
Hari minggu pagi Reagen bangun cukup pagi saat ia mendengar lantunan ayat suci yang berkumandang begitu indah di indera pendengarannya "suara siapa ya" gumam Reagen saat membuka mata
Reagen tersenyum simpul "aku lupa kalau sekarang aku tinggal dengan Zahira, itu pasti suaranya yang sedang mengaji " Reagen pernah mendengar mommy Brianna dan kedua adiknya mengaji saat berkunjung jadi Reagen bisa tahu itu adalah suara orang mengaji
Reagen menyandarkan tubuhnya dan mendengarkan lantunan ayat suci yang terus di baca Zahira dengan indahnya. Dan saat suara itu sudah tidak terdengar, Reagen memutuskan keluar kamarnya
"pagi " sapa Reagen saat melihat zahira keluar kamarnya
"pagi mas, kok sudah bangun jam segini" Zahira jadi heran kenapa Reagen sudah bangun padahal biasanya Reagen keluar setengah 7 tapi ini masih jam setengah 6 pagi
"denger kamu mengaji jadi kebangun" balas Reagen
Zahira jadi tak enak pada Reagen "maaf ya mas, jadi ganggu tidurnya mas" Zahira menunduk karena rasa bersalahnya
"mas gak marah kok, malahan suara kamu tuh indah banget. Jangan takut saat mengaji di jam berapapun, saya suka mendengar kamu mengaji" ungkap Reagen dengan tulus
Zahira langsung tersenyum sumringah "terima kasih ya mas" Zahira cukup merasa tenang jika kegiatan ibadahnya tidak mengganggu Reagen yang memiliki agama berbeda dengannya
"Sama-sama" balas Reagen
Zahira mulai merapihkan rumah Reagen dengan telaten sedangkan Reagen ikut membantu Zahira "mas ngapain" tanya Zahira saat Reagen ikut menata sofa dan mengambil buku-buku yang berserakan di meja
"bantuin kamu beberes" Reagen tetap melakukan aktifitasnya
" gak usah mas, biar Zahira saja, mas mending duduk santai" protes Zahira
"gak papa Zahira biar cepat selesai kerjaannya, terus sekalian nanti kita masak sarapan bareng" balas Reagen yang tetap ingin membantu pekerjaan Zahira agar lebih cepat selesai
Zahira dan Reagen kini bekerja sama membersihkan rumah mulai dari mencuci piring, menyapu, mengepel dan mencuci baju, mereka lakukan bersama-sama
"mau sarapan apa kita hari ini" tanya Reagen saat membuka kulkas di mana ada Zaskia juga di sana
"masak omlet sama sayur jamur, boleh mas" Zaskia melihat ada jamur merang di dalam kulkas dan tiba-tiba saja ia menginginkannya
"boleh" Reagen mulai mengeluarkan semua bahan dari dalam kulkas dan memotong-motong sayurannya sedangkan Zahira akan membantu mencucinya dan memisahkannya di wadah yang berbeda
saat Reagen memasak Zahira begitu memperhatikannya aga ia juga bisa memasak untuk reagen dan dirinya
__ADS_1
"yang ngajari masak siapa mas" tanya Zahira sesaat setelah ia mencicipi masakan Reagen dan ternyata masakan Reagen begitu enak
"otodidak aja sih, kebanyakan dari Youtube, soalnya kalau minta di ajarin mommy pasti gak di izinin karena kata mommy pria gak boleh masak di dapur cukup wanita saja yang turun di dapur" Balas Reagen
"oh" Zaskia membantu Reagen menata masakannya di piring sedangkan Reagen mulai mencuci bekas alat memasak yang ia gunakan
"ayo makan mas" ajak Zahira saat ia sudah selesai menata masakannya di meja makan
"iya" Reagen bergegas melap tangannya setelah kegiatan mencucinya selesai
Zahira membantu Reagen mengambilkan nasi berserta sayur dan lauk yang sudah di masak "nih mas" Zahira menyodorkan piring berisi makanan yang sudah ia ambilkan pada Reagen
