi nemenin mommy dong" tanya Mommy Qiran
"maaf mom walau Qia gak ke Bali, Qia juga gak bisa ke sana, Qia gak sanggup melihatnya" ucap Qia dengan jujur agar keluarga Lucas tahu dia sedang tidak baik-baik saja dengan kehadiran wanita di masa lalu Lucas
"ya sudah, Danish dan Lala akan kami urus kamu ikut seminar saja dengan baik dan sekalian jalan-jalan saja, kamu belum pernah liburan kan selama menikah dengan Lucas, kalau masih kurang perpanjang saja sesuai keinginan kamu, Daddy ada beberapa hotel di sana jadi kamu bisa menginap dengan bebas" sahut Daddy Jay
"dad" protes Lucas
Daddy Jay melirik tajam ke arah Lucas dan meminta Lucas untuk diam dan tak banyak bicara "abaikan suamimu itu, dia memang bukan suami pengertian masa selama menikah belum pernah dia ajak kamu liburan, jadi liburan saja walau sendiri anggap kamu masih gadis saja, anak-anak ada kami yang menjaga. Jika ingin belanja, belanja saja kan uang suamimu banyak jadi kamu bebas habisin sesuka hati" sahut Daddy Jay
"terima kasih Dad" balas Qia
Daddy Jay tersenyum ke arah Qia "kamu itu sudah Daddy anggap anak daddy sendiri dan bukan hanya menanti jadi jangan sungkan sama Daddy ya" pinta Daddy Jay
"iya dad" balas Qia
seusai sarapan Qia tetap mengantar Lucas sampai teras dan menunggu sampai mobil Lucas menjauh barulah ia kembali masuk ke dalam rumah
Mommy Qiran menghampiri Qia dan langsung memeluk Qia "hiks hiks hiks" Qia langsung menangis dalam pelukan mommy Qiran karena tiba-tiba mommy Qiran memeluknya
"ternyata Qia gak sekuat itu mom "adu Qia akan hatinya yang begitu terluka
"berlibur saja semau kamu, jangan hiraukan apa yang ada di sini " ucap Mommy Qiran terus mengusap punggung Qia
mommy Qiran berharap dengan liburan Qia akan jauh lebih baik
__ADS_1