"Terima kasih" Reagen mulai menyantap hasil masakannya "hmmm lumayan enak rupanya" Reagen merasa puas dengan hasil masakannya
"ini tuh enak banget tahu mas, nanti Zahira mulai belajar masak lah biar bisa gantian sama mas masaknya" kelakar Zahira
"boleh saja, lagian masih banyak waktu buat kamu belajar masak" balas Reagen dengan santainya dan Zahira hanya mengangguk saja
seusai kegiatan sarapannya dan mencuci piring sisa makan mereka, Zahira dan Reagen memilih menonton film di layar TV milik Reagen "nonton film apa" Reagen sedang memilih tayangan film yang ada di layar
"nonton harry Potter boleh gak mas" tanya Zahira
"suka, sebenernya sudah nonton berkali-kali mas, tapi masih pengen nonton lagi saja" balas Zahira
"oke" Reagen mulai mereplay film harry Potter yang di inginkan Zahira
Zahira dan Reagen menonton film itu begitu fokus dan tidak banyak berbincang, pandangan mata mereka begitu fokus pada layar di hadapannya
"drrrrttttt" ponsel Reagen berdering dan Reagen segera mengambilnya
"Aku angkat telpon dulu ya Zahira" Reagen menunjukan layar ponselnya pada Zahira dan segera pergi dari sana
"ya mas" Zahira mempersilahkannya saja, dan ia kembali fokus menonton
Reagen segera mengangkat panggilan di ponselnya " ada apa Lucas" tanya Reagen saat ia mengangkat panggilan yang ternyata dari Lucas
"kakak di mana" tanya Lucas
__ADS_1
"di apartemen, kenapa" balas Reagen
"kebetulan kalau gitu, aku sama Nidya mampir sana ya" sahut Lucas
"jangan! " teriak Reagen dengan refleks membuat Zahira begitu terkejut
"ada apa mas" teriak Zahira saat mendengar teriakan Reagen yang begitu keras
Reagen menutup ponselnya dan berteriak ke arah Zahira "tidak apa-apa kok, mas hanya kaget saja" ucap Reagen untuk menenangkan Zahira
"oh" Zahira kembali menonton film di depannya
Reagen kembali meletakan gawai miliknya di dekat telinga " jangan kesini" tukas Reagen
Lucas memicingkan matanya "ada siapa di apartemen kakak" tanya Lucas dengan begitu penasaran
" bukan urusanmu" ketus Reagen
"oke kalau gitu" Lucas mengangguk walau Reagen tidak melihatnya "kakak turun saja ke lobi, aku sama Nidya di depan soalnya. Aku tunggu 5 menit kalau gak turun aku yang akan naik dan kalau kakak gak pintu aku akan minta aunty brianna kasih kode aksesnya" Lucas langsung menutup panggilan tanpa menunggu reaksi Reagen
"Sial" umpat Reagen saat melihat layar ponselnya sudah gelap
Reagen berjalan ke arah Zahira "Zahira" panggil Reagen
Zahira bergegas menoleh " iya mas, ada apa? " tanya Zahira
"mas mau ketemu teman di bawah, mas tinggal gak papa ya" ucap Reagen
"ya gak masalah lah mas, emang Zahira anak kecil yang takut di tinggal sendirian " balas Zahira sembari mengerucutkan bibirnya
"ya sudah" Reagen mengusap kepala Zahira dan berjalan ke arah luar
Reagen buru-buru turun ke lantai bawah takut Lucas benar-benar akan masuk ke unit apartemennya
Reagen bergegas berlari ke arah Lucas dan Nidya dengan nafas tersengal-sengal "ada apa" tanya Reagen yang masih mencoba mengatur nafasnya dengan susah payah
Lucas memindai tubuh Lucas dari atas sampai bawah "siapa sebenarnya wanita di atas kak" tanya Lucas dengan nada penuh intimidasi
__ADS_1
Reagen menoleh ke arah Lucas dengan tatapan mata terkejut "hah! " mulut Reagen menganga lebar dengan pertanyaan Lucas